NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

enak...

saat aku bangun, sudah ada ibu dan Abah di sofa, mereka sudah bersiap untuk sholat berjamaah, aku hendak ikut juga

" tunggu leea ikut " ucapku langsung mengambil wudhu

Setelah itu aku memakai mukenahku dan berdiri di samping ibu, sedangkan Abah di depan tapi Abah belum mulai mengimami

" sebentar imamnya belum datang " ucap Abah, suara abah sedikit serak entah kenapa.

 Aku menoleh ke ibu, mencari jawaban yang aku tidak tau

" nunggu ustadz areez " ucap ibu

Emmmm ternyata nunggu areez, ku kira dia pulang setelah Abah dan ibu datang ( batinku )

Tak lama areez datang, aku, Abah dan ibu langsung menoleh ke arahnya, sepertinya dia pulang semalam dilihat dari bajunya, dia pake sarung dan taqwa hitam dan songkok hitam, kalau di pikir, pakaiannya biasa aja masih normal tapi lain kalau areez yang memakainya. Dengan badannya yang tinggi juga bahunya yang lebar dia terlihat sangat mempesona. Mungkin ini yang di lihat banyak orang selama ini, bau badannya kecium ketika areez melewatiku, bukan aroma parfum yang sempat kecium, kali ini baunya soft tapi menly, Abah mengisaratkan tangannya agar areez yang mengimami dan kita semua menjadi makmum di belakangnya, awalnya Areez tidak mau tapi Abah mengisaratkan kalau tenggorokannya sakit jadi areez tidak bisa menolak lagi dan kita akhirnya berjamaah bersama.

Aku tak memiliki ekspektasi tinggi pada areez meski aku tau dia ustadz muda, bagaimana kehidupannya?, dimana dia tinggal dan berapa lama di menuntut ilmu, hanya seorang ustadz muda yang aku tau, hanya itu. Aku sedikit tidak khusyuk ketika sholat, setelah tau dia memiliki suara yang indah ternyata banyak yang tersembunyi di balik tampangnya yang cuek itu. Suaranya memecah kamar ini yang sepi dari kemarin.

Setelah sholat, Abah dan areez berbincang diluar sedangkan aku dan ibu berberes barang" untuk di bawa pulang, tak selang lama langit mulai terang, dan yang ku tunggu datang juga, seorang dokter dan suster masuk untuk visit terakhir sebelum pulang, areez enteh kemana, mungkin mengurus administrasi.

akhirnya aku pulang, kali ini aku tidak naik motor lagi, kami naik mobil bersama dan tentu areez yang membawa.

Setelah sampai rumah, aku minta izin langsung masuk ke kamar, sebelum aku rebahan aku membuka tab.ku dan ada pesan email dari aylin.

Email...

Aylin

Aleea

" Mbak sudah sampai? "

Ternyata itu pesan dua hari lalu yang aylin kirim, pasti dia menunggu dan khawatir aku belum balas email-nya.

Aleea

Aylin

" maaf ya dek... Mbak baru buka email-nya, Alhamdulillah mbak sudah sampai "

Setelah aku membalas aylin, aku memutuskan untuk rebahan saja hari ini, aku masih belum bertenaga untuk melanjutkan menulis, aku menatap langit-langit kamar, benar.... sepi di sini dan di tempat lain sangat berbeda, disini benar-benar sepi yang nyaman. Tak lama aku tertidur... Suasana yang nyaman ini membuatku sangat tenang dan mengantuk, aku pun tertidur.

( Tling Tling Tling ) 12.18 alarm berbunyi...

aku bangun dari tidur dan mematikan alarm lalu bergegas mengambil wudhu dan shalat dhuhur, setelah itu aku keluar dari kamar hendak makan, tapi rumah sangat sepi, aku mencari ibu dan Abah di kamar tidak ada, mencari di ruang tamu juga tidak ada, di halaman belakang apalagi. jadi aku memutuskan ke dapur untuk masak sesuatu, tapi saat ke dapur aku lihat di meja makan ada note kecil di atas tudung saji, aku mendekat

...Notes...

... " mbak aleea... Saya sudah masakkan mbak makanan dan juga menyiapkan obat yang harus mbak leea minum, Abah dan ibu sedang sibuk karena ada pertemuan wali santri siang ini, jadi beliau tidak sempat menyiapkan sesuatu untuk mbak leea, jadi saya masak sesuatu yang ada di kulkas, maaf Jika makanannya tidak sesuai selera mbak leea " ...

...areezz...

