NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Wanita dari Pelataran Dalam

Kabar kematian Dai Zheng menyebar lebih cepat daripada berita tentang layanan pijat Su Yang.

Para saksi menceritakan bagaimana sebuah pedang baja biasa mampu mengakhiri pertarungan dalam satu tebasan. Sebagian menggambarkan Su Yang sebagai sosok yang menakutkan. Sebagian lain justru penasaran dengan cahaya aneh yang menyelimuti pedangnya.

Para penantang yang sebelumnya mendatangi rumahnya memilih mengurung diri. Tak seorang pun kembali menagih pertarungan.

Sementara itu, Tetua Zhou membawa persoalan tersebut ke pertemuan para tetua di Pagoda Kayu Fajar.

“Niat Pedang?” ulang salah seorang tetua.

“Aku melihatnya sendiri,” jawab Tetua Zhou.

“Pada usia enam belas tahun?”

“Itulah sebabnya aku meminta kalian memperhatikan murid itu.”

Beberapa tetua tetap meragukannya. Mereka mengetahui betapa langkanya seorang Master Pedang. Bahkan ahli yang telah berkultivasi puluhan tahun belum tentu mampu memahami Niat Pedang.

Tetua Zhou akhirnya berdiri.

“Kalian boleh tidak percaya. Kalau suatu hari melihatnya sendiri, kalian akan memahami maksudku.”

Su Yang tidak mengetahui perdebatan itu.

Setelah membersihkan diri, ia berbaring di kamar dan memejamkan mata. Kisah yang diceritakannya di arena bukan karangan.

Ia masih mengingat sang jenderal wanita.

Rambutnya yang membawa aroma medan perang, sorot matanya yang tidak pernah gentar, serta senyumnya ketika akhirnya mengakui perasaan Su Yang—semua terasa begitu dekat meski telah berlalu ribuan tahun.

Wanita itulah yang dahulu membawanya memasuki dunia kultivasi.

Saat pertama kali jatuh cinta, Su Yang masih seorang pemuda yang belum memiliki kekuatan. Ia mengejar sang jenderal melalui latihan panjang hingga akhirnya mampu berdiri di sisinya.

Namun, waktu tidak menunggu mereka.

Ketika Su Yang berhasil melampaui batas manusia fana dan memperoleh umur panjang, wanita yang dicintainya telah mendekati akhir kehidupannya. Ia tetap terlihat muda, sementara sang jenderal perlahan menua.

Su Yang masih mengingat tangan wanita itu dalam genggamannya pada hari-hari terakhir mereka.

Andai dahulu aku cukup kuat untuk membantumu melangkah lebih jauh....

Setelah kematiannya, Su Yang meninggalkan dunia fana. Ia takut kembali mencintai seseorang yang harus ditinggalkannya karena perbedaan usia dan kekuatan.

Kini, takdir justru membawanya kembali ke tubuh fana.

Dan di sekte ini, ia bertemu Tetua Lan—wanita keras kepala yang beberapa kali mengingatkannya pada cinta pertamanya.

“Apakah ini kebetulan?” gumamnya.

Su Yang bangkit dan berjalan menuju jendela.

Di luar, seorang wanita berjubah hijau sedang mendekati rumahnya.

Ia tidak mengenakan pakaian putih murid pelataran luar. Aura kultivasinya juga lebih kuat.

Murid pelataran dalam.

Wanita itu bernama Li Xiao Mo.

Kehadirannya segera menarik perhatian para murid di sekitar rumah Su Yang. Murid pelataran dalam jarang datang ke wilayah mereka. Status dan sumber daya yang diperoleh kelompok tersebut jauh melampaui murid biasa.

Li Xiao Mo membalas sapaan orang-orang dengan senyum anggun, lalu mengetuk pintu.

Su Yang membukanya.

“Apakah kau Su Yang?”

“Benar.”

“Aku mendengar banyak hal tentangmu. Tentang teknik pijatmu, juga pertarunganmu.”

“Lalu?”

“Aku ingin mencoba layananmu.”

Su Yang mempersilakannya masuk.

“Biayanya seratus Poin Prestasi.”

Li Xiao Mo menghela napas berlebihan.

“Sayang sekali. Aku baru menghabiskan seluruh poinku untuk membeli Pil Yin Mendalam. Bagaimana kalau kau melayaniku gratis? Aku, Li Xiao Mo dari pelataran dalam, akan berutang budi kepadamu.”

Su Yang tersenyum.

“Silakan kembali setelah memiliki cukup poin.”

Senyum Li Xiao Mo langsung lenyap.

“Kau menolak permintaan murid pelataran dalam?”

“Aku menerapkan harga yang sama kepada setiap pelanggan.”

