Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 8
"Permisi pak ada berkas yang harus di tanda tangani. " Ucap Diana menyelonong masuk ke dalam ruangan Rifki.
"Apa kau tidak memiliki tata karma? main menyelonong masuk saja! " ketus Rifki penuh kekesalan. Padahal Rifki sedang menghabiskan waktu berdua bersama Nasya pacarnya.
"Cih alasan saja orang ini, aku tau dia terganggu karena sedang bermesraan dengan wanita menor ini. " Guman Diana menatap tajam sambil melihat wanita yang sedang duduk di pangkuan Rifki.
"Ya sudah mana berkas yang harus ku tanda tangani! " Ketus Rifki membuyarkan lamunannya.
"Ini Pak. " Diana menyodorkan dokumen itu pada Rifki.
Nasya yang masih saja duduk di pangkuan Rifki menatap sinis Diana. "Sayang.. kenapa karyawan mu ini mengganggu kita saja. " Ucap Nasya manja.
"Murahan." Ucap Diana dengan pelan namun terdengar jelas di telinga Nasya.
"Apa maksud mu murahan? " selidik Nasya.
"Oh itu.. itu tuh jam tangan nya mbak. " Jawab Diana spontan.
"Beraninya kau menghina jam tangan ku, asal kau tau ya jam tanganku ini sangat amat mahal! kalah di bandingan dengan jam tangan mu tentunya punya mu kalah!! " dengan sombongnya Nasya menjawab.
Diana hanya diam dan memberikan senyum terpaksa nya itu. "Tenang saja sayang, akan ku belikan jam tangan yang lebih mahal lagi. " Ucap Rifki menyodorkan dokumennya yang telah di tanda tanganinya.
"Yang benar sayang? " tanya Nasya dengan antusiasnya.
Rifki mengambil uang berwarna merah dan memberikannya pada Nasya. " Ini uang untuk mu membeli jam tangan, dan kalau uang nya kurang kau bisa pakai kartu ATM ku. " Ucap Rifki memberi kan kartu atmnya dan uang.
"Makasih ya sayang.. kamu itu paling perhatian deh. " Ucap Nasya sambil memeluk Rifki.
"Sudah ku duga wanita ini ternyata matre juga, hah biarlah uang si kutu air ini habis di porotin sama cewek menor ini. " Batin Diana tersenyum miring.
"Ya sudah ya sayang aku mau pergi dulu, nanti kita ketemuan lagi ya.. " ucap Nasya melepaskan pelukannya.
"Secepat ini kah? aku bisa mengantarkan mu membeli tas? " tawar Rifki.
Nasya memasang senyum manisnya dan menatap pacarnya itu. "Tidak usah sayang, lagian kamu kan masih banyak kerjaan. " Tolak halus Nasya.
Melihat senyum yang di berikan oleh Nasya membuat hati Rifki luluh. " Baiklah. " Jawab Rifki. Mendapat kan persetujuan dari Rifki, Nasya pun langsung pergi.
Rifki baru menyadari kalau sekretaris menyebalkan nya itu masih ada di ruangan nya. " Ternyata monyet ini sedari tadi di sini? " Batin Rifki.
"Hei untuk apa lagi kau disini? bukannya aku sudah menandatangani dokumen itu? " selidik Rifki.
"Tapi aku masih ada perlu dengan mu. " Ucap Diana.
" Ya sudah ayo cepat katakan apa? " Ucap Rifki menyandarkan tubuhnya di kursi kekuasaannya.
"Kita akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan xxxx di restoran. " Tutur Diana langsung pada inti bicaranya.
"Kapan? " tanya Rifki.
"Hari ini saat makan siang. " Jawab Diana.
"Ya sudah pergi lah kau. " Ucap Rifki sambil memejamkan matanya, rasanya ia sangat ingin tidur.
Tak ingin berlama-lama, Diana langsung keluar dari ruangan Rifki. "Setengah jam ternyata aku menjadi obat nyamuk. " Gerutu Diana sambil melihat waktu yang tertera di jam tangannya.
•••
Tok, tok, tok
"Masuk! " Sahut Rifki dari dalam ruangan.
"Kau masih ingat kan kalau kita akan mengadakan pertemuan? " tanya Diana.
"Ya, tentu saja aku ingat. " Jawab Rifki.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