NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Putri Yang Terlupakan

Transmigrasi Menjadi Putri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: THAN PUR2507

Entah apa jadinya jika seorang wanita modern bernama masuk kedunia lain, tanpa dalam novel. Membuatnya masuk kedunia lain setelah melewati sebuah tempat lama yang usang.

Hingga membawanya kesebuah dunia asing yang tak dia kenali sama sekali. Bahkan yang membuatnya terkejut adalah, dia rupanya seorang putri disuatu kerajaan terbesar diwilayah barat.

Akan tetapi ternyata meskipun dia berdarah bangsawan, kini hidupnya penuh kesunyian dan kesepian. Hampir seluruh keluarga bahkan kerabat menjauhinya dan berusaha menyingkirkannya dari kerajaan.

Bagaimana kisah perjalanannya selama hidup didunia lain, mampir jika berminat...! 😊🙏💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 07.

Dengan sorot mata tenang namun fokus Aslan dengan sangat hati-hati menyentuh pergelangan kaki nona Valora. Ketika tangan besarnya menyentuh kulit nona Valora, dia merasakan bahwa kulitnya sangat lembut dan halus.

Akan tetapi meskipun begitu rupanya pergelangan kakinya, lebih kecil dari yang dia duga. Mungkinkah selama ini nona Valora telah banyak mengalami hidup menderita.

Hingga tubuhnya kurus dan lemah seperti saat ini. Dengan ekstra hati-hati Aslan membantu meringankan rasa sakit akibat terkilir.

KREK...

KREK..

"Ahh...apa tidak bisa lebih pelan sedikit."ujar Valora dengan nada kesal menatap Aslan kesakitan

KRUKKK...

"AHH.., KAMU MAU MEMBUNUHKU?."teriak Valora kesal

Suara kali ini lebih terdengar keras dari sebelumnya. Sontak membuat Valora merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya.

Hingga membuat dia mencubit lengan Aslan yang tepat dihadapannya, untuk melampiaskan kekesalan karena Aslan membantunya dengan tenaga yang kuat.

Setelah dipastikan Aslan selesai menyembuhkan rasa sakit dikaki nona Valora,dia melepakan tangannya dari pergelangan kaki nona Valora. Tetap duduk menghadapinya menunggu dengan wajah serius juga sorot mata tajamnya.

"Kencang banget ngobatinnya, nanti kalau tulangku patah gimana memangnya kamu mau tanggung jawab."ujar Valora dengan wajah cemberut kesal kearah Aslan karena berani menyakitinya

Niatnya hanya mengobati tapi juga tidak sampai sesakit ini, kan. Pada saat Valora bicara dia tidak sengaja mengerakkan satu kakinya yang sebelumnya terkilir.

Tetapi tiba-tiba dia sama sekali tidak merasakan sakit lagi dipergelangan kakinya. Kedua mata Valora terangkat terkejut menatap Aslan yang hanya diam menatapnya dengan ekspresi datar dan acuh.

"Benar-benar sembut, rasa sakitnya juga hilang."seru Valora terkejut juga tidak menyangka bahwa Aslan memang bisa mengobati kakinya

Mendengar perkataan nona Valora, sama sekali tak ditanggapi oleh Aslan tapi dia mendengarkan dengan baik. Yang terpenting dia sudah melakukan tugasnya membantu mengobati luka nona Valora.

Namun yang menjadi masalah baginya adalah, sedari tadi nona Valora tak melepaskan dirinya. Tangannya masih berada dilengannya dan mencubit lengannya yang mulai sedikit mulai terasa perih.

Apakah cubitan seorang wanita yang lemah, sekuat ini?. Sehingga rasa sakit begitu terasa perih dibagian lengannya sekarang.

"Ternyata kamu pandai juga, Aslan."lanjut Valora kesenangan dan tersenyum lega sambil mengerakkan kakinya dengan pelan untuk memastikan sendiri

"Kapan nona Valora bisa melepaskan tangan nona dari lengan saya?."tanya Aslan dingin menatap nona Valora menunggu

Menyadari bahwa tangannya yang sangat nakal dan sembrono, Valora yang menyadari hal itu lantas menarik tangannya cepat. Juga melirik luka bekas cubitan dirinya tepat dilengan kanan Aslan yang tertutup kemeja putih.

"Apakah sakit, maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukanya, tanpa sadar aku malah menyakiti lenganmu."ucap Valora merasa bersalah saat melihat pakaian Aslan kusut bekas cubitannya

Valora juga sedikit merasa gelisah pasti cubitannya meninggalkan bekas luka, karena ulahnya tadi.

"Tidak, seperti ini hanyalah luka kecil bagi saya."jawab Aslan dengan tatapan serius juga mengabaikan rasa sakit setelah terlepas, ini lebih reda setelah tangan nona Valora lepas dari lengannya

Valora memperhatikan raut wajah Aslan dengan seksama, lalu melihat meskipun dia tegak dan besar mungkin saja luka seperti tadi bisa meninggalkan bekas dikulitnya.

Bahkan cubitannya selalu kuat dan kencang meski yang dia cubit tak begitu keras. Tapi lain halnya pada orang yang dia cubit, dulu pun teman dekatnya menjadi marah sampai menangis karena dia cubit.

Pada saat Valora terlihat khawatir takut cubitannya bakal meninggalkan bekas membiru dilengan Aslan yang tertutup kemeja putihnya.

Suara langkah kaki terdengar ditelinga mereka, dengan buru-buru masuk kedalam pemandian ini dengan wajah gelisah juga khawatir.

