NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:969.3k
Nilai: 5
Nama Author: kenniken

Revisi ulang cerita semua bab/episode !!

Seorang gadis yang terpaksa di jual oleh kekasihnya kepada Ceo Besar tanpa sepengetahuan dirinya, bahkan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi, Siapa sangkah dirinya harus menerima semua perlakuan yang di berikan kepadanya.

Namun sebuah penderitaan yang di berikan kepadanya, bisa terbalaskan dengan sebuah perasaan.

bagaimana kisah selanjutnya kalian bisa langsung baca saja ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenniken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Ke Mall

" mmm tidak, kami belum putus Fin, yasudah kalau begitu aku pulang dulu ya Fin, bye " ucap Arin yang kini membalikan tubuhnya menuju luar.

" sudah tuan, mari kita pergi sekarang " ucap Arin yang kini berdiri di hadapan Ardan, Ardan segera melangkahkan kakinya menuju luar.

terlihat di sana sudah ada Romi yang menunggu kedatangan mereka berdua, Ardan masuk terlebih dahulu kedalam mobil dan di susul Arin di belakangnya, Romi segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.

Terjadi keheningan yang cukup lama di dalam sana, Arin menatap keluar jendela memandang kosong arah luar, sehingga sebuah suara terdengar memecah keheningan di antara mereka berdua.

" kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi? Apa kau sengaja mematikannya? " tanya Ardan memecah keheningan

" tidak Tuan, ponsel ku terjatuh dan tidak bisa dihidupkan lagi, karena itu aku tidak tau kalau tuan menghubungiku " ucap Arin menjelaskan.

Ardan tak menyahuti perkataan Arin melainkan mengulurkan tangannya kearah gadis itu, Arin seketika menatap bingung uluran tersebut.

" tuan mau apa? " Tanya Arin yang kebingungan.

" ponselmu mana? " pinta Ardan kepada Arin.

" untuk apa tuan meminta ponsel ku? " Tanya Arin lagi dengan wajah penasaran.

" sudah jangan banyak tanya berikan kepadaku " ucap Ardan.

Arin segera meraih tasnya dan di ambil ponsel miliknya tang berada di dalam tas,

" ini tuan. " ucap Arin kepada Ardan sembari memberikan ponsel miliknya yang sudah rusak.

" Rom.. kita ke Mall sekarang " pinta Ardan kepada Romi.

" baik Tuan " jawab Romi yang kini melajukan mobilnya menuju Mall.

selang beberapa jam kini mereka telah tiba di sebuah Mall besar, Ardan segera turun dari mobil.

" jangan panggil aku tuan, kesannya terlalu tua untuk diumurku yang sekarang " ucapnya kepada Arin yang kini dirinya sudah berada di luar mobil.

Arin segera turun dan mengikuti Ardan, Arin yang mendengar perkataan Ardan seketika mengalihkan pandangannya kepada pria itu.

" eng.. saya harus memanggil tuan dengan apa? " Tanya Arin yang kini berjalan di belakang Ardan.

" terserah asalkan jangan tuan, kamu bukan anak buah saya, karena itu jangan panggil saya tuan " ucap Ardan lagi, Arin terlihat bingung.

dengan cara apa dirinya memanggil Ardan jika bukan dengan Tuan.

" eng.. bagaimana kalau Mas Ardan, apa tu.." belum sempat Arin melanjutkan perkataanya, tiba tiba Ardan bersuara.

" Mas? kurasa itu tidak buruk, dari pada tuan " ucapa Ardan yang kini masih berjalan menuju satu toko yang ada di Mall, Arin melihat kesana kemari.

Seluruh isi Mall tersebut, kini mereka berdua telah sampai di salah satu toko, Ardan segera masuk kedalam toko tersebut.

" selamat malam Tuan, Nona ada yang bisa saya bantu? " ucap Penjaga toko itu kepada Ardan dan Arin yang sudah berada disana.

" hemm, saya mau lihat apakah kalian punya ponsel terbaru di sini? " tanya Ardan kepada penjaga toko itu, seketika penjaga toko itu menganggukan kepalanya dan kini berlalu pergi mengambil apa yang Ardan minta.

