NovelToon NovelToon
DARAH DIATAS PUALAM

DARAH DIATAS PUALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Elara tumbuh sebagai putri tunggal dari pemimpin organisasi mafia paling kejam di negeri ini. Dididik dengan kekerasan dan dicengkeram doktrin psikopat oleh ayahnya, ia terpaksa mengenakan topeng apatis dan minim empati.

Saat berusia 14 tahun, dalam sebuah misi untuk menghabisi geng lokal, takdir mempertemukannya dengan seorang remaja laki-laki yang tengah dikeroyok.

Bukannya takut melihat aksi kejam Elara, pemuda itu justru jatuh cinta pada pandangan pertama dan dengan sukarela menawarkan dirinya untuk masuk ke dalam dunia hitam organisasi demi bisa bersamanya.

Tahun demi tahun berlalu. Remaja laki-laki itu kini telah tumbuh menjadi pengawal pribadi Elara yang paling tangguh dan tepercaya. Tanpa mengetahui rencana pengkhianatan Elara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 : LANGKAH SUMBANG ADRIAN

Informan musuh itu menahan napas, matanya membelalak lebar mendengar tawaran gila yang baru saja keluar dari mulut Adrian.

Menjual perimeter barat Ouroboros adalah tindakan bunuh diri, sebuah pengkhianatan terbesar yang taruhannya adalah nyawa seluruh garis keturunan keluarga.

Namun, bukannya merasa lega karena mendapat jalan keluar, sang informan justru semakin gemetar. Ia tahu, pria di hadapannya ini sudah kehilangan akal sehatnya.

"K-Kau... kau mengkhianati ayahmu sendiri?" bisik informan itu dengan suara bergetar.

Senyum miring di wajah Adrian seketika lenyap, digantikan oleh tatapan kosong. Pertanyaan itu adalah sebuah kesalahan fatal.

"Aku tidak mengkhianati siapa pun," desis Adrian, "Aku hanya sedang mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku."

𝘑𝘭𝘦𝘣

Tanpa aba-aba, Adrian menyambar sebilah pisau kecil yang berada di nampan peralatan interogasi dan menancapkannya langsung ke paha sang informan.

Jeritan melengking memecah keheningan ruang bawah tanah, namun Adrian dengan cepat membekap mulut pria itu dengan telapak tangannya yang bebas, meredam suara tersebut menjadi erangan tertahan yang menyedihkan.

"Aku benci orang yang terlalu banyak bertanya," bisik Adrian tepat di depan wajah pria yang kini mandi keringat dingin itu. Ia memutar pisau tersebut perlahan di dalam daging paha sang informan, menikmati sensasi gemetar tubuh korbannya yang tak berdaya.

Anak buah Adrian yang masih berdiri di sudut ruangan memalingkan wajah, tidak sanggup melihat tuannya.

Setelah puas melihat mata sang informan meredup karena menahan rasa sakit yang luar biasa, Adrian menarik pisaunya dengan satu sentakan kasar. Ia menyeka bilah pisau yang berlumuran darah itu pada kemeja korbannya sendiri.

"Besok malam, gengmu harus menyerang dermaga barat. Tarik semua perhatian pengawal utama ke sana. Buat kekacauan sebesar mungkin sampai Dante terpaksa meninggalkan posisinya di kediaman ini untuk turun tangan," perintah Adrian.

Ia mencengkeram rahang informan itu. "Jika rencana ini berhasil, kau dan bosmu akan mendapatkan jalur barat secara permanen. Tapi jika kau berani membocorkan bahwa aku adalah orang di balik semua ini..."

Adrian mendekatkan wajahnya.

"...aku sendiri yang akan menguliti seluruh keluargamu, helai demi helai, di depan matamu yang sekarat. Kau tahu aku tidak pernah bercanda."

Pria malang itu hanya bisa mengangguk pasrah dengan air mata yang bercampur darah mengalir di pipinya.

Adrian melepaskan cengkeramannya. Ia berbalik, melirik anak buahnya yang tersisa dengan tatapan meremehkan. "Bersihkan tempat ini. Dan pastikan keparat ini keluar dari kediaman lewat jalur belakang dalam kondisi hidup. Dia punya tugas yang harus diselesaikan."

Sementara Adrian melangkah keluar dari ruang bawah tanah dengan jemari yang masih basah oleh darah, ia tidak pernah menyadari bahwa setiap desah napasnya, setiap rintihan informan, hingga detail rencana pengkhianatannya di dermaga barat telah terekam dengan sempurna.

Jauh di sayap kiri kediaman, di dalam kamar bernuansa hitam-emas yang senyap, aroma bunga lili yang samar memenuhi udara.

​Elara duduk di meja riasnya. Di hadapannya, sebuah laptop tipis berspesifikasi militer memancarkan cahaya biru keperakan.

Di sudut layar, sebuah grafik gelombang suara bergerak naik-turun, memutar ulang rekaman suara Adrian di ruang interogasi beberapa menit yang lalu.

> "𝘽𝙚𝙨𝙤𝙠 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢, 𝙜𝙚𝙣𝙜𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙚𝙧𝙢𝙖𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙧𝙖𝙩. .. 𝘽𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙠𝙖𝙘𝙖𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝘿𝙖𝙣𝙩𝙚 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙖𝙠𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙤𝙨𝙞𝙨𝙞𝙣𝙮𝙖..."

