***
Nadhira Grizelle Ayudia tak perna menyangka keputusan nya membawa pulang seorang anak kecil yang di temui nya saat pulang bekerja ,membawa nya pada takdir yang tak perna terduga
Aksa Damian Axelle merupakan CEO kejam dan dingin.Pria yang tidak percaya akan cinta setelah kepergian wanita yang begitu di cintai nya setelah melahirkan buah cinta mereka.
Tentang perjuangan, perubahan, keluarga, bercampur menyertai dan berbaur dengan kisah mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tolak
Kehadiran Nadhira benar-benar menjadi obat untuk Prince di mana setelah kehadiran wanita itu Prince kembali ceriah sekalipun wajah nya masih pucat dan lemah tapi demamnya sudah sedikit menurun tidak setinggi semalam .
" Kakak " Panggil Prince lemah .
" Iya sayang, Kakak di sini ? " Nadhira mengelus wajah Prince yang pucat " Jangan sakit " Lanjut nya serak ,entah kenapa melihat prince sakit membuat dada Nadhira sesak .
" Prince kangen Kaka " Nadhira mengaguk tersenyum " Kakak sudah di sini " Jawab Nadhira tersenyum.
" Prince mau di kompres kaya itu hari " Rengek Prince manja .
" Tapi di sini tidak ada handuk kecil dan air es Sayang " Ujarnya sambil menatap sekeliling nya,namun saat tak sengaja matanya bertemu dengan mata tajam Aksa untuk sesaat Nadhira berhenti setelah itu kembali menatap Prince.
" Prince " Prince menatap ke arah sofa lalu membuang wajahnya ke arah samping " Prince " Aksa membenci jika seseorang mengabaikan nya terlebih itu prince.
" Di panggil Tuan " Beri tahu Nadhira lembut .
" Prince marah sama Daddy ,Daddy tidak mengizinkan bertemu Kakak " Jawabnya tanpa mengalihkan wajahnya.
Apa ini yang membuat prince sakit ? Tapi apa itu sangat masuk akal bukan kah dokter sudah mengatakan jika prince hanya terlambat sehingga dia demam . Tunggu kini Nadhira mulai paham .
" Sayang ,Tuan seperti itu bukan tanpa alasan " Nadhira mengelus punggung prince yang membelakangi nya " prince masih ingatkan kejadian beberapa hari yang lalu , tuan hanya ingin prince baik-baik saja dan kakak Nadhira juga kerja " Nadhira berbicara selembut mungkin .
" Prince bisa bertemu Kakak di tempat kerja " Prince membalikkan badannya menatap Nadhira dan langsung di jawab gelengan kepala oleh wanita itu " Tidak bisa ,kakak akan di marahi " Jawabnya jujur .
" Jadi kita tidak bertemu lagi " Cicit Prince menundukkan kepalanya murung .
" Kakak tidak tahu tapi jika sempat kakak akan usahakan akan menemui prince " Ucapan itu hanya penenang saja , Nadhira sendiri tidak yakin dengan apa yang baru saja ke luar dari mulut nya.
" Daddy " Prince menatap memohon pada Aksa .
" Kenapa ? " Aksa mendekati Prince membuat Nadhira langsung mundur beberapa langkah " Prince tidak marah sama Daddy kalau Kaka Nadhira bekerja di rumah " Mata Nadhira langsung membola sempurna.
" Prince " Nadhira menggeleng kepalanya,tidak ada dalam mimpi ataupun pikiran nya untuk kembali dalam rumah itu yang terjadi pagi itu hanya karena terpaksa.
" Biar aku selalu bertemu Kakak " Ujar Prince.
" Kakak tidak bisa meninggalkan kakak Karen sendiri Prince,dia satu-satunya keluarga kakak . Kita akan bertemu jika sudah waktunya " Ujar Nadhira panjang lebar .
" Kapan ? " Tanya Prince berkaca-kaca, Nadhira langsung terdiam dia sendiri tidak tahu kapan lagi akan bertemu pria kecil itu .
" Jika sudah waktunya" Jawab Nadhira tidak yakin .
" Bekerjalah di masion " Nadhira langsung menatap Aksa kaget bukan hanya dia bahkan seseorang yang sejak tadi hanya diam pun ikut kaget .
" Aaron urus dia " Lanjut nya lalu ke luar dari ruangan itu .
Huh !! Aaron menghela napas pelan lalu ikut ke luar dari ruangan itu .
" Kakak mau kan ? Daddy sudah mengizinkan kakak untuk bekerja di masion " Nadhira menggeleng kepalanya pelan .
" Tidak bisa prince " tolak Nadhira lembut .
