Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Sekitar 5 mobil box besar berdatangan ke rumah yang Gita sewa.
Hari ini adalah hari terakhir rumah ini di sewa jadi Gita memborong banyak barang dan menyimpannya di rumah sewa ini.
Karena jika langsung ke hotel pasti tidak di perbolehkan oleh pihak hotel, Pasti akan mengundang kecurigaan juga dan jika langsung ke apartemen nya dia takut ada orang yang melihat dan membuat kecurigaan.
Jika nanti masalah makanan yang sudah kritis bisa - bisa Gita menjadi buruan mereka.
"Terima kasih pak" ucap Gita
Dia memberikan uang sekitar 5 juta rupiah untuk supir dan pekerja yang membantu pak supir menurunkan barang.
Karena waktu yang mepet membuat Gita harus cepat bergerak.
2 Jam Kemudian
Barang sudah tersusun rapih di dalam rumah sewaan, terlihat ada beras tambahan dan yang lainya tersusun rapih.
Dengan sekali jentikan jari semua barang langsung masuk ke dalam ruang dimensi, sebelum Gita memasukan barang dia memastikan jika tidak ada orang yang melihatnya.
Gita keluar dari dalam rumah menuju kandang yang tidak jauh dari rumah, ayam, Bebek, kambing dan Sapi ada di sana.
Gita dengan mudah memasukan hewan ternaknya dengan mudah dan sekejap, tidak lupa juga Gita membawa pakan yang di berikan pemilik ternak.
"Oke. Ini kan udah kosong, saat nya kita pulang" semangat Gita
Gita langsung melajukan mobilnya dan mampir ke rumah pemilik rumah yang Gita sewa untuk memberikan kunci rumah kepada dia.
Setelah itu Gita pun pergi ke hotel untuk istirahat karena ada waktu 1 hari lagi, dirinya pindah kembali ke apartemen.
Pak bumi sudah mengkonfirmasi jika apartemen Gita sudah jadi 95% dengan pekerja sekitar 40 orang di bagi menjadi dua
Shift, karena Gita ingin apartemen cepat di kerjakan jadi harus banyak pekerja dan hasilnya seperti ini Dengan sekejap apartemen Gita hampir selesai hanya perlu 5% lagi, besok juga akan selesai.
Di Apartemen Livy
"Ini apartment nya, ko pintunya kaya gini?" tanya Yani dengan bingung karena pintu rumah Livy seperti pintu brankas
"Mungkin Model pintu nya kaya gini mah, kan sekarang banyak model rumah yang aneh - aneh sekarang" balas Julia
"Oh kaya gitu" angguk Yani
"Yaudah pencet bel nya, malah ngobrol" ujar Reza
Julia hanya senyum, lalu menekan bel apartemen Livy.
Ting!! Tong!!
Cklek
"Eh... Tante, om, Julia udah datang. Ayo masuk" ajak Livy
Mereka pun masuk ke dalam rumah Livy yang cukup besar ada 2 kamar dengan ukuran cukup besar dan ruang tamu dan dapur nya juga cukup besar.
Mereka semua pun duduk di ruang tamu dan Livy pun memberikan mereka minum.
"Kak bukannya itu apartemen si Gita ya?" tanya Julia
"Iya.. tuh yang lagi di renovasi" jawab Livy
"Wah kayanya yang beli orang kaya yah. Jadi bagus gitu apartemen nya" balas Julia
"Iya pasti lah. Oh iya tadi katanya kamu mau minta bantuan sama kakak kan, mau minta bantu apa?" tanya Livy
Julia menatap ke arah Reza dan Yani, saat mereka saling bertatapan yani mengangguk pelan ke arah Livy.
"Kak maaf boleh gak kita tinggal di sini sebentar?" tanya Julia
Deg
Ucapan Julia membuat wajah Livy menjadi datar tidak suka.
