NovelToon NovelToon
Shower Of Blood

Shower Of Blood

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: ShAdOwFaNg

"Ugh..
aku harus..."

Theo seorang pemuda yang sedang bersepeda, menemukan sebuah cafe di daerah bukit bernama Bukit Dingin.

tiba-tiba, terjadi hal yang aneh pada Theo yang membawanya ke dunia lain.
cerita ini mengisahkan perjalanan Theo di dunia lain.
penasaran dengan perjalanan Theo?
segera baca kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShAdOwFaNg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 8 : Kemampuan Baru?

Theo mendapati dirinya berada dalam sebidang tanah lapang, dengan sungai di tengahnya. Sebuah pemandangan yang sangat familiar untuknya.

Theo memandang sekelilingnya, pandangannya terpaku pada sebuah meja. Lalu ia mulai melihat sosok anak di meja itu.

"Ini... Snow?"

"Hahaha, kau tau rupanya."

"kok bisa? Bukannya kemaren aku udah ga bisa masuk?"

Muka Theo terlihat bingung, dia mulai melirik kanan dan kiri.

"Loh kan aku udah kasih, huh dasar manusia tuli."

"Hah? Aneh."

Theo menggaruk kepalanya keheranan, sebab di depannya berdiri sosok yang seharusnya sudah mati.

"Jadi gini, oiya duduk dulu sana." Snow menunjuk ke arah kursi di dekat sungai.

"Jadi, ras ular kami punya sebuah keistimewaan. Kekuatan ruang jiwa, kau ingat kan dulu kau ku paksa menelan mata kiri ibu?"

Theo membalas dengan anggukan kecil, masih memproses semua informasi yang dia terima.

"Itu mata untuk kekuatan penglihatan super. Aku lebih suka memanggilnya penglihatan suhu. Nah, mata kanan itu memberikan kekuatan ruang jiwa. Alias ya... Ruang doang sih, biasanya buat kita berkomunikasi sama ibu atau leluhur, tapi yah... Gitu lah aku ga peduli. "

"Iya?" Theo masih bingung dengan informasi baru yang ia terima dan hanya mengiyakan ucapan dari Snow.

"Hei monyet bodoh, aku udah cape-cape mikirin kata yang bagus. Kamu ga ngerti?

Ah udahlah, ya intinya aku ngasih ruang ini ke kamu. Kamu bisa nanem, bisa apapun lah di sini. Oiya, ini nih, sihir ruang buat ruangan ini. Yaudah..." Snow langsung pergi dan menghilang dari pandangan Theo, menyisakan sebuah kunci berwarna perak keemasan.

Ketika menyentuh kunci, Theo langsung tersadar. Dia terbangun di atas tumpukan batu. Tentu dengan White yang masih terlilit di lehernya.

'Pipis, aku harus pipis.'

Theo pergi beberap langkah dari sungai, lalu ia mulai mengencingi pohon di hutan.

Saat sedang kencing, Theo sekejap mendengar bunyi aneh.

Krasak!

Theo bisa merasakan lilitan White semakin kencang. Ia yakin, di dekatnya ada marabahaya.

"Kak, ada musuh. Arah sana," ucap White sambil mendongakkan kepalanya ke arah samping kiri Theo.

Segera Theo bersiap, ia menyiapkan pisau lemparnya. Ia hendak mengulum pisau itu lagi, sebelum ia akhirnya teringat ia sudah tidak punya kemampuan racun.

"Sini kak," ucap White yang kemudian mengulum pisau itu dan terlihat jelas siluet perak memenuhi pisau itu.

"Besar, ukurannya mungkin kaya kakak, tapi kok rasanya ini nggak ada aura membunuh ya?"

Sesuatu muncul dari balik tanaman yang rimbun. Secara refleks, Theo segera melempar pisaunya.

Tang!

Terdengar dentingan logam di dekat Theo, ia langsung memasang kuda-kuda.

Namun...

"Ah hai halo, ku kira nggak ada orang di sini." ucap seorang pria yang mengenakan jubah dari kulit dengan simbol sayap di punggung.

"Oh, lupa. Namaku, Silas. Seorang biarawan dari Kuil Order of Light." Pria itu mengangkat tangannya memberi kode kepada Theo untuk bersalaman.

"Hahh... Aku Theo." Theo membalas dengan senyum dan menyambut tangan Silas.

"Wahh, kamu punya ular zamrud? Ini sangat langka tau. Bahkan kulitnya aja dibandrol harga seribu trop."

"Trop?" tanya Theo yang baru mendengar istilah 'trop'.

"Apakah kamu orang dari dunia lain?" tanya Silas dengan muka serius.

"Mmm, anu... Mmm..." Theo terlihat agak panik menjawab pertanyaan dari Silas.

'Sialan, bagaimana dia bisa tau?'

Namun, Silas langsung menepuk pundak Theo.

"Hahahahaha, bercanda, xixixixixi. Ehm, jadi trop itu mata uang yang umum dipakai di Kerajaan Barat dan Kekaisaran Timur. Terdiri dari lima tahap." Silas kemudian mengeluarkan lima koin berbeda.

