NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Romantis
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Rangga melamarnya setelah suaminya meninggal. Mirisnya, Suaminya meninggal karena Rangga. Apakah Arumi dapat bertahan dalam takdir yang seakan sedang berkelakar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegalauan Rangga.

Rangga menarik nafas panjang.

Dalam dirinya ada suatu getaran aneh yang seakan sedang mendobrak keluar. Jantungnya berdebar lebih kencang. Ia bersemangat namun juga merasa takut. Takut Arumi akan menghindarinya lagi.

Bukannya ia bermaksud merendahkan Arumi. Ia berharap perempuan itu bisa hidup tanpa bergantung pada orang lain. Tapi ia merasa bertanggung jawab atas diri Arumi.

Baiklah, tadinya ia memang merasa tertekan, main janji saja karena keadaan terdesak.

Namun hatinya langsung tergerak saat melihat Arumi menangisi Almarhum Ary.

Keadaan itu... mungkin tidak pernah ada di dalam keluarganya selama ini. Secara kekayaan, Rangga jauh lebih sejahtera, lebih elit, lebih berkecukupan.

Tapi secara kasih sayang... Ia bahkan tak ingat kapan terakhir ada yang menyayanginya. Apakah dirinya selama ini dilimpahi kasih sayang yang cukup? Apakah pernah wanita-wanita di keluarganya menangisi kepergian seseorang dengan begitu tulus? Apakah pernah anak-anak di keluarga besarnya marah karena kehilangan seseorang?

Saat ia melihat Arumi, Rian dan Aryo dihujam kesedihan mendalam karena kepergian Ary, Rangga langsung tahu air mata yang jatuh itu bukan karena mereka sudah kehilangan satu-satunya sumber penghasilan.

Tapi mereka menangis karena saking sayangnya.

Dan Rangga berharap suatu saat ia akan mendapatkan perlakuan yang sama dari orang yang dia sayangi.

Akan ada seseorang yang membutuhkan dirinya karena dia apa adanya, bukan karena dia ada apanya.

Dan...

Baru kali ini dia melihat perempuan secantik Arumi.

Cantik sekali menurutnya. Bagaikan boneka yang keluar dari layar komputer.

Walau pun Rangga melihatnya saat Arumi dalam keadaan kacau, namun kentara sekali kalau Kecantikan Arumi bisa membuat banyak orang terpikat.

“Apa ini... aku berdosa sekali.” Rangga menggelengkan kepalanya. Ia menepuk-nepuk dadanya berusaha menyingkirkan pikiran vulgarnya.

Tapi ia pun menatap ke foto di ponselnya. Foto pernikahan saat Ary dan Arumi menikah. Di rumah mereka.

Rangga membelai layar itu, di wajah Ary.

Pria itu tampan, matanya yang sendu menatap lembut ke arah Arumi.

Rangga menatapnya dengan hati teriris. “Hidupmu hanya sebentar di dunia. Kamu pasti orang baik ya Mas?”

Dalam bayangan Ary, seakan mata Ary yang tadinya menatap Arumi, kini berpaling padanya. Menatap mata Rangga yang mengernyit karena menahan air mata.

“Sesuai permohonanku di awal, Jaga Arumi. Kini dia adalah tugasmu.”

Seakan Ary bilang padanya begitu.

Katakanlah Rangga sedang berhalusinasi. Tapi genggaman tangan Ary di bawah truk itu nyata adanya. Tangan dingin gemetaran itu solid menyentuh kulitnya. Dan suara itu... jaga Arumi... itu juga nyata adanya.

“Aku minta izin ya mas... karena aku akan mengambil langkah ekstrim. Kurasa, aku tidak tega istrimu diambil laki-laki lain yang aku tak tahu latar belakangnya. Amanahmu padaku adalah warisanmu untukku. Kuharap jalan yang kutempuh bisa selalu melindungi Arumi seperti keinginanmu.” Kata Rangga ke arah foto di ponselnya.

Rangga pun menelepon Tony.

“Gimana Pak?” tanya Tony dari seberang telepon.

“Kamu booking tempat di Restoran Bunga. Ruang Privat aja. Nggak usah pesan makanan banyak-banyak.” Sahut Rangga.

Tony di seberang sana mengernyit.

Tidak usah pesan makanan banyak-banyak, itu kata Bossnya. Menurutnya adalah suatu hal yang aneh. Apakah karena pembicaraan kali ini akan menguras banyak emosi sehingga untuk makan pun tidak akan memiliki selera?

**

Arumi datang dengan kemeja putih polos dan celana kain hitam, pakaian "perang" terbaik yang ia miliki. Wajahnya dipoles riasan tipis untuk menutupi matanya yang lelah.

