NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:300
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

"Ya memang benar sih! tapi kalau Mbak ingin langsung pulang juga tidak apa-apa kok Mbak! lagian kalau masalah Ar pulang mah gampang." ucap Ardan.

"Serius nih tidak apa-apa, kalau langsung pulang ke Rumah Mbak saja." sahut Citra.

"Iya Mbak santai saja yah." ucap Ardan.

Ardan pun langsung berputar arah yang tadinya ingin ke Restoran dulu kini berubah tujuannya menuju ke Rumah Citra, setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya sampai juga di Rumah Citra.

"Ya udah Mbak! kalau gitu Ar langsung pamit pulang saja yah." ucap Ardan.

"Eh!! kamu pulangnya mau naik apa Ar?" tanya Citra.

"Tadi Ar sudah pesan Taksi Online kok jadi santai saja yah Mbak, lebih baik Mbak langsung saja sana masuk ke dalam Rumah." jawab Ardan.

"Kalau gitu kamu masuk saja dulu sebentar, sambil menunggu Taksinya datang." saran Citra.

"Tidak usah deh Mbak! lagian ini sudah malam kan tidak enak juga pada tetangga, ya udah Mbak Ar pamit yah itu Taksi nya Assalamualaikum."

"Baiklah!! kamu hati-hati yah di jalannya Ar Waalaikumsalam."

Citra pun masuk ke dalam Rumah setelah melihat mobil taksi yang di tumpangi Ardan sudah pergi menjauh dari Rumahnya.

.

.

Di Kamar Citra

Ketika Citra sudah ingin tidur karena ingin mengistirahatkan tubuhnya tiba-tiba Mama Devi masuk ke dalam kamarnya dan pada akhirnya Citra pun tak jadi tidur.

"Citra Sayang!! tadi kamu di antar pulang sama siapa, kenapa tidak di suruh masuk dulu kan Mama ingin mengenalnya.'' ucap Mama Devi.

"Oh dia itu namanya Ardan Ma!! lagian dia juga tidak mau saat Citra mengajak untuk mampir dulu, katanya sih karena sudah malam takutnya ada fitnah yang tidak di harapkan." sahut Citra.

"Rupanya Pria yang cukup baik! tapi Ardan ini siapa Sayang, kok Mama baru mendengar namanya deh?" tanya Mama Devi.

"Tentu saja Mama baru mendengarnya, karena dia itu Pegawai baruku di Restoran Ma."' jawab Citra.

"Hah!! jadi kamu pergi dengan pegawaimu ke acara pesta itu, apa kamu tidak malu Sayang?" tanya Mama Devi.

"Tidak Ma! lagian ngapain harus malu, jalan dengan orang yang baik seperti Ardan." jawab Citra.

"Wah!! apa kamu menyukainya Sayang?" tanya Mama Devi.

"Ya tentu saja Ma! tapi hanya sekedar suka terhadap Adik saja tidak lebih." jawab Citra.

"Masa sih apa kamu yakin!! kalau yang Mama lihat sih dia itu lumayan tampan lo Sayang, Mama rasa dia itu tidak sesederhana yang kita lihat deh." ucap Mama Devi.

"Mama apaan sih!! maksud Mama apa coba bilang seperti itu?" tanya Citra.

"Mama lihat dari penampilannya itu tidak cocok sama sekali kalau hanya menjadi pegawai Restoran saja, mungkin dia menyembunyikan sesuatu gitu pada semua orang termasuk kamu sayang, tapi firasat Mama sih pasti dia dengan menyembunyikan sesuatu tapi entah bertujuan apa." jawab Mama Devi.

"Aduh Mama malah tambah ngaco aja nih ngomongnya, udah ah Citra ingin istirahat saja selamat malam Mamaku tersayang."

Mau tak mau mama devi pun keluar dari kamar putrinya, karena tidak mau mengganggu istirahat putrinya itu.

.

.

Keesokan pagi

"Citra semalam Mama kamu bilang ke Papa! kalau semalam kamu pulang di antar sama cowok lain yah." ucap Papa Riko.

"Benar Pa!! emang ada apa yah?" tanya Citra.

"Nggak ada apa-apa sih cuman merasa ada yang aneh saja." jawab Papa Riko.

"Apanya yang aneh sih Pa?" tanya Citra.

"Kenapa perginya bukan dengan Samsul! apa memang kamu sudah tidak bersama dia lagi, sampai-sampai pergi ke pesta bersama cowok lain." jawab Papa Riko.

"Ck.Citra mohon ke Papa dan Mama jangan pernah lagi membahas tentang nya, udah ah Citra mau berangkat ke Restoran Assalamualaikum."

"Baiklah!! kamu hati-hati di jalan Waalaikumsalam."

