NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Delapan. Alasan Bantuan Bryan Lewis

Blake berpikir mungkin Queen telah menyinggung Bryan sehingga membuat pria itu marah. Makanya dia menyasar di perusahaan Celestial.

Namun, belum sempat dia bicara, suara Queen kembali terdengar. "Tidak. Aku sama sekali tidak menyinggungnya. Justru dia mengusik perusahaan kita karena ingin membantuku. Aku ingin mengusir Xavier dari perusahaan, tetapi akan sangat tidak sopan mengusirnya begitu saja."

"Kenapa Bryan Lewis ingin membantumu?"

"Itu karena aku telah bersedia untuk menjadi ibu susu dari putrinya. Kalian pasti pernah mendengar jika istri Bryan Lewis meninggal saat melahirkan putri mereka. Saat ini putrinya memerlukan ibu susu yang memiliki golongan darah yang sama dengannya yaitu golongan darah RH-null dan kebetulan aku memenuhi kriteria itu.

Aku mengajukan syarat meminta Bryan Lewis untuk mengusir parasit itu. Dia sudah mendapatkan sahamku, tetapi dia malah menghianatiku. Aku akan membuatnya kembali menjadi gelandangan."

Melihat tekad dan kesungguhan Queen, Tuan Allan dan Blake saling melemparkan tatapan. Apakah selama ini putrinya begitu menderita? Dia bahkan melihat tatapan mata Queen begitu dingin saat membicarakannya.

Tuan Allan dan Blake merasa bersalah membiarkan Queen menjalani hidup sendirian.

"Kamu pasti sangat menderita," ujar Tuan Allan.

Queen menatap ayahnya dengan getir. Dia mengingat kembali rasanya dibakar hidup-hidup. Seketika kebenciannya pada Xavier terlihat jelas.

"Ya, tetapi aku tidak akan diam saja. Aku harus mengimbangi kelakuannya."

Queen akhirnya menceritakan semua rencananya. Dia meminta Blake dan ayahnya agar jangan panik. Dia sudah menyusun rencana ini sedemikian rupa, agar Xavier tidak menyadari jika ia masuk ke dalam perangkap. Rencananya sudah jelas, dia ingin Xavier menyerahkan sendiri saham yang ada di tangannya.

"Oh, ya, Kak. Aku nitip ini ke kakak. Bilang saja untuk saat ini sahamku kakak yang pegang dan tidak ada yang boleh mengusiknya. Lalu carikan aku pembeli, aku mau jual villaku dua minggu dari sekarang. Aku perlu waktu untuk membereskan semuanya. Setelah itu aku akan bekerja pada Bryan Lewis selama dua tahun bersama Sofia. Setelah itu, kita akan berkumpul bersama lagi."

"Jika itu keputusanmu, baiklah. Aku harap kamu berhati-hati," kata Blake. Dia menerima tas yang tadi dibawa oleh adiknya. Saat dibuka, tas itu berisi surat saham, surat kepemilikan villa dan properti lainnya. Queen sepertinya sudah merencanakan ini matang matang.

Tuan Allan yang sudah tidak terlibat langsung pada perusahaan, hanya bisa menjadi pendengar. Dia melihat putrinya sudah banyak berubah. Tuan Allah merasa perubahan ini terlalu mengejutkan.

Queen tidak berlama lama di kediamannya, setelah makan siang dia diantar sopir kembali ke Villanya.

Dalam perjalanan kembali, ponsel Queen bergetar, ada pesan masuk dari Xavier. Pria itu lagi lagi tidak pulang dengan alasan yang bermacam-macam. Kali ini dia mengatakan jika dia kemungkinan tidak akan pulang dalam waktu tiga hari.

Queen hanya menjawab seperti biasanya. Namun, tak lama kemudian ponselnya kembali bergetar, kali ini panggilan dari Bryan.

"Bisakah kamu datang ke kediaman ku."

"Sekarang?"

"Ya, Aku akan kirimkan supir ke tempatmu."

"Tidak perlu. Kamu cukup kirimkan alamatnya saja. Nanti biar aku yang ke sana. Lagi pula aku masih berada di luar."

"Baiklah."

Setelah panggilan berakhir, Sebuah pesan yang menunjukkan alamat rumah Bryan muncul. Queen meminta supir untuk berputar arah. Toh Xavier tidak pulang. Jadi dia bebas pergi kemana pun.

Tiba di kediaman Lewis, Bryan sudah menunggu di depan pintu. Hal ini membuat alis Queenza berkerut dalam.

"Kamu menungguku?"

"Ya, terjadi sesuatu. Tadi putriku sedang meny*su, entah kenapa dia tiba-tiba tersedak dan lalu kemudian sampai sekarang dia tidak mau lagi minum dari dotnya."

