NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Pulang kerja Arumi menemani sahabatnya pergi ke kebun semangka milik pak Karso. Semangka milik pak Karso memang terkenal manis, dan bijinya juga sedikit.

" Assalamualaikum Pak "

" Wa'alaikumsalam, eh ada nak Rumi sama nak Rani. Ada apa Nak?"

" Ini Pak, Rani mau beli semangka. Masih ada nggak Pak semangkanya"

" Masih banyak Nak, kebetulan belum dibawa ke kota. Silakan duduk"

Arumi dan Rani duduk di pondok yang ada di sana.

" Silakan Nak " ucap pak Karso sambil menyodorkan semangka yang sudah di potong-potong istrinya.

" Untuk kita nih Pak " kata Rani.

" Iya Nak "

" Makasih Pak "

Arumi dan Rani pun memakan semangka yang ada di hadapan mereka.

" Mau beli berapa kilo Nak Rani"

" Lima kilo aja Pak"

" Kuat nggak bawanya"

" Kuat Pak "

" Sebentar, bapak ambilkan dulu"

Arumi dan Rani mengobrol dengan istrinya pak Karso. Istri pak Karso sangat ramah sekali. Bahkan dia juga bisa di ajak bercanda.

" Kalian berdua setiap hari kerjanya"

" Iya Buk "

" Ibuk salut sama kalian berdua masih muda tapi sudah mau bekerja "

" Kalau nggak kerja, nggak makan Buk"

Tetangga Arumi sudah tau bagaimana sifat ibu Arumi. Jadi buk Karso sedikit mendapatkan cerita dari tetangga Arumi.

" Sehat terus ya Nak Rumi "

" Aamiin, terimakasih doanya Buk "

Pak Karso kembali dengan putranya, dan membawa tiga buah semangka.

" Tolong bawakan semangka ini ke rumah nak Rani"

" Eh, nggak usah Pak. Rani bisa membawanya "

" Nggak apa-apa nak Rani. Biar Putra saja yang bawa, semangkanya berat " kata Buk Karso.

" Apa nggak merepotkan Buk"

" Ya nggak, lagipula Putra tidak ada kerjaan"

Pak Karso memasukan dua semangka ke dalam kantong plastik yang besar. Dan satunya lagi di masukan ke kantung plastik yang agak kecil.

" Ini untuk nak Rumi "

" Rumi nggak beli semangka Pak"

" Ini bapak yang kasih. Rani juga bapak kasih bonus satu semangka"

" Apa nggak rugi bapak nanti, kita udah makan semangka juga. Terus dikasih bonus lagi"

" Ngasih satu dua buah semangka nggak akan membuat bapak rugi"

" Makasih Pak "

" Sama-sama Nak"

Rani membayar semangka yang lima kilo tadi. Setelah itu mereka pun pamit undur diri.

" Maaf ya mas kalau merepotkan "

" Nggak apa-apa kok Ran, mas nggak merasa direpotkan. Kalian berdua rajin ya kerjanya"

" Ya mau gimana lagi mas, kalau nggak kerja nggak makan"

" Iya juga sih, tapi kan orang tua kalian juga bekerja"

" Kalau orang tua aku masih mas, tapi kalau Rumi nggak. Dia tulang punggung keluarganya"

" Bukannya mbaknya Rumi sudah lulus kuliah"

" Udah mas, tapi ya gitu deh"

" Belum dapat kerja kah?"

" Belum mas"

" Kemarin mas lihat di kantor desa ada lowongan untuk posisi sekretaris "

" Yang bener mas"

" Bener Rum, tapi nggak tau masih ada atau nggak. Coba kamu tanya langsung ke pak kades "

" Nanti Rumi coba tanya deh mas. Makasih ya mas informasinya "

" Sama-sama Rum"

Arumi berdoa semoga lowongannya masih ada, jadi mbak nya bisa bekerja. Jadi nanti bisa mengurangi sedikit beban yang ada di pundaknya.

" Ran, mas duluan ya" pamit Rumi ketika sudah sampai di depan rumahnya.

" Iya Rum "

Setelah berpamitan dengan sahabatnya Arumi segera masuk ke dalam rumahnya.