Tulisannya bagus... Rapi... ( batinku )

Aku membuka tudung saji, ada tempe goreng dan olahan ikan yang sudah tidak ada durinya dan sayur brokoli tumis, dan juga beberapa obat yang sudah di pisahkan, aku hanya tinggal makan dan meminumnya, baunya cukup menggoda untuk aku yang picky Eater, aku mengambil piring dan secentong nasi, aku tidak mengambil sendok karna aku mau makan pakai tangan saja, makanannya juga masih hangat, jarang" aku sangat berselera untuk makan, dan wallaaaa.... rasanya benar-benar enak sekali, entah berapa kali areez membuat aku terkejut dengan tingkahnya, siapa sangka dia bisa memasak seenak ini dengan bahan seadanya. Aku mengambil lagi secentong nasi dan makan sampai benar-benar habis tak bersisa, perutku benar-benar kenyang sekali, seperti mau meledak.

Setelah makan aku membereskan piring bekas makan dan meminum obat yang sudah disiapkan.

Lalu aku berjalan menuju halaman belakang, terdengar suara ramai sekali di depan, mungkin para wali santri sudah berdatangan, di sini memang selalu ada rapat rutin dengan wali santri jadi bukan hanya menitipkan anaknya untuk mencari ilmu tapi juga untuk saling mengevaluasi antar kedua orang tua, murid maupun guru yang mengajar, bukan hanya menjalin silaturahmi tapi juga menambah kekeluargaan.

Aku menyendiri di Halaman belakang, aku memang tidak pernah keluar saat ada rapat rutin atau rapat bersama guru lain, bukan sombong karna seorang putri pemilik pesantren, tapi aku memang susah bersosialisasi, aku suka gugup jika di ajak ngobrol dan asbun (asal bunyi) jika di tanya sesuatu, dan satu lagi, aku tidak bisa mengontrol ekspresi wajah jika ada suatu hal yang aku tidak suka, jadi lebih baik aku menjauh daripada ada hal buruk yang tidak aku inginkan, jika mengajar itu hal yang berbeda, karena aku mengajar dan mereka mendengar, hanya sebatas belajar, jadi aku baik-baik saja.

Aku membuka handphoneku, hendak berterimakasih pada areez atas semua bantuan yang dia lakukan untuk aku dan keluarga juga buat masakannya. Saat aku sedang mengetik ada ketukan di pintu belakang yang mengarah ke pesantren perempuan.

" tok tok tok "

Aku menghampiri ke arah pintu, kenapa ada orang yang mengetuk bukankah semuanya ada di depan untuk rapat, kenapa masih ada santri disini.

saat aku membuka pintu ternyata dia mbak ila, santri kemaren yang menangis karna di jodohkan.

" loh mbak ila... Masuk masuk mbak " suruhku, aku berjalan ke kursi di halaman belakang, mbak ila juga mengikuti di belakang.

" sudah bilang Abah dan ibu mbak? " tanyaku sambil berjalan

" sampun mbak " ucapnya pelan

" lalu bagaimana? apa sudah ada solusi? " tanyaku berikutnya, sambil duduk di kursi

" sudah mbak... Abah dan ibu mengirim surat kerumah untuk orangtua saya, bahwa Abah dan ibu masih membutuhkan saya untuk membantu mengembangkan usaha busana, dan saya akan tetap disini belajar menjahit dan menjahit busana di sini " ucapnya bersemangat

" lalu apa orang tuamu setuju? " tanya ku

" Alhamdulillah... Mereka setuju mbak, sebelum kesini, saya bertemu orang tua saya, mereka bilang sudah membatalkan perjodohan, jadi mereka bilang untuk saya tidak perlu khawatir " ucapnya sambil tersenyum, jujur aku juga merasa lega dengan ceritanya

" masyaallah... Jadi sekarang kalau ada apa-apa, engga perlu di sembunyikan, ceritakan dan temukan solusinya, bukan begitu? " ucapku bangga

" iya mbak leea, aku berterimakasih mbak leea sudah membantu saya, saya pikir mbak leaa orang yang kaku dan sulit untuk di ajak ngobrol, tapi ternyata mbak leea sangat hangat dan welcome " ucapnya sedikit malu

" ekhem... Saya jadi malu hahahha " ucapku bercanda

Ila adalah satu-satunya santri yang aku ajak sharing bersama, sebelumnya tidak ada, mereka hanya menyapa dan sesekali tersenyum, aku baru sadar ternyata aku tidak jauh berbeda dengan areez, sama-sama dingin kata orang.

setelah itu ila pamit pergi dan aku sendirian lagi di belakang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!