Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasih yang Semu
Dua semenjak konsultasi tasi dengan dokter, Clarissa sudah mengikuti olahraga ringan, yoga dan pilates menjadi pilihannya. Ethan tidak keberatan selama istrinya masih ingat kewajiban. Clarissa cukup pandai mengatur waktu.
Dengan penuh harapan dan impian untuk memiliki bayi kecil yang menjadi penguatnya dalam menjalani rumah tangga.
Clarissa terkadang pergi olahraga di pagi hari setelah suaminya berangkat kerja, namun terkadang sore hari sebelum menyambut Ethan pulang.
Bahkan sesekali memutuskan olahraga jika kondisi yang tidak memungkinkan, muka lebam yang sukar disembunyikan akan menjadi pertanyaan dari orang yang melihat.
Entah seluas apa hati Clarissa diciptakan hingga tetap dengan tulus mencintai suaminya dengan semua prahara dalam hubungannya. Tidak pernah terbesit sedikitpun untuk meninggalkan Ethan, impiannya masih sama yaitu memiliki pernikahan yang abadi seperti di negeri dongeng.
...****************...
Sepulang olahraga, Clarissa singgah dan menikmati waktunya untuk belanja bulanan di supermarket yang tak jauh dari rumah. Dengan teliti dia tampak fokus memeriksa buah yang akan dimasukkan ke dalam troli.
"Hai... Clarissa ya?" seseorang mendekat dan bertanya membuat Clarissa menoleh ke sisinya dengan sedikit terkejut.
"Iya, kamu David ya?" sahut Clarissa setelah berpikir sejenak mengingat wajah yang dihadapannya
Mereka berjabat tangan dan saling melempar tawa, mereka kembali mengenang masa putih abu-abu. Mereka tidak menyangka akan bertemu di kota ini, setelah sekian lama. Pembicaraan berlanjut di sebuah cafe kecil yang tak jauh dari supermarket, sekedar mengenang masa sekolah dan menceritakan kemana semua teman sekelasnya berkelana setelah lulus.
Waktu berjalan cepat hingga menyadarkannya untuk segera pulang, sebelum mereka berpisah tidak lupa bertukar nomor telepon untuk mempermudah komunikasi keduanya.
Clarissa tiba di rumah segera memasuki rumah dan bersiap untuk membuat hidangan lezat untuk makan malam.
Ethan tiba di rumah dan disambut seperti biasa, Clarissa selalu memberikan yang terbaik karena sadar rasa lelah yang dialami suaminya setelah sibuk bekerja sepanjang hari.
Makan malam bahkan berlangsung penuh keakraban, sesekali Ethan memuji masakan istrinya dan menceritakan banyak hal tak jarang membuat Clarissa tertawa. Clarissa juga kerap memberikan apresiasi untuk kerja keras suaminya.
Ethan adalah suami yang bertanggung jawab yang selalu memberikan nafkah kepada istrinya. Clarissa selalu berusaha menyenangkan hati suaminya dengan rasa yang tulus.
...****************...
Clarissa Denga setia menemani suaminya yang tengah sibuk memeriksa laporan yang dibawanya dari kantor, sesekali dia akan kembali memeriksa atau mempersiapkan keperluan rapat dihari esok. Secangkir kopi menambah semangat dan ketelitiannya.
Clarissa sesekali merapikan deretan kertas yang berserakan dimeja kerja suaminya, setelah dua jam mereka berada diruangan itu rasa lelah mulai hinggap. Ethan memutuskan untuk mengakhiri pandangannya dari laporan yang kian menyilaukan mata.
"Sudah yuk, kita istirahat, Aku sangat lelah" sahutnya sembari mengusap wajahnya, Clarissa hanya menuruti namun tak lupa membereskan lembar terakhir.
Mereka telah sampai dikamar, dan Ethan membersihkan diri sejenak di kamar mandi. Tak lama setelah Ethan keluar, giliran Clarissa yang bergegas ke kamar mandi.
Malam kian menggantung mereka bersiap untuk istirahat setelah kegiatan panjang yang melelahkan. Clarissa sudah berada diatas ranjang dan ikut berbaring.
Sentuhan Ethan mengalir lembut di wajah Clarissa, membuat istrinya menoleh dan tatapan mereka saling mengunci. Rasa hangat yang merambat pelan kian mengeratkan mereka.
Kecupan manis dan tulus mendarat dikening yang sedikit tertutup anak rambut yang halus membuat penerima kecupan itu merasakan percikan api kecil yang perlahan memanas, desah nafas yang tertahan dan bisikan yang menggelitik hati berhasil membuat Clarissa terbuai.
"I love you Clarissa, aku menginginkanmu sayang" Kata pamungkas yang kerap menjadi senjata yang dipakai Ethan untuk meluluhkan pemilik hatinya.
Menerima tanpa mengoyak setiap makna yang terlontar, Clarissa membalas rasa sayang itu dengan dengan kecupan. Semakin dalam dan berpacu dengan waktu.
Rasa nikmat hanya mereka yang rasakan, cukup angin malam yang sesekali mengetuk dari luar jendela sesekali tak mampu mengusik romansa yang tercipta, menjadi saksi bisu dari ungkapan rasa cinta keduanya.
Desahan yang siap membakar kulit keduanya merambat hingga menggelitik perut, suaranya dua insan yang menjadi candu dan enggan cepat usai.
Erangan yang menjelma menjadi jeritan namun enggan menolak pergi. Pemimpin yang kian memacu merasa berkuasa dan menang kian mengarungi kenikmatan dengan liar. Hingga erangan yang panjang bercampur serak melambangkan kelegaan yang telah tuntas.
Sementara pemilik desah yang lembut sesekali merintih perih yang tak dipahami oleh siapapun, mengendalikan nafas yang tersengal-sengal dengan hati teguh mengatasnamakan semua adalah cinta dan pengorbanan yang tulus.