Kisah seorang ilmuan gila yang melawan pemerintah dunia yang dzalim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Michael Jack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asal-usul Kekaisaran Xianying
Malam tiba dengan tenang. Cahaya bulan menerangi halaman rumah Jihan, sementara angin malam berhembus lembut membawa kesejukan. Di bawah langit yang jernih itu, Jack dan Jihan duduk bersama di halaman rumah sambil menikmati makan malam sederhana.
Beberapa saat mereka makan dalam keheningan. Suasana terasa damai.
Setelah berpikir sejenak, Jack akhirnya membuka percakapan.
"Nona, bolehkah saya bertanya?" tanya Jack.
Jihan mengangguk pelan.
"Em, tentu saja."
"Saya ingin mengetahui dua hal," lanjut Jack.
"Siapa yang menciptakan kekaisaran ini… dan mengapa kekaisaran ini disebut sebagai wilayah terlarang?"
Jihan tersenyum tipis.
"Pertanyaan yang bagus. Baiklah, akan kuceritakan."
Ia menarik napas pelan sebelum mulai bercerita.
"Dahulu kala, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kekaisaran Xianying hanyalah hutan liar yang sangat luas. Tempat itu hanya dihuni oleh hewan roh. Tidak ada satu pun manusia yang berani tinggal di sana."
"Bahkan orang yang mencoba masuk ke wilayah itu tidak pernah kembali hidup."
Jack mendengarkan dengan penuh perhatian.
"Sekitar sembilan ratus tahun yang lalu, muncul seseorang yang mengubah sejarah wilayah ini. Namanya adalah Xian Wujiu. Dia adalah kaisar pertama Kekaisaran Xianying."
"Xian Wujiu dulunya merupakan buronan Pemerintah Dunia," lanjut Jihan. "Dia adalah orang pertama yang berani menyuarakan kebenaran tentang kekejaman mereka."
"Karena itu dia diburu."
Saat terus dikejar oleh pasukan Pemerintah Dunia, Xian Wujiu akhirnya melarikan diri dan bersembunyi di hutan terlarang ini.
"Hutan itu adalah wilayah Asia Timur. Pada masa itu Asia Timur merupakan hutan raksasa dengan luas sekitar 11.840.000 kilometer persegi, atau sekitar 7,8 persen dari seluruh daratan dunia."
"Xian Wujiu bersembunyi di sana selama puluhan tahun."
Selama waktu itu, ia perlahan beradaptasi dengan lingkungan yang dipenuhi energi qi. Ia belajar bertahan hidup dan mulai mempelajari cara memanfaatkan energi tersebut.
"Dia juga merupakan seorang kultivator," kata Jihan.
"Selama puluhan tahun dia berlatih hingga akhirnya mencapai tingkatan tertinggi, yaitu tingkat dewa."
Jack terlihat semakin tertarik mendengarnya.
"Harta warisan hewan rohnya adalah tongkat palu Gorila Api," lanjut Jihan.
"Namun sebenarnya dia tidak membunuh gorila itu. Dia justru menjalin kontrak dengannya."
"Kontrak?"
"Iya," jawab Jihan. "Kontraknya adalah Xian Wujiu akan menjadi wadah bagi Gorila Api. Sebagai gantinya, setiap keturunan Xian Wujiu akan mendapatkan kekuatan dari hewan roh tersebut."
Jihan kemudian memberikan sedikit penjelasan tambahan.
"Dalam dunia kultivator, kekuatan seseorang dibagi menjadi empat tingkatan."
"Tingkatan pertama adalah Pemula. Ini adalah tahap yang dimiliki seseorang ketika pertama kali memulai kultivasi."
"Tingkatan kedua adalah Pakar atau Ahli. Pada tahap ini kultivator sudah mampu menguasai energi qi dengan baik."
"Ciri-cirinya adalah memiliki elemen alam utama, mampu terbang tanpa alat bantu atau sayap, dan memiliki harta warisan hewan roh."
Jack mengangguk pelan sambil mendengarkan.
"Tingkatan ketiga adalah Master," lanjut Jihan. "Pada tahap ini seorang kultivator dapat melakukan evolusi dengan harta warisan hewan rohnya."
"Evolusi itu berbeda-beda. Sebagian kultivator berubah seperti manusia hibrida dengan hewan roh mereka. Sebagian lainnya hanya mendapatkan kekuatan hewan roh tanpa perubahan bentuk yang terlalu besar."
"Dan tingkatan terakhir adalah Dewa."
Jihan sedikit menatap langit saat mengatakan itu.
"Tingkatan ini adalah yang paling sulit dicapai. Biasanya orang yang sudah mencapai tingkat Master tubuhnya sudah tidak dapat berkultivasi lagi. Karena itu hanya sedikit orang yang berhasil mencapai tingkat Dewa."
Setelah mencapai kekuatan yang sangat tinggi, Xian Wujiu mulai menyebarkan ajarannya.
"Banyak orang dari berbagai tempat datang ke hutan terlarang itu untuk menjadi muridnya," kata Jihan.
Jumlah mereka semakin banyak hingga akhirnya Xian Wujiu memutuskan untuk membentuk sebuah kekaisaran.
Kekaisaran itu dinamakan Xianying.
Namun berdirinya kekaisaran baru ini membuat Pemerintah Dunia merasa terancam.
"Mereka takut kekaisaran ini suatu hari akan berkhianat," lanjut Jihan.
Akhirnya Pemerintah Dunia mengirimkan pasukan besar untuk menyerang wilayah tersebut.
