NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

"Pokoknya liburan ini kamu pulang Dita" Teriak Kania di balik telfon.

Sudah dua tahun sejak berkuliah di kota Y Dita tidak pernah pulang saat libur perkuliahan. Dita lebih memilih menyendiri di kostnya atau di rumah Kania. Libur ini Kania akan melangsungkan lamaran dan dirinya ingin Dita hadir.

"Ka,,,"

"Ngga ada tapi Dek. Pokoknya harus hadir. Kakak udah bikin jadwal sesuai jadwal kamu ya." Kania.

"Iya iya.. Nanti Adek pulang." Dita.

"Gitu dong. Betah banget sih di kosan." Kania.

"Iya udah ah bawel banget sih. Kakak udah di rumah Mama apa masih di sini?" Dita.

"Udah di rumah." Kania.

"Iya besok adek pesen tiket. Ngga usah di jemput." Dita.

"Idih,, males banget pengen di jemput segala." Kania.

Klik...

Panggilan pun berakhir dengan terpaksa Dita mengemas apa yang akan di bawanya pulang. Tak banyak hanya skincare miliknya saja. Pakaian dan yang lainnya masih ada di rumah orang tuanya. Tak lama panggilan kembali masuk di ponselnya. Tertera nama Bagas teman satu jurusannya.

"Kenapa Gas?" Jawab Dita datar.

Bukan Dita tak tau jika Bagas menyukainya hanya saja Dita tak ingin terluka. Bagas berhak mendapatkan yang terbaik yang sempurna untuk pria sempurna.

"Dita lu ada di kost? Gw deket kosan lu nih. Jalan yuk..." Ajak Bagas di sebrang telepon.

"Aduh, Sorry Gas. Gw baru aja ini jalan mau balik kampung." Elak Dita tak ingin menemui Bagas dan memberi harapan padanya.

"Yaah,,, sayang banget. Ya udah gw balik aja kalo gitu. Tadinya sekalian gw lewat ini." Bagas.

"Telat banget lu. Gw di ulti kaka gw nih di suruh balik. Ya udah dulu ya." Dita.

Klik...

Panggilan pun di akhiri. Sejak mengetahui penyakit yang di deritanya dan berakhir di meja operasi Dita memang selalu menghindari lawan jenis. Bukan tak pernah jatuh cinta hanya Dita selalu menghindarinya dan menekan rasa yang ada di dadanya. Bagas laki-laki idaman para wanita. Dita tak ingin mengecewakan Bagas dengan mendapatkannya yang tak sempurna.

Membuka aplikasi pemesanan tiket dan Dita pun memilih berangkat sore ini juga. Setelah berkemas dan memberikan hasil masakannya siang tadi pada tetangga kost karena tak mungkin lagi dia makan Dita pun segera berpamitan untuk pulang.

Taksi yang di tumpanginya telah sampai di halaman rumah orang tuanya. Rumah yang sudah lama Dita tinggalkan masih sama seperti saat Dita tinggalkan. Lampu-lampu menyala dengan indah memberi cahaya bagi rumah si pemiliknya. Dita berdiri di halaman rumahnya menatap rumah masa kecilnya dalam diam setelah taksi yang di tumpanginya pergi.

"Aku rasa masa kecil ku sama saja dengan masa kecil yang lain. Ngga ada yang salah dan berjalan seperti biasanya. Tapi, kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini.... Apa salahku.." Batin Dita.

Hembusan nafas kasar Dita keluarkan sebelum dirinya kembali melangkah masuk ke dalam rumah orang tuanya. Keheningan malam semakin menghimpit dadanya. Dita mengetuk pintu pelan tak ingin membuat terkejut orang di dalam. Tak lama terdengar suara kunci terbuka.

"Loh, Dek. Kok ngga bilang pulang malam ini? Kan Abang bisa jemput." Ucap Hendrik terkejut ketika melihat sang Adik di balik pintu.

"Abang udah di sini ternyata?" Tanya Dita mengabaikan pertanyaan Hendrik sambil mencium punggung tangan Hendrik dan memeluknya sebentar.

"Abang baru datang sore tadi. Tau begitu tadi Abang jemput sekalian." Hendrik.

"Tadinya ngga mau pulang. Tapi Kakak berisik banget. Terus rencananya besok eh kakak masih berisik jadi tadi siang langsung cek tiket, ada ya udah pulang deh." Dita.

"Kamu itu. Masa kakak lamaran kamu ngga datang. Jangan gitu ah..." Hendrik.

"Iya iya... Ini kan udah ada adek di sini." Dita.

"Gitu dong... Ini baru adeknya Abang..." Hendrik.

"Ceh,, memang kemarin-kemarin bukan gitu." Dita.

"Kayanya sih bukan haha... Eh, ya udah sana tidur Abang juga udah mau tidur ini." Hendrik.

"Loh, Abang ngapain memang tadi?" Dita.

"Abang tadi dari dapur terus denger kaya ada suara mobil pas Abang liat ngga ada eh terus kamu ketuk pintu ya udah Abang liat sekalian." Hendrik.

Mereka berdua pun berpisah masuk ke dalam kamar masing-masing.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!