NovelToon NovelToon
The Buwono Family

The Buwono Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Komedi / Rumah Tangga
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.

Generasi ke 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daisy v Susana

Dokter Lucky menatap wajah masam istrinya pasca dirinya bercerita soal Susana bukan sundel bolong. Bagi dokter Lucky, apapun dia ceritakan pada Daisy, meskipun yang jelek sekalipun. Dia tidak mau Daisy mendengar dari orang lain, lebih baik dari mulutnya sendiri.

Kenzie dan Winston seolah merasa isi hati ibunya yang sedang galau, tampak ikut melow. Dokter Lucky menoleh ke arah Kenzie yang duduk di kursi bayi. ART mereka, Mbak Pum, melihat suasana sedang tidak baik, memilih diam.

Mantan ART keluarga Giandra itu tahu bahwa ajaran di keluarga besar mantan majikannya yang lama, keep silent itu paling penting.

"Bu Daisy, maemnya mas Kenzie biar nanti aku yang suapi. Ibu kan sibuk kalau hari Jumat." Mbak Pum menatap Daisy dengan wajah polos.

"Tidak usah Mbak Pum. Biasanya kan kamu pulang ke rumah anakmu kalau akhir pekan. Santai saja karena Kenzie nanti aku bawa ke daycare kok." Daisy menoleh ke arah suaminya. "Aku nanti ke PRC Hospital ya mas."

"Iya Jeng."

***

PRC Hospital Jakarta

Daisy dan Nareswari mewawancarai Gita yang ingin menjadi baby sitter Kenzie. Daisy pun memberikan serum kejujuran pad Gita, via minumannya. Mereka berada di ruang kerja Nareswari dan duduk di sofa yang disediakan disana.

Daisy duduk tegak sambil memangku Kenzie yang sesekali menggenggam jarinya sendiri. Di sampingnya, Nareswari bersandar santai, tapi tatapannya tajam, seperti sedang membaca isi kepala orang.

Di hadapan mereka, Gita duduk rapi. Wanita paruh baya itu mengenakan blus sederhana, tangannya terlipat di pangkuan. Wajahnya tenang, tapi jelas ia sadar sedang diuji.

“Bu Gita,” Daisy membuka percakapan dengan suara lembut, “kami nggak cuma cari orang yang bisa jaga bayi. Kami cari orang yang bisa kami percaya.”

Gita mengangguk pelan. “Saya mengerti, Bu. Itu memang yang paling penting.”

Nareswari menyilangkan kaki, lalu tersenyum tipis. “Baik. Kita mulai dari yang sederhana dulu. Pernah nggak Ibu melakukan kesalahan saat menjaga anak orang lain?”

Gita tidak langsung menjawab. Ia menarik napas, lalu berkata jujur, “Pernah, Bu. Sekali, waktu itu saya telat kasih obat karena salah lihat jam. Untung tidak berdampak serius, tapi sejak itu saya selalu pakai alarm.”

Daisy dan Nareswari saling melirik singkat. Seriously?

“Kenapa Ibu cerita itu?” tanya Daisy.

“Karena kalau saya bilang tidak pernah salah, itu bohong, Bu. Yang penting bagaimana saya belajar dari kesalahan itu.”

Kenzie tiba-tiba tertawa kecil, seolah ikut menyetujui. Daisy memperhatikan bagaimana sikap putranya bertemu dengan orang asing.

Nareswari sedikit maju, nada suaranya berubah lebih menekan. “Kalau suatu hari Kenzie jatuh dari tempat tidur saat Ibu jaga, dan tidak ada yang lihat … apa yang Ibu lakukan?”

Gita langsung menjawab, tanpa ragu. “Saya akan bilang sejujurnya, Bu. Sekecil apa pun kejadiannya. Karena menyembunyikan itu bisa membahayakan anak.”

“Walaupun Ibu bisa dipecat?” Nareswari menatap tajam.

Gita tersenyum tipis. “Kalau saya dipecat karena jujur, itu lebih baik daripada tetap bekerja tapi menyimpan kebohongan yang bisa membahayakan.”

Daisy terlihat sedikit melunak. Ternyata serum kejujuran itu berguna.

