Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Baiklah Tuan, saya akan buktikan," ucap Ghaizka tenang.
Ia melangkah masuk ke dalam kamar tidur utama yang suasananya terasa sangat dingin dan mencekam, seolah-olah ada aura gelap yang melayang-layang di udara.
Di atas ranjang mewah itu, terbaring seorang pemuda tampan yang kini wajahnya pucat pasi membiru.
Tubuhnya menggigil hebat meski ditutupi selimut tebal berlapis, dan kadang matanya melotot ke atas tanpa fokus, seolah melihat sesuatu yang menakutkan.
"Aarrrghhh... Dingin... Sangat dingin..." rintihnya pelan dengan suara serak bukan suara manusia biasa.
Orang-orang di pintu kamar menahan napas. Kang Madi si orang pintar tersenyum sinis, yakin Ghaizka pasti akan lari ketakutan.
Namun, Ghaizka sama sekali tidak takut. Ia justru mengernyitkan dahi saat menatap tubuh anak itu.
"Jadi ini yang namanya dimasuki roh bunian..." batin Ghaizka.
"Benar saja, ada energi gelap yang sangat kuat mendiami tubuhnya. Energi ini menyerap kehangatan dan kehidupan si pemilik tubuh," kata Ghaizka.
Ghaizka mendekatkan tangannya tanpa menyentuh. Ia merasakan getaran aneh.
"Kau... Siapa kau?! Berani-beraninya mengganggu tempatku?!" tiba-tiba anak itu berbicara dengan suara berat dan kasar, matanya menatap tajam ke arah Ghaizka.
Semua orang di belakang langsung gemetar. "Ihh! Dia Ngomong itu!"
Ghaizka justru tersenyum dingin.
"Hai makhluk tak kasat mata, dengar baik-baik. Tubuh ini bukan milikmu. Kembalilah ke alam asalmu sebelum aku bertindak keras!" kata Ghaizka tegas.
"HAHAHA! Berani sekali kau bicara begitu padaku! Aku sudah menyukai tubuh ini! Aku tidak akan pergi!!" teriak anak itu sambil mencakar udara.
"Sudah kubilang... KELUAR!!"
Sriing!!!
Tiba-tiba, cahaya keemasan mengalir dari tubuh Ghaizka! Ia tidak menggunakan mantra atau jimat, melainkan menyalurkan Energi yang murni dari tubuhnya.
Ghaizka mengangkat tangannya tinggi-tinggi, lalu menepukkan telapak tangannya perlahan ke arah dada anak itu tanpa menyentuhnya.
DUG!!
Gelombang energi panas menghantam tubuh anak itu!
"AAAAARRRRGGGGHHHH!!! PANAS!!! SAKIT BANGET!!!"
Anak itu menjerit histeris, tubuhnya melengkung tinggi. Dari mulut dan hidungnya, keluar asap hitam pekat yang berteriak ketakutan!
"INI TENAGA DEWA! TOLONG! AMPUN! AKU KELUAR! AKU KELUAR!"
WUUUUSSSSHHH!!!
Asap hitam itu melesat cepat keluar jendela dan menghilang entah ke mana!
Seketika itu juga, tubuh anak itu berhenti menggigil. Warna biru di wajahnya perlahan membaik menjadi merah merona. Napasnya yang tadinya tersengal kini menjadi panjang dan tenang.
Anak itu menguap panjang, lalu membuka matanya dengan pandangan yang jernih dan segar.
"Ayah...?" panggilnya pelan namun jelas. "Kenapa aku ada di sini? Rasanya badan segar sekali..."
DEGG!!!
Seluruh orang yang ada di kamar itu terpaku diam. Mulut mereka terbuka lebar tak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
Kang Madi si orang pintar yang tadi sombong, wajahnya pucat pasi.
"Mustahil... Itu mustahil... Hanya dengan satu tepukan tangan?!" gumamnya tak menyangka.
Pak Baskara langsung berlari memeluk anaknya, air matanya menetes bahagia.
"Raka! Anakku! Kamu sadar! Kamu sembuh!" tangisnya haru.
Ia lalu menoleh ke arah Ghaizka yang berdiri tenang di sana. Dengan gemetar, Pak Baskara berdiri tepat di hadapan Ghaizka!
"Terima kasih Buk! Terima kasih telah menyelamatkan anak saya! Anda bukan manusia biasa, Anda pasti utusan untuk datang menyembuhkan anakku!"
"Ah sama-sama Pak, saya senang melihat anak Anda kembali sembuh," kata Ghaizka tersenyum.
"Wah, Mama keren banget," kata Gelsya terkagum-kagum.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...