Citra pun keluar dari Rumah dan langsung pergi ke Restoran setelah sebelumnya mencium punggung tangan kedua orangtua.

"Memangnya ada apa sih Ma! kenapa seperti marah gitu, kalau kita membahas tentang Samsul?" tanya Papa Riko.

"Ya Mama juga kurang tau gimana ceritanya Pa!! Citra cuman bilang kalau Citra sudah putus dengan Samsul, mangkanya dia pergi ke pesta mengajak salah satu pegawai di Restorannya." jawab Mama Devi.

"Hah!! masa sih Ma! Citra melakukan hal itu?" tanya Papa Riko.

"Iya Pa! semalam pegawainya itu juga yang mengantar Citra pulang, Mama juga sudah melihat orangnya." jawab Mama Devi.

"Tumben banget Citra mau mengajak pegawai pergi ke pesta, pasti pegawai ini dekat banget dengan Citra Ma." ucap Papa Riko.

"Sudahlah Pa! jangan berpikir yang macam-macam, Mama juga merasa kalau dia itu Pria yang baik deh Pa." sahut Mama Devi.

"Ya udah kalau Papa ada waktu ingin pergi ke Restoran untuk mencoba mengenalnya." ucap Papa Riko.

"Mama rasa tidak perlu seperti itu deh Pa! lagian Citra juga bilang tidak ada hubungan apapun dengannya." sahut Mama Devi.

"Huft..ya udah Papa berangkat yah Ma." pasrah Papa Riko.

"Baiklah! biar Mama antar sampai ke depan." sahut Mama Devi.

.

.

Di Perusahaan DG Grup

"Ren!! gimana hasil pencarian nya apa kamu sudah temukan tentang Pria yang bersama Citra semalam?" tanya Rian.

"Sudah Pak! dia itu bernama Ardan dan dia hanya seorang pegawai Nona Citra." jawab Reno.

"Hah!! masa sih hanya seorang pegawai Ren." shock Rian.

"Ya Pak Rian! dia pergi ke pesta semalam itu, karena di minta oleh Nona Citra sendiri Pak." sahut Reno.

"Tidak mungkin kalau hanya seorang pegawai Restoran tapi memiliki aura ke pemimpinan yang begitu kuat, pasti ada sesuatu yang di sembunyikannya, ya udah apa ada jadwal makan siang nanti?" terka Rian seraya bertanya.

"Mungkin benar apa yang Pak Rian katakan, mengenai jadwal nanti siang ada pertemuan dengan Perusahaan dari Jepang, karena ingin membahas tentang mengenai perpanjang kontrak Pak." jawab Reno.

"Baiklah!! oh iya kamu jangan sampai lupa untuk menghubungi penerjemah yah Ren." ucap Rian.

"Siap Pak." sahut Reno.

.

.

Di Restoran

"Ada apa yah Mbak! tadi Dewi bilang kalau Mbak memanggil dan memintaku untuk datang ke ruangan Mbak?" tanya Ardan.

"Oh tidak ada apa-apa kok Ar, cuman ingin mengembalikan Jas kamu saja nih."

Setelah menerima Jas nya Ardan pun keluar di saat yang sama berpapasan dengan seorang Wanita yang ingin masuk ke ruangan Citra.

Ceklek

"Hey Cit!! akhir-akhir ini susah banget sih ngajak kamu nongkrong." seseorang tersebut langsung duduk di depan Citra yang bernama selvi.

"Kebiasaan banget sih kamu tuh, tidak mengetok pintu apalagi mengucapkan salam." kesal Citra.

"Hehe santai dong Cit!! oh iya tadi saat saya ingin masuk ke sini, saya berpapasan dengan Cowok tampan banget tau Cit." sahut Selvi.

"Ck.kamu mah meskipun itu kambing kalau di dandani pasti di bilang tampan sama kamu." kesal Citra.

"Ish saya serius tau Cit!! pasti kamu mengenalnya kan." ucap Selvi.

"Iya memang bener aku mengenalnya, termasuk kamu juga sudah mengenalnya kan sudah aku perkenalkan dengannya semalam." sahut Citra.

"Hah!! maksudnya apa sih Citra?" tanya Selvi.

"Haish!! kamu tuh harus di periksa mata kamu itu, dia kan Ardan yang semalam aku kenalin ke kamu di acara pesta Pernikahan.'' jawab Citra.

"Hah!! ya ampun kenapa aku tidak mengingat nya yah! terus kenapa dia bisa berada di sini." shock Selvi.

"Nabrak dong Selviiii kalau terus terus mah.'' canda Citra.

"Citraaaaaa jawab." teriak Selvi.

"Ish berisik tau!! dia itu kerja di sini puasss." kesal Citra.

"Apaaaaa!! jadi dia hanya Pegawai kamu...

Bersambung

          `~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!