NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Internet Los Angeles sedang mengalami kegagalan sistem massal. Bukan karena serangan siber, tapi karena "Bom Foto" yang dijatuhkan oleh sebuah akun anonim tepat tiga jam setelah drama pengadilan paling memalukan dalam sejarah hukum Amerika.

Dunia yang tadinya percaya bahwa Briella dan Lexington adalah musuh bebuyutan, kini dipaksa menelan kenyataan pahit lewat serangkaian foto berkualitas tinggi.

Di foto pertama, Lexington—si manusia mesin yang dingin—tampak sedang menggendong Briella dengan tawa lepas yang belum pernah dilihat publik.

Di foto kedua, mereka berpelukan di balkon apartemen lama Lexington, latar belakang gedung-gedung tinggi New York menjadi saksi bisu bibir mereka yang bertaut mesra.

Media sosial meledak. Hashtag #ZamoraValerioLove mengalahkan berita politik dunia.

"Jadi mereka benar-benar sudah menikah dalam bayangan mereka selama ini?"

"Lihat cara Lexington menatap Briella, dia seperti tidak butuh oksigen selama ada gadis itu!"

"Tim 'Mesin Macet' menangis di pojok ruangan sekarang!"

Briella Zamora, yang saat itu sedang duduk di sofa dengan masker lumpur hitam tebal di wajahnya, nyaris melempar ponselnya ke akuarium.

"Belle! Lihat ini! Siapa yang menyebarkan foto-foto memalukan ini?! Di foto ini aku bahkan belum memakai filler bibir! Aku terlihat sangat polos dan... dan bodoh!"

Belle, yang sedang asyik membaca kolom komentar, tertawa sampai tersedak. "Polos? Bri, kau sedang menciumnya seolah kau ingin memakannya hidup-hidup! Dan lihat komentar ini: 'Pantas saja Dokter Briella tahu detail sirkulasinya, mereka adalah sepasang atlet ranjang!' Hahaha!"

Sementara itu, di Mansion Mewah keluarga Valerio, suasana jauh lebih ceria—setidaknya bagi satu orang.

Kimberly Valerio sedang bersantai di kursi malasnya, menyeruput teh hijau dengan senyum kemenangan yang sangat lebar.

Di tangannya, ia memegang tablet yang menampilkan galeri foto masa lalu putranya.

"Kau benar-benar bahagia, Sayang," tegur Felix Sebastian Valerio, sang suami, yang baru saja masuk ke ruangan. "Aku khawatir putramu akan meledakkan gedung perusahaan jika dia tahu ibunya sendirilah yang mengunggah foto-foto itu dari folder tersembunyi."

Kimberly meletakkan cangkir tehnya dengan gerakan dramatis. "Oh, Felix! Aku tidak tahan lagi! Aku tidak pernah suka dengan kekasihnya yang baru itu—si Flavia yang dingin dan berbicara kaku seperti robot rusak. Sejak dulu aku memang sudah menyukai Briella! Dia berisik, dia manusiawi!"

Kimberly tiba-tiba terbatuk-batuk kecil, memegang dadanya. "Kau tahu siapa yang paling patah hati mendengar mereka berakhir lima tahun lalu? Aku, Felix! Aku bahkan tidak tidur berhari-hari, memikirkan betapa sepinya hidup Lexington tanpa gadis yang selalu menjatuhkan vas bunga kita itu."

Felix hanya menggelengkan kepalanya. "Syukur kita hanya punya dua anak laki-laki. Kalau kita punya anak perempuan sepertimu, aku mungkin sudah menyerah menghadapi dua jenis drama Kimberly."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di kantornya, Lexington Valerio sedang menatap layar monitor dengan ekspresi yang sangat sulit dibaca. Dekan kampus baru saja mengiriminya pesan teks: "Tuan Lexington, apakah kisah cinta ini bisa dijadikan materi kuliah 'Dinamika Mesin dan Perasaan'?"

Belum lagi Flavia, tunangannya, yang sudah menelpon 45 kali.

Lexington membenci situasi yang tidak bisa dikendalikan. Namun, saat ia menggulir foto-foto yang tersebar, tangannya berhenti pada satu foto.

Foto di mana ia memeluk Briella dari belakang saat gadis itu sedang mencoba memasak (dan hampir membakar dapur). Dalam foto itu, Lexington menatap mata Briella dengan binar yang tidak pernah ia berikan pada orang lain.

