NovelToon NovelToon
DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

DUDA GILA Vs PERAWAN TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Lansia / Duda / Cintamanis / Menikah Karena Anak / CEO
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Amanda, wanita tangguh yang "terjebak" oleh bakti. Di usianya yang sudah sangat matang, ia menutup rapat pintu hatinya. Takut suaminya nanti tidak sanggup menerima paket lengkap kehidupannya yang rumit. Ayahnya yang renta dan adiknya yang istimewa.

Dirga Wijaya, seorang pria kaya merupakan ayah dari mantan muridnya. Berlidah tajam, seringkali melontarkan kritik yang menyinggung perasaan, membuat keduanya kerap terlibat perdebatan.

​Saat kehidupan tenang Amanda terusik oleh kemunculan kembali mantan kekasihnya yang obsesif dan mulai melakukan tindakan kriminal, Dirga Wijaya menawarkan pernikahan kontrak.

Dirga mendapatkan status "menikah" demi putrinya, sementara Amanda mendapatkan perlindungan bagi ayah serta adiknya.

​Di bawah atap yang sama, Akankah pernikahan itu terus berlanjut, atau terputus ketika masa kontrak berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

.

“Kenapa, Put? Apa yang masih membuatmu ragu? Ataukah sebenarnya ada hal lain?” Ega menatap putri dengan wajah kecewa. Namun, pemuda itu mencoba bersabar. Ia juga tidak ingin memaksa Putri, tapi ia butuh alasan jelas.

Putri memandang jauh ke depan, matanya berkaca-kaca namun berusaha tegar.

"Coba Kak Ega pikirkan... jika seandainya Putri menikah dengan Kak Ega, lalu bagaimana nanti perasaan Ayah? Apa bisa Ayah yang mencintai tante Mila, lalu tiba-tiba harus menganggap tante Mila sebagai besan?

Putri menatap Ega memohon pengertian.

"Putri tidak sanggup membayangkan situasi itu, Kak. Putri sayang sama Kakak, tapi Putri tidak bisa melihat Yah patah hati.”

Ega terdiam, menundukkan wajahnya menatap rumput hijau di bawah sepatunya. Kata-kata Putri memang benar adanya. Realita yang terjadi begitu rumit. Cinta mereka besar, namun tembok yang menghalangi kini terasa begitu tinggi dan mustahil untuk didobrak.

"Jadi... ini akhir dari segalanya?" tanya Ega dengan suara parau.

Putri tersenyum tipis meskipun sebenarnya juga merasa sedih, lalu mengangguk kecil. "Mungkin memang begini jalannya, Kak. Kita ditakdirkan untuk saling menyayangi, tapi tidak untuk bersama. Kita bisa saling menyayangi sebagai kakak adik.”

“Kenapa kita tidak mencoba berjuang, Put? Mungkin benar mereka pernah menjalin hubungan kembali, tapi hubungan itu juga sudah berakhir. Saat ini Mama sudah menjalin hubungan dengan Om Toni, bahkan mereka sudah mempersiapkan hari pernikahan. Atau, mungkin saja sebenarnya kita yang salah menilai sebelumnya. Mama dan Om Dirga mungkin menjalin hubungan tapi hanya sebatas teman karena mereka pernah hidup bersama sebelumnya. Kamu bisa lihat sendiri kan, bagaimana sikap antara Mama sama Om Toni saat di malam tadi?”

Putri menggelengkan kepala mendengar asumsi Ega. Apa dia yang salah atau Ega yang tidak peka? Jelas-jelas sebelumnya ayahnya dan mamanya Ega menjalin hubungan intim, bahkan sudah menetapkan hari pernikahan. Namun, semua mendadak berubah tepat di hari kepulangan Ega dari London.

*

Tanpa mereka berdua sadari, di salah satu bangku kayu yang terletak tak jauh dari tempat mereka duduk, hanya terhalang oleh rimbunnya tanaman hias dan posisi yang saling membelakangi, Dirga Wijaya duduk sendirian.

