NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Lampu di dalam ruang VIP lantai tujuh itu telah diredupkan, menyisakan pendaran kuning hangat yang menenangkan.

Kingdom Kyle Stone kini telah menanggalkan seluruh seragam taktis hitamnya yang bersimbah darah, menggantinya dengan kemeja longgar putih khas pasien rumah sakit.

Postur tubuhnya tampak memenuhi ranjang berukuran king-size di tengah ruangan. Di sampingnya, Dr. Emmeline Valerio setia menemani, duduk di tepi ranjang setelah memastikan seluruh jahitan di paha kanan Kyle terkunci dengan rapi.

Tangan kekar Kyle yang dipenuhi jaringan parut perlahan merayap naik, menyusup ke balik jubah medis Emmeline dan mendarat di atas perut rata wanitanya.

Jemari besarnya mengelus permukaan kulit itu dengan gerakan sirkular yang teramat lembut dan posesif, seolah-olah sedang menyapa makhluk-makhluk kecil yang ia yakini sedang bertumbuh di sana.

"Berhenti mengelus mereka, Kyle... kau hanya sedang mengelus lemak makan siangku," bisik Emmeline, wajah aristokratnya merona merah saat mencoba menepis tangan raksasa itu, meskipun ia tahu usahanya akan sia-sia.

Kyle justru terkekeh rendah, suara baritonnya bergetar hangat di dada bidangnya. "Tidak apa-apa, Sayang. Aku sangat suka mengelus bagian ini. Rasanya sangat nyaman." Sambil terus memberikan usapan protektif, mata kelam Kyle menatap lurus ke dalam manik mata Emmeline. "Ayo menikah, Emmeline," ucapnya tiba-tiba, tanpa ragu, tanpa aba-aba.

Emmeline tertegun. Jantungnya berdesir hebat, namun logikanya segera menariknya kembali ke bumi. "Aku tidak bisa, K."

"Kenapa?" alis tebal Kyle bertaut, aura dominannya sedikit terusik. "Suamimu yang tidak berguna itu, Edward... aku bisa memaksanya menandatangani surat cerai hanya dalam semalam, Sayang. Apa yang menahanmu?"

"Masih ada sisa waktu enam bulan, Kyle. Kami baru akan resmi bercerai secara hukum setelah enam bulan," Emmeline mengembuskan napas perlahan, menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Kyle.

"Aku tidak mau menjadi janda secepat ini di mata publik. Aku tidak mau Ayah dan Ibuku mengkhawatirkanku jika pernikahanku ini hancur berantakan dalam sekejap."

"Enam bulan itu terlalu lama, Sayang. Aku tidak suka berbagi hak kepemilikan, bahkan hanya di atas kertas," geram Kyle, bibirnya mengecup pucuk kepala Emmeline dengan posesif.

Emmeline tersenyum tipis, sebuah kehangatan murni merayap di hatinya. Dia menangkup rahang tegas Kyle, mencoba menenangkan pria yang sedang merajuk ini.

"Aku tidak tahu kenapa aku bisa begitu cepat mencintaimu, K... tapi soal sisa waktu enam bulan itu, anggap saja sekarang kita sedang berpacaran. Bagaimana?"

Mendengar kata "mencintaimu" keluar dari bibir indah Emmeline, kilat di mata Kyle melunak sepenuhnya. Pria itu mengangguk patuh, menarik tengkuk Emmeline, dan menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam, manis, dan sarat akan janji absolut.

Sementara itu, di ruang istirahat staf lantai bawah, keheningan malam telah dirusak oleh gosip panas.

Salah satu perawat senior yang tadi mendampingi Emmeline di ruang VIP tampaknya tidak bisa menahan diri.

Dengan mata berbinar penuh skandal, dia berbisik kepada sekelompok perawat dan dokter muda yang sedang menikmati kopi malam.

"Kalian tidak akan percaya ini! Dr. Emmeline... dia tampak sangat mesra dengan pasien VIP misterius di atas. Aku melihat pria itu mengecup tangannya, dan Dokter Emmeline bahkan memarahinya seperti seorang istri yang mengkhawatirkan suaminya!"

Di sudut ruangan, seorang dokter pria paruh baya yang sedang membaca dokumen medis seketika menegang.

Pria itu adalah Dr. Thomas, dokter spesialis keluarga sekaligus orang kepercayaan Dinasti Snowden. Mendengar rumor perselingkuhan yang melibatkan istri dari Edward Snowden, Dr. Thomas tidak membuang waktu. Dia melangkah keluar koridor dan langsung menghubungi Edward malam itu juga, melaporkan pengkhianatan yang terjadi di ruang VIP.

Kembali ke ruang VIP lantai tujuh. Emmeline memilih untuk tidak kembali ke kamar asrama dokter malam ini.

