Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Bulan Madu
Terakhir kali Shara mempertanyakan hal itu adalah ketika perdebatan mereka berujung tangan kekar Arian melayang dan mendarat keras di wajah cantik Shara. Untuk kesekian kalinya hati Shara hancur oleh pria yang sangat dia cintai. Sejak saat itulah Shara tidak pernah lagi membahas hal itu. Hingga akhirnya wanita malang itu mulai belajar untuk menerima sikap Arian kepadanya.
Bercerai? Terkadang kata itu muncul dalam benaknya. Tapi hal itu tidak akan terjadi. Sampai mati pun Shara tidak akan mau bercerai dari Arian. Shara sudah terlanjur mencintai pria itu dengan segenap jiwa dan raganya. Seluruh cinta wanita itu telah habis untuk Arian seorang. Habis tak bersisa. Seburuk apapun perbuatan lelaki itu padanya, Shara akan mencoba menerima, karena rasa cintanya lebih besar untuk memaafkan segala perbuatan buruk Arian kepadanya.
Sepertinya drama sandiwara antara pasangan itu akan berakhir hingga besok pagi. Karena sesuai rencana awal mereka sebelum menikah, Shara dan Arian akan pergi berbulan madu ke luar negeri. Bulan madu ini juga merupakan salah satu dari sandiwara mereka. Mereka akan pergi dari rumah ini, tapi bukan untuk bulan madu yang sebenarnya. Apakah mereka akan benar-benar pergi ke luar negeri, entahlah, Shara tidak tau.
"Mas?" Panggil Shara kepada Arian yang sedang duduk di sofa, tempat Shara tidur setiap malamnya. Pria itu terlihat fokus menatap laptopnya tanpa menyahut panggilan Shara.
Namun Shara tidak menyerah, dia kembali memanggil Arian. "Mas." panggilnya lagi yang mana membuat Arian menoleh. Lelaki itu menghunuskan tatapan tajamnya, seolah mengartikan tidak ingin diganggu.
"Tidak bisakah kamu tidak menggangguku? Matamu tidak melihat aku sedang sibuk?!" Bentak Arian. Padahal hanya memanggil saja, tapi kenapa Arian semarah itu kepadanya.
"Ma maaf Mas kalau aku mengganggumu. Tapi aku hanya ingin menanyakan sesuatu sama kamu." ucap Shara pelan karena tidak ingin membuat Arian marah lagi. Walaupun apa saja yang dia lakukan semuanya selalu salah di mata Arian.
Arian menarik nafas lalu menghembuskannya dengan kasar, "Apa cepat katakan, jangan membuang waktuku!" ucap Arian tapi masih dengan nada membentak.
"Aku cuma mau nanya Mas, apa kita memang benar pergi bulan madu besok? Maksudku ke luar negeri." tanya Shara.
Tawa Arian menggelegar di dalam kamar yang terbilang luas itu. Bukan tawa senang, melainkan tawa yang seolah mengejek kalimat yang baru saja keluar dari wanita yang menjelma menjadi istrinya. Shara terdiam, bingung melihat Arian yang malah tertawa menanggapi pertanyaannya.
Tawa Arian terhenti, sedetik kemudian mengubah raut wajahnya menjadi dingin. "Jangan mimpi kamu. Shara, asal kamu tau aku tidak akan pernah sudi menyentuh wanita murahan sepertimu. Jangan terlalu percaya diri!" Ujar Arian dengan senyum merendahkan. Rupanya Arian salah paham menanggapi pertanyaan Shara.
Shara menggeleng, "Tidak Mas, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya agar aku bisa menyiapkan apa saja yang perlu dibawa besok." bantah Shara. Shara sama sekali tidak ada maksud lain mempertanyakan hal itu, karena dia sadar betul Arian tidak akan mau menyentuhnya.
"Cih. Kamu tidak usah menyangkal Shara, aku sudah tau bagaimana sifatmu. Akui saja bahwa kau juga sangat menginginkanku. Tapi maaf, aku sama sekali tidak sudi menyentuhmu." Arian terdiam sejenak. Sedangkan Shara, dia hanya bisa menghela nafas, berusaha untuk bersabar menghadapi suaminya itu.
"Coba katakan padaku Shara, sudah berapa banyak pria yang memakai tubuhmu ini, katakan padaku siapa saja mereka, agar aku bisa melihat seleramu. Apakah kamu hanya melayani lelaki kaya seperti aku atau..."
"Cukup...."
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