“Jangan lupa kedudukanmu.” Suaranya berubah dingin. “Satu perkataanku bisa membuat hidupmu sulit. Kalau kau bersedia bekerja untukku, mungkin aku akan membiarkanmu terus menjalankan usaha kecil ini.”

Su Yang akhirnya memahami tujuannya.

Li Xiao Mo tidak sekadar menginginkan pijatan. Ia melihat penghasilan Su Yang dan ingin menguasai usaha tersebut dengan memanfaatkan statusnya.

“Jadi kau ingin aku menjadi pelayanmu?”

“Bagus kalau kau mengerti.”

Su Yang menatapnya sejenak, lalu membuka pintu kamar.

“Masuklah. Kita selesaikan urusan ini.”

Li Xiao Mo tersenyum puas. Ia mengira ancamannya berhasil.

Di dalam kamar, Li Xiao Mo kembali mengeluhkan tempat yang sempit dan perabotan sederhana.

Su Yang tidak menanggapinya.

“Berbaringlah.”

“Begitukah caramu berbicara kepada orang yang akan menjadi majikanmu?”

Su Yang menarik napas.

“Silakan berbaring, Nona Li.”

Ia memulai pemeriksaan aliran energi. Namun, ketika Li Xiao Mo kembali memerintah dengan nada merendahkan, Su Yang menghentikan tangannya.

“Kau datang meminta bantuan, lalu mengancam orang yang hendak membantumu. Apa kau selalu memperlakukan orang seperti ini?”

Li Xiao Mo mendengus.

“Aku hanya meminta sesuatu yang pantas untuk kedudukanku.”

“Kalau begitu, kau salah memilih orang.”

Su Yang mengalirkan energi melalui titik-titik di punggungnya. Teknik yang digunakannya jauh lebih kuat daripada pijatan biasa. Li Xiao Mo tersentak ketika aliran energi di tubuhnya mendadak bergejolak.

Ia mencoba bangkit, tetapi harus berpegangan pada tepi ranjang untuk menenangkan diri.

“Apa yang kau lakukan?”

“Menunjukkan bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh warna jubahnya.”

Su Yang segera menghentikan teknik tersebut. Ia mengenal metode itu dari sebuah aliran sesat di kehidupan sebelumnya—teknik yang pernah disalahgunakan untuk merampas kendali orang lain.

Ia pernah menghancurkan aliran tersebut, dan kini ia kembali diingatkan mengapa teknik semacam itu berbahaya.

Li Xiao Mo menatapnya dengan napas belum teratur. Keangkuhannya telah hilang, digantikan keterkejutan dan kemarahan.

Su Yang menjauh dari ranjang.

“Perawatan selesai. Aku tidak akan bekerja untukmu. Jika ingin menggunakan layananku lagi, datang sebagai pelanggan dan bayar seperti yang lain.”

Ia meninggalkan kamar, membiarkan Li Xiao Mo menenangkan diri.

Malam itu, Su Yang duduk di atap rumah.

Langit dipenuhi bintang, tetapi tidak satu pun susunannya terasa akrab.

Dahulu ia sering memandang langit bersama orang-orang yang dicintainya. Sekarang ia tidak mengetahui apakah mereka masih hidup, atau berapa lama waktu telah berlalu sejak dirinya jatuh dari Tebing Pembalasan Abadi.

Di mana kalian sekarang?

Angin malam menyibakkan rambutnya. Tanpa sadar, ia tertidur di bawah cahaya bintang.

Menjelang tengah malam, Li Xiao Mo akhirnya keluar dari kamar.

Tang Hu yang kebetulan berada di ruang tengah terkejut melihat jubah hijau itu.

“Murid pelataran dalam?”

Li Xiao Mo berjalan melewatinya tanpa menjawab.

Ketika Tang Hu masuk ke kamar Su Yang, ia mendapati tempat tidur berantakan, tetapi pemiliknya tidak ada.

“Su Yang?”

Tak ada jawaban.

Tang Hu menghela napas panjang.

Ia sudah lama merasa kehidupan teman sekamarnya semakin sulit dipahami. Kedatangan seorang murid pelataran dalam membuatnya semakin yakin bahwa rumah ini tidak akan pernah kembali tenang.

Pagi harinya, Su Yang turun dari atap dan masuk ke kamar.

Di samping bantalnya terdapat sebuah keping giok dan secarik pesan.

Ia memeriksa keping tersebut.

Lebih dari dua ribu Poin Prestasi.

Su Yang mengangkat alis.

“Jadi kau sebenarnya punya uang.”

Ia membaca pesan yang ditinggalkan Li Xiao Mo. Setelah beberapa saat, senyum perlahan muncul di wajahnya.

Ternyata wanita itu menawarkan sesuatu yang jauh lebih berguna daripada permintaan maaf.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!