NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Sahabat

Rahim Untuk Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Andra dan Diana sudah menikah selama lima tahun. Namun selama itu pula Diana memilih untuk menunda kehamilannya. Dengan alasan jika saat ini sedang berada di puncak karir yang selama ini dia impikan.

Selain karena tekanan dari kedua orang tua Andra yang ingin segera punya cucu. Dalam hati kecilnya, Andra juga ingin segera punya anak. Hingga akhirnya dia bertemu sahabat lamanya bernama Nadhira.

Entah ada pikiran dari mana hingga tiba-tiba Andra meminta Nadhira hamil anaknya. Jelas Nadhira menolak apalagi Andra sudah menikah.

Apakah rencana Andra aka berhasil untuk mendapatkan anak dari keturunannya sendiri. Apakah Nadhira akhirnya akan setuju? Lalu bagaimana dengan Diana dan keluarga Andra?

Konflik apa lagi yang akan terjadi setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahim Untuk Sahabat 10

Andra menghela napas panjang sebelum keluar dari mobilnya. Dia merapikan kemejanya yang sedikit kusut, berusaha membuang jauh-jauh bayangan wajah pucat Nadhira dan aroma rumah sakit dan keadaan Bu Mila yang masih menempel di ingatannya. Begitu kunci pintu berbunyi, pintu besar itu terbuka bahkan sebelum dia sempat memutar kenopnya.

Diana berdiri di sana, cantik seperti biasanya dalam balutan gaun tidur sutra berwarna champagne. Senyumnya merekah indah, kontras dengan suasana kelam yang baru saja ditinggalkan Andra di rumah sakit.

"Sayang! Akhirnya sampai juga," Diana langsung menghambur ke pelukan Andra, melingkarkan lengannya di leher sang suami. Sikap manja Diana selalu membuat Andra merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Andra tersenyum, mengecup kening istrinya dengan lembut.

"Maaf ya, aku pulang telat. Pekerjaan di kantor benar-benar menyita waktu."

"Kantor? Tapi kenapa kamu tidak pakai jasmu? Dan... bau ini..." Diana mendekatkan wajahnya ke dada Andra, menghirup aroma yang tertinggal.

"Ini bukan bau parfummu yang biasanya, Sayang. Ada minyak angin,"

Jantung Andra berdegup lebih kencang, namun dia tetap berusaha tenang.

"Oh, itu... tadi salah satu klienku mendadak merasa tidak enak badan saat rapat. Kami sempat memberinya minyak angin dan menunggunya sampai ambulans datang. Mungkin baunya menempel saat aku membantunya tadi," bohong Andra lagi, suaranya terdengar meyakinkan meski nuraninya berteriak.

"Ya ampun, kasihan sekali," sahut Diana dengan nada prihatin yang tulus.

Persis seperti apa yang dikatakan Andra pada Nadhira tadi. Bahwa Diana adalah wanita baik, tulus dan sangat lembut. Sehingga dia sangat beruntung memiliki istri seperti Diana. Hanya saja Diana memang masih menolak untuk memiliki anak.

"Tapi kamu tidak apa-apa, kan? Kamu kelihatan capek sekali, Sayang,"

Diana menuntun Andra menuju sofa di ruang tengah, tangannya memijat lembut bahu suaminya.

"Aku sudah siapkan teh hangat dan camilan kesukaanmu. Kamu harus santai sekarang. Oh iya, tahu tidak? Tadi aku baru saja melihat-lihat katalog liburan ke Maldives. Kita butuh waktu berdua, kan?"

Andra duduk bersandar, memejamkan mata. Di satu sisi, kelembutan Diana adalah tempatnya berlabuh. Namun di sisi lain, bayangan Nadhira yang berdiri gemetar sendirian di depan pintu ICU terus menghantuinya. Dia merasa seperti hidup di dua dunia yang berbeda dalam satu malam.

"Andra? Kok malah melamun?" Diana mengelus pipi suaminya, menatapnya dengan mata berbinar.

"Kamu dengar aku, kan?"

"Iya, Sayang. Kedengarannya bagus. Kita atur jadwalnya nanti, ya?" jawab Andra parau.

"Tentu! Pokoknya malam ini aku tidak mau dengar soal kantor lagi. Fokus padaku saja," Diana mengecup pipi Andra.

Diana beranjak untuk memanggil Asisten rumah tangga mereka. Memintanya mengambilkan teh untuk Andra. Dia tak terbiasa walau hanya sekedar membuat teh atau kopi untuk suaminya.