Queen mengangguk penuh pengertian. Dia menggendong Sofia dan berjalan masuk mengikuti Bryan.

Begitu memasuki kediaman Bryan, Queen bertemu dengan kakek Lewis. Pria tua itu menyambutnya dengan ramah, bahkan dia juga sempat menyentuh Sofia. Kakek Lewis menyerahkan kotak hadiah kecil pada Queen. Saat dibuka, itu berisi gelang.

"Semoga kamu suka. Gelang itu kembar dengan gelang Ellara. Saya harap kelak Sofia dan Ellara tumbuh bersama dan saling mendukung."

Queen tidak terlalu memperhatikan kata kata terselubung dari kakek Lewis. Dia lalu mengikuti Bryan naik ke lantai dua. Kakek Lewis menatap kepergian dua orang itu dengan senyum penuh arti.

Queen meletakkan Sofia di atas rajang. Dia lantas mendekati perawat yang sedang menenangkan Ellara yang rewel.

"Berikan dia padaku." Queen mengulurkan tangannya pada perawat itu, dengan patuh perawat itu menyerahkan Ellara pada Queen.

Queen menimang baby Ellara dengan lembut. Suara tangis gadis kecil itu mereda dan menyisakan rengekan kecil. Queen duduk di ranjang. Dia secara reflek langsung membuka dua kancing bajunya, tetapi kemudian dia teringat ada Bryan di sana. Dia pun menoleh ke arah pria itu.

"Tuan Bryan, tolong keluar."

Bryan terlihat canggung. Dia berdehem dan lalu berbalik ke luar ruangan. Entah mengapa, pria yang biasanya tampak dingin dan tak acuh itu tiba-tiba merasa malu sendiri karena sempat tertegun sesaat melihat Queen membuka kancing bajunya.

Bryan turun dengan wajah memerah. Dia mengipasi wajahnya yang terasa panas. Alis kakek Lewis tanpa sadar berkerut. "Ada apa denganmu?"

"Ti-tidak apa-apa, Kek. Aku cuma merasa panas, saja."

Wajah kakek Lewis semakin tampak terpelintir. Dia mengingat lagi Bryan dan Queen baru saja naik ke atas, tetapi cucunya justru langsung turun dengan wajah memerah. Mata kakek Lewis melebar saat mengingat status Queen di rumah mereka, dia itu kan ibu susu. Apakah mungkin cucunya....

Kakek Lewis lalu mengarahkan tongkatnya pada Bryan, "Dasar cucu si*alan, cabul. Kamu. Kamu ...!"

"Kek, aku tidak seperti yang kakek pikirkan."

"Lalu kenapa wajahmu memerah? Dasar br*ngsek."

Bryan menutupi kepalanya berusaha menghindari tongkat kakeknya. Dia sendiri tidak menyangka jika wajahnya langsung memerah hanya karena hal sepele seperti itu. Biasanya dia tidak mudah terpengaruh apapun, entah mengapa hari ini agak lain.

Sementara itu di dalam kamar, Queen sedang meny*sui baby Ellara. Dia tidak mengetahui keributan di bawah. Queen menatap baby Ellara dengan lembut. Bayi mungil itu tampak meny*su dengan rakus.

"Pelan-pelan cantik, tidak akan ada yang merebutnya darimu. Lihatlah! Sofia sudah tidur karena kekenyangan."

Saat Queen berbicara, Ellara membuka mata, untuk sesaat Queen terpesona dengan warna mata gadis kecil itu yang berwarna hijau, sama seperti warna mata Bryan. Sudut bibir Queen terangkat, dia mengusap pipi bayi itu dengan lembut.

Setelah Ellara kembali terlelap, Queen lantas memompa ASI nya. Asi yang dihasilkan masih lumayan banyak. Dia memberi tanggal dan waktu pemompaan, lalu menyimpan pack ASI itu ke lemari pendingin khusus.

Sebelum pergi, Queen masuk ke kamar mandi, dia membasahi wajahnya agar terlihat sedikit lebih fresh. Dia lantas menggendong Sofia dan turun ke bawah.

"Tuan Bryan, aku harus pulang. Kemungkinan aku butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan urusanku dengan orang-orang itu. Jika memungkinkan aku akan sering datang ke sini."

Bryan mengangguk. Dia masih sedikit canggung karena kecerobohannya tadi.

Kakek Lewis meminta supirnya untuk mengantar Queen, Karena Queen sudah menyuruh supir keluarganya untuk pulang. Queen melambaikan tangan pada Bryan dan kakek Lewis, saat mobil mulai bergerak maju.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!