Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Perpisahan ada Baiknya
Kecerdasan adalah sesuatu yang kompleks, ada orang bilang itu perlu, ada juga orang bilang nggak perlu, sebenarnya perdebatan tersebut adalah topik yang tidak ada habisnya, apa lagi kalo perempuan, kenapa perempuan kebanyakan tidak sampai S3? karna dalam sudut pandang orang tua mereka berfikir jika perempuan hanya bertugas melayani suaminya, namun yang mereka tidak tau jika masa depan anak tergantung dari cara didik orang tua, termasuk dengan ibu, jika ibu berpendidikan, anak-anaknya dapat cerdas layaknya ibunya.
Di kelas, Gua bersama Yura, Erin, dan juga Annie tengah sibuk berdiskusi terkait permainan puzzle khusus seperti game papan strategi, soal tersebut memiliki trik yang begitu kompleks, perdebatan antara kami terus berlangsung, namun Ibu Andini tidak menghentikan kami, sebab dari situ pola pikir anak-anak terbentuk,
Yura menatap tajam Erin lalu berkata "bagian ini kan bisa di persingkat, coba liat kalo susunan ini kita taruh, jalan keluarnya akan terasa sulit untuk di gapai"ucapnya sambil memperlihatkan rencana yang di susun oleh Erin
Erin yang tahu kalau rencananya terlihat sulit, namun tujuan ia bukan untuk ke jalan tersebut namun melintasi jalan memutar, ia berkata "Yura... arah tujuan itu penuh jebakan, justru kesini meraka bisa memutar dan lewat jalan pintas... dan juga persediaan di sini melimpah, ini merupakan kesempatan kita untuk mengambil keuntungan"ucapnya ia menunjukan beberapa keuntungan jika menggunakan jalan yang ia susun,
Gua tetap diam mengamati beberapa pemikiran yang mereka susun, namun yang Gua takjub keputusan Erin sangat lah terencana. Persediaan itu merupakan kunci dari suksesnya misi sementara Alvin nampak mengamati kemudian menunjuk satu pondok yang sempat Gua liat lalu berkata,
"kalian sibuk berfikir untuk berjalan keluar tanpa melihat peluang lain, justru pondok ini bisa di pakai singgah sebentar, kalian tau kalau beberapa orang dari sini terluka, kesehatan mereka juga di perlukan"ucapnya
diskusi terus berlanjut sampai pada titik tengahnya, akhirnya Gua memilih ketiga saran mereka, namun ada sedikit perbedaan, pertama istirahat terlebih dahulu, kemudian mengambil beberapa persediaan, lalu berjalan menuju jalan tercepat sambil memperhatikan letak jebakan, Ibu Andini takjub melihat keputusan yang Gua ambil lalu game di tutup dengan salam damai.
Note : Game yang tengah mereka mainkan adalah Apakah orang tersebut bisa bertahan lalu keluar dari hutan yang terdapat banyak binatang buas, tugas pemain memikirkan kemungkinan tercepat untuk keluar dari hutan, kondisi player dalam keadaan luka.
Kegiatan sesi game kami berakhir, lalu di lanjutkan dengan belajar bahasa inggris, Annie nampak terlihat begitu hebat, sebab ia berasal dari luar dan bahasa yang ia pakai sehari-hari adalah bahasa inggris, Yura nampak kesulitan, Alvin berusaha melakukan terbaik untuk memahami hal baru, pelajaran bahasa inggris kami sudah pada tingkah intermedite, jadi sangat berbeda dengan anak-anak sekolah SD pada umumnya,
Akhirnya kelas selesai, di sela-sela pelajaran, Gua selalu menyempatkan setiap detik waktu dengan membaca, tak lupa dengan Kuro dan Teddy, yang tidak bisa di lihat orang lain kecuali Gua, tak lupa menggambar beberapa pemandangan, namun anehnya pemandangan tersebut tidak mengeluarkan cahaya emas layaknya Kuro dan Teddy namun Gua melihat sendiri kalau pemandangan itu hidup sungai mengalir deras dan beberapa burung bergerak di dalam Gua takjub dengan kemampuan ini tapi masih belum mengerti kenapa kemampuan ini nggak ada di kehidupan sebelumnya tapi ini bisa jadi lonjakan besar untuk karir gua di masa depan. Beberapa kali Annie selalu melihat apa yang tengah Gua lakukan, karna meja kami berdempetan anehnya ia tidak melihat keajaiban yang Gua lakukan namun ia sangat kagum dengan lukisan Gua sampai merengek minta lukisan yang baru jadi ini. Di sisi kiri,Yura, disisi kanan Annie, jadi wajar jika Annie melihat apa yang Gua lakukan namun aku melihat tatapan Erin yang begitu tajam haduh anak ini sepertinya cemburu.