"Nona, apa anda baik-baik saja?."ucap Ruby sontak berteriak begitu dia tiba tepat didalam pemandian

Saat dia kembali dia sempat mendengar teriakkan begitu keras dari dalam hingga membuatnya masuk kedalam, memeriksa apakah telah terjadi sesuatu pada nona Valora didalam pemandian.

Tetapi pada saat Ruby datang, pandangnya langsung tertuju kearah seorang pria kekar yang familiar tepat disebelah nona Valora. Keningnya bahkan sampai berkerut terkejut dengan keberadaan pria tersebut disini.

"Tuan Aslan, bagaimana anda juga bisa berada didalam pemandian ini."tanya Ruby terlihat lebih serius memandangi Ksatria Aslan yang dengan berani masuk pemandian wanita

Menyadari bahwa keberadaannya bakal menimbulkan kesalahan paham dimata pelayan ini. Aslan berdiri tegap dengan tatapan tajam postur tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan.

"Saya hanya mengobati nona Valora karena terkilir, saat saya melewati tempat ini."ucap Aslan dengan tatapan dingin lagipula dia juga tidak akan melakukan hal bodoh pada seorang wanita

"Nona, Apakah penjelasan tuan Aslan adalah benar. Apa benar jika anda terluka?."ucap Ruby menjadi khawatir lalu melangkah mendekati nona Valora memeriksa dan memastikan

Karena tujuan Aslan hanya ingin mengobatinya, Valora menganggukkan kepalanya mengatakan bahwa ucapan Aslan adalah benar. Bahwa dia telah mengobati kakinya karena kecerobohannya tadi karena tak hati-hati.

"Benar Ruby, dia membantu menyembuhkan kakiku yang terkilir karena aku tak sengaja menginjak gaunku sendiri tadi."ujar Valora membenarkan kejadian yang terjadi tanpa menutupinya

"Benarkah, apakah nona baik-baik saja. Apa perlu saya panggilkan tabib untuk memeriksa kaki nona lagi."ujar Ruby dengan khawatir takut kaki nona Valora masih terasa sakit

"Tidak usah, kakiku sudah mulai baikkan setelah Aslan mengobatinya tadi."tolak Valora sambil mengangkat kedua tangannya karena kakinya sudah mulai membaik daripada sebelumnya juga tidak perlu sampai memanggil tabib

Pada saat dua wanita sedang bicara, Aslan memasukkan satu tangannya kedalam saku celananya. Memperhatikan pelayan itu begitu mengkhawatirkan keadaan majikannya.

"Sebaiknya tuan Aslan bisa pergi sekarang."ucap Ruby setelah bicara dengan nada rendah memberitahu bahwa seorang pria dilarang masuk kepemandian wanita

Mendengarnya Aslan terdiam tanpa menjawab, tanpa diberitahu pun dia sendiri juga mengetahui itu. Dia keluar tanpa bicara bahkan hanya melirik sebentar kearah nona Valora yang rupanya juga melirik kearahnya.

"Saya akan membantu menganti pakaian nona."ucap Ruby lalu menuntun Valora untuk mengunakan pakaiannya

Dengan langkah besarnya, Aslan melangkah pergi meninggalkan pemandian dengan ekspresi datar, lalu melangkah pergi menuju tempat pelatihan untuk berlatih pedang bersama prajurit lain.

Setelah menganti pakaiannya dengan benar, Valora dan Ruby melangkah keluar dari pemandian. Ketika diperjalanan menuju kamar Valora seketika teringat tujuan dirinya sebelumnya.

Kemudian meminta Ruby membuatkannya camilan yang dia makan kemarin yang mampu membawanya berada disini, melihat nona Valora begitu memaksa ingin makan camilan buatannya lagi. Dengan terpaksa Ruby menuruti kemauannya juga membuatnya lagi.

Beberapa saat berlalu, camilan yang bernama Coklat ball itu berada didepan mata. Valora sejenak jadi heran dengan camilan satu ini yang bisa membawanya ketempat lain setelah memakan ini.

Karena dia ingin segera kembali kedunia tempat asalnya, dia memakan camilan tersebut dengan lahap. Tetapi ketika dia telah makan lima buah, tidak terjadi sesuatu padanya, hingga menimbulkan keanehan dibenaknya.

"Kenapa tidak kembali juga? Aku sudah memakan begitu banyak coklat ball ini, tapi juga belum bisa kembali ketempat asalku?."ucap Valora bingung menatap coklat ball diatas meja dengan rasa tak percaya

"Apa aku kurang menikmatinya, baiklah akan kucoba sekali lagi."tambah Valora dengan penuh keyakinan pasti bisa membawanya kembali ketempat asalnya

Kemudian dia memasukan lagi coklat ball kedalam mulutnya, memakannya dengan begitu lahap dan menikmati. Mengabaikan tatapan bingung Ruby yang memperhatikan nona Valora yang begitu lahap memakan camilan buatannya itu.

1
Bagus Awan
tor lontin kok gak d pakai
Ona Sukatendel
MC terlalu lemah thor
Diah Susanti: makanya diganti dengan jiwa baru dari dunia lain
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Hikam Sairi
mampir laaah
~♥~L(*OεV*)E~♥~
lanjut
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat up
AYUJM.💜💜💜💜
mohon bersabar menunggu dan maaf kalau bisa up nya terlalu lama karena kebetulan bukan ponsel sendiri, jadi harap maklumi ya!🙏/Whimper/
nuraininur aini
mna lanjutannya KK..
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat up
AYUJM.💜💜💜💜: Terimakasih dukungannya
total 1 replies
~♥~L(*OεV*)E~♥~
semangat
~♥~L(*OεV*)E~♥~: /Determined/ 👍🤩
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!