Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.
Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Malam tadi Adit pulang kerumah orangtuanya, pagi ini ia membicarakan masalah menganai Raisa.
" Raisa mandul Mah, dia ga bisa kasih Adit anak "
" Sudah mamah duga, tapi Dit kalau kamu cerai sama dia kamu ga akan bisa dapat harta dia. Apalagi rumah yang kalian tempatin juga itu atas nama Raisa kan ? kendaraan juga, semua atas nama Raisa kan ? "
" Iyah sih Mah, terus Adit harus apa Mah ? "
" Kamu dan Raisa ga boleh bercerai, kalau sampai kalian bercerai habis sudah. "
Selama menikah rumah dan juga kendaraan diberikan oleh keluarga Raisa, tak ada satupun harta yang Adit berikan kepada Raisa.
Bahkan gaji yang Adit terima pun tak sepenuhnya diberikan kepada Raisa, terlebih sekarang Sherly hamil.
" Tapi gimana dengan Sherly Mah ? Dia itu lagi hamil anak Adit "
" Sudah kamu suruh dia gugurin saja, kalau kamu tetap pilih Sherly sepertinya bukan keputusan yang tepat "
" Loh kemarin kan Mamah yang dukung buat Adit dan Sherly nikah "
" Haduh pusing mamak, nanti lah kita bahas lagi pusing kepala ini "
Adit sendiri ikut merasakan apa yang mamahnya rasakan, namun apa yang orangtuanya katakan itu benar jika ia dan Raisaa pisah maka Adit tidak memiliki harta sedikit pun.
.....
Raisa dan Rangga nampak canggung pagi ini, keduanya sarapan bersama tanpa sepatah katapun.
" Biar aku yang cuci, kamu istirahat aja Sa " ucap Rangga saat Raisa hendak mencuci piring bekas ia makan
" Makasih "
Raisa kembali duduk di kursinya, sedangkan Rangga mulai mencuci piring bekas mereka makan.
" Aku mau pulang kerumah Ga "
" Kamu yakin mau pulang sekarang ? "
" Hmm, aku harus selesaikan semuanya dengan cepat Rangga. Aku udah ga bisa lagi sama Mas Adit "
" Pesanku jangan termakan apapun omongan Adit, apapun itu Raisa "
" Iyah Rangga, aku ingat "
....
Saat Raisa masuk kedalam rumah, disana ada Adit yang sudah menunggu dirinya.
Raisa mencoba untuk mengabaikan, namun sayangnya tangan Adit sudah lebih dulu menahan Raisa.
" Raisa, maafin Mas "
" Lepasin Mas "
" Kemana kamu semalam ? "
" Bukan urusan Mas Adit "
Raisa menarik tangannya hingga terlepas dari Adit, segera Raisa masuk kedalam kamar dan menguncinya.
Didalam kamar Raisa kembali menangis, ia menutup wajahnya dengan bantal agar Adit tak mendengarnya.
....
Rangga memejamkan matanya, ia memutar satu lagu untuk menenangkan hatinya.
" Belum jugakah kau menyadarinya
Akulah yang pantas untuk kau cintai
Di bawah langit biru aku bersumpah
Diriku tanpamu, apa artinya cinta?
Cinta ini sudah menelan waktuku
Siang malam hanya untuk pikirkan engkau
Sejuta kali aku berani bersumpah
Diriku tanpamu, apa artinya cinta? "
Sebuah lagu berputar ditelinga Rangga, Rangga kembali terbayangkan akan kejadian malam tadi.
Beberapa kali pula Rangga membuka ponselnya, namun tak ada satupun pesan masuk kedalam ponsel milik Rangga dari Raisa.
Rangga pun akhirnya berinisiatif mengirimkan pesan kepada Raisa, ia sedikit khawatir dengan Raisa.
[Rangga : Sudah sampai ?]
Rangga menunggu balasan Raisa, namun sayangnya jangankan mendapatkan balasan dibaca pun tidak.
[Rangga : Kamu baik baik aja kan Sa ?]
Rangga kembali mengirim pesan kepada Raisa, namun masih sama seperti sebelumnya.
.....
Raisa keluar dari dalam kamarnya, langsung saja Adit pun menghampiri Raisa.
" Sa.. "
" Aku mau pisah sama kamu Mas "
" Pisah ? pisah gimana ? "
" Ya pisah, kamu paham kan kata pisah ? Cerai, aku ingin cerai sama kamu Mas Adit "
" Kamu tuh ngomong apa sih Sa ? "
" Raisa dengar ya, ga ada laki laki yang terima kamu. Cuma aku Sa yang terima kamu, kondisi kamu "
" Tau apa kamu Mas Adit ? Kamu bukan tuhan yang tau tentang hidup aku Mas "
Adit yang kesal pun akhirnya melayangkan sebuah tamparan diwajah Raisa.