***
Tahun demi tahun berlalu, Gua tumbuh menjadi gadis anggun dan cantik, pada saat SD Gua sering sekali memenangkan beberapa olimpiade terutama matematika, berkat didikan Ibu Andini ia mejadi monster yang memenangkan hampir 50 mendali emas tingkat nasional, Gua sering mendapat tawaran ke beberapa SMP unggulan namun Gua ingin ke sekolah lama Gua, sebab aku ingin bertemu dengan cinta pertama Gua, untuk Kuro dan Teddy saat umurku menginjak 14 tahun mereka hanya berupa gambar yang tak lagi hidup seperti dulu, saat detik terakhir mereka, mereka bilang kalau mereka kembali ke Dunia Imajinasi untuk selamanya, Gua sedih sebab mereka telah menemani Gua udah hampir 13 tahun, namun Gua harus tau kalau dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan, tapi kekuatan aneh ini cukup menguras mental Gua sering sekali aku merasa kelelahan namun lukisan Gua semakin nyata dan epiknya Gua bisa masuk dan bertemu Tedy dan Kuro di dunia imajinasi, alasan mereka tidak lagi keluar takut menguras mental Gua. Akhirnya Gua ngerti kekuatan ini menguras mental tapi dengan kekuatan ini Gua bisa bersembunyi jika ada sesuatu yang tidak di inginkan, untuk mengakses dunia imajinasi aku perlu kanvas putih kosong.
Untuk para kakak Gua mereka tumbuh layaknya anak normal pada umumnya namun Gua melihat postur tubuh kak Kaylo yang kuat dan tegas, begitu pula kak Liam yang menggunakan kaca mata padahal di kehidupan sebelumnya ia tidak menggunakan kaca mata tapi tidak menutupi pesonanya. begitu pula Yura, Alvin, Erin, Gua bisa melihat perkembangan mereka yang semakin pesat Yura dengan pesona yang mematikan ia seperti ratu yang mampu menggerakan banyak boneka, Erin dengan sifatnya yang dingin dan tegas serta posesifnya minta ampun, Alvin dengan posturnya yang tinggi dan lebar cocok untuk sikapnya yang memimpin, Gua sadar pesonanya ini ketika ia menjadi pemimpin upacara terlihat sangat menawan, dan Annie anak ini semakin aneh sih menurut Gua tapi di balik sifatnya ini banyak sekali rahasia yang sepertinya ia sembunyikan rapat-rapat, Annie berencana pulang kembali ke negara asalnya, ia ingin bersekolah di tempat asalnya Gua tidak tau alasan pasti kenapa ia harus kembali. Hal ini membuat kami sedih atas perpisahan yang mengejutkan ini, namun Annie berjanji jika ia akan kembali saat SMA, ia akan bersekolah yang sama dengan sekolah kami, Yura dan Alvin masuk ke dalam sekolah yang sama seperti Gua kalo Erin nggak usah di tanya lagi.
Setelah lulus, uang yang Gua kumpulin dari menang olimpiade terkumpul sekitar 60 juta, uang tersebut Gua berikan sepenuhnya pada Bunda, awalnya ia menolak namun karna paksaan beberapa kali dari Gua, akhirnya Bunda menerimanya, namun Bunda menyimpan uang tersebut untuk Gua, pada tahun 2018 sudah mulai masuk era teknologi, Facebook, Instagram, Youtube, udah mulai di pakai di mana-mana.
