NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Pertarungan Pertama

Gong raksasa di tengah arena bergema tiga kali, membelah kebisingan ribuan penonton yang memadati tribun. Di atas panggung utama, seorang diaken sekte bertubuh tegap maju ke depan. Suaranya yang lantang, diperkuat oleh energi Qi, terdengar jelas ke setiap sudut lapangan.

"Babak pertama Seleksi Besar Murid Dalam resmi dimulai!"

"Aturan dalam pertarungan ini sangat sederhana: tidak ada pembunuhan secara sengaja, tidak ada penggunaan racun atau alat terlarang."

"Siapa pun yang keluar dari batas arena atau menyerah dinyatakan kalah! Sekarang, perhatikan papan formasi cahaya untuk melihat lawan kalian!"

Semua orang, termasuk Xiao Lin, langsung mendongak menatap layar proyeksi cahaya besar yang melayang di langit arena. Nama-nama peserta berputar dengan cepat sebelum akhirnya berhenti dan berpasangan satu sama lain.

Xiao Lin menyipitkan matanya, mencari namanya di antara ratusan nama murid luar. Akhirnya, matanya tertuju pada baris terbawah.

> Panggung Nomor 9: Xiao Lin (Murid Pelayan) VS Zhao Gang (Murid Pelayan)

>

"Fiuhh!" Ah Gou yang berdiri di samping Xiao Lin mengembuskan napas lega dengan sangat keras.

"Xiao Lin, syukurlah! Lawan pertamamu bukan murid luar, melainkan sesama murid pelayan!"

Beberapa murid pelayan lain yang ikut mendaftar juga tampak sedikit lega melihat hasil undian mereka. Setidaknya, jika sesama murid pelayan yang bertarung, mereka tidak perlu khawatir akan dihajar hingga cacat permanen seperti jika menghadapi murid luar yang arogan.

Xiao Lin mengangguk pelan. "Aku akan naik sekarang, Ah Gou."

"Hati-hati, Xiao Lin. Meskipun Zhao Gang juga seorang pelayan, aku mendengar dia bekerja di sektor timur dan bertubuh sangat besar karena sering memikul batu tambang. Kekuatan fisiknya tidak bisa diremehkan!" pesan Ah Gou dengan cemas.

Xiao Lin tersenyum tipis dan berjalan mantap menuju Panggung Nomor 9.

Panggung pertarungan itu terbuat dari susunan batu granit hitam yang melingkar dengan diameter sekitar dua puluh meter. Begitu Xiao Lin naik ke atas panggung dengan memegang pedang kayu tuanya, lawannya sudah berdiri di sana.

Zhao Gang adalah pemuda berusia sembilan belas tahun dengan tubuh yang sangat kekar dan tinggi besar. Kulitnya gelap terbakar matahari, dan otot-otot lengannya tampak menonjol seperti akar pohon kuno. Berbeda dengan Xiao Lin yang membawa pedang kayu, Zhao Gang memegang sebilah kapak kayu tebal yang biasa digunakan untuk membelah kayu keras.

Saat melihat Xiao Lin yang bertubuh jauh lebih ramping darinya, Zhao Gang mendengus pelan.

"Adik Xiao Lin," ucap Zhao Gang dengan suara berat dan dalam.

"Kita berdua sama-sama pelayan rendahan yang mencari jalan keluar dari lumpur ini. Aku tidak memiliki dendam pribadi denganmu, tapi demi bisa menjadi murid dalam dan mengirim uang ke keluargaku di desa, aku tidak akan menahan diri."

Mendengar ucapan yang jujur dan tulus itu, kepribadian polos Xiao Lin langsung merasa sangat menghormati lawannya. Dia membungkuk dalam-dalam, memberikan penghormatan khas kultivator.

"Senior Zhao Gang, saya mengerti. Mari kita bertarung dengan adil dan memberikan yang terbaik," jawab Xiao Lin dengan senyum ramah.

"Bagus! Bersiaplah!"

Zhao Gang berteriak keras, mengambil langkah lebar yang membuat panggung batu sedikit bergetar. Dengan kekuatan fisik murninya yang luar biasa, dia mengayunkan kapak kayu tebalnya dari atas kepala, menebas lurus ke arah pundak Xiao Lin.

WUSH!

Ayunan itu menghasilkan tekanan angin yang cukup kuat. Bagi orang biasa atau pelayan lemah, tebasan fisik sekuat ini bisa dengan mudah mematahkan tulang selangka mereka.

Namun, bagi Xiao Lin yang kini telah memiliki indra dan refleks dari ranah Qi Gathering tingkat 2, gerakan lambat kapak kayu itu terlihat sangat jelas arahnya.

Xiao Lin tidak panik. Sesuai dengan latihan kerasnya selama tiga tahun, dia menggunakan teknik langkah kaki paling dasar yang dilatihnya jutaan kali. Dengan gesit, dia menggeser kaki kanannya setengah langkah ke samping.

TAK!

Kapak kayu Zhao Gang menghantam tempat kosong, menebas udara fana. Sebelum Zhao Gang sempat menarik kembali senjatanya, Xiao Lin bergerak maju mendekat ke sisi tubuh lawannya yang terbuka lebar.

Gaya bertarung Xiao Lin sangat efisien. Dia tidak ingin melukai Zhao Gang yang berhati baik ini. Alih-alih menebas dengan pedang kayu, Xiao Lin memutar pegangan pedangnya dan menggunakan bagian ujung gagang kayu tersebut untuk menusuk titik saraf di bawah ketiak kanan Zhao Gang.

