Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Orang-orang tersebut semakin heboh berteriak.
" buka pintunya, jika tidak kami akan memecahkan jendela mobil ini" ucap salah satu dari mereka.
Carson pun membuka jendela nya setengah dan masih menutupi wajah Grace.
" ada apa???" ucap Carson
" kamu bilang ada apa????"
" kalian sudah berani berbuat mesum di desa kami, kamu masih berani bilang ada apa?" ucap salah satu dari mereka.
Grace mendengar perkataan orang-orang itu, dia pun akhirnya mengangkat kepala nya.
" mesum????? " kata Carson tidak mengerti
" sebaiknya kalian keluar dulu, kita selesaikan ini di balai desa" ucap salah satu dari mereka.
" kalian salah paham, kami tidak melakukan apa-apa" ucap Grace
" kami tidak perduli, yang jelas kami melihat kalian berciuman dan saling berpelukan didalam mobil itu. jika pria dewasa dan wanita dewasa berduaan berada di tempat yang gelap berciuman dan berpelukan jika tidak mesum lalu apa namanya."
" selaku kami masih berbicara dengan baik-baik, sebaiknya mari kita ke balai desa, kita selesaikan masalah ini disana dan kalian bisa menjelaskan semuanya disana " ucap salah satunya
" bagaimana ini pak" ucap Grace dengan sangat khawatir.
" kamu tidak usah khawatir, sebaiknya kita turuti saja mereka " kata Carson membuka pintu mobil.
" ayo cepat keluar kalian berdua " kata salah satunya.
Grace dan Carson pun keluar dari dalam mobil, dia melihat jumlah pria asing itu ada tiga orang dan salah satu dari mereka membawa sebuah senjata tajam.
warga membawa Carson dan Grace kearah yang berbeda dengan asisten dan sopirnya. Mereka berjalan di iringi dengan ketiga pria itu.
Grace pun menangis karena merasa ketakutan, melihat wajah ketiga pria itu sangat menyeramkan ditambah lagi salah satu dari mereka membawa senjata tajam.
" kamu tenanglah, tidak akan ku biarkan sesuatu terjadi padamu" ucap Carson melihat Grace yang kini menangis karena takut.
" pak aku takut" ucap Grace
" tidak apa-apa, selaku kita menuruti mereka, mereka tidak akan menyakiti kita" kata Carson menenangkan Grace.
Hampir tiga puluh menit berjalan kini mereka tiba di sebuah desa. Carson dan Grace merasa sedikit lega setidaknya ketiga orang itu belum menyakiti mereka.
" kalian berdua bawa mereka ke balai desa, aku akan menjemput kepala desa beserta warga yang lainnya" ucap salah satunya.
" baik" jawab yang lain
" mari....." kata pria itu sementara Grace dan Carson mengikuti mereka.
Kini mereka sudah tiba di balai desa, dan tidak menunggu lama tempat itu sudah ramai.
" ada apa ini pak" ucap seseorang yang baru saja tiba.
" begini pak, kami mendapati mereka berdua sedang berbuat mesum di daerah perbatasan desa " ucap salah satunya.
" maaf pak itu tidak benar, kami tidak melakukan apa-apa" Grace pun membela dirinya.
" kenapa kamu harus berbohong, bahkan kami melihat kalian sangat jelas sedang berpelukan dan berciuman didalam mobil itu" kata salah satunya lagi.
" itu tidak benar, bapak-bapak hanya menebak-nebak nya saja" ucap Carson marah.
" menebak bagaimana, bahkan bekas lipstik wanita itu masih ada di dada kamu dan beberapa kancing baju kamu juga terbuka" ucap salah satunya. Carson dan Grace pun reflek menatap dada Carson kini pandangan mereka berdua bertemu. Dan mereka berdua semakin sulit untuk membela diri.
" ini salah paham" ucap Carson
" salah paham....salah paham.... Kamu pikir kami ini anak TK. Kami semua sudah orang tua tidak bisa kalian bohongi."
" kalian melakukan hal mesum di desa kami tapi tidak ingin bertanggung jawab."
" sudah pak kepala desa, peraturan adalah peraturan. Jadi mari kita selesaikan dengan peraturan yang berlaku di desa ini, yaitu pria dan wanita dilarang berduaan diatas jam sepuluh malam. Maka jika hal itu terjadi kita harus menikahkan mereka."
" jika kita tidak menikah kan mereka maka desa ini akan dilanda musibah, gagal panen dan kehilangan sumber ekonomi. Kami tidak mau gara-gara perbuatan mereka kita yang menerima imbasnya " ucap pria itu
" betul....." seru para warga
" nikah kan mereka " teriak warga
Mendengar seruan warga Grace semakin menangis, sementara Carson hanya diam menatap Grace menangis.
" bapak-bapak, ibu-ibu ....." Carson mulai memberikan pendapat nya saat ini kepada para warga.
" kalian tidak bisa memaksakan seseorang menikah begitu saja, itu termasuk tindakan ilegal. Kami bisa melaporkan kalian ke jalur hukum" kata Carson mencoba membujuk warga.
" laporkan saja, kami tidak takut dengan hukum mu itu. Memangnya apa yang sudah kami dapat dari pemerintah itu toh juga mereka akan mempergunakan ini menjadi sumber uang mereka. Kami tidak perduli dengan hukum mu itu. Desa kami ini juga memiliki hukum. Patuhi dulu hukum didesa kami ini lalu kamu bawa hukum mu" ucap seorang pria yang sudah tua.