Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jati Diri
Rasa sakit yang perlahan reda menyisakan denyut yang sesekali menyadarkan kejadian yang kerap terulang. Rasa sakit yang menyamar menjadi teman untuk mendewasakan diri atau hanya bentuk lain kedunguan hati yang tak berani tegas.
Clarissa sudah tiga jam menunggu kedatangan suaminya, kadang jika mereka bertengkar Ethan memang keluar untuk menenangkan diri namun hanya beberapa jam kemudian kembali dan merangkai hubungan yang sempat renggang.
Clarissa masih sibuk dengan ponselnya menekan nomor yang sangat familiar dipikirannya, namun tak ada reaksi apapun. Rasa bersalah dan mengalah selalu melekat dihatinya setiap kali mereka bertengkar apalagi hal ini karena kesalahpahaman.
Clarissa merasa sangat bertanggung jawab karena sudah membuat Ethan mengira dia telah mendua. Rasa bersalah karena melihat Ethan menangis untuk pertama kalinya setelah pertengkaran mereka. Sejak pacaran mereka saling terbuka dan Ethan pernah mengatakan hal yang paling dia benci adalah perselingkuhan. Sebelum bersama Clarissa dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita.
Mereka berpacaran cukup lama, sejak dibangku SMA hingga berlanjut sampai ke perkuliahan. Hanya saja mereka berbeda kampus, pertemuan yang jarang membuat keduanya banyak kehilangan momen sehingga Ethan menemukan fakta menyakitkan kalau wanitanya telah memiliki pacar baru di dikampus.
Usia hubungan itu berakhir, selang satu tahun dia mengenal Clarissa dari salah satu temannya. Mereka hanya berbeda jurusan dan merasa ada kecocokan hingga akhirnya memantapkan hati untuk mengungkapkan perasaan dan disambut hangat oleh Clarissa.
...****************...
Beberapa pesan yang terkirim dengan kalimat memohon maaf telah sampai ke pemiliknya namun tak kunjung mendapat balasan. Clarissa masih setia menunggu kepulangan suaminya di ruang tamu, bahkan menunggu untuk bisa menikmati makan malam yang sudah terlewatkan.
Semua kosong, tidak ada apapun selain Clarissa yang tertidur di dinginnya sofa. Hingga mendengar suara pintu yang bergesekan dengan kunci dari luar. Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi.
Clarissa bangkit berdiri dan segera membuka pintu, tatapan kedua beradu dan membisu. Clarissa mundur sejenak untuk memberi jeda dan mempersilahkan suaminya masuk, serta mengatur ritme jantung yang mendadak menabuh keras, ada lidah yang keluar disana.
"Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi, orang lain yang kebetulan melihat kalian pasti menduga kamu sedang bermesraan dengan lelaki lain. Jaga nama baik keluarga dan rumah tangga ini" Balas Ethan dengan nada dingin dan tatapan datar lalu tanpa mendengar sepenggal kalimat dari istrinya bergegas meninggalkan ruang tamu menuju lantai atas.
Clarissa masih diam dan menatap lurus ke arah bayangan suaminya, tenggorokannya terasa menyempit bagai siap mencekiknya jika ingin bersuara. Kembali merenung dan merebahkan diri disofa, tidak ada rasa kantuk namun rasa lelah yang menumpuk di bahunya siap meremukkannya hingga ke dasar tanah.
...****************...
Beberapa jam yang lalu seolah tak ada yang terjadi, kini hanya Clarissa yang seperti sedia kala. Menyiapkan sarapan, secangkir kopi dan pakaian kerja suaminya.
Di meja makan dengan hidangan yang sempurna, disinilah mereka kini. Clarissa melayani dengan telaten dan sesekali menanyakan perasaan suaminya. Mereka berbicara seperti biasa. Lalu mengantarkan suaminya sampai keluar rumah dan berangkat kerja.
Pesan singkat sebelum Ethan menutup pintu adalah sama, agar istrinya tidak mendua dan menjaga nama baik keluarganya. Ethan memberikan peringatan agar Clarissa ingat posisinya sebagai seorang istri yang tidak boleh sembarangan dekat dengan lelaki lain.
Tentu saja Clarissa sangat paham maksud suaminya, baginya itu adalah bentuk cinta Ethan karena masih bisa cemburu dan perhatian yang diberikan dengan peringatan demi menjadi keluarga kecil mereka. Meski hatinya memberontak kecil karena tak terima dituduh mendua hati.
Clarissa sangat mengenal dirinya yang tidak akan mudah tergoyahkan apalagi tentang perasaan dan komitmen. Clarissa tidak mungkin mencoreng nama baik kedua orang tuanya. Lama dia termenung diteras rumah dengan deretan pertanyaan setelah semua terjadi. Menatap bayangannya yang sejajar dengan ujung kakinya membuatnya semakin dalam bertanya, untuk apa dia mendua hati dan apa alasannya?. Gelengan kepala merobohkan pertanyaan yang bercabang itu. Ada bisikan dari sanubari, Bahwa Clarissa masih mengenal dirinya dan tau apa keinginan hatinya.