Pria paruh baya itu memang sengaja ingin mencari udara segar sejenak setelah mengantarkan Amanda pulang. Dirga sama sekali tidak menyangka akan mendengar percakapan antara putrinya dan Ega di sana.

Dirga merasa dadanya sesak, sangat sesak mendengar pengakuan Putri barusan.

“Jadi... selama ini Putri bilang belum ingin menikah dan ingin fokus belajar memegang perusahaan... itu semua hanyalah alasan?” Batin Dirga bergetar. karena dia memikirkan perasaanku? “Dan alasannya adalah karena aku.”

Dirga menundukkan wajahnya, kedua tangannya saling bertaut erat di antara kedua lututnya. Angin berhembus sejuk, namun tidak mampu menyejukkan rasa panas dan sesak di dadanya.

“Putriku... Dasar anak bodoh,” gumamnya dalam hati. Kamu menahan hatimu sendiri, mengubur cintamu... hanya demi menjaga perasaanku?”

Air mata pria tangguh itu hampir saja jatuh, namun ia cepat-cepat mengusapnya dengan punggung tangan.

"Tapi apa kamu tahu? Kebahagiaan terbesar Ayah adalah melihatmu bahagia.” Dirga menghela napas panjang dan berat, hatinya kembali bergejolak. "Bagaimana caranya agar Ayah bisa membuatmu menerima lamaran Ega?”

Pertanyaan itu bergema di benaknya. Ia harus menemukan jalan keluar demi masa depan putri satu-satunya yang begitu ia cintai.

Sore hari di kontrakan Manda.

“Ada apa kamu datang kesini lagi?” Manda berkacak pinggang di depan lelaki yang dulu pernah dia cintai. Dan juga yang pernah mencintainya. Lelaki yang dulu pernah melamarnya tetapi dia tolak. Bukan karena alasan tidak suka, hanya karena ketakutannya jika laki-laki itu akan menolak keluarganya.

Lelaki yang dulu pernah mengatakan cinta padanya. Sekaligus laki-laki yang beberapa waktu menjualnya kepada laki-laki hidung belang. Kini setelah beberapa hari, berani sekali pria itu menunjukkan wajahnya di hadapan Manda. Apa bahkan laki-laki itu sama sekali tak punya malu?

Arman Wicaksono, nama pria itu, menatap sendu ke arah Amanda. “Aku datang karena ingin meminta maaf,” ucapnya.

“Maaf?” Manda tersenyum sinis. Kedua tangannya dilipat di depan dada, bersedekap dengan mengangkat dagunya ke atas. “Untuk apa? Apa Karena telah gagal mendapatkan uang jutaan?” Manda masih tetap dengan suara datarnya.

“Aku benar-benar khilaf waktu itu.”

“Alasan basi,” potong Amanda. “Kalau saat itu aku tidak bisa kabur, dan kau berhasil mendapatkan uang jutaan. Apa kau juga akan mengatakan khilaf?” Amanda menahan luka dalam hatinya. Dadanya terasa sesak. Pria yang paling biasanya percayai, tega melakukan hal keji padanya.

Arman menggelengkan kepalanya mendengar tuduhan Manda. “Itu tidak benar, Manda. Jangan berpikiran seburuk itu padaku,” ucapnya menatap Amanda dengan mata berkaca-kaca.

“Waktu itu kau mengatakan sedang butuh uang banyak untuk bayar kontrakan yang sudah meninggal juga untuk biaya pengobatan adikmu. Jadi, aku pikir itu satu-satunya cara agar kamu bisa dapat uang banyak dalam waktu singkat.”

Prok… prok… prok…

Amanda bertepuk tangan lambat setelah Arman selesai bicara. "Yakin jika kau melakukan itu karena aku butuh uang? Apa bukan karena justru uang itu ingin kau nikmati sendiri?”