>

Elara menyandarkan punggungnya, menatap layar dengan ekspresi datarnya

Adrian yang bodoh mengira ruang bawah tanah adalah wilayah kekuasaannya. Dia lupa bahwa sepuluh tahun lalu, saat sistem pengawasan digital kediaman Ouroboros diperbarui, Elara sendiri yang mengawasi pemasangannya.

Elara sengaja menyisakan beberapa 𝘣𝘭𝘪𝘯𝘥 𝘴𝘱𝘰𝘵 yang tampak aman bagi Adrian namun sebenarnya telah ditanami mikrofon frekuensi rendah tersembunyi yang jalurnya langsung terhubung ke server rahasia di kamarnya.

"Dia benar-benar bergerak lebih cepat dari perkiraanku," ucap Elara lirih.

Pintu balkon kamarnya bergeser terbuka tanpa suara. Dari balik tirai, siluet tinggi Dante melangkah masuk. Pria itu telah membersihkan dirinya.

Dante duduk di sebelah kursi Elara, matanya yang tajam menatap laptop, lalu beralih ke Elara. Ia telah mendengar seluruh rekaman itu melalui alat penerima kecil di telinganya.

"Dia berniat memancingku keluar dari rumah ini, Elara," kata Dante, suaranya rendah dan serak, dipenuhi hasrat membunuh.

Elara mengulurkan tangan kanannya, membiarkan ujung jemarinya yang halus menyentuh rahang Dante.

Sentuhan itu, membuat Dante memejamkan mata sejenak.

"Jangan, Dante," bisik Elara dengan senyum tipis. "Jika kamu membunuhnya sekarang, Ayah akan curiga, dan kita akan kehilangan kesempatan untuk membersihkan hama di rumah ini secara total."

Elara menarik tangannya dan menutup laptopnya.

"Adrian mengira dia sedang menggunakan bidak musuh untuk menjatuhkanku. Dia tidak sadar bahwa dia justru sedang menuntun musuh-musuh kita masuk ke dalam perangkap yang sudah kita siapkan," lanjut Elara, matanya berkilat kejam.

"Biarkan mereka menyerang dermaga barat besok malam. Kita akan memberi mereka pertunjukan yang mereka inginkan."

Dante mendongak, menatap mata Elara. "Lalu apa perintahmu untukku?"

"Besok malam, kamu akan berpura-pura pergi ke dermaga barat memimpin pasukan pengawal utama, persis seperti skenario Adrian," perintah Elara.

"Tapi bawa setengah pasukan elit kita untuk memutar lewat jalur bawah tanah timur, kepung musuh dari belakang, dan bantai mereka tanpa sisa. Jangan sisakan satu pun saksi hidup dari geng rival."

"Bagaimana denganmu? Kamu akan sendirian di sini bersama Adrian dan Julian," tanya Dante, ada nada khawatir yang terselip dalam suaranya yang dingin.

Elara berdiri, melangkah menuju jendela balkon, menatap halaman kediaman yang sunyi di bawah siraman cahaya bulan.

"Jangan mencemaskan aku, Dante. Kau cukup jalankan tugasmu," ucap Elara.

1
Fazira
Semangat Kak💪
Nggak bisa nebak endingnya 💪💪
Fazira
Cemburu yaa😍
Fazira
Gimana rasanya dipeluk Elara julian🤭
nebula🌌
elaraaa
Kustri
dikerubuti laki" hebat, kira" siapa diantara mrk yg akan jd pasangan elara🤔
qu rasa nanti hadir laki" yg melebihi mrk smua
Kustri
ck! dante, kau akan jatuh klu gk bisa mengontrol emosimu,
Kustri
kamulah yg akan mjd org pertama😤👊🪠🧹🤭
nebula🌌
"menarik"
nebula🌌
good
nebula🌌
semangaaaat..
juliaaan👍👍
nebula🌌
elaraaa
nebula🌌
wooaa elaraaaa/CoolGuy/
Fazira
Dante jangan mati dulu yaa
takut nii
semangat kak💪💪
bikin penasaran
Skyline Scribe: Iyaaa👍
total 1 replies
Fazira
orang baru masuk
kenapa feeling ku bilang ini sad ending yaa🤔🤔
Fazira: apakah... nggak kan kak? /Sob/
total 2 replies
Fazira
ceritanya makin berat
semangat kak💪💪
Skyline Scribe: siap💪
total 1 replies
Fazira
Julian ini emang hobi provokasi orang
sebenarnya apa niat dia yaa 🤔
Skyline Scribe: apa yaa 🤔
total 1 replies
Fazira
jadi kepo masa kecilnya elara
Skyline Scribe: tunggu aja backstory nya elara👍
total 1 replies
Fazira
ngeri sekali thor
jangan bilang ini belum kemampuan elara yang sebnernya..
Skyline Scribe: /Shhh//Shhh/
total 1 replies
Kustri
luar biasa thor👍
Skyline Scribe: Makasih kak😍
total 1 replies
Kustri
julian malah bikin rusuh nanti, ingin menguasai organisasi (susah nulis'a) 🤭
Kustri: dan qu suka baca karyamu thor!

untung on going bisa ngikuti ampe brp partpun, biasa'a qu klu liat lbh dr 100 agak malas
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!