Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta oh Cinta
Manda kembali mengunjungi rumah Bagas.
Belinda menyambut nya dengan senang hati.
" Manda, terimakasih sudah mau datang lagi dan membantu Tante menyiapkan makan siang " ucap Belinda
Manda tersenyum sangat manis
" Sama-sama Tante, Manda yang berterima kasih karena sudah diajari memasak " sahut Manda
Mereka mulai menyiapkan bahan untuk membuat masakan, Manda sebenarnya ingin membuat makan siang dan mengantarkan nya ke kantor Bagas.
" Tante, apa boleh setelah masakan nya selesai nanti, aku mengantarkannya ke kantor Bagas ? " tanya Manda
Belinda terdiam sejenak, sebenarnya dia tahu bahwa Bagas tidak pernah suka jika ada orang rumah yang ke kantor nya, apalagi mengantar makanan.
" Begini Manda, bukan maksud Tante tidak mengijinkannya, tapi Bagas sangat profesional dalam bekerja, dia tidak akan makan di kantor nya " jelas Belinda
Manda terlihat kecewa
" Tapi apa dia akan pulang dan makan siang di rumah, Tante ? " tanya Manda penuh harap
Belinda tersenyum
" Tante akan telpon dia nanti ya sayang " jawab Belinda mengusap lengan Manda untuk menghibur nya
" Iya Tante " jawab Manda sambil tersenyum senang
Sementara itu di kantor
Moetia sedang mengerjakan beberapa dokumen, dia terlihat sangat serius.
Dan tanpa disadarinya, di ruangan sebelah Bagas sedang memperhatikannya.
Reno yang tak habis pikir dengan kelakuan sahabat sekaligus atasan nya itu bertanya
" Bos, dari tadi kamu hanya memandang Moetia tanpa beranjak dari dinding itu, lalu bagaimana dengan dokumen-dokumen yang perlu tanda tangan mu disini bos ? " keluh Reno
Bagas menoleh sekilas lalu memperhatikan Moetia lagi
" Jatuh cinta lah Ren, maka kamu akan paham " jawab Bagas membuat Reno memijit pelipisnya sendiri
Reno hanya bisa duduk dan menunggu Bagas bosan memandangi Moetia, entah sampai kapan ?
Tiba-tiba ponsel Reno berdering, dia melihat ke layar dan ada tulisan
' Ibunya bos calling '
" Bos, kenapa Tante Belinda telpon aku ? " tanya Reno
Bagas berjalan mendekati Reno
" Ponsel ku, ku mati kan. Angkat saja " perintah Bagas
Reno mengikuti perintah Bagas dan menyalakan speaker ponsel nya
" Halo Tante " sapa Reno dengan sopan
" Halo Reno, apa Bagas sedang bersama mu ? ponsel nya tak bisa di hubungi ! " tanya Belinda
Reno melihat Bagas, dan Bagas menggeleng kan kepalanya lalu menggerakkan bibirnya mengatakan kata
' Rapat ' tanpa suara
" Bagas sedang rapat Tante, ada yang bisa Reno bantu Tante ? " tanya nya sopan
" Oh gitu ya, pantas ponsel nya mati. Kira-kira waktu makan siang nanti sudah selesai belum rapat nya ? " tanya Belinda lagi
Reno kembali melihat Bagas, dan Bagas lagi-lagi menggeleng
" Belum Tante, klien nya agak merepotkan, sepertinya meeting nya akan sangat lama " ucap Reno memijit pelipisnya sendiri lagi
" Begitu kah ? baiklah terimakasih ya Reno " seru Belinda
" Iya Tante " jawab Reno lalu mematikan ponselnya
Reno masih memijit pelipisnya
" Kenapa Ren ? " tanya Bagas sambil terkekeh pelan
" Parah kamu bos, dosa lho bohongin orang tua ! " jelas Reno dengan ekspresi wajah tidak suka
Bagas malah makin tergelak
" Iya iya, maaf dan makasih juga ya " ucap Bagas
Bagas lalu duduk di kursi nya dan mulai membuka satu persatu dokumen dan membaca sambil menandatangani nya.
