(Cerita dewasa🌶️)
Kisah ini, berawal dari kejadian di mana Silvia di kepun dan buru oleh keluarga besar seorang ketua Mafia, lalu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya....
Kemudian ia diberih kesempatan kedua untuk hidup kembali, merasuki tubuh seorang menantu yang tak diinginkan....
Mau tau kisah selanjutnya?
yuk...silahkan mampir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 08²
...Silvia menangis seorang diri di dalam apartemen barunya hingga tertidur pulas terbawa ke alam mimpi.......
"Mommy ... Mommy! Ayo bagun!" pekik suara seorang boca kecil mengguncang tubuh Silvia.
...Perlahan Silvia membuka kedua mata menatap boca laki-laki itu. Manik mata biru laut. Bulu mata lentik. Hidung mancung, di tambah senyuman manisnya, membuat Silvia merasa gemas lalu mencubit pipi gembul boca itu.......
"Dimana kedua orang tua mu, Nak?" tanya Silvia tersenyum bahagia.
"Dia putra kita, Sayang," jawab suara bariton yang sangat familiar membuat sekujur tubuh Silvia mematun di tempat.
"Carlos..." lirih Silvia menoleh ke arah sumber suara.
"Iya, ini aku sayang," jawab Carlos membuka kedua lengan nya dengan lebar.
...Air mata Silvia langsung meleleh turun dengan deras. Ia segera bangkit dan berlari ke arah Carlos dan masuk ke dalam pelukan carlos.......
"Aku merindukan mu, Carlos ... Hiks ... Hiks ... Hiks." Tangis Silvia seketika pecah.
"Hahahaha ... jangan sedih sayang, kamu tau aku paling tidak bisa melihat mu sedih," ucap Carlos tertawa kecil memeluk erat tubuh Silvia.
"Tolong jangan pergi lagi, aku mohon Carlos," tita Silvia.
"Maafkan aku sayang, tapi kita sudah berada di dunia yang berbeda, jadi aku tidak bisa memenuhi permintaan mu. Tapi jangan khawatir, aku dan putramu akan selalu merindukan mu."
"Kau jahat Carlos."
...Silvia kembali menangis sambil memukul pelang dada bidang Carlos.......
"Nak," panggil suara lembut dari arah belakang.
...Silvia segera melepaskan pelukan, lalu menoleh ke arah sumber suara.......
"Mama, Papa ... Kenapa kalian bisa berada disini?" tanya Silvia terheran-heran menatap kedua orang tua angkatnya.
"Bukan cuman kami saja, ada yang lain juga disini," ucap Ibu angkat Silvia.
...Tak lama muncul pria dan wanita paru baya berdiri di hadapan Silvia sambil tersenyum hangat. Membuat Silvia semaking bingun menatap mereka semua.......
"Ma ... Kenapa paman ini mirip sekali denganku?" tanya Silvia kepada sang Ibu angkat.
"Karna mereka berdua adalah ibu dan ayah kandung mu," jawab sang Ibu angkat.
...Air mata Silvia mengalir dengan deras menatap kedua orang tua kandungnya sendiri, lalu mereka pun berpelukan dengan bahagia melepaskan kerinduan yang selama terpendam di dalam hati mereka masing-masing selama bertahun-tahun lamanya, namun tiba-tiba.......
"Silvia, aku ingin mengatakan sesuatu sebelum kamu pergi," celetuk Carlos menatap Silvia dengan rasa bersalah.
"Iya katakan."
"Sebenarnya selama ini, aku-"
"Sayang, ini sudah waktunya kamu pulang," sela Ibu angkat Silvia.
"Tidak. aku tidak mau, aku mau berada disini bersama dengan kalian semua," tolak Silvia menangis sesuguhkan sambil menggenggam erat tangan sang Ibu angkat.
"Silvia, tolong jangan membantah, aku mohon," tita sang Ayah angkat ikut membujuk.
...Akhirnya Silvia mengangguk pasrah dan membiarkan mereka semua pergi dan masuk ke dalam cahaya putih yang sangat terang.......
"Pa ... Ma ... Carlos, dan putraku, aku akan selalu merindukan kalian semua," gumam Silvia menatap ke arah cahaya putih dengan air mata yang terus mengalir deras, karna ia belum siap untuk ditinggalkan oleh seluruh keluarga yang ia miliki.
