NovelToon NovelToon
Asisten Dadakan

Asisten Dadakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Persahabatan / Romansa
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

"Aku akan membayarmu" Ucap Vaya sahabatnya.

"Kamu bercanda Va" Tanya Maura memastikan.

Sebuah tawaran yang cukup gila, membuat Maura harus menjalani hari - harinya bersama Gilang. Seorang pria tampan yang mempunyai segudang pengagum.

"Kamu cukup menjadi asistennya, dan buat dia jatuh cinta"

"What.!!" Teriak Maura.

Apakah Maura setuju dengan tawaran yang diajukan oleh Vaya?

Apakah Maura sanggup menjalani hari - harinya bersama Gilang?

Lalu hubungan seperti apa yang akan terbentuk antara Maura dengan Gilang?

Yuk mampir, ikuti kisahnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bingkai Foto

Pagi itu, Maura pergi ke kamar Gilang. Gilang meminta dirinya untuk membantu menyiapkan keperluannya untuk dibawa sore nanti.

Maura melangkah masuk, perlahan ia mencari sebuah tas yang disebut Gilang tadi. Mengedarkan pandangannya mencari tas itu. Sebuah tas besar sudah terlihat tepat di sebuah ranjang dan disekelilingnya banyak sekali pakaian yang tergeletak tidak teratur.

Maura perlahan merapikannya, memasukannya satu persatu ke dalam tas yang telah disediakan oleh Gilang.

"Lengkap sekali bawaanya." Bisiknya sendiri.

Beberapa menit kemudian, Maura terdiam. Dia menatap apa yang di genggamannya sekarang. Kenapa ada syal wanita di sini. Mungkin Gilang salah mengambilnya. Dia tidak mungkin memerlukan ini. Itulah yang difikirkan Maura saat itu.

Akhirnya semua telah masuk ke dalam tas itu, tersusun rapi. Kecuali satu hal, syal itu Maura tak ikut sertakan dalam tas bersama keperluan lainnya.

Maura menghela nafas panjang. Dia menatap sekelilingnya sekarang. Kamar Gilang telihat sangat rapi, lebih rapi dari kamar miliknya. Bersih dan harum. Tirai putih tersusun dengan indah. Selimutpun tertata dengan rapi. Ada sebuah bingkai yang tertidur di atas meja kecil tepat di samping ranjang ini.

Maura tertarik sekali untuk mendirikannya. Dia meraihnya dan sekarang menggengamnya. Maura terdiam, Ia menyentuh perlahan foto itu. Ini wanita yang sama seperti di handphone milik Gilang. Foto wanita yang cantik dan manis. Pasti dia sosok yang berarti buat Gilang. Gilang menyimpannya dengan sangat baik.

"Kau sedang apa." Ucap suara pria yang Maura tahu itu milik Gilang.

Maura membalikan tubuhnya ke arah Gilang yang tadi ada di belakang dirinya, melihat sosoknya sekarang. Bingkai foto masih digenggamnya saat ini.

Gilang melangkah menghampiri Maura. Raut wajahnya tampak tak senang. Tepatnya setelah menyadari apa yang ada di genggaman Maura saat ini.

"Kembalikan." Ucapnya dan langsung menarik paksa bingkai itu.

"Au.." Teriak Maura.

"Kau kenapa, kau bisa memintanya baik-baik, tidak harus menariknya seperti itu." Ucap Maura lagi sambil meniup-niup jari miliknya yang tak sengaja terluka karena bingkai foto itu.

"Siapa yang mengizinkanmu untuk menyentuhnya."

"Hah.., kau aneh. Aku hanya mencoba merapikannya. Apa harus sekasar itu." Protes Maura dan berlalu pergi dengan sengaja menabrak pundak Gilang saat melewatinya.

Sepanjang jalan dari dalam kamar Gilang sampai ia menuju sofa ruang tamu, Maura tampak kesal. Apa salahnya, kenapa Gilang sangat menyebalkan sekali.

"Kau kenapa?" Tanya Rian yang sejak tadi melihat Maura bergerutu.

"Temanmu menyebalkan."

"Kalian bertengkar lagi?" Tanya Rian menatap Maura dan Gilang yang ikut keluar dengan sebuah tas yang telah Maura rapikan tadi.

"Kita ke kampus sekarang." Pinta Gilang akhirnya.

"Boleh aku ikut bersamamu Rian?" Tanya Maura.

"Kau ikut denganku, kau asistenku." Ucap Gilang tiba-tiba.

"Aku takut menyentuh mobilmu." Sindir Maura.

"Kau tetap harus ikut aku, bukan Rian."

"Aku enggak mau."

Gilang langsung menghampiri Maura. Meraih tangannya dan menariknya untuk bersama dirinya.

"Hei.. kau menyakitiku lagi." Teriak Maura.

Rian yang melihat kejadian itu, akhirnya ikut bertindak. Ia bangkit dari duduknya dan mencoba menghentikan tindakan Gilang pada Maura. Rian sekarang menggenggam pergelangan tangan Maura.

Apa yang terjadi dengan mereka di dalam tadi. Terakhir mereka terlihat baik-baik saja. Kenapa sekarang seperti ini. Rian tak habis fikir, saat Gilang izin pada dirinya untuk masuk ke kamarnya dan menemui Maura, dia tersenyum saat itu. Hanya beberapa menit saja dan sekarang mereka bertengkar kembali.

Di sisi lain Gilang merasa bersalah dengan apa yang dilakukan dirinya pada Maura. Dia hanya tidak suka melihat Maura menyentuh foto itu. Tak pernah terfikirkan olehnya bahwa tindakannya akan menyakiti Maura. Gilang tak pandai bersikap, bagaimana dia harus meminta maaf pada Maura dan akhirnya malah menyakitinya kembali sekarang.