" Emang kenapa sampai kamu bohong sama Tante Belinda sih Gas ? " tanya Reno
Bagas menoleh sekilas
" Kamu inget sama model yang sering datang ke kantor kita waktu masih di Jakarta ? " tanya Bagas
" Si Manda " jawab Reno yakin
" Iya, gak tahu darimana? dia nemuin alamat rumah ku dan datang lagi, terus sok akrab sama ayah dan ibu, parah nya ibu maksa aku nikahin dia ! " keluh Bagas
" Emang sedikit pun kamu gak suka sama dia ? " tanya Reno penasaran
Bagas menggeleng
" Gak Ren, bahkan sedikit pun gak ada rasa suka atau tertarik sama dia. Gak tahu juga kenapa ? tapi berbeda saat bersama Moetia, awal nya bahkan aku cuek sama dia, tapi makin lama dia makin menarik dan membuat ku tak bisa berhenti memikirkan nya " jelas Bagas sambil tersenyum
" Cinta oh cinta " ucap Reno dengan wajah yang dibuat-buat
Beberapa jam kemudian
Moetia terlihat membereskan meja kerja nya karena ini adalah jam nya makan siang.
Saat Moetia mengambil tas nya dan mau membuka pintu, dia hampir saja terjatuh karena Bagas lebih dulu membuka pintu nya.
Bagas dengan cepat menarik tangan Moetia hingga dia tidak jadi jatuh.
" Hati-hati sayang " seru Bagas
Moetia menarik dirinya menjauh dari Bagas
" Jangan bicara seperti itu Bagas, ini kantor ! " protes Moetia
Bagas masuk ke ruangan Moetia dan duduk di sofa dengan santai.
Moetia mendekat pada nya.
" Ada apa ? aku baru saja akan keluar makan siang " tanya Moetia
" Tidak ada, aku hanya ingin makan siang dengan mu, disini " jelas Bagas
Moetia menghela nafas nya panjang
" Setahu ku, Bagas Chairul Wiguna tidak memperbolehkan karyawan makan di dalam kantor ! kenapa kamu ingin melanggar peraturan yang kamu buat sendiri ? " tanya Moetia makin heran dengan apa yang dilakukan oleh Bagas
" Apa kamu alergi seafood ? " tanya Bagas
Moetia menyentuh leher nya, karena kesal Bagas menjawab pertanyaan nya dengan pertanyaan.
" Bagas, sudah lah jika memang tidak ada lagi yang mau kamu bicarakan aku akan keluar sekarang ! " balas Moetia
" Duduk lah Moetia, makanan kita sebentar lagi akan di antar kemari " tegas Bagas
" Aku tidak suka seafood " seru Moetia
" Bagus lah, karena aku memesankan masakan Sunda untuk kita berdua " ucap Bagas sambil tersenyum puas
Moetia tidak habis pikir, jika Bagas memesan masakan Sunda lalu untuk apa Bagas bertanya Moetia alergi seafood atau tidak.
Dan benar saja tak lama kemudian masuklah beberapa office boy mengantarkan makanan pesanan Bagas dan diletakkan di atas meja.
Moetia masih berdiri dan bersandar di dinding,
Bagas mendekati Moetia lalu mendorong bahu Moetia dengan lembut agar duduk.
Moetia mengikuti Bagas dan duduk di sebelah nya.
Bagas mengambil beberapa makanan dan di letakkan di piring Moetia.
" Makan lah yang banyak " ucap Bagas
Moetia masih terdiam, sebenarnya dia merasa sangat terharu karena Bagas memperlakukannya begitu istimewa.
" Bagas, bolehkah aku menanyakan sesuatu ? " tanya Moetia menoleh ke Bagas
" Tanya kan lah ! " sahut Bagas masih sibuk menyiapkan makanan untuk Moetia dan dirinya.
" Ada kah wanita lain yang kamu perlakukan semanis ini ? " tanya Moetia hati-hati
Bagas meletakkan sendok yang di pegang nya di atas meja.
Bagas menatap Moetia lalu membelai lembut rambut nya.
" Sampai saat ini hanya kamu yang akan ku perlakukan semanis ini dan sampai kapan pun hanya kamu " ucap Bagas dengan tatapan lembut
Moetia tersenyum senang mendengar ucapan Bagas.
' Biarlah, setidak nya untuk saat ini ' batin Moetia yang mulai menerima Bagas di hati nya
Moetia mengambil sendok nya
" Baiklah, mari makan " ajak Moetia
Bagas tersenyum dan mulai menyantap makanan nya.
Mereka saling tersenyum saat bertemu pandang.
Dan tanpa mereka sadari, dari ruangan sebelah Reno juga sedang makan sendirian sambil memperhatikan mereka.
" Akhirnya aku bisa makan di ruangan ini, Cinta oh cinta karena mu peraturan pun bisa dilanggar oleh si pembuat peraturan itu sendiri " gumam Reno
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