Ada seorang anak perempuan yang baru lulus SD dan masuk SMP IT bernama AQEELA MENTARI PUTRI dan dia dekat dengan ketua OSIS yang bernama MUHAMMAD RIAN ALFATIH. Mentari yang di panggil Tari ternyata menyimpan luka batin yang sangat dalam dan semua itu ia curahkan kepada Rian apa yang akan terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 Cemburu Yang Tersembunyi
Pada jam pertama, yaitu pelajaran bahasa Indonesia, Tari belajar dengan khusyuk. Tari duduk di barisan sebelah kiri depan, padahal pas masa MOS Tari duduk di barisan kanan depan sehingga bertatap muka langsung dengan guru karena mejanya berhadapan. Namun sesudah MOS , tepatnya hari ini, posisi duduk di rubah dan Tari memilih di barisan kiri depan. Tari duduk sebangku sama Sina yang mana dia adalah teman sebangku dari kelas satu SD. Posisi duduk Tari itu dekat sama jendela bagian depan. Namun meskipun seperti itu, posisi duduk Tari tidak bisa terlihat dengan jelas kalau ada yang ngintip dari luar, karena posisi jendela lebih tinggi daripada posisi duduk Tari.
Tari belajar dengan khusyuk, meskipun sebenarnya pikiran dia lagi berada di luar sana,dia memikirkan satu sosok nama yang sangat indah namun mustahil tergapai sama Tari karena saingannya adalah teman - temannya yang sangat cantik. Dari awal MOS teman - temannya selalu histeris kalau orang itu lewat. Tari sadar diri kok,dia selalu kalah dalam hal asmara daripada teman - temannya. Saat itu, pelajaran bahasa Indonesia lagi ada tugas membuat kalimat sederhana, Tari yang pikirannya lagi melayang bisa pertama kali selesai
" RI, nyontek dong, susah tahu " kata Sina
" Alah lo,kan emang seperti itu. Yang mudah aja selalu nyontek apalagi yang susah " kata Tari sambil tersenyum manis
" Nah , kamu tahu sendiri kan, lagian otak aku mah lemot kalau soal pelajaran, tapi kalau soal cowok ganteng kayak kak Rian wah langsung on dong " kata Sina
" Terserah deh " kata Tari. Hatinya entah kenapa kok gak rela ya kalau ada orang lain yang menyebut nama kak Rian.Tapi Tari harus sadar diri karena kak Rian itu orang yang pintar, ganteng dan yang pastinya perfect sekali. Sangat jauh sekali sama Tari, mungkin Tari harus bisa merelakan kak Rian bersama dengan salah satu dari teman - temannya.
Tari langsung berdiri dan langsung berjalan menuju ke mejanya Rayyan
" Yan, Lo tumben belum beres " kata Tari
" Aduh ,otak gue kan bukan motor sport yang bisa langsung gas " kata Rayyan
" Alah bisa aja kamu mah " kata Tari
" Eh Yan, Tari emang dari SD dia otaknya kadang bikin kita heran deh, tidak pernah belajar serius tapi dia masuk 10 besar. Lah , giliran aku yang belajar serius banget, malah gak masuk 10 besar " kata Fikri
" Berarti itu mah otak kamunya aja yang kurang tajam,hahahhha " kata Rayyan
" Bukan gitu Yan, tapi gimana amal - amalan aja gitu " kata Tari
Akhirnya mereka bertiga tertawa dengan asyiknya.
Jam pertama telah habis waktunya. Sang guru pun langsung pamit pergi ke luar . Tari saat itu langsung pergi ke kantor untuk ngasih tahu jam berikutnya namun baru keluar dari kelas,dia berpapasan dengan kak Rian
" Kenapa keluar RI, kan belum jam istirahat " tanya kak Rian
" Emang siapa sih yang mau istirahat? Makanya kak , jangan sok tahu, orang aku mau ke kantor " kata Tari sambil tersenyum
" Ya , kakak kira kamu mau istirahat duluan " kata kak Rian dengan tenang
" Kakak sendiri ngapain ada di luar ? gimana sih , katanya gak boleh keluar sebelum jam istirahat, Ketua OSIS nya aja malah ada di luar " kata Tari sambil sedikit cemberut
" Kakak habis dari kamar mandi,RI. Ya udah sana katanya mau ke kantor, kakak juga mau masuk ke kelas lagi. Semangat terus ya belajarnya " kata kak Rian sambil pergi meninggalkan Tari yang masih berdiri melihat kepergian kak Rian.
Tari datang ke kantor, namun ternyata guru berikutnya tidak hadir dan juga tidak ada tugas apa - apa. Alhasil kelas Tari jam kosong, dan begitu juga kelas VIII pada kosong.
