NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:784.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh cinta

Dengan wajah malas, Arya menghampiri mamanya yang sudah ada di ruang tamu bersama Pak Sony dan Maya, dengan tak sopannya pria dingin itu duduk di samping Nyonya Septi, bahkan sedikitpun Arya tak menatap wajah Maya yang juga duduk di samping papanya.

''Arya,'' Maya mengulurkan tangannya ke arah Arya.

Tak ada balasan, akhirnya Maya menarik kembali tangannya.

Sekarang kamu bisa seperti ini, tapi aku yakin aku bisa menaklukkan kamu.

''Bagaimana, apa kamu setuju dengan perjodohan ini, Ar?'' Pak Sony mengawali pembicaraan.

''Terserah mama saja, aku ikut.''Jawabnya singkat.

''Biarkan mereka saling kenal dulu, dan bisa lebih memahami satu sama lain,'' ujar Nyonya Septi berada dalam pertengahan, karena Nyonya Septi tau dari wajah Arya yang masam, pastilah pria itu jengkel dengan pilihannya.

''Kalau begitu bisa kan kita jalan?''

Arya menarik nafas dan menghembuskan napas kasar.

''Bisa, jawabnya lagi singkat.

Dan aku akan membuatmu tidak nyaman denganku.

Keduanya berlalu meninggalkan ruangan itu dan keluar dari rumahnya.

Seperti biasa, Jojo dan Jeki lah yang mengantar mereka.

''Kemana, Tuan?''

''Ke Mall,'' jawab Maya, sedangkan Arya tak menggubris dan memainkan ponsel di tangannya.

Dua puluh menit menerobos jalanan, kini mobil yang di kemudi Jojo sudah berada di halaman pusat perbelanjaan yang paling terkenal. Tak ingin mengambil risiko, pria yang sudah melegenda itu melepas jas yang di pakainya, memakai kaca mata hitam, dan memakai topi di kepalanya untuk menyamarkan pandangan orang orang.

''Kalian nggak usah ikut turun, aku nggak mau jadi pusat perhatian.''

Memegang pundak Jojo yang hampir saja membuka pintu mobil.

Kali ini Arya berjalan sendirian bersama Maya masuk ke dalam.

''Kita harus ikuti Tuan Arya.''

Namun tidak bagi Jojo dan Jeki, meskipun Arya melarang keduanya, tetap pengawal itu mengintai gerakan Arya dari kejauhan.

"Kita ke sana yuk!" dengan manjanya Maya menggandeng lengan kekar Arya. Meski berulang kali pria itu menepis tangan Maya, tak menyurutkan Maya untuk bergelayut.

"Arya, ayo masuk!" menarik tangan Arya saat pria itu hanya mematung di depan toko.

"Nggak, kamu saja, biar aku tunggu di depan."

Dengan tegasnya Arya menolak dan memilih untuk menunggu di luar.

Arya terus menunduk dengan benda pipih di tangannya, ini adalah hal yang menyebalkan baginya, di mana ia harus menunggu seseorang yang tak penting.

Kalau bukan karena mama, aku nggak mungkin mau begini.

"Mama kita ke tempat itu," suara anak kecil menggema di telinga Arya hingga membuat sang empu menoleh ke arah sunber suara.

"Iya sayang, kita ke sana, tunggu dulu!" terlihat jelas di matanya seorang wanita cantik menggandeng kedua putrinya menuju tempat pusat permainan.

Wajah yang amat asing, namun Arya merasa ada desiran aneh dalam organ tubuhnya saat menatap wanita yang tersenyum renyah itu, bahkan Arya tak bisa memalingkan pandangannya hingga punggung wanita itu menghilang di balik kerumunan orang orang.

Siapa dia, apa aku mengenalnya.

Kembali ke masa lalu, Arya terus mengingat para sahabatnya dari SMA hingga kuliah, namun sedikitpun ia tak ingat dengan wajah yang baru saja di lihatnya.

"Baru saja Arya merapikan topinya untuk pergi, Arya kembali menghentikan langkahnya saat Maya memanggilnya dari belakang.

"Ada apa?" Terpaksa Arya menoleh menyapa Maya yang makin kecentilan.

"Menurut kamu ini cocok nggak buat aku?"

