NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:19.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: muliyana setia reza

Azizah Cahyani adalah seorang anak yatim piatu yang ditinggalkan ke dua orang tuanya saat berumur 12 tahun akibat kecelakaan mobil yang dialami kedua orang tuanya.
dikhianati orang tercinta serta dikucilkan akibat miskin. hidupnya berubah drastis saat bertemu Steven Walker pengusaha muda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

Usai liburan Danu dan yang lainnya bersiap-siap untuk pulang.

Ia sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama putri semata wayangnya.

“Terima kasih buat waktunya Pi,” ucap Yana senang.

“Kalau ini yang membuat kamu senang, Minggu depan kita jalan-jalan lagi ya nak!” ajak Danu.

“Asyik.. kalau begitu ajak Azizah serta Bu Darmi ya Pi!” pinta Yana.

“Boleh, apapun itu kalau membuat putri Papi senang, Papi turuti sayang.”

“Awas kalau bohong, Yana tidak mau bicara sama Papi lagi pokoknya kita musuhan.” Kata Yana sambil memanyunkan bibirnya.

“Papi janji sayang, itu bibirnya jelek macam Donal bebek,” ledek Danu.

“Yana cantik-cantik begini dibilang bebek. Papi itu yang seperti bebek,” ucap Yana ngambek.

“Yah.. kok Yana jadi ngambek. Papi sedih nih,” balas Danu dengan wajah dibuat sesedih mungkin.

“Papi jangan sedih dong, Yana nanti sedih juga. Yana kan tadi hanya bercanda Pi.”

“Papi juga bercanda sayang,” terang Danu.

Parti yang melihat Keharmonisan antara Ayah dan Anak membuatnya menangis terharu, hampir 5 tahun lamanya Parti tidak pernah merasakan momen tersebut, setelah majikannya bercerai.

ia bersyukur Yana masih diberikan kesempatan untuk merasakan kasih sayang Danu Aryanto.

“Mobilnya sudah siap Tuan,” ucap Paijo.

“Terima ya kasih Jo.”

“Iya Tuan sudah menjadi tugas saya.”

“Ayo Yana, mbok parti kita segera pulang!” ajak Danu.

“Iya tuan.”

“Pi sebelum pulang beli kaos khas Telaga Sarangan ya Pi. untuk Azizah dan Bu Darmi!” pinta Yana dengan semangat.

“Ya sudah ayo, Papi temani kamu memilih Kaos,” balas Danu.

Danu dan Yana lalu pergi ke sebuah Kios yang menjajakan Kaos Khas Telaga Sarangan.

“Yang ini bagus Pi, Yana mau yang ini dan Yana ini,” ucap Yana yang memilih Kaos.

“Oke, kita ambil yang ini 2 ya sayang,” balas Danu.

“Kok 2 Pi, 6 kaos Pi,” ucap Yana kesal.

“6 itu untuk siapa saja sayang?” tanya Danu heran.

“Ini untuk Mbok parti, Pak Paijo, Azizah, Bu Darmi, Papi dan terakhir untuk Yana,” ucap Yana yang sibuk memilih Kaos.

“Astaga, Papi sampai lupa membelikan untuk mereka dan kita sayang, untung Papi punya anak yang pintar dan cantik ini yang mengingatkan Papi. kalau tidak Papi dibilang pelit.”

“Siapa dulu dong Yana Aryanto,” balas Yana dengan memainkan rambut.

“Pak, tolong bungkus Kaos ini ya pak, dan jangan dicampur, dipisahkan satu-persatu ya pak!” pinta Danu pada pelayanan toko.

“Baik pak, tunggu sebentar!” ucap pelayanan toko yang sibuk membungkus kaos tersebut.

“Ini Pak uangnya,” u Danu lalu memberikan beberapa uang kertas.

“Ayo Pi kita ke mobil Yana mau memberikan kaos ini kepada Pak Paijo dan Mbok Parti!”

“Pelan-pelan Yana jalannya nanti kamu terjatuh.”

“Ini juga Pelan-pelan Pi,” balas Yana.

Sesampainya di Mobil, Yana langsung memberikan bungkusan plastik yang berisikan kaos kepada Paijo dan Parti.

“Terima kasih, non dan Tuan,” ucap Parti dan Paijo.

“Iya sama-sama , Yana tadi yang mengingatkan saya.”

“Papi ini masih saja dibahas.”

“Ayo Paijo, keburu malam sampai rumah, kita berangkat sekarang!”

“Baik Tua, semuanya sudah beres,” balas Paijo.

Paijo lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

40 menit perjalanan akhirnya mereka sampai.