"Gua pengen bikin akun social media, tapi Gua musti punya handphone dulu, kalo tahun ini mahal banget, Gua pakai warnet aja lah"ucap Gua sambil berjalan menyelusuri taman, mata Gua tertuju pada Yura,Max,Alvin, Erin, dan Edwar, Yura melambaikan tangannya menyapa Gua, begitu juga Erin yang berjalan cepat ke arah Gua oh ya Edwar ini cukup mematikan, menurut Gua anak ini pengamat yang sangat tajam sehingga cocok untuk jadi tangan kanan Alvin. Sebenarnya ini ide Gua sih tapi Edwar setuju tanpa bantahan, untuk Max anak ini cukup misterius tapi sikapnya ini kayak familiar? kok mirip Delvano ya?.
"Lana, kamu mau kemana? ikut kami yuk main bareng"ucap Erin, teman Gua satu ini tumbuh luar biasa, rambut panjangnya sepinggang, matanya yang unik membuat nilai plus untuknya, disana ada Yura, dengan mata violetnya yang khas rambut bondolnya yang membuat ia terkesan imut dan manis, Yura selalu membawa gitar, kesukaannya terhadap musik sudah ada sejak kelas musik saat sd kelas 5.
oh ya satu lagi Annie yang sekarang di New york America serikat, di sekolah Gua dulu sering sekali jadi pusat perhatian, apa lagi sejak kelas 5 sd Gua sering di dekati oleh murid laki-laki, dan syukurlah ada Yura mampu menggerakan situasi dan Annie yang jadi penengah buat Gua kalo Erin nggak usah di tanya, anak ini siap jadi Singa yang melindungi anaknya. Untuk kasus pembullyan yang Gua alami di kehidupan pertama, menjadi pelajaran buat Gua untuk memilih teman, sebab sifat manusia tidak lah sederhana.
Syukurlah ada Erin yang sangat peka terhadap orang lain jadi ia tahu mana orang yang bisa di ajak berteman, dan mana orang yang sekedar memanfaatkan kami, Erin selalu jadi penengah di setiap masalah yang berkaitan dengan perbedaan pendapat, Erin di juluki Ratu Es, untuk Yura ia berteman dengan semua orang yang resmi memiliki julukan Queen sosial, dengan sifat nya yang mudah berteman ia tidak pilih-pilih soal teman, namun Gua sering memberi peringatan jika ada seseorang yang sedang memanfaatinya namun anehnya ia merasa seperti orang lain itu mudah baginya.
Erin mengajak Gua bermain bersama, kami bermain kejar-kejaran, Gua sering jadi sasaran Yura, sehingga Gua termasuk yang terbanyak, kami bermain sampai siang hari, lalu berpisah untuk pulang kerumah, namun tujuan Gua bukan kerumah tapi ke warnet yang tak jauh dari rumah, di sana penuh suara orang yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Suara makian menyeruak di seluruh penjuru bangunan tersebut, suara riuh kemenangan dari seberang, Gua mengambil tempat yang sedikit jauh dari mereka, kemudian Gua masuk ke dalam situ facebook, lalu membuat akun dengan nama 'QieronYC' postingan pertama Gua cuma menyapa saja, lalu Gua memulai reset mengenai peluang menghasilkan uang tanpa ketahuan Bunda, menghela nafas lega lalu berkata
"huft sulit banget cari peluang buat ngasilin duit, Gua pengen beli hp"ucap Gua masih asik berselancar di dunia internet, mataku terpaku pada satu situs, tempat berjualan, ya itu forum kaskus yang sempat Gua dengar dari influencer, mata Gua berbinar mungkin Gua bisa jual karya Gua dari sini,
"ganci mungkin jadi pilihan terbaik Gua, karna di jaman ini belum terlalu trend kalo Gua jual lukisan hidup itu bisa jadi bahan eksperiment Gua"ucap Gua lalu mendaftar dengan nama yang sama
"oke kita mulai langkah selanjutnya"
Nyahoo heheh maaf author kemarin lagi ada kerjaan, stay terus di cerita author ya, hehehe tenang kok ini sudah makin masuk dalam alur cerita sesungguhnya, sampai jumpa di bab selanjutnya bay bay MUACH