"Cocok," jawabnya melas, bahkan sedikitpun Arya tak melirik baju yang ada di depannya.

"Jangan buang waktuku, jika sudah selesai kita pulang." Ujar Arya datar.

Setelah Maya pergi dengan baju di tangannya, Arya kembali menatap tempat bermain, tak menghiraukan Maya yang mungkin akan kelimpungan mencarinya, Arya berlari menuju tempat itu.

Pasti mereka ke sini.

Dengan langkah lebar Arya masuk ke sana, pria itu terus celingukan mencari seseorang yang baru saja hadir, bahkan Arya tak mengerti dengan perasaannya saat ini, jika biasanya ia tak pernah tertarik dengan para wanita, kali ini ia bagaikan terhipnotis dengan pesona wanita itu.

Setelah beberapa menit menjelajahi arena permainan, Arya hanya bisa mendengus kesal, pasalnya ia tak menemukan wanita itu, bahkan ia tak melihat dua bocah yang tadi di lihatnya.

Mungkin aku salah masuk.

Dengan tangan hampa Arya keluar dari ruangan itu dan kembali ke depan toko, di mana Maya berbelanja.

Arya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan berkelana dengan otaknya.

Wanita itu sudah punya anak, itu artinya dia sudah bersuami. Apa iya aku jatuh cinta pada wanita bersuami, tapi rasa ini tidak bisa hilang begitu saja, sepertinya dia sudah bersemayam disini.

Arya mengelus dadanya dan merasakan keanehan yang belum pernah ia rasakan.

"Apa ini yang namanya jatuh cinta. Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu siapa wanita itu?" Masih bertanya tanya pada diri sendiri.

Kini kedatangannya ke mall tak hanya membuatnya gedeg dengan Maya, namun malah membuatnya gelisah dengan perasaannya.

Tak menunggu Maya keluar, akhirnya Arya pergi.

Jojo dan Jeki yang dari tadi mengintip Arya itu pun berlari terbirit birit menuju mobil setelah melihat langkah Arya ke arahnya, karena kedua pria itu tak mau kalau Arya sampai tau jika mereka diam diam sudah mengintainya.

Setelah sampai di parkiran, Arya menatap Jojo dan Jeki yang masih ngos ngosan mengatur napasnya.

"Kalian kenapa?" Menyelidik.

"Habis dari toilet, Tuan." Jojo.

"Habis kejar maling," Jeki.

Keduanya menjawab secara bersamaan namun berbeda yang makin membingungkan Arya.

"Mana yang benar?"

Keduanya saling menunjuk lawan lalu menelan ludahnya dengan susah payah, karena dengan begitu Arya sudah menangkap ada kebohongan di antara kedua pengawalnya.

"Maaf, Tuan," Akhirya keduanya menundukkan kepalanya.

"Kami mengikuti Tuan dari belakang." Cecar Jojo.

Ucapan itu menghentikan Arya yang hampir saja masuk ke dalam mobil, terpaksa Arya mengurungkan niatnya dan menatap kedua pria itu bergantian.

"Itu artinya kalian melihat wanita yang tadi membawa dua anak kembar?"

Seketika Jojo dan Jeki menggeleng, karena kedua pria itu benar benar tak memperhatikan pengunjung lain, karena matanya terus fokus pada Arya.

Akhirnya Arya memilih untuk masuk ke mobil menunggu Maya di sana.

'Aku tunggu kamu di luar, jangan lama lama.'

Mengirim pesan untuk Maya yang masih ada di dalam.

''Sudah puas makannya, Sayang?''

Bocah cilik itu mengangguk dan beranjak dari duduknya. Sedangkan yang satunya lagi baru menghabiskan es krim cup di tangannya.

''Tu kan ramai,'' protesnya saat menatap arena permainan itu di padati pengunjung yang baru datang.

''Kamu sih makan dulu,'' menyalahkan saudaranya yang memang dari tadi merasakan lapar.

Ibu dari dua putri cantik itu tersenyum lebar, lalu mencium kedua kening putrinya bergantian.

''Nggak apa apa, lagi pula nggak baik menahan lapar kelamaan, nanti sakit perut.''

''Ma, kok mama Yesi nggak ikut sih?''

''Mama Yesi kerja sayang, nggak bisa menemani kalian.'' Cicitnya.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!