Amanda berbicara dengan suara yang menggebu-gebu. Kemarahannya selalu mencapai ubun-ubun setiap kali mengingat dirinya yang hampir saja menjadi korban lelaki hidung belang. Dan itu semua adalah ulah Arman.

“Aku tidak berbohong, Manda. Saat itu yang aku pikirkan hanya Kamu membutuhkan uang yang banyak.” Arman berbicara sambil menggelengkan kepalanya tatapannya semakin sendu.

"Kalau kau tahu aku butuh uang seharusnya kau meminjamkannya. Bukan menjualku. Setidaknya Aku tidak akan marah meskipun kau menghitungnya sebagai hutang."

“Lalu setelah rencanamu gagal kau datang untuk minta maaf. Aku tidak butuh permintaan maaf darimu. Aku hanya butuh tidak pernah melihatmu lagi. Pergilah dari sini dan jangan pernah lagi tunjukkan batang hidungmu di hadapanku.”

“Sumpah. Aku membencimu dengan seluruh nafasku. Dalam setiap aliran darahku hanya ada kebencian yang tersisa padamu. Pergilah atau aku akan membuat laporan ke pihak berwajib tentang apa yang pernah kau lakukan padaku. Percayalah aku bisa melakukannya!”

“Tolong jangan lakukan itu padaku, Manda. Bukankah kita akan menikah. Ayo kita menikah. Aku akan menebus kesalahanku dengan mencintai dan meratukanmu seumur hidupku.”

“Kau tidak mau pergi dari sini, itu berarti kau ingin aku menghubungi pihak berwajib sekarang. Jika kau berpikir aku tidak bisa melakukannya, kau salah!”

Anda mengambil ponsel yang tersimpan di saku celananya. Mengetik beberapa nomor, kemudian menunjukkan layarnya ke hadapan Arman.

“Apa kau ingin aku menekan tombol hijau?”

Arman menggelengkan kepalanya. Nomor yang dia lihat di layar ponsel Manda adalah nomor darurat kepolisian. Akhirnya, mau tak mau Arman pergi meninggalkan tempat itu. Dia tahu Amanda memiliki watak keras. Ancamannya bukan pura-pura.

*

“Sial…!” Arman menghentikan mobilnya ketika dia telah jauh dari gang menuju kontrakan Amanda,.memukul setir dengan kepalan tangannya. “Kenapa perawan tua itu sulit sekali Dikendalikan?!” geramnya.

“Apa aku culik saja salah satu dari anak asuhnya pas dia mengajar?” Tiba-tiba ide gila muncul di otaknya.

“Jika aku menyandera anak asuhnya, maka dia akan menuruti perintahku. Ha ha ha ha ha…”

1
vania larasati
lanjut
dewi rofiqoh
Apa ya jawaban bu manda?
Ummee
sebenarnya... kak author mau istirahat dulu, jadi sabar dulu ya Ayah 😅
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aseek aseek.. ..
yuk nyakain kipasnya Umi, 🤗🤗
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
sebenarnya .... nanti ajah yah pak dikasih tau pas mama up lagi 🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: wk wk wk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ummee
dasar stres, kamu memang cinta atau mah memanfaatkan?
tapi kalo cinta kok memaksa
Ummee
baru bisa mampir kak🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp, Umi. semoga betah ya
total 1 replies
Ummee
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
tanpa filter sekali pak
vania larasati
lanjut
Nar Sih
bnr bangett apa kata mu kevin ,pasti nanti kwalat
〈⎳ FT. Zira
lagi kesambet/Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
co cwiiiittt
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
harusnya td pasang kamera tersembunyi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
karena*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
memilih*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
untuk* dibuang aja, nyempil. 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Dahi Amanda sedikit berkerut, lalu ia segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya,

menurutku lebih pas.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama lah
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
mengikat*
vj'z tri
cintaku padamu tak kan berubah walau di telan waktu, biarlah kan ku simpan dalam hati /Shy//Shy//Shy/🎉🎉🎉🎉
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ahayyyy💃💃💃💃
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!