"Kakak gak suka ya, maaf" lemah Julia
"Engga ko jul. tapi gimana ceritanya kamu tiba - tiba gak punya rumah?" tanya Livy
"gara - gara anak jal*ng itu. Dia udah jual rumah di juga jual perusahaan. Uang kita di bekukan di bank, jadi kita gak punya uang buat tinggal di hotel, satu - satunya harapan kita adalah kamu" jawab Reza
Deg
Jantung Livy terasa di pukul.
"Ini fix, ini fix dia kembali hidup kaya gue!!" ucap livy dalam hati
"Kak. kenapa malah diem?" tanya Julia
"Gak papa. Tapi kenapa bisa jual perusahaan sama rumah kalian? Kan sertifikatnya udah di ganti nama kan" jawab Livy
"Engga Livy. Dia bohong, dia memang anak durhaka!!" emosi Reza yang tiba - tiba mengingat kelakuan Gita.
"Gak papa kan kak kalo kita tinggal di sini buat sementara aja ko" ujar Julia
Livy tidak membalas ucapan Julia langsung dia ber gerutu di dalam hatinya.
"Di masa bencana aja mereka jadi benalu buat si Gita, gimana kalo sama gue. Gue gak mau ngurus mereka nanti, apa gue beliin apartemen aja ya di atas. Toh isi rumahnya udah ada, biar mereka gak di sini gak ganggu gue. mereka juga di akhir khianati gue emang cocok mati" ucap dalam hati Gita
"Gini aja deh om Tante Julia, aku sewain aja apartemen mau gak di atas ada apartemen teman aku yang mau pindah terus udah ada barang - barangnya juga di sana jadi gak perlu beli lagi. Kalo kalian tinggal di sini, kalian pasti gak betah karena om Tante tau kan kelakuan ibu dan ayah saya gimana" balas Livy terlihat lemah.
Mereka mengangguk mengerti.
"Boleh boleh, tapi kamu gak keberatan sewain apartemen untuk kita di sini?" tanya Reza
"Engga om. tenang aja" jawab Livy
Mereka berempat pun langsung menuju manajer apartment dan mereka langsung melihat ke unit apartemen yang akan di sewa, tanpa banyak tanya mereka setuju karena apartemen nya bersih dan bagus di tambah sudah ada furnitur di dalam membuat mereka semakin senang.
1 Jam Kemudian
"Terima kasih ya Livy, udah bantuin kita" balas Yani
"Iya gak papa om Tante. Kaya sama siapa aja. Oh iya, aku punya temen dia bilang akhir - akhir ini akan ada banyak banjir di area ini jadi saya harap Tante dan om stok makanan ya, sebanyak - banyaknya. Katanya sih akan ada topan juga. Ini ada uang semoga bisa cukup" ujar Livy
"Iya. Terima kasih Livy, kamu memang baik sekali. Nanti kita belanja, buat stok di rumah takutnya ada apa - apa" balas Yani
"Ya sudah kalo begitu, Tante om Julia izin balik ke apartemen Livy ya. Mau istirahat" bala Livy
"Iya Livy"
Livy pun kembali ke unit apartemen nya.
"Untung aja mereka mau, kalo engga abis gue harus ngurus mereka. Gak papa lah rugi 100 juta daripada mereka tinggal di sini" bahagia livy.
Livy berjalan ke arah kamarnya, lalu dia menggeserkan meja yang ada di kamarnya membuka pintu tersembunyi.
Livy masuk ke sana turun, dan setelah menuruni tangga Livy sudah berada di apartemen bawah yang Livy beli juga untuk tempat persembunyian menimbun Makanan karena jika dia menyimpan nya di unit apartemen atas semua orang akan melihatnya dan mungkin saja akan ada yang mencurinya nanti setelah kiamat.
Livy membeli apartemen bawah dengan harga yang sama, rugi sedikit namun aman untuk hidup nya nanti.
Dia langsung merenovasi dan menyatukan lantai bawah dan atas dengan pintu rahasia dan Livy juga mengganti pintu apartemen nya juga dia ganti dengan pintu yang sama seperti Gita.
2 Hari Kemudian
"Wah bagus banget pak, keliatan mewah banget" ujar Gita yang melihat apartment nya yang sudah beres di renovasi