"Apakah aku harus memilikinya lagi?" gumam Lexington. Ia teringat kata-kata temannya, "Kalau sudah menikah semua akan membosankan." Tapi melihat foto itu, Lexington sadar, lima tahun tanpa Briella adalah kebosanan yang sesungguhnya.

Dengan keputusan secepat kilat, Lexington menyambar kunci mobilnya.

"Lex! Kau mau ke mana? Tunanganmu ada di lobi!" teriak Hadiyan.

"Beritahu dia aku sedang pingsan karena stres!" sahut Lexington asal, langsung berlari menuju lift.

Hadiyan hanya bisa bengong. "Pingsan? Dia bahkan masih bisa berlari seperti atlet lari cepat."

Apartemen Briella, Pukul 21.00

Briella sedang dalam mode "perawatan diri maksimal". Ia memakai Dress longgar, masker wajah hitam yang mulai mengeras, dan handuk yang melilit rambutnya. Tiba-tiba, bel pintu apartemennya berbunyi secara brutal.

"Belle! Buka pintunya! Kalau itu wartawan, siram pakai air cucian!" teriak Briella dari dapur.

Karena tidak ada jawaban dari Belle, Briella menghentakkan kakinya ke pintu. Ia membukanya dengan kasar.

"Untuk apa kalian kemari—"

Suara Briella menghilang di udara. Di depannya berdiri Lexington Valerio, masih dengan setelan jas kerjanya, menatap wajah hitam legam Briella dengan tatapan serius.

"Ayo kita menikah!" ucap Lexington tanpa basa-basi.

Briella membeku. "Hah?"

"Kita sudah bercerai secara verbal di pengadilan tadi, padahal kita belum pernah menikah secara hukum. Jadi, untuk merapikan administrasi hidup kita... mari menikah," lanjut Lexington.

Briella tertawa sinis, membuat masker lumpurnya retak di bagian pipi.

"Bajingan! Kau melamarku di depan pintu apartemen dengan wajah seperti ini? Kau dulu berjanji akan melamarku di Mars dengan pemandangan bintang, dan sekarang kau datang hanya karena foto-foto kita bocor? Itu Lamaran sampah!"

Lexington melangkah masuk ke dalam apartemen, mengabaikan protes Briella.

"Semua orang di Los Angeles sudah menganggap kita pasangan gila. Ayo kita menikah. Kalau tidak, mommy akan menyebarkan rekaman suaramu tadi siang yang membahas 'ukuran asetku' ke grup WhatsApp keluarga besar Valerio."

Mata Briella membelalak. "Kau mengancamku?! Menikah? Kau pikir aku mau menikah dengan pria egois sepertimu? Kau hanya memikirkan proyek-proyek otomotif sampahmu itu!"

"APA?!" Lexington berbalik, wajahnya tersinggung berat.

"Sampah? Kau bilang mesin transmisi terbaru yang memenangkan penghargaan itu sampah? Itu hidupku, Briella! Ingat itu!"

"Ya, ya, aku tahu itu hidupmu! Kalau begitu menikah saja dengan mesin itu! Tidur saja dengannya!" balas Briella berapi-api.

Mereka berdiri berhadapan, napas memburu, saling melempar tatapan benci yang anehnya penuh percikan gairah.

Masker hitam Briella mulai rontok ke lantai, sementara dasinya Lexington sudah miring ke kanan.

"Baik!" teriak Lexington. "Kita menikah karena kita sudah sama-sama malu! Dunia sudah tahu kau tahu ukuranku, dan dunia tahu aku pernah menggendongmu sambil tertawa seperti orang gila. Tidak ada orang lain yang mau menerima kita!"

Briella diam sejenak. Logikanya benar. Mereka sudah menjadi lelucon nasional. "Bagaimana dengan tunanganmu si robot itu?"

"Aku akan memutuskannya nanti. Lewat email atau apa pun," jawab Lexington asal.

"Beri aku waktu sebulan untuk persiapan," kata Briella, mencoba bernegosiasi.

"Itu terlalu lama, Honey... maksudku, BRI!" Lexington meralat panggilannya dengan cepat. "Bisakah kita menikah dua minggu lagi? Aku tidak tahan melihat namamu terus disangkut-pautkan dengan berita bohong."