Tari duduk dengan tenang, namun tiba-tiba pintu yang menghubungkan antara kelas VII dan VIII terbuka
" RI,salam dari Firman, katanya cinta mati " kata Jayat sambil diri di pintu
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " kata Tari sambil tetap duduk tenang
" Yeay,malah jawab waalaikumsalam lagi, gimana ih jawabannya " Jayat terus meledek Tari yang sedang tenang
" Lah , aku gak salah lho. Karena kalau ada yang bilang salam ya pasti jawabannya adalah waalaikumsalam " kata Tari yang membuat Jayat pun menutup pintu kembali
Akhirnya Tari pun langsung merasa tenang karena tidak ada gangguan lagi. Tari duduk di kursi punya Rayyan, sedangkan Rayyan duduk di kursi yang kosong.
" Aduh ganteng banget ketua OSIS kita, pokoknya aku harus bisa miliki Kak Rian " kata Sina
" ish ,ga bisa gitu dong, pokoknya aku harus bisa juga dapetin hati kak Rian " kata Nira gak mau kalah
" Ish ,kak Rian biar adil punya aku aja dong " kata Dena sambil tersenyum manis
" Udah dong , kalian umur nya di atas aku jadi ngalah aja dong, buat aku aja yang penting masih imut " kata Aisyah
" Gak boleh....." Ucap Nira, Sina dan Dena serempak yang membuat Rayyan pusing dibuatnya. Ternyata aura kakak nya membuat teman - temannya pada berantem
" Astaghfirullah, pusing tahu dengernya, udah nanti kita bagi - bagi aja kak Rian nya. siapa yang dapat kepala , muka, dada,perut, kaki . Biar kebagian semuanya.
" Jangan di bagi - bagi gitu dong ,RI " kata Nira
" Lagian kenapa sih kalian berantem gak malu apa kalian berantem di depan Rayyan langsung " kata Tari sedikit tegas
" Kan kita bukan berantem RI, tapi kita itu lagi pasang badan untuk kak Rian " kata Sina
" Terserah kalian deh, pusing aku mah. Emang gak ada apa yang lebih ganteng dari kak Rian? Cowok banyak kali di sekolah ini, kenapa mesti kak Rian sih? " kata Tari
" Eh Ri, coba liat deh. Cowok emang banyak tapi yang bisa bikin hati deg - degan itu hanya kak Rian aja , masa sih kamu ga tertarik sama kak Rian " kata Nira yang membuat Tari sedikit kaget tapi harus tetap tenang
" Biasa aja " Kata Tari santai yang membuat Rayyan tersenyum penuh arti. Entah apa maksudnya dari senyuman itu hanya Rayyan dan Allah yang tahu dari maksud semua itu.
*********************************************
Saat istirahat Tari dan kawan-kawan seperti biasa langsung pergi ke warung dan ternyata di sana banyak anak - anak santri yang sedang murojaah kitab safinah
" Hai Ri, mau jajan ya ?" kata salah seorang anak santri
" Biasanya kalau datang ke warung itu buat jajan atau tidur?" kata Tari sedikit jutek
" Ya Allah,Ri, kamu jutek banget sih " kata Sina
" Hahhahha Tari emang gitu suka jutek, padahal nih ya, temen aku yang paling manis ini , gebetan dia waktu dia SD " kata santri itu
" Jadi orang jangan suka nyebar gosip dong,masa gak tahu ALFINATUL ASADDU MINAL QOTLI " kata Tari sambil pergi
" Ri, kenapa sih kamu jutek banget, padahal tadi dia ganteng banget lho " kata Sina sambil meluk Tari
" Iya sih ganteng,tapi maaf tidak bagi mata aku " kata Tari
Tiba-tiba mereka berpapasan dengan kak Rian dan kawan-kawan karena mereka habis dari toilet mesjid
" Aduh kak Rian ganteng banget sih ,kak " kata Sina sambil tersenyum manis
" Ah ,biasa aja , kalian habis dari mana?" kak Rian balik nanya
" Dari mana aja boleh, pingin tahu aja " kata Tari sedikit jutek namun bikin penasaran kak Rian
" Eh Ri, kok kamu gitu sih,kita habis dari warung,kak " kata Nira
" Oh, habis dari warung, kakak duluan ya " kata kak Rian
" Iya kak, hati - hati kakak yang ganteng " kata Dena
" Hati - hati kayak yang mau ke Jakarta aja " kata Tari masih jutek
" Kamu kenapa sih,Ri ? Dari tadi jutek banget sama orang " kata Aisyah
Tari hanya diam seribu bahasa karena dia juga tidak tahu kenapa setiap ada orang yang deketin atau godain kak Rian, hatinya selalu tidak rela padahal Tari sendiri juga sadar dia itu siapa. Tari itu hanya anak kelas VII sedangkan kak Rian anak kelas IX. Tapi perasaan itu selalu membayangi pikiran Tari, entah perasaan apa itu namanya, biarlah misteri itu akan terungkap pada waktunya.