...Beberapa saat kemudian. Hingga akhirnya Silvia tersadar dan bangun dari tidurnya lalu duduk diatas kasur, ia kembali menangis sesuguhkan seorang diri di dalam apartemen baru nya dalam suasana ruangan gelap dan hening. Hati nya sangat hancur saat ini atas kehilangan semua keluarga besar nya. Kini tinggal dia seorang diri yang masih hidup.......
"Apa yang harus aku lakukan? Aku bingun tampa kalian semua..." lirih Silvia memeluk kedua lututnya menangis pilu.
...1 jam penuh Silvia duduk terdiam diatas kasur merenung dalam kegelapan kamar yang hening dan dingin, ia mencoba memutar otak dengan keras memikirkan cara bagaimana ia bisa membalas dendam kepada orang-orang yang sudah menghabisi keluarganya tersebut.......
"Aku tidak boleh kehilangan arah akibat sedih. Aku harus kuat, aku pasti bisa," ucap Silvia mengusap air mata dengan kasar.
...Silvia bergegas turun dari atas kasur, lalu meraih buku. laptop dan pena. Silvia mulai menulis dan mencari tau setiap berita dan sosial media tentang kegiatan Tamara. Kini tekad balas dendam Silvia semaking membara di dalam hati Silvia.......
...Setelah selesai mencatat semuanya lalu menempelnya di dinding kamar apartemen. Silvia pun tersenyum puas menatap hasil karyanya itu.......
"Aku akan memulainya dari kamu, Tamara," gumam Silvia tersenyum jahat.
...Semua rencananya sudah tersusun rapi, kini tinggal Silvia mencari cara agar bisa pergi ke negara A. Setelah ia berhasil membalas Tamara dan yang lain nya di negara X.......
...🔥🔥🔥🔥🔥...
...(Di mansion)...
...Hari semaking malam. Namun tidak ada tanda-tanda kemunculan Silvia, membuat Leon mendengus kesal menelfon Asisten nya.......
"Halo selamat malam, Tuan" sahut asisten milik Leon dari seberang ponsel.
"Cepat lacak keberadaan Silviana," perintah Leon.
"Baik,Tuan."
...Leon pun mematikan panggilan, lalu berdiri terdiam menatap kosong ke arah taman mansion melalui jendela kamarnya.......
"Apa yang sedang aku lakukan? Bukan kah aku sangat membenci Silviana," gumam Leon bingun terhadap dirinya sendiri.
...Satu malam penuh para orang-orang suruhan milik Leon bersama sang Asisten mencari keberadaan Silvia. Namun tidak membuahkan hasil, yang membuat mereka kesusahan adalah. Leon tidak memiliki nomor ponsel milik Silvia, akhirnya mereka semua terjebak di jalan buntu.......
...🔥🔥🔥🔥🔥...
...(Pagi harinya)...
...Tepat jam 07:00 pagi. Silvia pulang, lalu berjalan memasuki mansion,ia berpapasan dengan Leon yang sudah rapi dengan setelan kerja, tenga duduk di kursi meja makan fokus menyantap sarapannya.......
"Dari mana saja kamu?" tanya Leon menghentikan langka kaki Silvia.
"Bukan urusan mu," sentak Silvia kesal, dan lanjut berjalan pergi menaiki anak tangga menuju kamar.
...10 menit kemudian. Silvia kembali keluar dari dalam kamar dengan pakaian rapi, berjalan menuruni anak tangga.....
"Apa pun yang kamu lakukan diluar sana, aku tidak peduli. Asalkan jangan sekali-kali mencoreng nama baik keluargaku," celetuk Leon.
...Silvia menghentikan langkah kaki nya, lalu melirik tajam ke arah Leon penuh amarah.......
"Tenang saja Tuan Leon, aku tau diri, permisi."
...Silvia bergegas berjalan pergi penuh kekesalan, lalu masuk ke dalam mobil dan meningalkan mansion.......
...Hari ini Silvia berencana akan melamar perkerjaan, agar ia bisa melancarkan aksinya tanpa diketahui oleh Leon dan yang lain.......
(Bersambung)