Arin hanya diam memperhatikan Ardan yang masih sibuk mencari cari sesuatu.

" pilihlah, ponsel mana yang kau mau? " ucap Ardan yang kini menghadap kearah Arin.

" eng... tapi saya sudah punya ponsel tu..maksud saya mas Ardan " jawab Arin yang masih kebingungan.

" ck, ponsel kamu sudah rusak, maka dari itu saya meminta kamu untuk memilih ponsel yang baru " ucap Ardan menjelaskan.

Arin hanya menurut apa yang Ardan perintahkan kepadanya, dan memilih salah satu ponsel yang terletak di hadapannya.

Deg..

Arin seketika membulatkan matanya, melihat harga yang tertera di sana,harga ponsel yang begitu mahal di pikirnya.

" Mas.. ini mahal " sahut Arin yang kini beralih menatap Ardan.

" jangan lihat harganya, pilih saja, cepat " ucap Ardan lagi, Arin kini mengambil salah satu ponsel yang benar benar cocok untuk nya.

Ardan segera membayar ponsel tersebut dan memberikannya kepada Arin.

" ini tuan, ponsel anda " ucap penjaga toko itu kepada Ardan.

Kini mereka berdua beranjak pergi menuju tempat lain yang berada di Mall.

Ardan membawa Arin kesuatu butik yang tak jauh dari tempat tadi mereka membeli ponsel.

" Harmers " eja Arin pada tulisan yang tertera di butik itu.

" tunggu.. ah tempat ini cukup terkenal dengan pakaian yang terbilang sangat mahal, untuk kaum seperti ku, uang gaji ku saja tidak akan cukup untuk membelinya " gumam Arin pelan sembari melihat sebuah gaun yang begitu cantik berwarna putih di sebuah lemari kaca.

Ardan yang sedikit bisa mendengar perkataan Arin hanya tersenyum. Tak lama seorang penjaga toko itu datang menghampiri mereka, dan memberikan beberapa paperbag kepada Ardan.

Ardan segera keluar dari butik tersebut dan diikuti Arin di belakangnya, namun saat Arin tengah melihat lihat kesana kemari, tiba tiba kini pandangannya beralih menatap sesuatu.

" oh.. bukannya itu Jes "

Brukkk...

perkatan Arin seketika terhenti, mendapati dirinya menabrak tubuh seseorang yang kini berdiri di hadapannya, Arin mendongakkan wajahnya melihat Ardan yang tengah berhenti begitu saja.

" Mas.. kenapa sih pake acara berhenti segala " ucap Arin kesal.

" kamu jalan liatin apaan? " Tanya Ardan seketika.

" nggak liatin apaan " jawab Arin seraya berjalan mendahului Ardan, Ardan hanya diam dan sembari menatap punggung Arin yang kian menjauh mendahuli nya.

kini mereka berdua segera kembali menuju mobil dan bergegas pulang munuju Villa.

Pukul 21.00

mereka telah sampai di Villa, Arin segera menuju kamar tamu untuk beristirahat, namun sebelum Arin masuk tiba tiba Ardan memanggil dirinya.

Arin segera mengalihkan pandangannya kearah Ardan dan seraya mendekatinya.

" ada apa Mas? " tanya Arin bingung, Ardan tidak menjawab pertanyaan Arin melainkan menyodorkan paperbag itu kepadanya, Arin menatap bingung paperbag itu.

" besok, kamu ikut saya, di dalam itu ada beberapa baju untuk kamu gunakan, setelah pulang dari kantor saya mau lihat kamu sudah ada di Villa dan pakai baju itu " ucap Ardan.

" kita mau kemana mas? " Tanya Arin penasaran.

" ikut saja, jangan membantah perkataan saya " ucap Ardan yang kini berlalu pergi meninggalkan Arin yang masih terlihat kebingungan.