Dia tidak bisa menolak permintaan manja namun tegas dari Kyle yang menginginkannya tidur di dalam pelukannya.

Kamar VIP itu sangat luas, menyerupai apartemen elite dengan ranjang yang sangat cukup untuk menampung dua orang yang sedang saling mendekap erat di balik selimut tebal.

Efek obat penahan rasa sakit dosis tinggi mulai membuat mata Kyle terasa berat, dan pria itu perlahan tertidur dengan tangan yang masih mengunci pinggang Emmeline.

Namun, ketenangan itu hancur berantakan ketika pintu ruang VIP diketuk dengan keras tepat pukul sepuluh malam.

Tok! Tok! Tok!

Emmeline terbangun, mengira itu adalah perawat malam yang membawa stok obat anti-nyeri dan cairan infus baru yang dia pesan tadi. Merasa tubuh Kyle terusik karena gerakannya, Emmeline berbalik dan memberikan kecupan tipis di kening suci pria itu.

"Sebentar... aku buka dulu pintunya," bisik Emmeline lirih.

"Cepat kembali, Baby..." gumam Kyle dengan suara serak, matanya tetap tertutup rapat karena pengaruh obat bius pasca-operasi kecil yang begitu kuat mencengkeram kesadarannya.

Emmeline turun dari ranjang, merapikan jubah medisnya, lalu melangkah menuju pintu dan membukanya.

Brak!

Pintu didorong kasar dari luar. Edward Snowden berdiri di sana dengan wajah yang dipenuhi kemarahan besar dan senyuman kemenangan yang licik. Namun, yang membuat jantung Emmeline mencelos adalah sosok di belakang Edward.

Ayahnya, Daddy Kensington Valerio—sang kepala dinasti yang disegani—dan Ibunya, Mommy Audrey Valerio, seorang jaksa agung distrik yang terkenal dengan ketegasannya tanpa cela.

"Lihat ini, Dad! Mom!" Edward berteriak, suaranya menggema penuh kepalsuan di dalam ruangan.

Dia mengangkat sebuah tablet yang menampilkan rekaman video CCTV dan foto-foto mesra Emmeline bersama Kyle di dalam kamar ini. "Emmeline telah berselingkuh! Dia menodai pernikahan kami dengan membawa pria murahan ke dalam rumah sakit ini!"

Emmeline mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. Dia baru menyadari kelicikan suaminya.

Di dalam perjanjian pra-nikah yang ditandatangani empat bulan lalu, terdapat klausul manipulatif: siapa pun yang terbukti berselingkuh ataupun pihak yang membatalkan perjanjian, maka pihak tersebut harus membayar ganti rugi senilai 3 juta dolar dari proyek mereka. Edward sengaja menjebaknya agar Dinasti Valerio kehilangan aset tersebut.

Mommy Audrey, sang jaksa agung yang biasanya selalu memiliki argumen hukum, kali ini terdiam dengan wajah pucat.

Di mata hukum formal, bukti video yang dibawa Edward sangat valid dan menyudutkan putrinya. Emmeline berada di posisi yang salah secara hukum pernikahan.

Namun, Daddy Kensington tidak memarahi putrinya sedikit pun. Pria tua aristokrat itu hanya berdiri tegak dengan aura yang teramat dingin. "Berapa nominal ganti rugi yang kau inginkan, Snowden? Tiga juta dolar? Aku akan menulis ceknya sekarang juga, dan pastikan wajah kotormu hilang dari hadapan putriku," ujar Kensington dengan suara rendah yang mengintimidasi.

Edward tersenyum licik, merasa menang di atas angin. "Terima kasih atas kompensasinya, Tuan Valerio. Bukti video ini akan memastikan perceraian kami berjalan sesuai dengan kemauanku." Setelah melemparkan tatapan menghina ke arah Emmeline, Edward melangkah pergi dengan angkuh bersama pengacaranya, merasa telah berhasil memeras Dinasti Valerio.

Setelah pintu kembali tertutup, keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu menyakitkan. Di atas ranjang, Kyle masih tertidur nyenyak, sama sekali tidak terusik oleh keributan tadi akibat efek obat bius yang terlalu kuat.

Mommy Audrey melangkah mendekati Emmeline, matanya berkaca-kaca oleh rasa kecewa yang mendalam.

"Apa dia benar-benar kekasihmu, Sayang? Kenapa kau tidak jujur kepada kami selama ini?"

Emmeline menunduk, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh membasahi pipinya.

"Mommy dan Daddy tidak ingin kamu melangkah sejauh ini," ucap Audrey dengan suara bergetar. "Pernikahan adalah hal yang suci, Sayang... dan kau telah menodainya dengan berselingkuh. Sumpah di depan altar pernikahan bukan main-main, Emmeline. Kenapa kau melakukan ini?"

