Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 - Ultah nyonya Dayanti
...Chapter 7...
...----------------...
3 hari berlalu....
"Nona Clarissa sangat cantik!" Sera berteriak dengan nada melengking membuat beberapa perias menatapnya sebal, Tetapi wanita itu tak ambil pusing.
Clarissa kini sudah rapih dengan dress berwarna biru malamnya, Rambutnya ter-sanggul anggun dengan beberapa aksesoris di kepalanya yang menambah kesan ke-anggunan seorang gadis keluarga terpandang. Tak lupa ia juga menggunakan high heels yang membuatnya semakin terlihat sempurna.
"Nona, Jika saya seorang pria. Saya akan menikah dengan nona!" Teriak nandita, Pelayan juga.
"Hey! enak saja, Tidak boleh" Kesal Sera, Nandita pun cemberut.
"Sudah-sudah, Nyonya dan tuan sudah menunggu nona Clarissa di bawah, Jangan membuat mereka menunggu." Ucap leya, Pelayan senior 1.
"Baiklah, Ayo saya antar ke bawah nona." Sera dan nandita membawa Clarissa ke bawah, Clarissa tersenyum menatap kedua orang tuanya yang sudah rapih dengan pakaiannya.
"Kau sudah siap? Mommy dan Daddy sangat takjub melihat penampilanmu, Kau sangat cantik." Ucap amrita memuji Clarissa.
"Iyaa, Apa ganti baju saja. Daddy takut kamu mengambil perhatian semua orang hari ini." Ucap Louis tersenyum.
"Enak aja, Jangan dong. Memang itu tujuanku,Memamerkan putri cantik kita. Aku tak sabar melihatnya."Ucap amrita menatap tajam suaminya, Louis hanya bisa menghela nafas sambil terkekeh.
"Mom, Dad...sudahlah." Clarissa tertawa kecil menatap pertengkaran itu.
...--------------------------------...
Axion menatap sebuah gelang giok berwarna putih, Gelang peninggalan abad ke-20 yang sangat di cari-cari oleh kalangan atas. Gelang itu di percaya peninggalan seorang bangsawan, Siapapun yang memilikinya akan sangat beruntung. Ia membelinya dari luar negeri secara khusus dan tentu dengan harga yang fantastis.
"Hanya ini hadiah yang sepadan dengan kalung yang akan hilang itu, Aku sudah bersusah payah mendapatkan ini, Jika rencana Nadia dan Robert berhasil, Clarissa tidak akan merasa malu." Ucap Axion menatap gelang itu dengan teliti.
"Axion! Kevian datang!" Teriak dayanti di balik pintu, Axion pun segera memasukan gelang itu ke dalam kotaknya dan menaruhnya di dalam lemari.
"Axion, Kau sedang apa?" Tanya Kevian bingung, Seperti biasa ia akan langsung masuk tanpa mengetuk, Wajahnya seolah meneliti, Mencari kebohongan seorang Axion.
"Bersiap, Apalagi?" Jawab Axion datar, Kevian pun mengangguk. Kedua matanya berkeliling mencari sesuatu.
"Nadia tak bersamamu?" Tanya Kevian bingung, Semenjak sadar dari sakit demamnya, Axion terlihat menjaga jarak dari Nadia?
"Untuk apa dia bersama-ku?" Tanya Axion dengan tatapan tajamnya. Kevian menggeleng.
"Kau sudah tidak menyukainya?" Tanya Kevian, Axion hanya diam tak menjawab apapun.
"Baguslah, Lagipula aku juga lelah melihat sifatnya yang terus mengikuti mu, Seperti peliharaan." Ucap Kevian merebahkan tubuhnya yang sudah rapih dengan jas itu di kasur empuk milik Axion.
"Dia lebih buruk dari peliharaan." Ucap Axion, Kevian langsung bangkit dengan kaget.
"Kau seperti seseorang yang baru saja lepas dari sebuah sihir, Benar-benar berbeda 180 derajat." Ucap Kevian menatap Axion tak percaya.
"Cih...anggap saja dulu aku memang terkena sihir."Ucap Axion berjalan menuju meja rias untuk memakai jam tangan mahal miliknya.
"Oh ya, kau bilang. mommy-mu menjodohkan mu? Dengan nona keluarga mana?" Tanya Kevian penasaran, Axion diam tak menjawab.
"Pasti nona keluarga Roxsiana, atau nona keluarga kenny." Ucap Kevian menebak, Karna hanya itu keluarga yang setara dengan keluarga William, Selain keluarga bellen.
"Tunanganku Clarissa." Ucap Axion, Lagi-lagi Kevian melebarkan mulutnya. Nona Clarissa yang terkenal sombong dan sulit di dekati itu. Dan yang lebih penting adalah rumor tentang calon tunangannya di sekolah yang jelas adalah Robert.
"Apa! Jadi rumor di sekolah itu tidak benar. Nona Clarissa sebenarnya adalah tunangan-mu bukan Robert!"Ucap Kevian hampir tak percaya.
"Itu juga tidak salah, Jika aku tidak datang ke rumah clarissa. Mungkin dia yang akan menjadi tunangan Clarissa." Ucap Axion, Karna ketidak hadiran-nya lah yang membuat Clarissa jatuh ke dalam perangkap Robert. Pria itu licik, Ia pasti memanfaatkan Clarissa yang polos dan baik.
"Lalu bagaimana dengan-mu, Bukannya kau bilang tidak suka dengan yang namanya perjodohan, Dan kamu sudah memilih Nadia untuk menjadi calon istri-mu?" Tanya Kevian bingung.
