NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Pangeran Yang Sakit

Transmigrasi Ke Tubuh Pangeran Yang Sakit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Akademi Sihir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Murid Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: NoxVerse

Sejak kecil, Adrian Pratama Putra hidup di lingkungan keluarga yang menuntut kesempurnaan. Orang tuanya selalu menetapkan standar yang sangat tinggi. Karena itulah Adrian setiap hari bekerja mati-matian demi bisa menjadi sosok anak yang mereka inginkan.

Hingga akhirnya, Adrian telah berada di titik keputusasaan total. Ia menyerah dan tidak lagi mengejar apa yang namanya keluarga.

Di saat itulah, ia mulai mengenal novel. Hatinya yang dulu retak, kini perlahan pulih berkat hobi barunya itu.

Namun, mungkin akibat terlalu banyak membaca sebuah novel, Adrian tiba-tiba masuk ke dalam salah satu novel yang pernah ia baca. Masalahnya, novel yang dia masuki itu ... dark fantasy! Sebuah webnovel yang terakhir kali dia baca.

Terlebih lagi, ia masuk ke dalam tokoh Pangeran Kedua bertubuh lemah, yang sebentar lagi akan menjemput ajalnya!

Halo para pembaca. Ini karya pertamaku, jadi mohon maaf bila banyak kesalahan dan typo yang bersebaran😓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoxVerse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Sekutu baru?

POV: ?

Sudah kedua kalinya aku datang ke istana kerena menjalani perintah dari ayahanda. Dia bilang kalau diriku ini akan di jadikan sebagai calon permaisuri kekaisaran.

Padahal aku tidak menginginkan nya. Menikah dengan bukan orang yang kucintai?

Aku sudah berbicara empat mata dengan hal ini pada ayahanda, tapi dia jelas tidak mau mendengarkan ku. katanya aku itu adalah perempuan, tugasku hanya untuk menikah dan mempunyai keturunan.

Statement ayahanda membuat hatiku hancur berkeping-keping. Apa itu artinya aku hanya di jadikan sebagai boneka alat politik di keluarga ini? di nikahkan dengan dalih agar aku bisa mendapat hidup yang layak.

"Layak katanya?" Suara tawa pendek sedikit terdengar di dalam kereta kuda, namun setelah hening yang menggantung lama.

Dia tau betul bahwa keluarganya hanya menganggap dirinya sebagai barang yang bisa di jual sesuka hati pada seseorang.

"Jika aku hanya di pandang sebagai pion, maka jangan menyalahkan ku kalau aku memberontak ... ayahanda," ucap serius wanita itu, sedikit berbisik pada dirinya sendiri, takut kalau kusir akan mendengarnya jika berbicara dengan jelas. Rencana ini, dia tidak boleh membocorkannya kepada siapapun.

Wajah yang tadinya diliputi emosi sedih yang mendalam kini sekarang kembali di hias senyuman indah tanpa celah, topeng yang selalu dia gunakan membuat banyak bangsawan percaya kalau dia adalah putri duke Theodore yang sempurna. Membuatnya mendapatkan banyak sanjungan dan surat lamaran dari banyak pria bangsawan.

Walaupun dia sangat membencinya, dia tau bahwa jika dia tidak berakting maka yang akan menantinya hanyalah kematian di bunuh oleh saudara-saudaranya sendiri.

Dia masih hidup sampai sekarang karena dia masih memiliki kegunaan bagi keluarga, dan untuk itu dirinya harus melawan nya untuk bertahan hidup.

Langkah Pertama yang dia lakukan adalah mencari sekutu terpercaya yang kuat dan dia tau siapa orangnya.

Dan orang itu berada di istana kekaisaran, mungkin bisa dibilang dia menyamarkan dirinya dengan sempurna.

"Wanita itu ... Mempunyai mana yang melimpah, dia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi penyihir tingkat 10. Tapi sayang sekali dia menyia-nyiakan bakatnya emas yang dimilikinya, dan hanya bekerja sebagai pelayan."

Mengangkat sedikit kipas bangsawan yang dia pegang. Menutupi setengah wajahnya, hanya terlihat matanya yang tenang tapi penuh teka-teki yang sulit di pecahkan. "Apapun yang terjadi aku harus menjadikannya sekutu."

"Kita telah sampai di istana, Nona Charlotte Earlene Theodore." ucapan sang kusir kuda membuyarkan lamunan Charlotte. Sebelum sang kusir membuka pintunya kereta kuda, dengan cekatan dia memasang kembali topeng yang selalu dia pakai di hadapan publik, senyum sempurna bagaimana bidadari beserta etiket bangsawan yang tidak ada celah.

Pintu kereta kuda terbuka, menampilkan gadis dengan rambut putih salju di tata dengan gaya semi-terurai. Mata biru safir, seperti ... melihat hamparan lautan yang luas. Serta paras wajah cantik seperti bidadari itu tersenyum menawan, membuat detak jantung sang kusir berdetak hebat melihat keindahan di depannya.

"Terima kasih telah mengantarku, Pak Kusir. anda bisa pulang dan tolong kabari ayahanda kalau putrinya sampai dengan aman berkat anda," ucap Charlotte tersenyum, memakai kipasnya menutupi setengah wajahnya yang menambah keanggunan nya.

