NovelToon NovelToon
BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):

Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.

Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.

Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.

Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 : HANYA SEPUPU

Sesi rapat tertutup telah selesai dan tanggal pernikahan pun sudah ditentukan. Kini, acara berlanjut ke sesi makan malam yang disajikan dengan begitu mewah.

Beberapa orang tampak berbincang dan berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil. Begitu pula Bella dan Noah yang asyik berbicara dengan pasangan Oliver dan Emma.

Namun, Talia dan Ethan tidak beranjak dari kursi mereka.

“Apa kamu yang kutemui kemarin?” bisik Ethan pelan, sambil mengikis jarak di antara mereka.

“Apa yang kamu maksud?” tanya Talia datar.

“Pakaianmu tampak… yah…sangat berbeda.”

“Tentu saja berbeda, bagaimana mungkin aku memakai pakaian seperti ini untuk datang ke taman saat itu?” Talia menatapnya tajam. “Pertanyaanmu sangat konyol, Ethan.”

Ethan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menyadari bahwa perkataan Talia memang masuk akal.

“Apa kau tidak makan udang?” tanya Ethan, memperhatikan hidangan di depan Talia yang sama sekali tak tersentuh.

“Ya, aku alergi terhadap udang.”

“Wah, bagaimana ini? Udang adalah makanan favoritku, tapi kau justru alergi.”

“Itu urusanmu yang suka udang, tidak ada hubungannya denganku.”

“Bukankah setelah menikah nanti kau akan menyiapkan makanan untukku?”

“Aku hanya alergi jika dimakan. Kalau sekadar memegang, aku tidak apa-apa.” Talia menatapnya tajam. “Jangan jadikan alergiku sebagai kelemahan yang bisa kau permasalahkan. Dan… menjauhlah sedikit. Dudukmu terlalu dekat.”

“Kenapa? Bukankah kita akan menikah?” suara Ethan merendah, nyaris berbahaya. “Bahkan jika aku menciummu sekarang, mereka semua akan pura-pura tidak melihat apa pun.”

Tatapan Talia langsung menajam.

“Ternyata hobimu memang mencium gadis-gadis sembarangan, ya.”

Ethan mengernyit. “Apa maksudmu? Aku? Mencium gadis sembarangan? Atas dasar apa kau menuduhku seperti itu?”

“Bukankah sebelum ke sini kau mencium seorang gadis?” Talia melirik sekilas ke arah Sophia yang sejak tadi tak lepas memandang mereka. “Terlihat dari pakaian yang kau pakai. Sama seperti di video yang baru saja kuterima.”

Tangannya terangkat, mencengkeram kerah kemeja Ethan.

Ethan menyipitkan mata, mencerna ucapan itu. Tatapannya kemudian beralih tajam ke arah Sophia yang memegang ponselnya. Aura dingin itu membuat Sophia segera memutus kontak mata.

Ethan kembali menatap Talia.

“Kau salah.” ujar Ethan sambil tersenyum licik.

Talia menatapnya tanpa berkedip.

“Kau jangan—”

Belum sempat ia melanjutkan, Ethan tiba-tiba mendekat. Bibirnya hampir menyentuh telinga Talia saat ia berbisik lirih—

“Dia yang menciumku, bukan aku yang menciumnya.”

Napasnya menyapu kulit Talia, diikuti gigitan ringan di daun telinganya.

Refleks, Talia menjauh dengan kaget. Tangannya langsung menyentuh telinganya.

“Kau seperti anjing yang suka menggigit,” ujarnya kesal.

Ethan justru tersenyum tipis. “Lalu bagaimana denganmu yang menggigit bibirku kemarin?”

Ia menunjuk bekas gigitan di bibirnya.

“Karena ini, aku sangat tidak nyaman saat makan. Bukankah kau harus bertanggung jawab?”

“Kau— kau yang mulai! Kau yang men—” Talia terhenti, tak melanjutkan.

“Men— apa?” Ethan menatapnya dalam. “Talia, kau…”

“Tata…”

Suara itu memotong percakapan mereka.

Alex datang mendekat. Jujur saja, ia tidak nyaman melihat interaksi Ethan dan Talia yang terlalu dekat—terlalu… intim. Ia bahkan sempat melihat bagaimana Ethan menggigit telinga Talia.

“Tata?” ulang Ethan, matanya memindai antara Talia dan Alex.

“Ah, itu panggilan kecil untuk Talia,” jelas Alex, dengan nada seolah ingin menegaskan sesuatu.

“Oh begitu.” Ethan tersenyum tipis. “Namun sayangnya, panggilan itu sebentar lagi tidak bisa digunakan.”

“Apa maksudmu?” tanya Alex tajam.

“Karena sebentar lagi ‘Tata’-mu ini akan menjadi Nyonya Ethan Taylor. Jadi panggilan seperti itu… sebaiknya dihentikan.”

Nada suaranya terdengar ringan, tapi penuh kepemilikan.

Talia menggeleng pelan.

“Kalian ini kenapa, sih?” keluhnya. “Ethan, kenalin ini Alex. Sepupuku.”

“Oh… sepupu.” Nada Ethan penuh penekanan, namun sorot matanya tetap tajam.

“Iya, sepupuku. Sama seperti kau dan Sophia,” sindir Talia.

Tatapan Ethan langsung mengeras.

“Kenapa kau bawa-bawa dia?”

“Kau pikirkan saja sendiri,” jawab Talia singkat.

Ia kemudian berdiri.

“Aku permisi dulu. Aku ingin berbincang dengan Alex.”

“Talia—”

Panggilan Ethan terabaikan.

Talia sudah melangkah menjauh darinya.

Sophia melihat itu dan mulai mendekat ke arah Ethan, tanpa ia sadari bahwa pria itu sedang berada dalam suasana hati yang sangat buruk—seolah siap menerkam siapa saja. Terlebih lagi, ia tahu bahwa Talia sudah mengetahui kejadian di apartemennya.

“Ethan…” sapa Sophia pelan.

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
seruuu, recommended kalau yang suka cerita pasangan powerful
Amila FM,IG:amilaeditslife
tolong itu si Ethan jgn plin plan, nggak usah kebanyakan ngeles dan sandiwara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!