NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Langkah Penghancur Gunung

Mo Xie menatap kedua kakinya yang telah hancur.

Daging dan tulangnya remuk akibat tekanan Makam Dewa Kuno. Namun, bukannya putus asa, tatapannya justru dipenuhi kegembiraan.

Kedua kaki fana itu akhirnya tidak lagi berguna.

Di tangannya, sepasang Tulang Kaki Jenderal Iblis Kuno memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang. Tulang hitam itu sekeras besi surgawi. Aksara kuno terukir di sepanjang permukaannya dan memancarkan tekanan berat yang membuat udara di sekitarnya bergetar.

Xue Ling'er melayang di sampingnya.

"Tulang kakimu sudah hancur. Jangan mencangkoknya dari pangkal paha. Kau akan kehilangan terlalu banyak darah."

Benang darah mulai muncul di ujung jarinya.

"Potong di bawah lutut. Aku akan menghentikan darahnya."

Mo Xie mengambil sepotong kulit dari zirah prajurit iblis yang telah mati. Ia menggulungnya, lalu menggigitnya erat.

"Mulai."

Cakar obsidian di tangan kirinya bergerak. Cakar itu menembus daging di bawah lutut kanan.

Mo Xie menarik tangannya dalam satu gerakan.

Daging dan tulang terbelah. Darah menyembur deras, tetapi Mo Xie hanya mengeraskan rahangnya. Ia tidak mengeluarkan suara sedikit pun dan justru menggigit kulit di mulutnya semakin kuat.

Xue Ling'er segera mengangkat tangannya.

Puluhan benang darah melesat dan menembus luka di lutut Mo Xie. Benang-benang itu mengikat pembuluh darah yang putus dan menahan pendarahan.

Rasa sakitnya luar biasa. Namun, Mo Xie tetap diam. Ia memindahkan cakar obsidiannya ke kaki kiri.

Kaki keduanya terputus dan jatuh ke tanah.

Tubuh Mo Xie bergetar hebat. Keringat dingin mengalir dari dahinya, sementara wajahnya mulai memucat.

Xue Ling'er mengerahkan seluruh kekuatan darahnya untuk menahan luka.

"Jangan pingsan."

Mo Xie membuka matanya. "Aku belum akan mati."

Xue Ling'er menarik napas panjang. "Kalau begitu, sekarang."

Mo Xie meraih kedua Tulang Kaki Jenderal Iblis.

Beratnya sangat mengerikan, seolah-olah ia sedang mengangkat dua besi yang berat.

Ia menempelkan pangkal tulang itu pada tunggul lutut kanannya, lalu mendorongnya masuk.

Boom!

Qi Yin yang mengerikan meledak dari tulang iblis.

Mo Xie langsung memuntahkan darah hitam.

Pada saat yang sama, sisa kehendak sang Jenderal Iblis menyerbu ke dalam tubuhnya. Jiwa yang tersisa berusaha menguasai Lautan Kesadarannya.

Namun, tubuh Mo Xie telah ditempa berkali-kali.

Tulang Naga Bumi di punggungnya bergetar dan mengeluarkan Qi naga yang ganas, menekan kehendak sang jenderal.

Tulang Harimau Kegelapan di lengan kirinya turut memancarkan Qi hitam yang mengaum seperti binatang buas. Di dalam dadanya, Tulang Rusuk Yang Murni menyala keemasan dan menahan amukan Qi Yin yang mengalir liar.

Xue Ling'er menggerakkan benang darahnya.

Benang-benang itu mulai menjahit daging Mo Xie pada tulang iblis sedikit demi sedikit. Daging baru tumbuh di sekitar tulang hitam, sementara meridian yang terputus perlahan tersambung dan darah kembali mengalir.

Tak lama kemudian, kulit mulai menutupi tulang tersebut.

Kaki kanan Mo Xie telah berubah sepenuhnya.

Tungkainya kini lebih panjang dan kokoh. Di balik kulitnya tersembunyi tulang hitam yang jauh lebih kuat daripada tulang manusia biasa.

Namun, proses itu belum selesai.

Mo Xie mencengkeram kaki kirinya yang masih fana.

Ia kembali menanamkan Tulang Kaki Jenderal Iblis.

Rasa sakit yang sama kembali menyiksa tubuhnya.

Qi Yin mengamuk di dalam tubuhnya, sementara kehendak sang jenderal kembali berusaha bangkit untuk kedua kalinya.

Namun, kali ini Mo Xie menekannya dengan seluruh kekuatannya.

"Keluar dari tubuhku!"

Boom!

Qi kematian meledak dari Dantian. Kehendak sang jenderal akhirnya lenyap.

Satu jam berlalu.

Tubuh Mo Xie akhirnya berhenti bergetar.

Aksara kuno pada kedua tulang kakinya perlahan meredup. Tekanan mengerikan yang sebelumnya memenuhi makam pun mulai kembali tenang.

Mo Xie melepaskan kulit zirah dari mulutnya dan membuangnya ke samping.

Napasnya terdengar berat.

Ia meletakkan kedua tangan di tanah, lalu perlahan berdiri.

Saat kedua telapak kakinya menyentuh tanah...

Brak!

Tanah di bawah kaki kanannya langsung retak. Sebuah kawah kecil terbentuk.

Mo Xie terdiam.

Ia menundukkan kepala dan menatap kakinya.

Kekuatan yang terkandung di dalamnya jauh melampaui dugaannya.

Ini bukan sekadar kekuatan tubuh.

Aksara kuno pada tulang itu menyimpan warisan Jenderal Iblis.

Hukum Penghancur Gunung.

Setiap langkahnya membawa tekanan luar biasa. Jika dilepaskan tanpa kendali, bahkan tanah Makam Dewa Kuno pun dapat hancur di bawah kakinya.

Mo Xie memejamkan matanya.

Ia mengalirkan Qi kematian dari Dantian menuju kedua kakinya, lalu perlahan menarik kembali tekanan itu ke dalam tubuh.

Kawah di bawah kakinya berhenti melebar.

Ia membuka matanya. Kemudian melangkah.

Kali ini, tidak ada tanah yang retak.

Langkahnya ringan dan tenang. Namun, di balik ketenangan itu tersimpan kekuatan yang mengerikan. Dengan satu hentakan penuh, ia mampu melepaskan tekanan seberat gunung.

Xue Ling'er bersandar pada pilar tulang.

Wajahnya masih pucat karena kehabisan tenaga, tetapi senyum tipis muncul di bibirnya.

"Sepertinya kakimu lebih kuat daripada yang kuduga."

Mo Xie menatap kedua kakinya. "Memang seharusnya begitu."

Ia kemudian mengangkat kepala.

Jauh di depan, Rantai Pendakian Kuno menjulang menembus kabut hitam. Ujungnya menghilang menuju Surga Sembilan Lapis.

Tatapan Mo Xie berubah dingin.

Setelah menempa tubuhnya sejauh ini, ia akhirnya memiliki kaki yang mampu menahan tekanan perjalanan menuju dunia atas.

Ia mengepalkan tangannya.

"Kita sudah cukup lama tinggal di dasar Kegelapan ini, Ling'er."

Mo Xie melangkah menuju Rantai Pendakian Kuno. "Sudah waktunya kita naik."

Xue Ling'er tersenyum. "Dan setelah sampai di atas?"

Mo Xie menoleh.

"Tulang para musuh akan menjadi bahan tempa tubuhku."

Ia menatap kabut yang menyelimuti jalan menuju Surga Sembilan Lapis.

"Siapa pun yang menghalangi kita akan menjadi korban berikutnya."

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!