NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telat

“Selamat datang di tempat tinggal kalian semua. Saya ucapkan selamat menjalankan tugas,” ucap Mayor Yandi Baratayuda, Wakil Komandan Batalyon, sembari mempersilakan para Kowad masuk ke dalam mess.

Sebelumnya, Mayor Yandi tidak ikut menjemput rombongan di bandara karena masih memiliki tugas lain di markas.

“Siap laksanakan, Komandan!” sahut mereka kompak.

“Di tempat ini tersedia tujuh kamar. Satu kamar utama berukuran lebih luas dan dapat ditempati tiga orang, sedangkan enam kamar lainnya berukuran sedang dan hanya cukup untuk dua orang. Jadi silakan atur sendiri kalian ingin satu kamar dengan siapa,” jelas Mayor Yandi.

Para Kowad mengangguk dan mulai memasuki bangunan itu sambil membawa barang bawaan masing-masing.

“Saya harap meskipun kalian tidak berasal dari daerah yang sama, kalian tetap bisa bekerja sama dengan baik,” ujar Mayor Yandi.

“Siap, Komandan!” sahut mereka lagi.

“Baik, silakan beristirahat terlebih dahulu. Setelah itu kalian bisa bergantian mengisi absensi di kantor,” lanjut Mayor Yandi.

Mayor Yandi kemudian undur diri bersama Kalvin, sementara Nakara dan Frans masih tetap berada di sana untuk membantu para Kowad jika ada yang membutuhkan bantuan.

Sepeninggal Mayor Yandi, mereka mulai memilih kamar masing-masing. Kaluna dan Safira sengaja memilih kamar berukuran sedang yang terletak di bagian paling ujung.

“Lumayan ya, Lun. Sekarang kamar ini yang akan menjadi tempat istirahat kita selama enam bulan ke depan,” ucap Safira seraya menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Meski tidak senyaman tempat tidur di rumah, Safira dan Kaluna tetap merasa senang.

Jauh sebelum mengajukan diri mengikuti penugasan ini, mereka sudah membayangkan seperti apa kondisi tempat yang akan dituju.

Karena itu, Kaluna dan Safira tidak terlalu terkejut. Mereka sadar tidak boleh mengeluh dan harus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Ini sudah lebih dari cukup, Fir. Kamu tahu, kan? Almarhumah Mamaku dulu waktu Satgas di perbatasan Timor Leste tidurnya cuma pakai karpet, dan itu dijalani selama satu tahun,” sahut Kaluna.

Obrolan keduanya terhenti saat terdengar suara ketukan pintu dibarengi suara serak seorang laki-laki yang mereka tahu bernama Nakara.

Tok! Tok! Tok!

“Maaf mengganggu, boleh buka pintu sebentar?”

“Di sini ada satu dapur bersih untuk para Kowad memasak dan dua kamar mandi. Kalian bisa mengatur jadwal untuk membersihkan area lingkungan ini secara bergilir,” perintahnya kemudian.

“Siap laksanakan, Lettu Nakara!” sahut Safira semangat.

Sudut bibir Nakara terangkat. “Baik, kalau begitu saya undur diri. Setelah rasa lelahnya hilang, kalian boleh mengisi absensi dan melapor ke kantor batalyon. Letaknya tidak jauh dari mess ini, ada di bagian depan kompleks markas,” jelas Nakara seraya menunjukkan arah yang harus ditempuh.

Kedua wanita itu mengangguk, lalu memandangi Nakara dan Frans yang berjalan menjauhi bangunan tersebut.

Tampak para Kowad mulai mengantre untuk membersihkan diri, sedangkan Kaluna dan Safira memilih beristirahat lebih dulu sembari menghubungi keluarga mereka.

Tak lama kemudian keduanya memejamkan mata, mengurangi rasa lelah dan kantuk yang semakin terasa.

Tepat saat azan magrib berkumandang, kedua wanita cantik itu baru membuka mata. Mereka terduduk dengan raut kaget, memandangi sekeliling yang begitu gelap karena lampu kamar belum dinyalakan.

“Ya ampun, Fir, kita tidur kelamaan,” ucap Kaluna panik.

Wanita itu buru-buru membuka pintu. Terlihat para Kowad lain sudah mengenakan mukena dan bersiap menuju mushola yang ada di area markas. Sedangkan mereka berdua belum melakukan apa pun.

“Ya ampun, Lun. Nggak enak banget. Ya udah, langsung ikut ke mushola aja yuk!” ajak Safira yang masih dalam mode mengantuk.