Raisa memegangi wajahnya yang sakit karena tamparan Adit, sedangkan Adit ia pun langsung tersadar.
" Sa.. Mas minta maaf "
" Kamu tau Mas Adit, ada dua kesalahan yang aku ga maafkan. Pertama kekerasan dan kedua perselingkuhan, hal pertama sudah kamu lakukan"
Raisa langsung berlari kedalam kamarnya, ia langsung mengunci kamarnya dengan segera.
" Raisa buka pintunya sayang, Mas minta maaf "
Adit terus mengetuk dan berteriak didepan pintu kamar Raisa, sedangkan dikamar Raisa hanya menangis.
******
Pagi pagi sekali Raisa pergi dari rumahnya, beruntung Adit tak mengetahuinya.
Raisa pergi ke klinik, ia berencana untuk bertemu dengan Rangga.
" Selamat pagi Bu, ada yang bisa saya bantu ? " tanya seorang perempuan
" Saya ingin bertemu dengan dokter Rangga "
" Maaf Ibu sebelumnya, Dokter Rangga hanya ada di hari Sabtu saja. "
" Oo begitu ya, terimakasih banyak "
" Sama sama Bu "
Raisa kembali masuk kedalam mobilnya, ia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Rangga.
Tak ada jawaban dari Rangga, Raisa pun kembali masuk kedalam klinik.
" Sus maaf, hari biasa dokter Rangga ada dimana ya ? maksud saya praktek dimana ? "
" Ada dirumah sakit Pusat Bu "
" Oo ya terimakasih banyak sus "
Segera Raisa pergi menuju rumah sakit yang di maksudkan.
...
Rangga baru saja selesai operasi pagi ini, ia kembali keruangan untuk mengecek ponselnya.
Rangga melihat beberapa panggilan masuk dari Raisa, merasa khawatir Rangga langsung menghubungi Raisa.
[ Rangga : Hallo ya Sa, ada apa ? ]
[ Raisa : Rangga, aku ada di loby rumah sakit]
[ Rangga : Tunggu, kamu tunggu disana biar aku kesana ya ]
[ Raisa : Iya ]
Dengan cepat Rangga pun turun, sesegera mungkin ia harus menemui Raisa.
Begitu di lobby Rangga mencari keberadaan Raisa, ia pun akhirnya menemukan Raisa yang sedang duduk .
" Raisa "
" Rangga, tadi aku ke klinik tapi katanya kamu ga ada disana kalau hari biasa "
Rangga melihat ada memar pada wajah Raisa, dengan hati-hati Rangga mengusapnya.
" Sa, jujur sama aku. Adit pukul kamu ? "
" Hmm "
" Kamu ikut keruangan aku ya, aku obatin luka kamu "
Raisa hanya mengangguk, Rangga pun membawa Raisa kedalam ruangannya.
" Maaf ya aku ganggu kamu "
" Engga Sa, kamu ga ganggu aku. Tadi aku ada operasi "
" Operasi apa ? "
" Caesar "
Rangga mengeluarkan kotak obat, ia pun mengambil sebuah salap dari dalam kontak obat.
" Aku sudah minta cerai ke Mas Adit , dia ga terima dan akhirnya dia nampar aku "
" Aku udah ga bisa Rangga, hari ini dia nampar aku. Besok besok apa ? "
" Sa.. Jangan nangis, kenapa kamu ga langsung hubungi aku Sa ? "
" Aku ga mau kalau kamu terseret Rangga, biar ini menjadi urusan aku dan Mas Adit "
Ditengah obrolan mereka berdua, tiba tiba pintu ruangan Rangga terbuka.
" Woi nyet gimana si Raisa ? " ucap Bayu yang langsung mendapatkan tatapan dari keduanya
" So..sory gue ganggu ya "
" Masuk " ucap Rangga
Dengan canggung Bayu masuk, ia melihat perempuan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
" Ini Raisa ? "
" Hmm "
" Sa, ini Bayu. Dia dokter yang menangani Sherly "
" Salam kenal Dokter Bayu "
" Salam kenal Raisa, cantik euy "
" Diem atau gue colok mata lo "
" Buset galak banget sih Ga "
" Jadi gimana ? Lo udah dapet ide belum Bay ? "
" Udah, gue punya ide.. "