Arin segera berlalu kekamar tamu, untuk beristirahat.

pagi hari di universitas internasional, Arin yang sudah tiba duluan di kampus sembari menunggu Fina yang belum juga tiba.

trak.. trak..

suara bolpoin yang di ketukan di atas meja.

" woi.." ucap Fina yang baru saja tiba, Arin seketika terkejut dan sontak mengubah posisinya kini.

" apaan sih ngagetin aja, kalo gue jantungan gimana? " ucap Arin jengkel, Fina terkekeh melihat Arin yang terkejut seperti itu.

" heheh maaf ya Rin, kan gue cuma bencanda, taoi gak jantungan kan? " Ucap Fina meminta maaf.

" yaudah iya " sahut Arin lagi, Fina kini duduk di bangku sebelah Arin.

" oh ya Rin, kemarin tu orang siapa sih? Gue penasaran tau! " Ucap Fina kepada Arin yang kini sibuk memainkan bolpoinnya.

" oh.. yang kemarin malam, sebenarnya gue juga nggak terlalu tau siapa tu orang! " Jawab Arin dengan wajah sedikit berpikir.

" loh kok bisa loe nggak tau sih?, gimana ceritanya loe ketemu tu orang, gue lihat lihat, kayaknya dia bukan orang sembarangan deh, gue hampir saja mau mukul tu orang " ucap Fina sembari bertanya kepada Arin, Arin hanya mengedikkan bahunya tak mengerti.

...~~~~...

1
Neneng cinta
syukurlah ketauan kejahatan Nadia....
Neneng cinta
ky nya Denny naksir Arin...Arin..Arin....Ardan bs marah tuh kamu ga blg kamu istrinya😁
Neneng cinta
untung Arin ketemu Liam...kynya org baik....
Neneng cinta
msh nyimak....
Fe
arin kayanya sama siapa aja mau ya 🤣🤣
Fe
iya betul kurang apa ya? udah dijual, ditampar, tapi happy2 aja, jadi aneh, ke ardan nya kaya temen biasa aja
Sofi Ata
tamat
Rierudi Laras
Ya kau sudah jatuh cinta Tuan Ardan
Yulianti
lanjutinn donkk😑😑😑
💜✓: maaf kak, thor lagi lanjutin cerita yang satunya ( menikahi pria masa kecilku) jadi cerita ini ketunda dulu
total 1 replies
💜✓
𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑠𝑡𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑖𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑔𝑘 𝑢𝑝, 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑘𝑙𝑜 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛, 𝑎𝑢𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑢 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑟𝑢, 𝑦𝑔 𝑖𝑛𝑖 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖, 𝑗𝑑𝑖 𝑏𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑒𝑛𝑑 𝑦𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑚𝑎 𝑎𝑗𝑎, 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑘𝑟𝑛𝑔 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑔𝑖 𝑓𝑘𝑢𝑠 𝑘𝑒 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 ( 𝐺𝑎𝑖𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑑𝑖𝑟 ) 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑐𝑒𝑘 𝑝𝑝 𝑛𝑦𝑎, 𝑡ℎ𝑛𝑘 𝑈
💜✓
mf ya, s2 ny gk thor lnjutin lgi, thor lgi fkos ke crita yg stunya " Beautiful Boy ( Menikahi Dosen Cantiku ) " mf klok critanya hrus trtunda!
siti salamah
u
uu
siti salamah
u. u. 7..7.
siti salamah
. 7.u..muu..+7.7....u.7.6.u..7.
siti salamah
... 7u..
Evelyn
akhirnya up juga setelah sekian lamanya
Herlina Lina
masih menyimak.. dan agak aneh aja udah di tampar 2kali tp setelah nya kayak ga terjadi apa" dan cara bicara nya pun ambigu.. tp entahlah mungkin hanya perasaan ku saja.. MC ny lemah mudah di tindas.. maaf thor bukan tidak menghargai🙏udah baca sampe bab ini belum dapet feell nya maaf kalo ga baca sampe selesai
Greentea
dia dah punya suami yah Ferdi, jngn berharap lebih 😌
Yunita Sinaga
pasti org tua arin
Yunita Sinaga
apa jangan jangan org Tua nya si arin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!