Parti dan Paijo mengambil barang-barang di dalam mobil. sementara Danu Aryanto dan Yana Aryanto langsung beristirahat di kamar masing-masing.

Keesokan Pagi.

“Sudah siap nak? ayo kita sarapan bersama setelah itu Papi yang mengantarkan kamu ke sekolah!”

“What!! Papi tidak bercanda kan sama Yana?” tanya Yana dengan ekspresi terkejut.

“Yana, kamu ini seperti melihat hantu saja. ya Papi serius sayang. ayo cepat turun makan bersama!”

“Oke Pi,” balas Yana masih dengan ekspresi terkejut.

Bagaimana Yana tidak terkejut, hampir 5 tahun Danu Aryanto tidak pernah mengantarkan Yana ke sekolah.

ia hanya merasakan diantar jemput saat usianya 7 tahun, kini usia Yana ingin menginjak 12 tahun.

“Yana sudah selesai Pi.”

“Papi juga sudah selesai, ayo kita berangkat nanti kamu telat.”

“Terima kasih Pi, seandainya Mami juga bersama kita,” ucap Yana sedih.

“Sayang, Papi udah pernah bilang ke kamu sebelumnya jangan pernah membahas wanita itu lagi oke!” pinta Danu.

“Iya Pi, maaf.”

“Sudah-sudah sebaiknya kita berangkat sekarang!”

Sesampainya di sekolah.

“Pi, Yana langsung masuk ya.”

“Pulang sekolah Papi jemput, kamu tunggu Papi ya nak!”

“Terima kasih sekali lagi Pi, Yana senang sekali.”

“Iya Yana putriku, sama-sama.”

“Yana langsung masuk ya Pi, Assalamualaikum" ucap Yana kemudian mencium punggung tangan Danu.

“Waalaikumsalam, belajar yang benar nak!”

Danu kemudian pergi menuju Pusat Kantor yang Ia pimpin di daerah Madiun.

“Itu kenapa bibir kamu senyum-senyum tidak jelas?” tanya Azizah penasaran.

“Tidak jelas bagaimana, aku hari ini senang sekali Papi mengantarkan aku ke sekolah.”

“Kamu serius Yana? Alhamdulillah akhirnya hubungan kamu dan Papi mu menjadi baik.”

“Iya Yana, pokoknya hari ini aku senang, Oya sebentar, ada oleh-oleh dari Aku dan Papi buat kamu dan Bu Darmi. ini ambil Azizah,” ucap Yana kemudian memberikan 2 bungkus plastik berlogo Telaga Sarangan.

“Ya ampun Yana, ini beneran buat aku sama ibu. terima kasih Yana maaf ngerepotin kamu lagi,” ucap Azizah senang.

“Ini tidak merepotkan sama sekali, justru aku sedih kalau tidak membawakan oleh-oleh untuk kamu dan ibu Darmi,” jelas Yana jujur.

Kring..kring..kring.. “Bel masuk.”

“Pr kamu sudah dikerjakan belum Azizah?”

“Sudah Yana, pulang sekolah langsung aku kerjakan. bagaimana denganmu apa sudah kamu kerjakan?”

“Sudah dong, tadi malam aku mengerjakannya.”

“Perhatian semuanya, seperti biasa pr bahasa Inggris segera dikumpulkan. bagi yang tidak mengerjakan silahkan keluar!” ucap Siska lantang.

Anak-anak langsung mengumpulkan pekerjaan rumah tersebut, namun ada salah satu murid yang tidak mengumpulkan yaitu putra. Ia adalah ketua kelas.

“Tolong yang bernama Putra silahkan maju ke depan!” perintah Siska

Putra pun maju.

“Putra, beri saya alasan yang tepat mengapa kamu tidak mengerjakan PR!”

“Saya sudah mengerjakan PR Bu, tapi buku saya tertinggal dirumah.”

“Kamu bilang sudah mengerjakan PR, kalau begitu apa bisa kamu memberikan jawaban dari PR yang saya berikan kemarin!”

“Bisa Bu!”

“Kalau begitu silahkan kerjakan di papan tulis!”

Putra lalu mengerjakan semuanya tanpa ada kesalahan sedikitpun.

“Silahkan duduk, saya percaya kamu sudah mengerjakan.”

“Baik Bu,” ucap Putra Lalu kembali duduk di bangku.

“Buku pekerjaan rumah akan saya bawa untuk dikoreksi, dan tugas kalian menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. silahkan buka halaman 153 kerjakan 1-10 saya yakin kalian bisa!” perintah Siska.

“Baik Bu!” seru murid serempak.