Mendengar perkataan sang ibu, bendeng pertahanan Emmeline runtuh. Dia mendongak, menatap kedua orang tuanya dengan tatapan mata yang dipenuhi luka.

"Edward yang berselingkuh lebih dulu, Mom! Dad!" tangis Emmeline pecah, suaranya bergetar hebat. "Hanya empat bulan setelah pernikahan yang kalian atur, dia sudah membawa wanita selingkuhannya, ke dalam mansion kami. Dia menidurinya di bawah atap yang sama denganku! Aku sama sekali tidak tahu tentang adanya perjanjian ganti rugi sampah itu, Dad. Edward memanipulasiku sejak awal!"

Mendengar kebenaran tersebut, atmosfer di dalam ruang VIP seketika berubah drastis. Kehangatan orang tua langsung menguap, digantikan oleh aura membunuh yang pekat.

Daddy Kensington yang semula diam, perlahan mengangkat wajahnya.

Sebuah senyuman smirk yang teramat dingin dan mengerikan terukir di bibir pria tua itu—sebuah tanda bahwa taring sang penguasa dinasti telah keluar.

"Sampah Snowden rupanya ingin bermain-main dengan kematian," ucap Kensington dengan suara yang begitu tenang namun sanggup membuat siapa saja bergidik ngeri.

Kensington kemudian mengalihkan pandangan matanya ke arah ranjang, menatap tubuh raksasa Kyle Stone yang masih terbaring tak bergerak di sana. "Benar dia kekasihmu, Emmeline?"

Emmeline menyeka air matanya, lalu mengangguk perlahan. "Benar, Dad."

Kensington berjalan mendekati ranjang, menatap garis wajah tegas Kyle dan jaringan parut di tubuhnya dengan tatapan menilai seorang pria berkuasa.

"Baik. Jika dia adalah pilihanmu untuk menghancurkan Snowden, maka pastikan pria ini mampu berdiri untuk bersumpah di depan altar bersamamu dua hari lagi."

Deg.

Emmeline terkesiap, matanya membelalak sempurna. "Dua hari lagi, Dad? Tapi... maksudku, kekasihku baru saja menjalani operasi besar di kakinya. Dia belum bisa berdiri dalam dua hari, Dad!"

Kensington tidak peduli. "Daddy pastikan surat dan dokumen perceraianmu dengan Edward selesai besok sebelum matahari terbenam. Dan dua hari lagi, kau akan menikah dengannya secara resmi."

Emmeline panik, dia menatap Kyle yang masih memejamkan mata dengan frustrasi. Bagaimana mungkin seorang pria dengan luka sayatan sedalam itu bisa berjalan ke altar dalam waktu 48 jam?

Namun, tepat ketika keheningan melanda, sosok pria yang sejak tadi dikira tertidur nyenyak akibat efek obat bius, perlahan membuka sepasang mata kelamnya.

Kilat mata Kyle begitu tajam dan jernih, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda orang yang sedang mengantuk. Ternyata, latihan militer hitamnya telah membuat tubuhnya kebal terhadap efek penenang dalam situasi darurat.

Kyle merubah posisinya menjadi duduk, mengabaikan ketegangan pada ototnya yang baru dijahit. Dia menatap langsung ke arah Daddy Kensington dengan senyuman tipis yang penuh hormat namun tidak gentar sedikit pun.

"Waktu dua hari? Jangankan berdiri... aku bahkan sudah cukup kuat untuk menggendong putrimu berlari menuju altar pernikahan, Tuan Valerio," ucap Kyle dengan suara baritonnya yang mantap dan penuh percaya diri, merobek seluruh keraguan di dalam ruangan.

Mommy Audrey cukup terkejut melihat ketahanan fisik dan mental pria di hadapannya. Sementara itu, Daddy Kensington melipat tangan di dada, senyuman puas akhirnya muncul di wajah tegasnya.

"Aku akan menunggu bukti dari kata-katamu.," ujar Kensington dingin namun sarat akan tantangan. "Kuharap kau tidak sedang bermain-main dengan putriku, Stone. Karena jika kau mengecewakannya, seluruh pasukanmu tidak akan cukup untuk menyelamatkanmu dari kuasaku."

Kyle hanya membalas tatapan itu dengan binar mata seorang Alpha sejati yang telah siap mengklaim takdir barunya bersama Emmeline Valerio.

1
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
Agus Tina
Semogabtidak ada badai berati lagi yg menghampiri mereka ...
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Agus Tina
Suka sekali pasangan seperti ini badass ... bisan dg cerita laki2 power full pasangannya perempuan lembut yg gak bisa apa2 dan dari keluarga yg tidak punya apa2 ... 👍
Ros 🍂: ma'aciww ya kak
total 1 replies
Agus Tina
,syukaaa ... up banyak
Ros 🍂: Hihihi siap ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!