“Letda Kaluna, Letda Safira, saya pikir kalian tidak ada di dalam,” ucap Peltu (Pembantu Letnan Satu) Tina yang kebetulan melintas di depan kamar mereka.

“Ah, iya... kami baru saja kembali dari berkeliling area markas, Peltu Tina,” bohong Safira. Efek panik membuatnya sampai berbohong, padahal jika jujur pun tidak akan ada yang mempermasalahkannya.

“Oh begitu. Kalau begitu saya ke mushola duluan ya, Letda,” pamit Tina ramah.

Keduanya hanya mengangguk, kembali masuk ke dalam kamar, mengeluarkan alat mandi serta pakaian ganti yang akan dikenakan.

“Udah mending kita mandi aja dulu, Fir. Nanti kita nyusul sekalian ngisi absen. Aku yakin kalau yang lain udah pada absen,” ucap Kaluna menginterupsi.

Kaluna dan Safira merampungkan mandinya dengan singkat, lantas berjalan tergesa menuju musala.

Ini hari pertama mereka ada di sana, tentu keduanya tak ingin para anggota lain menilai Kaluna dan Safira tidak disiplin. Beruntung karena saat tiba di sana para anggota militer masih melangsungkan sholat.

Sontak keduanya bergegas ikut menyusul.

“Peltu Tina, kalian sudah absen ya?” tanya Kaluna.

Tina yang tengah melipat mukena menoleh. “Iya, Letda Kaluna. Tadi setelah mandi kami langsung mengisi absen,” jawabnya.

Safira dan Kaluna hanya bisa menghela napas dalam, lantas terdiam menunggu giliran untuk keluar dari mushola.

“Sumpah aku baru sekarang kayak gini, Fir,” ucap Kaluna lesu.

“Kamu pikir aku pernah? Tapi aku yakin Mayor Yandi maklum, Lun. Lagian kita juga nggak sengaja telat, kan. Lettu Nakara juga nggak bilang harus jam berapa. Kayaknya yang penting kita absen deh,” sahut Safira.

Keduanya berjalan beriringan menuju kantor batalyon yang terletak sedikit jauh dari lokasi mereka tinggal.

Beruntung bukan hanya mereka yang akan ke sana, nampak para anggota militer lain pun berjalan menuju kantor tersebut.

“Letda Kaluna, Letda Safira, mau absen ya?” tanya Frans, membuat Anton dan Nakara menoleh mengikuti asal suara.

“Iya, Serda. Maaf terlambat,” ucap Kaluna tak enak.

“Tidak masalah, mari saya antar ke dalam. Dengan Letda Kaluna dan Letda Safira, kan?” ucap Anton dengan percaya dirinya. Pria itu terlihat sudah berdiri di samping Frans.

Sementara Nakara dan para anggota militer lain yang paham akan sifat Anton hanya bisa menggelengkan kepala.

“Selamat malam, Komandan. Saya ma—”

Anton menggantungkan ucapannya manakala pandangannya menangkap keberadaan Kalvin yang terlihat tengah duduk santai bersama Mayor Yandi.

“Ada apa, Sertu Anton?” tanya Mayor Yandi.

“Ini ada Letda Kaluna dan Letda Safira yang mau mengisi absensi, Komandan,” sahut Anton dengan tatapan yang tak pernah lepas dari Kalvin.

Entah mengapa Anton sangat sebal jika melihat Kalvin, pria yang selalu mencuri perhatian para wanita yang tengah ia dekati.

Mayor Yandi mengangguk. “Letda Kaluna dan Letda Safira, silakan duduk!” ucapnya menginterupsi.

Sementara Kalvin tetap santai. Bahkan pria itu tak sekalipun mengangkat pandangannya untuk melihat siapa yang ada di sana.

Karena sudah tentu Kalvin hanya akan mendapati tatapan mengesalkan dari Anton, itu sebabnya ia tak ingin meladeni pria itu.

“Ton, tolong buatkan saya kopi!” pinta Mayor Yandi.

Anton yang baru saja ingin ikut duduk terpaksa mengurungkan niatnya demi menuruti perintah atasannya.

“Kalian isi daftar hadir dengan Kapten Kalvin ya! Saya terima telepon sebentar,” pamit Mayor Yandi saat terdengar dering ponselnya mengudara.

Mau tidak mau pada akhirnya Kalvin menatap dua wanita cantik di hadapannya. Raut wajah Kalvin tetap sama, dingin dan kaku, membuat Kaluna mencebik kesal.

“Belum apa-apa sudah tidak tepat waktu,” ucap Kalvin lirih, namun masih terdengar jelas oleh Kaluna dan Safira.

1
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!