" Pulang sama siapa kamu"

" Sama Rani mbak "

" Kalau itu mbak juga tau, maksud mbak laki-laki itu siapa "

" Mas putra "

" Putra?, anaknya pak Karso "

" Iya mbak"

" Kenapa kamu bisa pulang sama dia?. Kamu pacaran sama si putra "

" Astaghfirullah, nggak mbak. Tadi aku nemenin Rani beli semangka ke tempat pak Karso. Terus pak Karso suruh mas putra untuk mengantarkan semangka itu ke rumah Rani"

" Awas aja kamu pacaran sama si putra. Dia itu nggak punya apa-apa, alias miskin. Nggak kaya mas Ardi"

" Kenapa sih mbak mulutnya jahat banget. Lagipula aku sama mas putra nggak pacaran kok"

" Kamu itu dikasih tau malah ngelawan"

" Udahlah mbak, aku malas berdebat. Lagipula aku capek "

Arumi segera berlalu meninggalkan mbaknya. Padahal dia lagi capek, tapi mbaknya malah ngajak berdebat.

" Bawa apa Rum"

" Semangka Pak, di kasih sama pak Karso "

" Kenapa dia kasih kamu semangka "

" Tadi Rumi nemenin Rani beli semangka ke kebunnya pak Karso, jadi di kasih gratis. Bapak mau, Rumi potongkan"

" Potongkan sedikit "

Arumi memotong-motong semangkanya menjadi beberapa bagian. Nanti siapa yang mau tinggal ambil aja.

" Ibuk kemana Pak"

" Ke warung depan, beli sarden untuk mbak kamu"

" Pak, tadi Rumi ngobrol sama mas putra. Dia bilang ada lowongan kerja di kantor desa"

" Sebagai apa?"

" Katanya sebagai sekretaris. Coba bapak suruh mbak Nita melamar ke sana "

" Nanti bapak coba ngobrol sama mbak kamu"

Arumi tidak tau mbaknya akan mau melamar kerja di kantor desa. Tapi daripada nganggur, lebih baik kerja di sana.

Setelah menghidangkan semangka untuk bapaknya, Arumi pamit. Ia mau membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia akan menjahit baju untuk buk mandor dan juga baju untuk anak mbak yang punya warung sembako.

Saat Arumi masuk ke kamar mandi, ibunya pun pulang.

" Semangka darimana Pak"

" Rumi yang bawa "

" Kata anak itu dia nggak punya uang. Tapi ini kok beli semangka "

" Dikasih sama si Karso "

" Ngapain Rumi ke kebun si Karso"

" Nemenin Rani beli semangka, udah jangan banyak tanya. Makan aja"

" Terus Rumi kemana?"

" Mungkin mandi"

" Nanti suruh dia masak sarden ini untuk Nita"

" Ibuk ajalah yang masak. Rumi mungkin lagi capek. Tadi dia bilang juga mau jahit baju untuk istri mandornya"

" Bapak ini gimana sih. Biasanya juga anak itu yang masak"

" Kadang bapak kasihan sama Rumi, Buk. Dia sudah capek kerja, nyampe rumah dia juga harus masak"

" Itu sudah tugas dia. Jadi kenapa bapak harus kasihan sama dia"

" Nita mana Buk, ada yang mau bapak bilang sama dia"

" Nita di kamarnya"

" Tadi Rumi bilang sama bapak, kalau di kantor desa ada lowongan kerja"

" Kerja apa di kantor desa"

" Rumi bilang sih jadi sekretaris"

" Sekretaris?, gaji di kantor desa berapa sih Pak "

" Bapak juga nggak tau Buk. Tapi nggak ada salahnya dicoba dulu. Daripada Nita nggak kerja"

" Ibuk pengen Nita kerjanya di kantor gede Pak. Bukan di kantor desa"

" Kerja di kantor desa juga bagus Buk. Toh nak Ardi juga kerja di sana"

" Ardi itu kerja di kantor camat Pak. Bukan desa"

" Ya sama aja Buk. Jadi kan kita nggak terlalu malu sama besan. Atau ibuk tanya sama Ardi, apa ada lowongan kerja untuk Nita di sana"

" Ardi bilang sama Nita belum ada"

" Makanya bapak bilang coba aja dulu kerja di kantor desa. Siapa tau nanti dipindahkan ke kantor pusat "

" Nanti deh ibuk coba ngomong sama Nita. Tapi kalau Nita nggak mau jangan di paksa Pak"

" Iya Buk. Kalau emang Nita nggak mau ya gimana lagi"

Saat keluar dari kamar mandi, Rumi tidak sengaja mendengar obrolan orang tuanya. Ia tidak ingin menguping, tapi karena ia mendengar namanya disebut, akhirnya ia memutuskan untuk mendengar obrolan orang tuanya.

Air mata Arumi keluar tanpa izin. Ia tidak menyangka kalau bapaknya peduli padanya. Ini pertama kali bapaknya perhatian padanya. Sebelum ketahuan, Arumi segera pergi ke kamarnya.

To be continued.

Udah up 2 ya, jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!