NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sementara Sarah dikamarnya langsung bersih-bersih. Menukar pakaiannya dan berniat untuk langsung tidur. Hari ini perasaanya jauh lebih baik. Ia hanya perlu fokus pada kuliahnya, lulus, lalu kerja agar bisa membawa ibunya keluar dari rumah ini.

Keesokan paginya, Sarah berangkat lebih pagi. Takut kepergok pria itu lagi. Lebih tepatnya tidak takut, tetapi tidak ingin melihat mukanya lagi bila mungkin. Hatinya masih terlalu membenci hanya untuk sekedar menyapa.

Gadis itu bisa melenggang pagi ini dengan damai.Namun, itu tak berlaku untuk siang harinya. Karna tanpa disangkah,Lingga benar-benar menuruti kata ibunya.

“Ikut gue!” titah Lingga menghadang Sarah yang baru keluar dari toilet. Pria itu cukup mengejutkan membuat Sarah ketakutan.

“Shit! Nggak usah teriak! Cepetan kluar masuk mobil gue, jangan sampai ada yang lihat.”

“Nggak mau, ngapain maksa! Jangan sentuh!” Sarah menepis tangan Lingga yang menariknya.

“Apaan sih, nggak usah bawel, lagian siapa juga yang mau ngajakin lo kalau bukan karna mama yang nyuruh. Nggak usah berpikir macam-macam!” Sentak Lingga merasa repot.

“Aku nggak mau, aku bisa pulang sendiri,” tolah Sarah tiba-tiba merasa sangat takut dekat Lingga.

Bayangan kelam menariknya, lalu menghempaskannya keranjang kembali berputar si otaknya.

“Pergi!” Desis Sarah dengan tatapan marah.

“Ya ampun….. labil banget sih, ini gue telponin mama kalau nggak percaya,” ujar pria itu menghubungi ibunya.

Lingga benar-benar menghubungi ibunya di depan Sarah, bahkan pria itu melakukan panggilan vidio agar semakin meyakinkan gadis itu.

“Ma, ini Sarah udah sana Lingga, sebentar lagi otw,” kata pria itu menghadapakan kamera ponselnya.

Gadis itu menganggu dengan senyuman kala dengan Bu Alice menyapanya. Kemudian Lingga menutup panggilannya.

“Udah yakin kan? Gue nggak bohong, ayo ikut!” ajak pria itu mendahului.

Sebenarnya, Sarah tidak suka scene ini, apalagi hanya berdua dengn Lingga di mobil. Ia benar-benar tidak nyaman dan masih menyisahkan rasa takut.

Lingga lebih dulu masuk ke mobil mewahnya, diikuti sarah dengan ragu. Memilih jok belakang karna benar-benar tidak ingin terlalu dekat.

“Astaga! Emangnya aku ini supirmu? Pindah depan!”seru pria itu mengomel.

“Aku naik taksi aja, berikan alamatnya,” ujar Sarah turun dari mobil.

Lingga yang sudah duduk tenang di belakang kemudi sampai turun lagi dengan gemas.

“Apaan sih, tinggal pindah depan ap susahnya. Harus gue gendong,” ujarnya kesal.

“Aku bisa kesana sendiri, nanti biar aku cari alasannya sendiri, atau memang keahlianmu memaksa?” tukas gadis itu menatap dingin. Sumpah demi apapun Sarah tidak nyaman. Walaupun sudah menghubungi ibunya, tetap saja jalan hanya berdua membuat perasaannya takut.

Dia pernah sangat menghormati dan menghargai orang di depannya. Tetapi sejak malam kelam itu, hilang respect dan berganti kebencian. Jangankan dekat, mendengar namanya sja enggan.

Sesakit itu,baginya perbuatan Lingga tak ubah seperti kehancuran yang nyata untuk hidupnya. Dia akn merasa berdosa dan bersalah nantinya pada pria yang akan menerimanya menjadi suaminya. Karna apa yang menjadi mahkota dalam dirinya, telah terenggut paksa tanpa perasaan.

“Hahahaha. Nggak usah kepedean ya, tentu saja lo itu bukan type gue, jangn terlalu berkhayal. Mana ada maksa-maksa,” sanggah pria itu mencibir kesal.

Sarah tidak minat berdebat,terlalu muak menghadapi sikap songongnya. Ia berlalu meninggalkan Lingga yang berdiri tak percaya.

“Nggak jelas banget sih tuh cewek,sana pergi sana! Cari alamatnya sendiri!”

Pria itupun masuk ke mobilnya dengan kesal. Sedikit membanting pintu hingga menimbulkan bunyi berdentum. Kalau bukan karna ibunya yang minta tolong juga ia enggan. Namun, terpaksa mengiyakan atau ibu negara di rumahnya akan menasehati Lingga panjang lebar.

Melihat Sarah yang sudah menghilang dari pandangan, Lingga pun mengirim alamat tempat ibunya mendirikan usaha.

Sementara Sarah,benar-benar memesan taksi. Ia bukan gadis cupu yang tidak tahu apapun. Sebelum kejadian naas itu terjadi, Sarah bahkan tidak sependiam sekarang. Sebelumnya Sarah juga aktif di sosial media dengan bnyak penggemar. Dia gemar menulis dan juga menggambar.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!