" Kenapa ? " Tanya Prince berkaca-kaca.
" Kakak ....kakak ....tidak bisa meninggalkan kakak Karen " Jawab Nadhira terbata .
Maafkan Kakak, Prince Batin Nadhira sendu .
" Kakak bisa membawa kakak Karen ke masion " Prince masih membujuk Nadhira namun wanita itu tetap menggelengkan kepalanya .
" Rumah kakak dan rumah Prince cukup jauh " Ujar Nadhira kembali memberikan alasannya.
" Kakak bisa tinggal di masion , semua pelayan tinggal di masion tidak ada yang pulang ke rumah mereka " Terang Prince penuh harap .
" Kalau Kaka tinggal di masion terus kakak Karen gimana ? kasian dia sendirian " Ujar Nadhira.
" Kaka Karen ikut tinggal di masion "
Huh !!
Nadhira menghela napas pelan lalu mengelus kepala prince dengan sayang.
" Kakak tidak bisa meninggalkan rumah,itu rumah satu-satunya peninggalan orang tua kakak , kalau Kaka tinggal di masion sama kakak Karen kasian rumah kakak" Ujar Nadhira lembut .
" Maaf ya Prince sudah paksa kakak " Ujar Prince setelah itu dia membelakangi Nadhira .
Nyes !!
Tubuh Nadhira langsung membeku melihat Prince membelakangi,dadanya terasa sesak seperti ada batu besar yang menghimpit dadanya dan ribuan jarum yang menusuk nya .
Perasaan apa ini Gumam Nadhira dalam hati .
" Prince " Panggil Nadhira pelan .
" Prince mau istirahat,kalau mau pulang pergi saja " Nadhira tersentak dengan ucapan dan nada bicara pria itu .
" Kakak...."
" Prince mau istirahat " Ulang nya lalu memejamkan matanya .
Nadhira langsung terdiam sambil menatap punggung prince.
Huh !!
Nadhira menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan dengan perlahan.
" Prince ,nanti kakak kembali lagi ya soal nya kakak harus pergi kerja , besok pagi Kaka janji akan ke sini " Prince menggeser kepalanya saat Nadhira mengelus kepalanya .
" Hebm " Dehem prince.
Nadhira menggigit bibir bawahnya kuat matanya sudah berkaca-kaca penolakan prince membuat nya tidak nyaman tapi di sisi lain dia harus kembali karena sebentar lagi waktunya dia akan kerja .
" Prince cepat sehat ya,besok Kaka ke sini lagi " Pamit Nadhira sebelum meninggalkan ruangan Prince.
Karena tidak mendapatkan jawaban apa pun akhirnya Nadhira ke luar namun langkah nya terhenti saat di ambang pintu .
Dia kembali menatap ke dalam ruangan di mana prince masih dengan posisi nya .
" Nona butuh sesuatu ? " Nadhira menatap pengawal yang berjaga di depan ruangan prince.
" Tidak ada pak ,saya titip prince ya " Cicit Nadhira terbata .
" Hebm maaf " Nadhira menatap pengawal itu sebentar lalu mengeluarkan ponselnya" Bisa tulis kan nomor nya " Lanjut nya menyerahkan ponsel nya pada pria yang di depannya .
" Jangan dulu salah paham saya hanya ingin mengetahui keadaan prince karena saya tidak bisa terus ke sini saya juga kerja " Lanjut nya menjelaskan niat nya .
" Maaf nona saya tidak bisa memberikan informasi apa pun jika itu yang bersangkutan pada tuan muda atau yang lainnya " Tolak pengawal .
Nadhira kembali membuka tasnya mengeluarkan kertas dan pena setelah itu dia menulis beberapa angka .
" Ini nomorku ,jika terjadi sesuatu sama Prince tolong kabari aku " Dengan berat hati pengawal itu mengambil kertas yang ada di tangan Nadhira.
" Makasih pak , tolong jaga Prince " Ulang nya sebelum benar-benar meninggalkan ruangan prince , Nadhira sedikit berlari karena takut terlambat bekerja .
Di sisi lain Aksa dan Aaron sedang berada di rooftop keduanya sama-sama terdiam sejak menginjakkan kaki mereka di lantai tertinggi itu .
" Wanita itu sudah kembali tuan " Ujar Aaron tiba-tiba setelah melihat pesan yang masuk di ponselnya .
"Apa tuan yakin akan mempekerjakan nya ? " Tanya Aaron
" Hebm "
" Baik tuan " Jawab Aaron .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
suka banget sama ceritanya
semangat up nyaa.. ☺
benar nad periksa ke dokter biar lebih jelas
atau aska yg memakai kontrasepsi 🤭