"Pertama, koin perunggu ini bernilai satu trop. Koin perak bernilai sepuluh trop, koin emas bernilai seratus, koin platinum ini bernilai seribu trop, dan terakhir koin kayu ini bernilai tak terhingga trop."

"Hah? Kayu ini?"

"Ya, begitulah. Pfft, Huahahahhahahaha. Hei kamu polos banget. Gimana bisa seonggok kayu yang dijadikan koin bisa bernilai tak hingga? hahahahahhaha."

Theo mulai mengepalkan tangannya. Bagaimana tidak, Ia merasa sangat kesal dengan orang di depannya. White pun juga mulai mendongakkan kepalanya.

"Kak, boleh kubunuh orang ini?" pertanyaan White langsung dibalas dengan anggukan kecil oleh Theo.

"hei hei tunggu. Jangan bunuh aku, aku cuma bercanda. Buahhahahaha." Silas terlihat sadar dengan sedikit rasa kesal Theo dan langsung menepuk pundaknya lagi.

"Oiya, ini pisaunya. Ngomong-ngomong, itu taring dari induk ular di lehermu ya?"

Omongan Silas segera di tepis oleh Theo dengan tatapan tajamnya.

"Silas?"

"Ya akulah Silas, biarawan tertampan di dunia ini, hahahahhaha."

Silas memeragakan pose pamer otot khas binaragawan, lalu ia kembali duduk dan tertawa terbahak-bahak.

"Antar kami ke desa di sekitar."

"Hah? Desa di dekat sini sedang dilanda penyakit misterius. Kalian masih mau ke sana?"

Tiba-tiba suasana menjadi serius, Silas tidak lagi tertawa, dan mata Theo menjadi semakin tajam.

"Penyakit? Yah setidaknya lebih baik dibanding berkeliaran di hutan."

"Hmm... Ok deh, ayo ikut aku besok pagi. Sekarang, kita tidur dulu."

"Ya."

Theo segera duduk dan hendak tertidur, tapi dia masih memikirkan sihir yang diberi.

Ia mulai menutup matanya, dan merasakan adanya perubahan di dekatnya. Ia menarik nafas, lalu menghembuskan ya dengan teratur. Inderanya mulai tumpul, dan dia mulai masuk dalam fase ketenangan.

Hening... Tidak ada suara, tidak ada sentuhan, bahkan tidak ada aroma maupun cahaya di sekitar situ.

Kemudian, Theo membayangkan kunci perak di tangannya.

Tiba-tiba, seluruh dunia berubah. Tanah bergetar, langit bergoncang dan daerah sekitar Theo mulai runtuh digantikan dengan dunia yang Theo inginkan. Sebuah tanah lapang, dengan sungai di tengahnya.

"Berhasil, mari menanam di daerah ini."

Theo menanam seluruh bijih tanaman yang ia temukan kemarin.

Bibit dari tanaman yang pedas, tanaman dengan rasa mirip bawang putih, tanaman dengan berbagai aroma rempah, bahkan tanaman beraroma vanilla yang punya buah sebesar melon.

Tangan Theo dipenuhi dengan tanah, karena ia sendiri mengeruk tanah dengan tangannya.

Lalu, Theo segera membasahi bajunya, dan memeras airnya di seluruh tempat ia menanam.

"huft... Begini begini capek juga." ucap Theo sambil menyeka keringat dengan lengannya.

Theo segera memegang kunci perak di dekatnya, dan ia kembali tersadar di dunia nyata.

"Hei pagi, waktunya kita berangkat." Silas mengguncangkan badan Theo dengan sangat keras.

"Hei!" Theo segera memukul Silas, tapi tangannya ditepis oleh Silas dengan gerakan yang sehalus sutra.

"Wahh, kok bisa? Gimana belajarnya?" ucap Theo dengan semangat melihat teknik yang dilakukan oleh Silas.

Theo segera mengambil tasnya yang ia buat dari baju seragam, lalu ia mulai berjalan.

"Hei, kau mau terus memakai jas yang hanya setengah itu? Hahahaha, seleramu aneh juga. Ini, kamu pake aja." Silas melemparkan sebuah baju putih yang sangat sederhana.

"Yah, makasih."

"Hahahaha, anggaplah aku membuang baju yang sudah Jelek."

Theo segera mengganti bajunya, lalu ia mulai mengikuti Silas.

Mereka berjalan sangat jauh, bahkan beberapa kali Theo berhenti dan berburu ikan bersama White.

Tidak lupa ia membuat ikan asap, serta beberapa kali memakan ikan asap di hutan bersama Silas dan White.

Setelah berjalan beberapa hari, White segera mengencangkan lilitannya.

"Kak, di depan ada bau kematian."

...****************...

End Ch. 8 : kekuatan baru?

Terima kasih sudah membaca karya saya

Saya mohon dukungannya teman-teman dengan like, favorite, dan comment.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!