Saat Diana berjalan menjauh, Andra merogoh ponsel di sakunya. Ada keinginan kuat untuk mengirim pesan singkat pada Nadhira, sekedar bertanya apakah ibunya sudah keluar dari ruang ICU. Namun, dia melihat punggung Diana yang tampak begitu memercayainya.

Andra menyimpan kembali ponselnya. Dia memilih diam, meski dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Bu Mila. Apalagi napasnya tampak putus-putus tadi.

"Sayang aku merindukanmu!" Diana mendekat saat Andra baru saja keluar dari dalam kamar mandi.

"Aku juga sayang!" Andra menggendong Diana.

Sinar matahari pagi yang cerah menembus jendela besar ruang makan keluarga Andra, namun suasana di dalam ruangan justru terasa mendung. Di meja makan, Diana duduk dengan punggung tegak, sementara Andra baru saja menyesap kopi hitamnya. Ketenangan mereka pecah saat pintu depan terbuka dan suara langkah kaki yang mantap terdengar mendekat.

Kedua orang tua Andra datang bertamu ke rumah mereka. Ardi Antanagara bersama dengan Bu Veni datang dengan aura yang terasa mengintimidasi bagi Diana. Dia sudah tahu kedatangan keduanya pasti tak jauh dari mempertanyakan dirinya yang masih belum hamil.

Beban? Pasti itu sangat membebani dirinya. Apalagi saat ini dia sedang menikmati berada di pun-cak karirnya. Bagaimana mungkin dia harus rela melepaskan segalanya hanya untuk hamil.

"Mama? Papa? Tumben sekali pagi-pagi sudah ke sini," sapa Andra sambil berdiri.

Andra berusaha menyembunyikan rasa lelahnya. Dan mencium punggung tangan keduanya. Diikuti oleh Diana yang berusaha selalu tenang dan lembut di depan Andra dan keluarganya.

Mama Veni tidak langsung menjawab. Beliau duduk di kursi di hadapan Diana, matanya menatap tajam ke arah menantunya, lalu beralih ke Andra.

"Kalau kami tidak datang, kalian mungkin lupa kalau kami ini sedang menunggu kabar baik," ucap Mama Veni ketus.

Dia meletakkan tas mahalnya di atas meja dengan dentuman kecil.

"Lima tahun, Andra. Lima tahun kalian menikah, tapi sampai sekarang rumah ini masih sesunyi kuburan. Bukankah sudah aku katakan agar kalian segera program hamil dan Diana menghentikan segala kegiatannya itu! Jika memang dia mencintai kamu dengan tulus. Pastinya dia tak akan berfikir Masalah fisiknya yang akan berubah setelah hamil dan melahirkan nanti!" ketus Mama Veni.

Diana meletakkan sendoknya pelan, jemarinya sedikit bergetar.

"Ma, kami sudah berusaha. Dokter juga bilang..."

"Dokter bilang apa lagi?" potong Nyonya Baskoro cepat.

"Kesehatan kalian berdua baik-baik saja, kan? Lalu apa masalahnya? Mama ada kenalan dokter spesialis kandungan yang sangat bagus. Kalian datanglah besok! Mama sudah mengatur jadwal untuk kalian! Jangan lagi gunakan dokter yang sama selama tiga tahun itu! Nggak ada hasil sama sekali!"

"Ma, sudahlah. Kita sarapan dulu!" sela Papa Ardi dengan suara baritonnya yang tenang namun penuh penekanan.

Mereka akhinya sarapan dalam diam. sedangkan wajah Diana memucat, tangannya juga gemetar. Terlihat dengan jelas jika dia sedang gugup di depan kedua orang tua Andra. Apalagi ada Papa Ardi. Dia tak bisa membalas ucapan Mama Veni seperti biasanya.

"Kami ke sini bukan untuk berdebat. Kami hanya ingin kepastian. Andra adalah putra tunggal, pewaris keluarga Antanagara. Papa tidak ingin aset dan nama besar kita berhenti di tangan Andra saja. Apalagi umur kamu yang semakin hari semakin tua, Diana! Tak berpikirkah kamu kesana? Kehamilan di usia yang semakin tua akan semakin beresiko?" Diana hanya menundukkan kepalanya, tak mampu membantah.

Andra menghela napas, Dia melirik Diana yang kini menunduk. Bayangan Nadhira yang sedang berjuang sendirian di rumah sakit mendadak melintas di pikirannya, membuat konsentrasinya terpecah.

"Kami sedang tidak terburu-buru, Pa. Kami masih menikmati waktu berdua," ujar Andra mencoba membela istrinya.

