Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 8 Melamar pekerjaan
Kedua nya saat ini sedang menikmati makan malam nya dengan keheningan hanya suara dentingan sendok dan garpu. Ini kali pertama mereka makan di meja yang sama. Bagi Kanza suami nya itu benar - benar tidak bisa di tebak apa mau nya, padahal dari awal suami nya itu mengatakan jika tidak ada hal seperti ini. Tapi pada kenyataannya malam ini Kenan sendiri yang minta untuk makan malam bersama.
"Apa rencana kamu setelah di pecat?" tanya Kenan memecah keheningan.
"Cari kerja mas ".
"Cari kerja ? Yakin kamu masih ada perusahaan yang mau menerima kamu bekerja setelah melihat skandal mu itu", ejek Kenan dengan senyum meremehkan.
Kanza menghembuskan nafas nya perlahan, gadis itu langsung menyudahi makan malam nya. Mendengar perkataan Kenan yang terasa seperti duri yang menusuk tenggorokan nya seketika perutnya menjadi kenyang. Namun sebisa mungkin Kanza tetap bersikap baik - baik saja di hadapan suami nya itu biar sang suami tidak meremehkan nya lagi.
"Yakin lah Mas, kalau ngga yakin aku ngga akan membuat CV untuk lamaran kerja tadi ", ucap Kanza dengan penuh percaya diri. Gadis itu berdiri sambil membawa piring dan gelas kotor nya menuju tempat cucian piring.
"Mending kamu jadi admin judol aja Za, karena cuma pekerjaan itu kayak nya yang tepat untuk kamu sekarang, hahaha.."
Kanza menghentikan langkah nya, kedua mata nya terpejam sejenak untuk meredakan gejolak emosi yang sudah menguasai dada nya. Dengan senyum yang manis, gadis itu menoleh ke arah sang suami yang sedang melihat nya dengan penuh ejekan.
"Kayak nya bagus juga itu ide nya mas, makasih udah ngasih aku saran yang menakjubkan. Aku akan coba besok pagi," kata Kanza sambil berlalu meninggalkan Kenan yang diam terpaku memandangi punggung sang istri yang telah hilang di balik tembok dapur.
"Si*l..."
Keesokan hari nya,
Dengan setelan gaun rumahan, Kanza begitu cekatan membuat sarapan untuk dia dan Kenan pagi ini. Gadis itu memutuskan untuk membuat nasi goreng rumahan yang simpel dan cepat, karena hari ini dia harus berangkat pagi - pagi sekali untuk memasukkan lamaran di beberapa perusahaan.
Kanza juga sudah membersihkan rumah itu sebelum dia memasak tadi. Gadis itu sudah bangun dari shubuh tadi, bukan hal aneh jika Kanza jam segitu terbangun dan melakukan seluruh pekerjaan rumah di pagi buta. Hal itu sudah biasa dia kerjakan saat masih tinggal di keluarga Baskoro.
"Alhamdulillah sudah beres semua, saat nya aku membersihkan diri dan siap - siap untuk melamar pekerjaan ", gumam Kanza saat melirik ke arah jarum jam yang saat ini sudah menunjukkan pukul enam pagi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk gadis itu mempersiapkan diri. Kanza keluar dengan setelan kemeja putih dan rok span warna hitam. Pakaian yang biasa di gunakan oleh orang untuk melamar pekerjaan pada umumnya.
Saat Kanza sedang menyajikan secangkir kopi di atas meja, terdengar suara langkah sepatu pantofel yang Kanza yakini adalah milik suami nya itu. Dengan tersenyum Kanza pun menyapa suami nya itu yang terlihat sudah rapih dengan setelan kantor nya.
"Pagi mas, ayo sarapan dulu. Ini aku sudah buat nasi goreng untuk kita sarapan. Aku juga sudah buatkan mas Kenan kopi ", ucap Kanza begitu antusiasnya.
Gadis itu juga segera menarik kursi makan untuk Kenan, mengambil beberapa centong nasi goreng ke piring Kenan.
"Mas Kenan mau pakai telur ceplok atau telur dadar ?"