"Maura ikut gua." Pinta Rian pada Gilang.

"Enggak bisa, dia harus ikut gua."

Sekarang mereka saling menatap, rasa bersalah muncul di hati Maura. Kehadirannya membuat kedua sahabat ini saling menatap tajam.

"Hentikan." Ucap Maura sambil menggerakan tangannya mencoba melepaskan gengaman kedua pria yang ada di hadapannya.

"Aku ikut Gilang, kalian berhenti bersikap seperti ini. Lagian aku masih terikat kontrak dengan Gilang." Ucap Maura akhirnya.

"Sorry Rian." Ucap Maura lagi.

"Kau tak harus memaksakan diri."

"Aku tak apa." Ucapnya lagi pada Rian.

Gilang tersenyum kecil mendengar keputusan Maura. Sedangkan Rian tampak kecewa mendengarnya. Namun Rian mencoba menerima keputusan Maura itu.

Mereka melangkah bersama sekarang, menuju parkiran mobil. Rian mengantar mereka, tepatnya mengantar Maura. Rasa khawatir meliputinya. Walaupun dia tahu, Gilang tidak akan melakukan sesuatu yang melewati batas, Rian hanya merasa cemas saat itu.

"Hati-hati." Ucapnya untuk Maura dan Gilang menatap tak suka melihat perhatian Rian pada Maura.

"Cepat masuk." Teriak Gilang pada Maura.

Awal perjalanan terasa sunyi. Maura diam, Gilangpun diam. Tak ada suara diantara keduanya. Beberapa menit kemudian Gilang mulai mengeluarkan suaranya.

"Tanganmu tak apa?" Tanya Gilang akhirnya.

Maura yang tadinya diam, sekarang menatap Gilang tak percaya.

"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanyanya yang merasa tak biasa melihat tatapan Muara pada dirinya.

"Aku bertanya, tanganmu tak apakan?" Tanyanya lagi.

"Kau hanya bertanya saja?" Tanya Maura akhirnya, dan membuat kerutan pada dahi Gilang tanda ia berfikir maksud dari ucapan Maura padanya.

"Memangnya aku harus bilang apa?"

"Maaf." Pinta Maura.

"Oke, aku minta maaf."

"Tidak tulus." Jawab Maura memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil.

Gilang tiba-tiba meminggirkan mobilnya, dan menghentikannya. Maura terkejut dan menatap Gilang sekarang.

"Tulus yang kamu mau itu seperti apa?" Tanyanya tiba-tiba.

"A... e.." Hanya dua huruf itu yang keluar dari mulut Maura dan Gilang tertawa kecil melihatnya.

"Berikan tanganmu?" Pinta Gilang dan Maura tetap diam.

Melihat Maura yang tetap diam, membuat Gilang berinisiatif meraih tangan Maura saat itu. Gilang menatap tangan Maura sekarang, melihat ada luka kecil yang tak sengaja tergores saat Gilang merebut paksa bingkai foto tadi.

"Maaf." Ucapnya dan mencoba memberikan obat pada Jari Maura yang terluka saat itu.

"Au.." Teriak Maura lagi sedikit pelan.

Untuk pertama kalinya Maura melihat sosok Gilang yang berbeda. Gilang menjadi pria yang sangat lembut. Sejujurnya Maura tak menuntut Gilang melakukan ini semua. Maura fikir dengan kepribadian Gilang yang ia tahu, pasti ia tidak akan meminta maaf pada Maura terlebih dahulu. Tapi saat ini, Gilang tampak berbeda, Gilang menunjukkan sisi lembutnya pada Maura.

.

.

.

.

Jadi yang akan jatuh cinta duluan siapa ya kira-kira. 😎

Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.

Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.

💪😊

Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.

Mau likenya ya kak 😊

Mau ratenya juga ya kak😇

Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos."

1
it's me oca -off
maura ciye ciyee
sitimusthoharoh
penyesalan tu di akhir mb laras kalok didepan namane pendaftara.
lanjut
Dwi Winarni Wina
mampir thor kayaknya menarik n bagus ceritanya...
sitimusthoharoh
y ampun si ma2 dah gk sbar mau punya mantu.
lanjut
it's me oca -off: onel kmn ja
total 1 replies
it's me oca -off
hadir
♀️
akhirnya up juga
▫️
trnyata udh up 4bab🙈,dan inget² lg ceritanya udh lama g baca 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
neni onet
akhirnya up juga setelah sekian purnama,
semangat Thor, ceritanya bagus, penasaran laras maunya apa sekarang . . 💪
neni onet
masih ngilang yaa neeh lanjutannyaa, padahal seru lhooo. ..
Ami
masih lanjutkan ceritanya? ceritanya bagus,sayang kalo cuman setengah jalan
Netti
Rian yang suka sama ķamu itu vaya
N13
auto ngakak
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
Ayu Wandira
mampir like nih kak😊yuk mampir di novelku yang berjudul jatuh cinta pada tuan lee
Ayu Wandira
semangat kak..mampir juga yuk di novelku💕jatuh cinta pada tuan lee
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
cinta terbalas bikin berbunga bunga 💕
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
Maura bener kata Gilang jangan terlalu cepet percaya sama laras
👑Ria_rr🍁
ngakak baca ini, mendadak pe'ak 🤣🤣 astaga² akibat nervous
👑Ria_rr🍁
dari atas sampai ke bawah komentarnya "Aku mampir Thor" 🙈



Tuan rumah ngebucinin Art sendiri
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!