"Menikmati waktu berdua atau memang ada yang salah?" Nyonya Baskoro mencondongkan tubuhnya.

"Mama sudah buatkan janji untuk kalian besok. Tidak ada alasan untuk menolak. Dan kalian harus datang ke sana! jika kalian atau salah satu dari kalian beralasan. Maka jangan salahkan Mama akan mengambil tindakan tegas! Kesabaran dan pengertian kami selama lima tahun rasanya sudah lebih dari cukup, Diana!" kembali Mama Veni menatap tajam ke arah menantunya.

Diana mengangkat wajahnya, matanya mulai berkaca-kaca.

"Tapi Ma, besok aku ada acara amal dengan salah satu yayasan ..."

"Batalkan!" tegas Papa Ardi.

 "Yayasan itu tidak akan memberimu ahli waris. Keluarga ini butuh cucu, Diana. Papa dan Mama sudah semakin tua. Jangan sampai kesabaran kami habis."

1
Fitria Syafei
Alhamdulillah 🤲 terimakasih KK cantik 😍 KK cantik kereen 😍
Yam_zhie: maksih kak 😘
total 1 replies
Fitria Syafei
KK yang baik boleh ga sih Andra sadar siapa Diana sesungguhnya biar natural gitu hubungannya dengan Dhira .. Jagan ambisius 😔🙏 KK cantik terimakasih 😘
Yam_zhie: siap kak... pantengin terus ya 😘
total 1 replies
Eva Karmita
nasib jadi orang miskin ya seperti itu 😭😭😭 selalu di pandang sebelah mata..sabar Dhira Andra akan menyesal sudah menyakiti hati mu nanti
sunaryati jarum
Kamu memang jahat ,tapi karmamu kau akan bucin pada Nadira.Dians tidak mau hamil mungkin karena telah mengobral tubuhnya untuk pria lain.Ksmu jangan Bodoh Andra
Muft Smoker
semoga setelah ini mereka bisa menikah resmi ,, tentu ny setelah tau kelakuan busuk Diana dluar sana 😒😒😒
nely_48
buka mata mu Andra,, ibu n istri mu 21 22
Eva Karmita
Dhira jalani aja ikhlas kan mungkin ini sudah takdirmu 😭 ... ,, setelah Andra merasakan nanti semoga saja dia bisa sadar dan merasakan yg nmana masih original dan yg mana udah seken dan di obral ... setelah itu kamu boleh kok meninggalkan Andra Dhira 🤗 🥺
Nie
Hadeuh Ndra....sini ta getok pala lu....cinta bolehhhh tapi jgn jadi bego donggg,selidiki Diana diluar ngapain aja jgn diem2 bae 🤦‍♀️🤦‍♀️
Dew666
🪭🪭🪭
Agunk Setyawan
peran cowoknya tolol banget takut sama ibunya dan cinta mati sama istri padahal istrinya WC umum celup sini sodok sini trus Nadhira nya knpa dibikin kaya gini sich thor gedek banget bacanya
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
sunaryati jarum
Bongkar kebusukan ,Diana .Agar Andra tahu betapa buruk akhlak istri yang dicintainya.
Fitria Syafei
emang nya Enak Andra.. mengetahui fakta sesungguhnya kalau Diana juga dalalang sesungguhnya...😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kok jd anda yg semangat buk
Yam_zhie: sabar 🙈🙈
total 1 replies
nely_48
tidak ada pilihan Dhira,, jd nikmati n jalani az yg udh kau sepakati, jgn kan untuk menolak atau melawan, membela diri az kau takan bisa Dhira
nely_48: jgn jauh² kabur nya kk,, tungguan ak ikut ya🤭🤣
total 3 replies
nely_48
sungguh malang nian nasib mu Andra,, punya istri jalang n ga mau punya anak pula
Fitria Syafei
sadis yaa Andra yg segitunya EGOIS 🤨 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Yam_zhie: maksih kk 😘
total 1 replies
nely_48
sok lah Dhira kau hamil keturunan Andra, trs kau kabur bawa pergi jgn kau berikan keturun s Andra pd keluarga angkuh itu
percuma kaya raya tp ga punya penerus atau keturunan mh
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
berharap pembuahan buatan gagal biar mereka gunakan cara alami, kan jd bisa bedain si andra mana yg ori sama yg bekas diobok2
Yam_zhie: sssttttt🤫🤫🤫
total 1 replies
Sam sam
nyesek teh😭😭😭😭😭😭
Yam_zhie: huaaaa😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!