NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Papa tenang saja, pasti Maureen punya alasan yang tepat demi kita." Kata Susan dengan begitu enteng tanpa ada rasa bersalah nya sedikit pun.

Sebagai seorang ibu yang sudah merawat nya dari kecil, membuat dia sangat paham dengan sikap dan karakter Maureen.

Jika putri nya itu begitu menyayangi mereka, dan Maureen tidak mungkin menjelek-jelekkan mereka di depan keluarga besan nya.

"Semoga saja apa yang di katakan mama memang benar, dia mau mematuhi dan juga menutupi perintah kita." ucap Herman sedikit lega.

Susan mengangguk, dia terlihat sangat bahagia saat menerima pesan chat dari Maura yang baru saja mengabarkan, jika putri kesayangan nya itu sudah sampai di Prancis.

Bahkan mengirimkan beberapa foto di bawah menara Eiffel bersama dengan semua kru dan para rekan artis lain nya, itu membuat ia sangat bangga, lalu Susan dengan antusias memperlihatkan pada sang suami betapa bahagia nya putri kesayangan mereka.

Tuan Herman pun ikut senang, dia berharap jika putri sulung nya itu mendapatkan penghargaan di sana sebagai aktris papan atas terbaik.

Saking cemas mereka bahkan melakukan video call beberapa menit untuk memastikan keselamatan Maura. Maura juga tak lupa bertanya tentang pernikahan yang seharus nya di lakukan oleh nya.

Kedua paruh baya itu mengatakan, jika semua nya berjalan sesuai rencana dan keinginan Maura. Maura pun seketika bernafas lega karena akhir nya Maureen setuju dengan ide nya.

"Maura sayang, sekarang kamu bisa tenang, tidak usah cemas lagi ya. Fokus saja pada karier mu nak." Imbuh Susan memberi semangat.

"Iya, pa, ma. Aku sayang banget sama kalian makasih ya ma, pa karena tidak membiarkan aku menikahi pria itu. " ucap Maura bahagia.

Dengan penuh kelembutan Susan mengatakan jika mereka akan berusaha mencarikan pasangan yang tepat untuk Maura di masa depan. Namun dengan tegas Maureen langsung menolak nya, karena dia memiliki selera sendiri.

"Papa dan Mama tidak usah cemas, aku sudah punya pacar sendiri kok." ucap Maura dan ia langsung memperlihatkan sosok pria yang berada di belakang nya.

Membuat kedua orang tua nya tak bisa melarang, yang penting Maura sangat bahagia, itu lah yang di pikirkan orang mereka.

                 ***

Arik terlihat sangat marah, setelah berjalan menuruni tangga sebagai asisten pribadi nya, Haris segera menghampiri sang tuan nya dan memberanikan diri untuk bertanya.

"Tuan! Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Haris.

Haris membungkukkan setengah badan dengan penuh rasa hormat dan siap menerima perintah sang bos.

Arik mengeram, sungguh dia tidak bisa menerima penghinaan yang telah di lakukan oleh ayah mertua nya pada diri nya.

"Cari tahu di mana sekarang keberadaan wanita yang aku pilih kan waktu itu!" Titah Arik dengan nada suara bariton yang menggema di mansion mewah milik nya.

Haris terkesiap, dia berpikir sejenak saat mendengar perintah untuk nya. Karena beberapa hari yang lalu ia masih ingat, jika foto wanita yang di berikan oleh nya pada tuan Hans adalah gadis yang di pilih langsung oleh sang bos.

"Ma-maksud tuan mencari keberadaan nona Maura?" tanya Haris memastikan lebih dulu, karena tadi pas di acara pernikahan Arik.

Ia tidak terlalu jelas melihat wajah pengantin wanita yang selalu di tutupi oleh brid cage veil, yang hanya di buka sekali saja saat kedua mempelai saling berciuman saja.

Arik mendelik, tatapan tajam dengan aura membunuh itu membuat Haris menelan ludah beberapa kali. "Ba-baik tuan, saya akan melakukan perintah anda." ucap Haris.

Arik sangat murka, lelaki yang selalu irit bicara itu pun bergegas pergi mengambil kunci mobil di atas nakas.

Bi Siti yang sudah lama menjadi pelayan di sana, sangat terkejut ketika melihat majikan nya terlihat muram. Tapi mengingat perintah tuan Hans dia berusaha mengingatkan.

"Tuan muda, tuan besar berpesan pada bibi agar anda dan nyonya meminum jamu lebih dulu." Usul bi Siti memberanikan diri.

Arik tidak menggubris nya, wanita paruh baya yang memegang nampan berisi dua gelas minuman berwarna kuning tua itu. Malah dia berjalan melewati tanpa sepatah kata pun.

Sebagai kepala pelayan dan pengasuh Arik dari kecil, bi Siti keheranan saat melihat putra majikan nya terlihat tidak senang, padahal biasa nya pasangan pengantin baru sangat antusias dan bahagia di malam pertama mereka.

"Aneh, ada apa dengan tuan muda? Seperti nya aku harus mengatakan pada tuan besar," ucap Bi Siti menggelengkan kepala nya.

Saat di berikan tugas untuk memantau Arik dan Maureen yang baru saja menikah. Lalu dia segera menyimpan nampan dan mengambil gagang telpon untuk segera laporan.

Arik melajukan mobil mercedez benz mewah milik nya menuju ke arah club malam yang berada di pusat kota, dia pergi sendiri tanpa di ikuti oleh asisten pribadinya.

Kecepatan laju kendaraan beroda empat nya itu terlihat tinggi, bak seperti roket yang melintas ke angkasa tanpa peduli keselamatan diri nya.

Tatapan mata nya berapi-api penuh dendam mengingat acara pernikahan tadi, di mana saat melihat wajah wanita yang di nikahi nya sangat berbeda.

Jelas-jelas dia memilih Maura, seorang gadis cantik terlihat modis dan fashionable di kenal di dunia entertainment sebagai aktris dan model.

Namun yang membuat dia tak habis pikir malah yang telah resmi dia nikahi, yang hanya seorang gadis manis yang sangat sederhana lugu dan polos dan bukan juga kriteria nya.

Melihat wajah nya di kaca spion dengan memakai setengah topeng, membuat Arik geram karena merasa di remehkan.

"HERMAN! Kalian semua akan menanggung akibat nya!" ucap Arik mengeram, gigi nya bergemulutuk karna kesal dan kedua lengan nya mencengkram stir mobil dengan kuat.

\*

Bersambung..................

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!