Namun Nareswari belum selesai. Ia mengambil botol susu kosong di meja dan meletakkannya di depan Gita. “Anggap saja ini sudah dipakai, tapi masih ada sisa susu sedikit. Apa Ibu akan buang atau simpan untuk nanti?”

Gita melihat botol itu, lalu menjawab, “Saya buang, Bu. Susu yang sudah terkontaminasi tidak boleh dipakai lagi untuk bayi.”

“Walaupun sayang?” tanya Daisy.

“Lebih sayang lagi kalau bayinya sakit.”

Sunyi sejenak memenuhi ruangan. Masing-masing sibuk dengan pikirannya.

Daisy mengusap kepala Kenzie perlahan, lalu menatap Gita dengan lebih hangat. “Pertanyaan terakhir dari saya … Kalau suatu hari saya atau Tante saya menyuruh sesuatu yang menurut Ibu tidak aman untuk Kenzie, apa yang akan Ibu lakukan?”

Gita terdiam sejenak, pertanyaan itu jelas paling berat. Dan bisa jadi pertanyaan menjebak.

“Saya akan tetap menolak dengan sopan, Bu,” jawabnya akhirnya. “Karena keselamatan anak harus di atas segalanya … bahkan di atas perintah orang tuanya sekalipun.”

Nareswari mengangkat alis, lalu tersenyum untuk pertama kalinya dan sikap menyetujui. Daisy juga tersenyum kecil, lalu menatap Kenzie yang kini mulai mengantuk di pelukannya.

“Sepertinya,” kata Daisy pelan, “Kenzie menemukan penjaganya.”

Nareswari mengangguk. “Dan kita menemukan seseorang yang berani jujur, itu jauh lebih langka.”

Gita menunduk sedikit, matanya berkaca-kaca. “Terima kasih, Bu … saya akan menjaga kepercayaan ini.”

Kenzie menguap kecil, seolah menutup sesi wawancara itu dengan persetujuan paling sederhana dan paling jujur.

***

RS Bhayangkara Jakarta

Dokter Lucky dan dokter Rahmat bersama tim bedah serta IGD, berangkat sholat Jum'at berjamaah di mesjid rumah sakit. Dokter Daffa berjalan menjejeri rekan sejawatnya yang juga seniornya.

"Dok Rahmat, anda memegang pasien Susana Laksono?" bisik dokter Daffa saat mereka berjalan ke mesjid.

"Kenapa?" tanya dokter Rahmat kalem.

"Habis sholat Jum'at, anda ke ruangan saya ya. Bawa dokter Lucky juga. Ini ada yang ... aneh!" bisik direktur RS Bhayangkara itu.

Dokter Rahmat hanya mengangguk. "Nanti habis jumatan, kami ke ruangan anda Dok."

***

Daisy mendatangi RS Bhayangkara dan segera menuju ruang kerja suaminya. Dia terkejut karena ruangannya kosong.

"Lho Dok Daisy?" Suster Lia mendatangi istri Bossnya. "Dok Lucky lagi jumatan."

"Eh? Astaghfirullah, aku lupa. Eh, Suster Lia, kamu tahu dimana ruangan pasien bernama Susana?" tanya Daisy.

Suster Lia menatap cemas ke Daisy. "Apakah ada yang salah Dok?"

"Beritahukan saja."

Suster Lia tahu, ini pasti tidak beres karena aura Daisy ingin ribut. Dia pun mengangguk.

"Mari Dok Daisy."

Kedua wanita itu pun berjalan ke ruangan Susana di saat ada Suster Euis yang membantu gadis itu.

"Lho? Dok Daisy? Cari suaminya? Maap Dok, dokter Lucky sedang jumatan," ucap Suster Euis sedikit keras agar membuat benteng ke Susana. Jujur Suster Euis merasa gerah karena Susana ribut mencari dokter Lucky.

"Oh, Mas Lucky sedang jumatan ya?" ucap Daisy dengan penuh penekanan.

Susana melihat wajah cantik Daisy yang ternyata memang bule sesuai dengan deskripsi suster Euis.

"Jadi ... ini istrinya dokter Lucky?" tanya Susana.