"T–tidak, justru sayalah yang bersyukur bisa mengantar seseorang seperti nona Charlotte. Bagi saya itu adalah berkat yang di berikan tuhan," ucap kusir itu berbicara gugup.

Bagaimana dia tidak bisa gugup? Di hadapannya sekarang berdiri wanita paling glamor di kekaisaran ini. Semua bangsawan membicarakan betapa sempurnanya nona Charlotte.

Charlotte sudut bibir. "Anda sangat melebih-lebihkan, saya sebenarnya gadis biasa yang beruntung bisa lahir di salah satu keluarga yang mendirikan kekaisaran. tanpa ikatan darah ini saya pasti bukan sosok yang anda bayangkan," tuturnya.

Kata-kata manis yang Charlotte lontarkan itu tentu hanya sebuah kebohongan, sangat berbeda dengan isi hatinya yang penuh makian dan cacian terhadap keluarga duke Theodore.

'Aku beruntung di lahirkan? Bangs*t, perset*n dengan perkataan itu!!Cepatlah pergi lalu laporkan ke duke tercinta mu itu seperti apa kegiatan yang kulakukan.'

Dan Yap, seperti itulah isi hati Charlotte sekarang.

****************

Setelah di antar oleh kusir khusus dari keluarganya yang bangs*t, kini Charlotte harus berhadapan lagi dengan laki-laki yang tidak di sukai nya, Pangeran pertama Darian Edgar.

Tentu saja bukan cuma Darian yang ada, banyak pelayan yang membentuk dua barisan lurus di sisi kanan dan kiri, membungkuk sekitar 40 derajat.

Mari berakting untuk sementara ini.

Charlotte mengangkat sedikit gaunnya di kedua sisi, menekuk sedikit guna memberi salam pada Darian.

"Salam Pangeran Pertama Darian Edgar, cahaya agung Kekaisaran Aurelion. Semoga Dewi Faethira Senantiasa memberkahi langkah anda."

Charlotte melihat beberapa pelayan wanita , siapa tau dia yang dia cari ada di sini, tapi dia tetap tidak menemukan wanita itu yang membuatnya muram.

Wanita itu tidak ada disini! decak Charlotte dalam hati. Yang dia cari disini adalah wanita itu, bukan pangeran pertama.

Sedangkan Darian tentu sebisa mungkin berpenampilan memukau bagi Charlotte yang nantinya akan menjadi pasangannya.

Dengan cekatan Darian mulai memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya, satu tangan dia letakkan di dada serta satunya lagi dia arahkan pada Charlotte seakan untuk memandunya.

"Selamat datang, Nona Charlotte Earlene Theodore. Sungguh suatu kehormatan bisa mendampingi anda selama berada di istana," ujar Darian.

"Saya juga merasa terhormat bisa di dampingi langsung Pangeran Pertama, kalau begitu lebih baik kita masuk ke dalam untuk berbincang-bincang lebih lanjut daripada berbicara terbuka di sini pasti tidak akan nyaman." Charlotte kembali lagi menampilkan senyuman khasnya.

"Tentu, silahkan pegang tangan saya agar bisa memandu anda masuk ke istana," ucap Darian menjulurkan tangannya.

Jika dia menolaknya itu sama saja akan menghina secara langsung anggota kekaisaran.

"kyaa~~ Bukankah mereka pasangan yang serasi?" ucap pelayan itu heboh tapi tetap berbisik pada teman di samping nya, takut percakapan mereka terdengar.

"Sst, pelankan suaramu tapi aku juga berpikir begitu, sang jenius pengeran pertama dengan lady paling glamor di kekaisaran ini, siapa yang bisa menandingi kombinasi mereka," jawab pelayan itu kembali pada temannya.

Walau mereka berbisik, suara mereka masih bisa di dengar jelas oleh kedua bangsawan yang berstatus tinggi.

"Berhentilah berbicara! Kalian membuat Nona Charlotte risih." ujar Darian menegur para pelayan.

"M-maafkan kami, Pangeran!" ucap serempak Pelayan.

Charlotte membalasnya dengan senyuman, topeng yang selalu dia gunakan. Dia ingin cepat-cepat mengakhirinya dan bertemu wanita itu.

Kuharap, wanita itu mau menerima ajakanku, jika tidak ....

Kalimat Charlotte menggantung. Dia berbatin sambil menggerakkan giginya.

Kedua bangsawan berstatus tinggi itu mulai masuk, disusul oleh pelayan di belakangnya.

1
Carolline2011
Ayo Thor, lanjut
ARFIAN
wah,seru juga ceritanya aku tunggu kelanjutannya ya...
NoxVerse: hehe, makasih kak. insyaallah aku akan terus updatenya
total 1 replies
Không có tên
Terperangkap dalam cerita 😱
NoxVerse: hehe, makasih sudah mampir kak/Determined/
total 1 replies
Hoa xương rồng
Aku udah baca beberapa cerita disini, tapi ini yang paling bikin saya excited!
NoxVerse: makasih banget kak😍 aku jadi semangat buat lanjutin ceritanya/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!