DUK!

"Ugh!" Zhao Gang memekik kaget. Lengan kanannya tiba-tiba terasa lemas seketika karena titik energinya ditekan dengan presisi yang luar biasa. Kapak kayu di tangannya hampir saja terlepas.

"Bagaimana mungkin?!" Zhao Gang terkesiap. Dia segera melompat mundur beberapa langkah, menatap Xiao Lin dengan mata melebar penuh rasa tidak percaya.

"Kecepatan dan ketepatanmu... kau bukan pelayan biasa!"

Di tribun penonton, beberapa murid luar yang kebetulan lewat di dekat Panggung 9 juga menghentikan langkah mereka, sedikit terkejut melihat bagaimana seorang pelayan ramping bisa menghindari serangan fisik raksasa dengan begitu mudah.

"Menarik," gumam salah satu murid luar.

"Tapi itu hanya keberuntungan fisik belaka. Mereka berdua bahkan tidak memiliki energi Qi."

Di atas panggung, Zhao Gang kembali memantapkan kuda-kudanya. Wajahnya kini menjadi sangat serius.

"Adik Xiao Lin, kau hebat! Tapi aku belum kalah! Terima ini!"

Kali ini, Zhao Gang berlari memutar, mencoba mengayunkan kapaknya secara horizontal untuk membatasi ruang gerak Xiao Lin. Tebasan horizontal itu menyapu dengan cepat, mengarah ke pinggang Xiao Lin.

Xiao Lin menarik napas dalam-dalam. Aliran Qi hangat di Dantiannya mulai mengalir ke ujung kaki dan lengannya. Dia ingin mengakhiri pertarungan ini dengan cepat tanpa membuat lawannya terluka parah.

Saat kapak kayu itu hampir mengenai pinggangnya, Xiao Lin tiba-tiba melompat tegak lurus ke udara setinggi dua meter—sebuah lompatan yang mustahil dilakukan oleh manusia tanpa bantuan energi Qi.

"Apa?!"

Zhao Gang mendongak dengan mulut terbuka lebar.

Dari udara, tubuh Xiao Lin berputar dengan anggun. Pedang kayu tuanya dilapisi oleh energi Qi tingkat 2 yang sangat tipis dan tak kasatmata, namun menghasilkan dengungan tajam yang menekan.

TAP!

Xiao Lin mendarat dengan ringan tepat di atas bilah kapak kayu Zhao Gang yang sedang melayang di udara. Beban tubuh Xiao Lin yang tiba-tiba diperkuat oleh sedikit energi Qi langsung menekan kapak kayu tersebut jatuh menghantam lantai batu panggung.

BRAK!

Genggaman tangan Zhao Gang terlepas karena tidak kuat menahan tekanan mendadak tersebut. Sebelum dia sempat bereaksi lebih jauh, ujung pedang kayu milik Xiao Lin sudah berhenti tepat satu sentimeter di depan tenggorokannya.

Hembusan angin tajam dari ujung pedang kayu itu membuat beberapa helai rambut Zhao Gang bergoyang.

Sunyi senyap sejenak di sekitar Panggung 9.

Zhao Gang menatap ujung pedang kayu di depan tenggorokannya, lalu menatap mata jernih Xiao Lin yang penuh dengan ketulusan dan tanpa ada niat membunuh sedikit pun. Keringat dingin mengalir di leher raksasa tersebut.

Dia tahu, jika pedang kayu itu adalah pedang sungguhan dan dilapisi Qi yang tajam, kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya sejak tadi.

"Aku... aku menyerah,"

Aku Zhao Gang dengan helaan napas pasrah, namun ada senyum lega di wajahnya. Dia mengangkat kedua tangannya ke atas.

Xiao Lin segera menarik kembali pedang kayunya dan tersenyum tulus. Dia membungkuk memberi hormat sekali lagi.

"Terima kasih atas petunjuknya, Senior Zhao Gang."

"Pemenang Panggung Nomor 9: Xiao Lin!"

teriak diaken pengawas panggung dengan nada sedikit terkejut.

Sorak-sorai gembira meledak dari sudut tribun tempat Ah Gou berada.

"Xiao Lin menang! Sahabatku menang!"

teriaknya histeris hingga melompat-lompat gembira.

Sementara itu, di panggung kehormatan yang tidak jauh dari sana, sepasang mata dingin ber-jubah putih mewah mengawasi kejadian tersebut. Wang Chen, yang baru saja menyelesaikan pertarungan pertamanya dengan membantai lawannya dalam satu gerakan, menyipitkan mata menatap Xiao Lin.

"Bisa melompat setinggi itu dan menekan kapak kayu... dia jelas sudah menguasai sedikit manipulasi energi,"

gumam Wang Chen dengan senyum kejam yang semakin lebar di wajahnya.

"Menarik sekali. Rupanya serangga kecil ini menyembunyikan sedikit kekuatannya. Tapi di hadapan Qi tingkat 4 puncak milikku... kau tetaplah sampah yang bisa kuremukkan kapan saja."

Babak pertama telah usai dengan kemenangan bersih bagi Xiao Lin tanpa membongkar kekuatan penuhnya. Namun, rintangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di babak kedua, dia dipastikan akan berhadapan dengan murid luar yang sesungguhnya.

Bagaimana pertarungan Xiao Lin selanjutnya? Apakah dia akan langsung bertemu dengan salah satu pengikut Wang Chen?

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!