Di dalam kelas Tari langsung duduk di bangku belakang Rayyan, karena kebetulan bangku itu kosong karena yang punya sedang istirahat
" Ri,kamu kenapa sih, masuk kelas mukanya kusut gitu, kata yang habis liat gebetan di ambil orang " goda Rayyan
" Lah , muka aku kan emang seperti ini, seperti hantu " kata Tari tetap jutek
" Astaghfirullah,Ri, kamu gak boleh bicara seperti itu karena kamu sama aja menghina Sang Maha Pencipta. Ingat Ri, Allah menciptakan manusia itu dengan penciptaan yang paling sempurna " kata Rayyan
" Maaf. Makasih banyak ya sudah di ingatkan " kata Tari sambil tersenyum manis
" Lagian kamu tuh kenapa sih? jangan - jangan kamu cemburu sama fans - fansnya kakakku " kata Rayyan yang membuat Tari sedikit kaget
" Idih ngapain juga cemburu?, biarin aja mereka rebutan, emang cowok hanya kak Rian doang apa " kata Tari santai biar tidak ketahuan kalau sebenarnya dia kagum
" Yakin kamu ,Ri? Padahal aku tahu hati kamu lagi panas bergejolak " goda Rayyan
Karena digodain terus sama Rayyan, akhirnya Tari berniat mau mukul Rayyan pake buku tulis yang ada di meja, namun ternyata Rayyan lebih cepat mengelak, akhirnya gagal deh .
**********************************************
Pulang sekolah Tari berpapasan dengan kak Rian di depan gerbang sekolah
" Langsung pulang, Ri? " kata kak Rian
" Enggak kak,aku mau nginep aja di sekolah. Kakak ada - ada aja pertanyaannya. Terus kakak ngapain panas - panasan di depan gerbang ,oh iya pasti lagi nungguin kak Naura ya? hahaha " kata Tari sedikit jutek namun bikin gemes
" Awas ya Ri , jangan bahas Naura lagi dong kan itu udah punya orang lain " kata kak Rian
" Lagian kakak,panas - panas gini berdiri di depan gerbang , nanti gantengnya hilang " ledek Tari
" Kakak kan lagi nungguin Rayyan " kata kak Rian santai
" Lah , kan Rayyan udah pulang kak, paling juga dia nungguin di samping mesjid deh " kata Tari sambil liat sana sini
" Ya Allah,tuh anak, ya udah kalau begitu kakak pulang duluan ya " kata kak Rian
Tari hanya mengangguk kecil. Hatinya sangat bahagia karena dia bisa mendengar suara indahnya kak Rian.
Tari memandangi punggung Kak Rian yang perlahan menjauh, sosok tegap itu tampak bercahaya di bawah terik matahari siang ini. Ada rasa hangat yang menjalar di dada Tari, mengalahkan rasa panas yang membakar kulitnya. Meskipun mulutnya tadi begitu lincah mengeluarkan kalimat-kalimat jutek, namun detak jantungnya tidak bisa berbohong—ia berdegup kencang hanya karena sebuah sapaan sederhana.
Tari menghela napas panjang, mencoba menetralkan kembali perasaannya sebelum teman-temannya memergoki wajahnya yang mungkin sudah memerah. Ia tahu, perjalanan perasaannya masih sangat panjang. Terlebih lagi, ada sosok Naura yang sempat ia sebut tadi, meskipun Kak Rian bilang itu sudah menjadi milik orang lain.
Tari memandangi punggung Kak Rian yang perlahan menjauh, sosok tegap itu tampak bercahaya di bawah terik matahari siang ini. Ada rasa hangat yang menjalar di dada Tari, mengalahkan rasa panas yang membakar kulitnya. Meskipun mulutnya tadi begitu lincah mengeluarkan kalimat-kalimat jutek, namun detak jantungnya tidak bisa berbohong—ia berdegup kencang hanya karena sebuah sapaan sederhana.
Tari menghela napas panjang, mencoba menetralkan kembali perasaannya sebelum teman-temannya memergoki wajahnya yang mungkin sudah memerah. Ia tahu, perjalanan perasaannya masih sangat panjang. Terlebih lagi, ada sosok Naura yang sempat ia sebut tadi, meskipun Kak Rian bilang itu sudah menjadi milik orang lain.
Tari pun melangkah pulang dengan hati yang terasa jauh lebih ringan. Ia tidak peduli lagi dengan perdebatan teman-temannya di kelas tadi atau ledekan Rayyan yang super peka. Baginya, bisa berbincang singkat dan melihat senyum tenang Kak Rian sudah cukup untuk menjadi bahan mimpinya malam ini. Rahasia itu tetap ia simpan rapat, sepeti posisi duduknya di samping jendela; terlihat dari dalam, namun tetap tersembunyi bagi siapapun yang mengintip dari luar.
KIRA - KIRA KENAPA YA TARI SUKA JUTEK SAMA KAK RIAN? YANG TAHU TULIS YA DI KOLOM KOMENTAR
eh tapi gapapa deng. kali aja bisa bertahan smpe ke SMA mwehehe