Anak-anak lalu mengerjakan tugas tersebut dengan serius.

1 jam kemudian.

“Selesai tidak selesai dikumpulkan sekarang!” ucap Siska.

“Baik Bu!” jawab murid serempak.

“Kalau begitu silahkan istirahat!” ucap Siska.

Anak-anak kemudian keluar kelas.

Waktu berjalan semakin cepat, tidak terasa sebentar lagi waktunya pulang sekolah.

~~

Pelajaran terakhir.

“Ayo ketua kelas silahkan pimpin teman-teman mu untuk pulang!” perintah Nurohman.

“Semuanya siap, mari teman-teman kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing,” ucap Putra.

“Berdoa selesai,” sambung Putra lagi.

“Selamat siang dan sampai jumpa. semoga besok kita berjumpa kembali anak-anak,” ucap Nurohman.

Anak-anak lalu bersalaman kepada Nurohman, kemudian pulang ke rumah masing-masing.

“Hari ini pulang bersama aku ya Azizah!”

“Tapi Rangga dan ibunya bagaimana?”

“Ya kamu tinggal bilang ke mereka, kalau kamu pulang bersama aku Azizah.”

“Kalau begitu kamu tunggu sebentar, aku ke kelas Rangga dulu,” ucap Azizah kemudian pergi menuju kelas Rangga.

~~

“Aku sudah bilang ke Rangga, kalau hari ini aku pulang dengan kamu Yana.”

“Oke, ayo kita tunggu di depan gerbang Papi mungkin sudah di depan!” ajak Yana.

“Iya ayo! kasihan mereka menunggu lama,” balas Azizah.

Mereka berjalan menuju gerbang depan sekolah.

“Hai Papi!”

“Juga nak,” sahut Danu lemas.

“Papi kenapa, kok jadi tidak bersemangat begini?” tanya Yana bingung.

“Ini kamu lihat sendiri,” ucap Danu sambil memberikan undangan pernikahan.

“Apa ini Pi?” tanya Yana heran.

“Sebaiknya kamu baca sendiri nak!”

Yana melihat isi undangan Pernikahan tersebut langsung terkejut. Ia menangis sejadi-jadinya.

“Ini tidak mungkin Pi, ini bohong!” teriak Yana di sela-sela ia menangis.

“Semuanya bohong!” teriak Yana lagi.

ada yang bisa menjawab tidak guys kenapa Yana menangis histeris!!

Silahkan komen..

1
Fadillah Ahmad
Steven sangat mencintai Azizah,ini lah yang membuatku bolak balik baca nocel ini,bikin susah move on.
Fadillah Ahmad
ini novel favorit banget sudah beberapa kali baca novel ini,tapi masih menarik dan bikin susah move on,keren deh pokoknya,bikin kelanjutan nya dong kak. Terimakasih.
muji 89
baru mampir.... coba2 sek... Q asli kota pendekar.. soko deso kare
PENULIS FAVORIT❤: author pernah ke kare kak, kemah di sana ☺
total 1 replies
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
namanya juga bawaan orok k satria... kla celaka ngak ada yg tahu
Dyah Oktina
thor... buat cerita ... bikin iri aja... sbb yg d keluar in suami2 idaman... semoga dpt mantu yg Seperti abraham juga steven... Aamiin Yaa Robbal Alamin
Dyah Oktina
jgn sampe azizah& calon debay nya kenapa2 ya thor... diandra aja yg terus d sadarkan 🤭
Dyah Oktina
kok mariska jd ikut2an jahat... typo ya... 🤭
Dyah Oktina
bukanya dah d mbl ya
Dyah Oktina
iya... wajar lah kla cemburu.. lah punya suami ganteng banget... istrinya juga cantik... Masya Allah. ... ciptaan Mu 👍🏻👍🏻👍🏻 Yaa Allah
Dyah Oktina
kok ngak sopan sih manggil suami yg lebih tua jauh... apa lagi sudah d minta masih panggil nama
Dyah Oktina
jangan jutek dong sm suami... apa ngak bersyukur d cintai secara tulus dgn laki2 baik bonus tampan juga kaya
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
kamu jahil ya azizah... ternyata 🤭🤭🤭
Dyah Oktina
aku hanya punya 2 vote... dah ku kirim ya thor... 💪💪💪
Dyah Oktina
dimas ya thor????
Dyah Oktina
typo ...harusnya steven sayang......... bukan mike...ya..ya..ya
Dyah Oktina
adiknya kah atau mantannya steven thor????mariska itu
Dyah Oktina
et dah... main teriak ajar azizah 🤭
Maulana ya_Rohman
😟😟😟😟😟😟😟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!