"Siapa yang menyuruh kamu untuk masak ini semua ! Kamu lupa dengan apa yang aku bicarakan kemarin jika kamu tidak perlu menyiapkan apa pun termasuk sarapan untuk ku seperti ini !"
Deg,
Jantung Kanza seketika mencelos, " maaf mas, aku kira mas Kenan mau sarapan bareng aku seperti tadi malam ", lirih Kanza sambil menaruh kembali telur ceplok yang baru saja dia mau letakkan di piring Kenan.
Kenan tersenyum miring," untuk semalam aku hanya kasihan saja dengan masakan Bi Sum jika tidak di makan. Karena dia sudah susah payah membuatkan masakan yang lumayan banyak ".
Setelah mengatakan hal itu Kenan langsung terlalu meninggalkan Kanza yang masih berdiri seperti patung dengan mata yang berkaca - kaca.
"Naif sekali kamu Kanza Qiara Mecca, harus nya kami sadar diri mana mungkin seorang Kenan Diyaksa mau makan berdua dengan tulus ma kamu ", ucap Kanza pada dirinya sendiri sambil terkekeh.
Tidak ingin berlarut dalam kesedihan, Kanza pun akhir nya menikmati sarapan nya dalam keheningan. Nasi goreng dan kopi yang sudah dia hidangkan untuk Kenan, dia biarkan begitu saja di meja. Dia berniat akan membereskan nya nanti setelah pulang dari melamar pekerjaan karena dia tidak ingin kesiangan sampai di perusahaan pertama yang akan dia lamar.
**
"Maaf mba Qiara, perusahaan kami tidak bisa menerima karyawan yang sedang terlibat masalah dan skandal seperti mba Qiara. Bagi kami kredibilitas perusahaan adalah prioritas yang utama ", ucap bagian HRD.
Ini adalah perusahaan ke lima yang Kanza masuki, dan semua nya pun mengucapkan hal yang sama menolak Kanza dengan alasan yang sama juga.
Kanza pun tidak bisa melakukan apa pun, skandal dia dan Kenan memang sangat berdampak buruk pada nya. Bahkan sampai saat ini semua platform berita masih memuat berita itu. Terlebih Arabella selalu membuat postingan yang membuat Kanza semakin terpojok dengan komentar - komentar negatif yang menyerang nya.
"Aku harus melamar pekerjaan di mana lagi sekarang ", ucap gadis itu sambil melihat beberapa gedung pencakar langit yang ada di depan nya.
Kanza berjalan menelusuri trotoar sambil larut dalam pikirannya sendiri. Tidak peduli cuaca hari ini yang sangat terik, gadis itu tetap berjalan menelusuri jalan dengan tujuan yang belum pasti.
"Ini aku sampai di mana ? Kok jalanan nya sepi banget ", gumam Kanza melihat sekelilingnya yang nampak sepi sekali tidak ada kendaraan yang berlalu lalang seperti jalanan yang dia lewati tadi.
Yang Kanza lihat sekarang ini hanya ada sebuah mobil mewah yang sedang berhenti di pinggir jalan, di pinggir mobil itu juga nampak ada seorang laki - laki memakai kemeja dan celana hitam serta kacamata hitam yang sedang memainkan ponselnya.
Namun tiba - tiba dari arah belakang muncul motor dengan kecepatan tinggi melewati Kanza begitu saja dan dengan cepat pengendara motor itu menyambar ponsel dari laki - laki yang berdiri di samping mobil mewah yang tidak jauh dari Kanza berdiri.
" Jambret....." teriak laki - laki itu dengan lantang.
Kanza yang melihat kejadian itu tanpa menunggu lama langsung mengambil salah satu sepatu high heels nya dan melemparkannya ke arah penjambret itu.
Naas sekali penjambret itu langsung tumbang akibat lemparan sepatu heels Kanza yang mengenai kepala nya. Melihat penjambret itu terjatuh Kanza langsung berlari dan mengambil ponsel dari penjambret itu. Setelah nya dia mencari sepatu high heels yang dia buat melempar kepala penjambret tadi.
"Yach....patah deh heels aku ".