cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menjenguk syifa
"oma......." pekik Naura
" where are you oma" pekiknya lagi
Oma keluar dari kamar mendengar panggilan dari luar
" Naura....pelan kan suaranya,syifa lagi tertidur" ujar oma
"syifa...siapa syifa oma?"
" anak tante Rindu namanya Syifa,kamu sih telat jenguk nya jadi gak tau nama adik sendiri" kesal oma
" baru libur sekolah oma" jawab Arini yang baru datang bersama Bagas
"Arini...." pekik oma merentangkan tangannya memeluk Arini
Arini mencium pipi kanan kiri oma dan menyalami tangan nya,semua itu tak luput dari pandangan Bagas
" kenapa Arini di sambut aku nggak ma" protes Naura
" kamu datang sambil teriak-teriak bikin panas kuping oma" jawab oma
" mana Rindu dan anak nya ma?" tanya Bagas
" ada di kamar,ayo oma temani kesana" ajak oma yang di ikuti Bagas,Naura dan Arini
" hallo adik sayang nya kakak"pekik Naura
"sttt......" Rindu meletakkan jari telunjuk nya di bibir menandakan untuk diam
" kenapa tante...!!! aku ingin main dengan adik bayi" rengek Naura
" baru tidur ra... jangan di bangunin tante capek habis begadang semalam" ucap Rindu
" ya...kesini mau lihat baby nya malah gak boleh di ajak main" Ucap Naura kecewa
" makanya suruh papi kamu nikah lagi,biar bisa punya adik lagi" goda Rindu
" tante......nggak boleh,,aku nggak mau punya ibu tiri" pekik Naura
" ra...ntar bangun adik nya" larang bagas
Arini duduk di sebelah box bayi melihat baby syifa yang sedang anteng tidurnya
" anteng banget bobonya sayang" ucap Arini lembut
" gitu kalau siang rin,kalau malam begadang kami nya" jelas Rindu
Bagas mendekat ke arah Arini,dia ikut melihat Syifa yang sedang tidur nyenyak
" cantik ya pih" ucap Arini
" iya,,,,mirip oma nya" jawab Bagas tersenyum
"memangnya mama cantik?" tanya Rindu menggoda
" ya cantik lah kalau gak cantik nggak mungkin bisa punya anak seganteng aku" jawab Bagas Narsis
" hu....narsis kamu" ucap oma
mereka keluar dari kamar menuju ruang tamu.
" Arini mau minum apa?" tanya oma
" gak usah oma,tadi sudah di rumah" tolak Arini
" udah berapa hari kamu di culik Naura?" tanya oma lagi
" ih...oma,,apa an sih,kaya' aku nya penjahat aja pake culik-culik segala" kesal Naura
" hahahah......" Rindu tertawa lepas melihat keponakan nya ini dalam mode merajuk
" udah dua hari oma,isi kulkas oma udah berkurang,banyak yang aku masak" ujar Arini
"oma memang sengaja ngisi kulkas penuh karena oma tau kamu hobi masak,,jadi kangen masakan kamu oma" ucap oma
" boleh..oma mau aku masakin apa?"tanya Arini
" kue bisa rin?" potong Rindu
" boleh tan,mau Rini bikinin kue apa?" tanyanya
" jangan yang terlalu manis rin,kamu udah manis" ucap Bagas
" hmmm...."oma berdehem
" buat cake keju aja rin sama bubur kacang hijau,tante lagi kepengen makan itu" jawab Rindu
" iya,,aku juga mau" lanjut Naura
Arini segera ke dapur untuk membuat pesanan tante Rindu
setelah selesai membuat mereka memakan bersama di ruang keluarga
"cocoknya kamu buka toko kue rin,soalnya apa yang kamu buat selalu enak" puji Rindu yang memang telah beberapa kali mencicipi masakan Arini
" masih jauh dari sempurna ini tan" jawab Arini
Bagas melahap habis masakan Arini
" gimana gas,Enak???" tanya oma
"hmmm...lumayan" jawab Bagas santai melirik kearah Arini
jantung Arini berdegub tak karuan mendapat lirikan Bagas
sukses selalu thor