Jutaan tentara dikirim. Ribuan kapal perang berlayar menuju Asia Timur. Senjata-senjata berat seperti meriam dan ketapel raksasa juga digunakan.
Bahkan salah satu Penguasa Dunia bernama Azerion turun langsung ke medan perang.
Pertempuran besar pun terjadi selama berhari-hari di wilayah utama kekaisaran, tepatnya di daerah Mongolia.
Pasukan musuh sempat berhasil memukul mundur pasukan kekaisaran.
Banyak warga yang tewas. Mereka yang selamat melarikan diri ke arah hutan dan bersembunyi.
Saat pasukan musuh merasa kemenangan sudah di depan mata, Xian Wujiu akhirnya muncul.
Namun dia tidak datang sendirian.
Bersamanya ada empat hewan roh legendaris.
"Mereka adalah penguasa tertinggi benua Asia Timur," kata Jihan.
"Sebenarnya ada lima penguasa. Namun satu di antaranya telah bersatu dengan Xian Wujiu."
Kelima hewan roh itu adalah Naga Emas, Phoenix Ungu, Beruang Api, Griffin Angin, dan Gorila Api.
Mereka berlima mengamuk di medan perang dan menghancurkan seluruh pasukan musuh.
Dalam waktu singkat hampir semua tentara Pemerintah Dunia tewas.
Yang tersisa hanyalah Azerion.
Azerion dikepung oleh kelima hewan roh tersebut.
Xian Wujiu yang marah karena banyak rakyatnya tewas langsung melesat menuju Azerion dan memukulnya hingga terpental puluhan meter.
"Kekuatan palu api, jurus ketiga… Hantaman Palu Dewa!" teriak Xian Wujiu.
Ia mengayunkan palunya yang membesar ke arah Azerion.
Namun Azerion tidak tinggal diam.
"Jangan remehkan Penguasa Dunia… Perisai Kegelapan!" teriaknya.
Benturan dahsyat pun terjadi hingga menggetarkan seluruh benua Asia Timur.
Saat Azerion menahan serangan itu, Naga Emas menyerang dari belakang dan menyabetkan ekornya hingga Azerion terpental.
Kemudian Phoenix Ungu menyemburkan api yang membakar tubuh Azerion.
Saat Azerion berusaha memadamkan api tersebut, Griffin Angin menjatuhkan batu raksasa dari langit tepat di atasnya.
Azerion menahan batu itu dengan perisainya, namun karena jatuh dengan sangat cepat, batu itu menembus pertahanan tersebut.
Azerion sempat menghindar, tetapi lengan kirinya terluka parah.
Ketika ia mencoba melarikan diri, Beruang Api muncul dan mencabik tubuhnya hingga penuh luka.
Pertarungan itu akhirnya diakhiri oleh Xian Wujiu.
Dengan satu hantaman palu raksasa, ia memukul Azerion hingga terpental keluar dari benua Asia Timur.
Sejak saat itu, wilayah Asia Timur dikenal sebagai benua para kultivator dan ditetapkan sebagai wilayah terlarang sekaligus tertutup dari dunia luar.
Jihan mengakhiri ceritanya.
"Jadi begitulah kisahnya."
Jack mengangguk pelan.
"Ah… jadi begitu."
"Lalu bagaimana dengan Azerion sekarang? Dan apakah hewan penguasa itu sudah berganti?"
Jihan menggeleng.
"Kabarnya Azerion telah pulih berkat kekuatan supranatural yang tidak kami ketahui."
"Sedangkan hewan penguasa tidak berganti, karena mereka tidak bisa mati karena usia ataupun penyakit."
Jack terlihat kagum meskipun ekspresinya tetap datar.
"Hm… kisah yang sangat luar biasa."
Jihan kemudian berkata,
"Besok aku akan mengajarimu cara menggunakan dan menyerap energi qi. Setelah itu kau bisa berburu hewan roh untuk mendapatkan harta warisan hewan roh."
Jack mengangguk.
Setelah makan malam selesai, mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
Namun di tengah malam, Jack keluar dari rumah dan berjalan menuju tepi sungai, tempat yang sama seperti siang tadi.
Suasana malam sangat sunyi.
Angin berhembus lembut di antara pepohonan.
Jack duduk di tepi sungai sambil memandangi aliran air.
Di tengah kesunyian itu, ia merenungi perasaannya.
Apakah dia benar-benar mencintai Jihan?
Di dalam pikirannya terus terbayang wajah Jihan yang cantik dan senyumnya yang manis. Suaranya yang lembut masih terngiang di telinga Jack.
Ia teringat kejadian siang tadi saat Jihan menyelamatkannya.
Gerakannya yang anggun dan penuh wibawa membuat hatinya tersentuh.
Kehadiran wanita itu terasa seperti embun pagi yang menyejukkan hati Jack.
Jack sebenarnya ingin mengungkapkan perasaannya.
Namun ia ragu.
Ia takut jika kenyataannya Jihan tidak memiliki perasaan yang sama.
Hal itu membuat pikirannya tidak tenang sepanjang malam.
Pada akhirnya, Jack memutuskan untuk menyimpan perasaannya terlebih dahulu.
Ia akan menunggu sampai waktu yang tepat.
Dan ketika saat itu tiba, ia bertekad akan mengungkapkan perasaannya kepada Jihan.
Bahkan di dalam hatinya, Jack sudah membayangkan satu hal.
Jika Jihan menerima perasaannya…
Ia ingin mengajaknya menikah.