Saat pintu ruang privat dibuka, Rangga sudah duduk di sana. Ia nampak lebih rapi dari sebulan lalu, namun tatapan matanya tetap sama, sarat akan rasa bersalah. Di sampingnya, Tony dan Denny sang pengacara duduk dengan dokumen yang sudah siap.

"Mbak Arumi," Rangga berdiri, memberikan penghormatan kecil yang segera dibalas Arumi dengan anggukan kaku.

"Langsung saja," Arumi duduk tanpa menunggu dipersilakan. Ia meletakkan brosur kampus Rian dengan angka 70 juta yang dilingkari spidol merah di atas meja. "Saya tidak butuh simpati. Saya butuh solusi untuk masa depan anak-anak Mas Ary."

Denny berdehem, hendak membuka map hukumnya, namun Rangga mengangkat tangan, menghentikan pengacaranya. Rangga menatap brosur itu, lalu menatap Arumi.

"Saya dengar Mbak sedang mencari pekerjaan," suara Rangga rendah. "Dan saya tahu Mbak adalah lulusan Ekonomi. Tony bilang Mbak sudah melamar ke belasan perusahaan tapi terbentur aturan usia."

Arumi mendengus. "Dunia ini memang kejam pada janda usia 30an tahun. Jadi, apakah kamu akan memberikan saya posisi di kantor kamu?"

Rangga terdiam sejenak. Ia melirik Denny, seolah meminta konfirmasi atas ide gila yang kemarin baru saja muncul di kepalanya. Dan sesuai dengan perkiraannya, mengingat sifat Arumi yang seorang pekerja keras, ia tidak mau dikasihani. Rangga sudah bersiap dengan jawaban saat Arumi akan memintanya untuk mempekerjakannya di kantornya.

"Tekanan kerja di Red-Desmont terlalu tinggi, Mbak. Jika saya menempatkan Mbak di sana, orang-orang akan tahu siapa Mbak, dan mereka akan terus mengaitkan Mbak dengan insiden itu. Saya tidak ingin Mbak atau anak-anak terus-terusan jadi bahan gosip di kantor."

"Kamu sudah berjanji akan menjaga saya dan anak-anak.” Geram Arumi.

“Ya, tapi saya tidak akan mengizinkan Mbak Arumi bekerja di kantor saya. Itu namanya bukan menjaga Mbak Arumi tapi malah saya akan menyusahkan kamu. Apalagi nanti saya akan jadi Boss kamu, ya kalau kita cocok tak masalah. Tapi Mbak Arumi bukan Tony yang patuh atau Denny yang sistematis. Sudah pasti saya tidak akan berani menyuruh-nyuruh Mbak Arumi.”

“Saya tidak mau dibiayai tanpa saya berusaha sendiri. Kamu bukakan saja jalannya, tidak usah kasihani saya. Nyawa Mas Ary bukan untuk dijual. Saya tidak ingin balas budi ke kamu.”

"Saya ingin Mbak menikah dengan saya," ujar Rangga lugas.

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aku jadi Arumi mending cuma tau duit nya ajalah🤣🤣🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kok bisa ya bintang kayak gitu, trauma apa yg membentuk dia seperti itu
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bintang gak selamanya jadi bintang kan..
Lempongsari Samsung
makasih upnya maddam❤❤❤❤❤❤
HilVi Tanurahardja💋
tonyyyy, no no no no ya☝🏻
HilVi Tanurahardja💋
😆😆😆😆
HilVi Tanurahardja💋
betul, guru jg begitu
HilVi Tanurahardja💋
semoga GK ketemu 2 lagi ya rum, ngeri banget ih
mamaqe
mamaq mumet tau duit ajalah😅🤣🤣
Atala Putri
hadir madam💪 tak tunggu up mu
Naftali Hanania
26thn dah melesat kayak komet 😍👍
Hai Madam....Alhamdulillah nongol lg....hbs liburan ya Madam 💖
Miss F
Rangga pelukable loh rum,,MW rasain g??🤣🤣
Leni Pur indah sari
sudah tergoda belum mba arumi??🤭🤭
𝕭𝖚𝖊 𝕭𝖎𝖒𝖆 💱
weew ... selalu emejing tulisan madam 🤩🤩🤩🤩
Reni
Gimana Rum, Rangga emang se mempesona itu, gk heran banyak demit ganjen berkeliaran di kantor kan? tuh, biang demitnya si Bintang baru aja di amankan🤭
Siti Rohmah
mantap
Eni Istiarsi
kalo mau cari bacaan yang all in ya disini. ini udah kayak ruang publik yang one stop service.dapet hiburan, dapet ilmu, dapet realita hidup
Eni Istiarsi
mulai bergeser penilaian Arumi ke Rangga🤭
Dede Maesaroh
lanjut madam😍
virdarizki / ig vindy yuliana1
recomend banget semua novel kamu ka beda dari yg lain, ga bosen² baca nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!