"Iya mbak Susana. Ini istrinya dokter Lucky. Namanya Dokter Daisy," jawab Suster Euis.

"Suster Euis dan Suster Lia, bisa aku bicara berdua dengan Susana?" pinta Daisy dengan wajah dingin.

Kedua Suster pro tim bedah itu pun keluar dan menutup pintu kamar Susana.

"Jadi, kamu suka dengan suamiku?" tembak Daisy.

"Iya. Dia sangat ... manly," jawab Susana tanpa malu. "Aku suka saat melihatnya pertama kali."

"Begitu. Apakah kamu tahu, kekayaan keluarga kamu, tidak akan bisa membeli suamiku," ucap Daisy.

"Tidak mungkin ada orang yang tidak mau uang."

"Benar ... tapi masalahnya, dokter Lucky bukan tipe pria seperti itu! Dengar, mau kamu menjual penyakit kamu, itu tidak akan berhasil!"

Susana tersenyum. "Kita lihat saja nanti."

"Silakan ... tapi jangan salahkan jika ada apa-apa." Mata hijau Daisy menatap tajam.

"Anda kan cuma WNA saja disini." Susana merasa dirinya bisa merebut dokter Lucky dengan menjual kesedihan penyakitnya.

"Benar. Tapi apa kamu tahu wahai ani-ani, aku adalah putri Mafioso Italia?" senyum Daisy.

***

Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Noey Aprilia
Ksian bgt tu bocah....yg slah orngtuanya,tp dia yg kna dmpaknya.....
hikksss.....
Meeta Baggio
Ya allah, tuh buibu apa udah gila yaa kaga waras bener tuhh idup ke gituh, kan skrng anak nya yg nanggung kasihan bangett dehh.
Yuli Budi
kasihan sih flint ..
muhammad ibnuarfan
ya Allah...kok bisa...kasian nya...🤦🤦
Murti Puji Lestari
emaknya minta dikemplang pake stainless pispot juga macam randy, biar otaknya geser jadi bener
Sayem Sayem
lha si embok e gendheng OPO piye to ..ya Allah kasihan banget ank e ..BPK e sing polah ank e sing nanggung beban dosa ne
Andriani Rahmi
ya Allah... lavender marriage... sinting emaknya... kasihan flint...
mama_im
ya ampun seumur hidup, aq aja dulu yg cuma rutin 6bulan pas pengobatan kelenjar bisen banget minun obat, apalagi seumur hidup, mana masih kecil 😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Ujung²nya anak yg gak berdosa, yg menanggung akibatnya
amilia amel
ya Allah....
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
awesome moment
maknyak dhegleng. pengin ikutan ngemplang. udh tau bojonya bisek lha koq malah bertahan. takut bgts jd single. mendingan single ning waras lahir batin drpd dying kek gitu
D_wiwied: dan sekarang anaknya yg jd korban keegoisan dia 😞
total 1 replies
Sayem Sayem
lha sesuai pribon to jodoh itu cerminan diri sendiri...setuju pake paket KLO Randy masuk bui trus ktmu anomali kyk ny tambah seru 🤣🤣🤣
Elsa Fanie
lah maka ny jodoh kan mat😁,KLO d taro d sel divisi klenik ke enakan nti malah g MW pulang 🤣 ,, untung dok Daffa telpon pak piktor
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 Yg digibahin malah lg asyik mimpi itu
Noey Aprilia
untng cm kna gplak pke pispot,cba kl pke palu....🤣🤣🤣....
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
Yuli Budi
Viktor tepok jidat ha ha ha ....
awesome moment
lho kan jodoh cerminan diri. dok luck sm daisy.👍👍👍s7 bgts sm dok luck yg gaplok Randi. mulutnya kalah bersih sm septi tank. otaknya jg kalah bersih sm otak udang. pas bgts klo digaplok. msh untg tu drpd dibanting
Meeta Baggio
Keren dehh dok Lucky 👍mantapp ,bagus dok hajar aja lah anak pemadat ke gituhh
amilia amel
kan memang dok lucky dan dok Daisy beneran jodoh
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
coba saja dok, auto langsung pindah alam 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!