"TIDAK!" Briella bersedekap. "Kau begitu tidak tahan menjadikanku istrimu? Kau lupa? Aku ini ceroboh. Ingat itu! Nanti kalau di pernikahan aku salah mengucapkan janji atau menjatuhkan cincinnya ke lantai, jangan salahkan aku!"

Lexington menatap Briella, lalu tiba-tiba ia mendekat dan menarik tengkuk gadis itu, mencium keningnya yang masih terlapisi sisa masker hitam.

"Aku akan memegang cincinnya erat-kali ini, Gadis Ceroboh," bisik Lexington. "Dan kalau kau jatuh, pastikan kau jatuhnya ke pelukanku. Bukan ke lantai."

Briella terdiam, jantungnya berdebar kencang. "Brengsek... kau merusak masker mahalku."

"Aku akan membelikanmu pabrik maskernya besok. Sekarang, hapus wajah hitammu itu, kita harus mulai merancang undangan yang... presisi."

Di luar pintu, Hadiyan dan Belle sedang menempelkan telinga ke kayu pintu. "Mereka akan menikah?" bisik Belle.

"Sepertinya begitu," jawab Hadiyan sambil menggeleng. "Dua orang gila akan bersatu. Los Angeles sebaiknya bersiap untuk gempa bumi."

1
mini
sama aku juga merasa begitu🤣
Ros 🍂: hihi kak🤭 semoga betah ya🫶 Kalo ada Masukkan ataupun saran Author Terima 🥰 happy reading 🌷
total 1 replies
Dev..
kentang thor
Ros 🍂: Di Tunggu kak🫶
total 1 replies
Almeera
Air mataku murahan swkali🥲
Ros 🍂: huhu kenapa kak🥲
total 1 replies
Almeera
fanbase nomor satu hadir😍😍
Ros 🍂: Wiiiiiihhhhh Ma'aciww 🥰🫶
total 1 replies
Dev..
Lexington thor bukan Kensington..🙂
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶 sudah diperbaiki 🥰hehehe Sikembar kadang tertukar 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tere anak tunggal thorr,, gk di bikinin adek sama dady lex,, 😄kirain punya adek kembar,, 🤭
Ros 🍂: nggak ada anak kembar Ya Kak🙏🏻🤭🥰
total 1 replies
winpar
oh hoh ceritanya tmbh seru nih💪
Ros 🍂: hihihi Ma'aciww kak. semoga tetap Singgah ya kak🤭🫶🥰
total 1 replies
azzura faradiva
masa udah SMA teresa blom punya adik,katanya tiap tahun mau mencetak anak valerio
Ros 🍂: heheh Ma'apin Author ya kak🤭 adiknya nyusul Di bab berikutnya 🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk pake mukodimah dulu thor,, tau2 di ruang operasi,, lahiran! 🤭
Ros 🍂: hihihi Ma'afin Author ya🫶🤭🌷
total 1 replies
Almeera
kaaaannn udah queen bee lagi aja
Almeera
bucin dibalut gengsi
Ros 🍂: hehe silent aja kak🤭
total 1 replies
Almeera
awas aja kalau nanti bucin aku getok yaa
Ros 🍂: heheh🤭 tahan kak tahan🤣
total 1 replies
azzura faradiva
tau² udah lahiran aja☺️
Ros 🍂: hihihi biar debay cepat launching kak🫶🤭
total 1 replies
Almeera
sabarrrr sabarrr sabaaarrrrr
Ros 🍂: hihihi terimakasih sudah mampir Kak🌷
total 1 replies
nayla tsaqif
Salam knl othor,, baru nemu karya2 mu nih,, on ngoingnya udah q save di pustaka,, marathon bacanya,,, cerita berlatar luar negri ke 2 setelah othor zarin v.. Semangat💪
Ros 🍂: Hallo kak, Terimakasih Sudah Mampir Baca Cerita ku 🫶
semoga betah Ya kak🌷
jangan lupa baca Cerita ku yang sudah Tamat juga kak, Happy Reading 🥰🫶
total 1 replies
winpar
cerita. ini lucu pollll🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: kak,🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
azzura faradiva
keren banget ceritanya,sekali up langsung banyak 👍🏻🙏🏻
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
semoga betah ya kak, happy reading 🌷
total 1 replies
Dewi Mashita
menarik dari awal
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🌷
total 1 replies
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: kak 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Dev..
BRI + Ken yg ada malah jd BESTie buat ngejulid.in Lexington yg perfeksionis..😌/Joyful/
Ros 🍂: hihihi 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!