"Aku tidak menyukainya, Lagipula keluarga kita berbeda. Kita tidak mungkin bersatu." Ucap Axion dingin, Kevian pun mengangguk. Itu benar, sampai kapanpun menikahi Nadia adalah mustahil, ibarat langit menyatu dengan tanah.
"Tapi apa kau menyukai nona Clarissa, Ku dengar dia terkenal pendiam, Sombong dan angkuh?" Ucap Kevian.
Axion mulai membayangkan wajah clarissa, Tatapan polosnya, Senyuman hangatnya dan wangi parfumnya.
"Dia berbeda, Dia sangat cantik dan manis." Ucap Axion, Kevian seketika menatapnya takut, Axion tidak pernah mengeluarkan kata-kata seperti itu, Bahkan untuk Nadia sekali pun.
"Ku rasa kau benar-benar terkena sihir gila, Setiap hari kepribadianmu berubah-ubah." Ucap Kevian bergidik ngeri.
"Jika aku terkena sihir, mulutmu akan ku jahit." Ucap Axion menatap tajam Kevian.
"Mommy, Aku takut!" Teriak Kevian, Lalu setelahnya ia tertawa terbahak-bahak.
"Orang gila." Cibir Axion.
...--------------------------------...
Dayanti bersama dengan suaminya, Delano rowlan William. Menyambut para tamu yang memenuhi sebuah gedung bintang 5 yang ia booking khusus merayakan ulang tahunnya yang ke 35 tahun. Para tamu yang ia undang bukan hanya rekan bisnisnya saja, Tetapi beberapa teman sekelas anaknya juga.
"Selamat yaa nyonya dayantu,Nambah umur nih." Seorang wanita dengan tubuh berisi dan penampilan glamor itu memeluk tipis dayanti, Dayanti membalasnya dengan ramah, Ia memberikan sebuah hadiah berupa sebuah cincin dengan berlian besar.
"Terima kasih hadiahnya nyonya Serena Kenny, Oh yaa di mana suami dan putra, putri anda?" Tanya dayanti, Tak lama munculah kedua kakak beradik itu, Luzkay dan Mia.
"Mommy, Kakak tidak mau mengambil kue sendiri, Dia mengambil milik-ku!" Kesal Mia mengadu pada Serena.
"Aku hanya mencicipi saja, Lagipula itu tinggal sedikit." Ucap Luzkay dengan mulut penuhnya.
"Haduh kalian ini ribut terus, Engga di rumah...di pesta pun ribut, Mommy cape deh." Kesal Serena menatap tajam kedua anaknya, Dayanti hanya terkekeh melihatnya.
"Yasudah, Nyonya dayanti saya izin membawa kedua anak saya, Maaf suami saya tak bisa hadir karna sibuknya pekerjaan."Ucap Serena dengan wajah tak enak.
"Tidak apa nyonya, Saya memahaminya. Silahkan menikmati hidangannya." Ucap dayanti tersenyum. Serena membawa Luzkay dan Mia dengan wajah kesal.
Dayanti kembali menyapa tamu yang hadir, Semua nampak ramai, Hanya saja seseorang yang masih ia tunggu belum juga menampakkan wajahnya.
"Sayang, Tuan bellen bener datangkan?" Tanya Delano melihat jam, Sudah pukul 19.05.
"Tentu saja, Mereka kan calon besan kita." Jawab dayanti tersenyum. Ia yakin amrita tidak akan mengecewakannya.
"Selamat malam nyonya dayanti, Aku rosely Samuel, Dan ini temanku riana Antonio dan Nasya sabit. Kedua orang tua kami tak bisa datang, Jadi kami mewakilkan." Ucap rosely sambil memberikan dayanti sebuah Tas rajut yang sangat rapih dan cantik.
"Wah apa kau yang membuatnya sendiri?" Tanya dayanti, Ini terlihat sangat sederhana tetapi bermakna.
"Iya, Aku membuatnya sendiri, Tadinya aku bingung ingin memberikan nyonya hadiah apa, Karna saya yakin anda punya semuanya, tetapi seseorang mengajarkan saya. Hadiah tidak harus mahal, Tetapi harus terlihat ketulusannya." Ucap rosely tersenyum.
"Rosely benar, Nona Clarissa memang mengagumkan." Ucap Riana tersenyum bersama Nasya. Ia juga membawa sebuah sapu tangan rajutan, Dan Nasya membawa sebuah Sepatu hasil desainnya sendiri.
"Apa hubungannya dengan Clarissa?" Tanya dayanti penasaran.
"3 hari yang lalu, Nona Clarissa datang ke acara ulang tahunku, Dia memberikanku sebuah lukisan bunga yang ia buat sendiri. Padahal dia tidak perlu melakukan hal merepotkan seperti itu, Aku sangat tersanjung dengannya." Ucap rosely tersenyum bangga, Ia bangga karna tak salah mengagumi seseorang.
Dayanti menatap suaminya, Ia tersenyum lebar, Ia tahu bahwa Clarissa adalah gadis yang baik, Walaupun citranya di ibu kota terkenal buruk. Ia tak percaya sebelum memastikan langsung.
"Ku rasa kau tak salah memilih calon menantu." Bisik devano pada istrinya, Dayanti pun tersenyum.
"Perempuan memang tak pernah salah suamiku." Bisiknya tertawa bersama.
"Nyonya, Kami pamit menikmati pesta ya." Ucap rosely mewakili temannya, Dayanti pun mengangguk sambil tersenyum.
TBC
Like dan komen.