Kisah dari imajinasi Author sendiri tidak ada sangkut paut nya dengan kisah hidup author kecuali nama2 pemeran dari tiap individu.
Karya ini asli buatan Ayu Apriyani, dan bukan plagiat atau pun hasil ciplak.
Jika ada kesamaan tempat dan nama murni hanya kebetulan saja.
Jika bersedia baca silahkan
terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Temperamen
Bruusss__
"Akhh kau ini kenapa main sembur-sembur sembarangan hah," teriak ku," untung saja teh nya sudah tidak panas lagi, kalau masih panas aku tidak tau bagai mana nasib ku," tambah ku lagi.
"Hey kau yang mengagetkan ku, kenapa kau berteriak hah," Dia balik menjawab dengan sedikit berteriak pada ku.
Aku tidak tau harus berkata apa karena memang aku yang salah sih," pikir ku saat itu.
Tak lama kemudian Wawan datang dengan membawa ponsel nya.
"Ini paman," kata Wawan sambil menyerahkan ponsel nya kepada Ishak.
"Hey pria cantik aku bukan paman mu," sahut Ishak sambil mengambil ponsel itu.
"Aku juga bukan pria cantik," balas Wawan.
Mereka saling menatap dan aku tidak tau harus apa.
"ekhemm, kau mau menelfon atau hanya ingin memandang pria cantik mu hah?" kata ku.
Mereka menatap ku bersamaan dengan tatapan aneh, aku tidak mengerti arti dari tatapan itu.
"Kenapa kalian menatap ku begitu?" tanya ku.
Mereka menghembus kan nafas dengan kasar di hadapan ku, lalu!!!!
"Wawan aku mau mandi, apa nenek punya baju yang cocok untuk ku?" tanya ku tanpa sungkan, semalaman aku tidur kurang nyaman karena aroma kotoran ayam tapi apa boleh buat aku tidak bisa berbuat apa-apa di tempat yang tidak aku kenali.
Wawan terlihat berpikir sejenak.
"Ada tapi!! kaki mu belum bisa terkena air dulu, bagai mana cara mu mandi?" tanya nya.
"Iya juga ya, tapi aku sudah merasa sangat gerah dan lengket, bagai mana dong," kata ku sedikit keluh.
"Aku akan membawa mu ke kamar mandi dan menaruh kursi di sana, sisa nya kau pikirkan sendiri," kata Wawan.
"Hey maksud mu kau akan menggendong nya lagi?" bentak Ishak kepada Wawan.
"Ya memang nya kenapa?" tanya balik Wawan.
"Kau!!! ucapan Ishak ku hentikan aku sangat pusing di buat nya dia sangat temperamen, marah-marah tanpa alasan lagi.
"CUKUP, hey jangkung aku mau mandi! hanya mandi dan kaki ku masih sakit apa salah nya di menggendong ku, kalau dia saja tidak keberatan," kata ku mengarah pada si jangkung Ishak.
"Dia seorang pria dan kalian baru saling kenal pukul 3 dini hari tadi," kata nya pada ku, " dan kau main angkat-angkat saja dia itu!!" kata-kata nya yang ini mengarah kepada Wawan.
Namun dia menghentikan ucapan nya itu, aku menunggu lanjutan nya begitupun Wawan yang sedang memandang nya kami menunggu lanjutan dari ucapan nya itu, tapi tak ada lanjutan sama sekali dia hanya!
"Ekhemm baiklah bawa dia ke kamar mandi," itulah ucapan lanjutan dari si jangkung Ishak.
Wawan, tanpa basa basi mengangkat ku ke kamar mandi dia sudah meletakkan kursi di sana dan juga peralatan mandi semua nya serba baru, lalu aku bertanya pada nya.
"Wawan kapan kau membeli semua ini?" tanya ku sambil menunjuk alat mandi di depan ku.
"Tadi subuh, waktu kau masih tidur, lebih tepar nya kalian," sahut Wawan.
"Ooh! em baiklah, bisakah kau menutup pintu kamar mandi ini?" tanya ku lagi.
"Ya aku akan menutup nya," balas nya pula.
Aku segera membersihkan diri di kamar mandi, sangat sulit karena harus menghindari kaki ku agar tidak terkena air, tapi apa boleh buat tetap saja kaki ku terkena air, Aku sudah selesai mandi tapi!!
"Oh my Good handuk nya mana!" aku panik dong ini kan bukan di rumah ku, yang semua serba ada, kalau tidak ada kan bisa panggil bik Lia, tetapi di sini! dengan berat hati aku memanggil Wawan.
"Wawan!" Panggil ku saat itu.
"Ya," sahut nya yang ternyata dia juga ingat kalau dia tidak memberikan aku handuk atau apapun lah itu nama nya.
Dia mengetok pintu kamar mandi 3 kali, Aku mencoba berdiri, sangat sulit tapi tidak mungkin kan aku duduk dengan tampa busana menunggu dia masuk.
Aku membuka pintu sedikit dan terlihat tangan memberikan ku handuk beserta baju panjang yang biasa di sebut DASTER.
Aku mengambil nya, saat di dalam kamar mandi aku mengeringkan tubuh dan rambut ku, lalu memakai baju itu, kembali aku merasa gelisah lagi, karena!!
"Akh daleman nya, tidak ada astaga apa iya aku harus memakai yang semalam, kan udah kotor," gumam ku di dalam kamar mandi, lalu pintu kamar mandi kembali di ketuk.
"Ya," sahut ku dari dalam.
"Buka pintu nya sedikit, aku membawa ini,em__akh buka saja dulu sedikit pintu nya," sahut seseorang dari luar yang tak lain adalah Wawan.
Aku membuka pintu nya sedikit dan mengintip ke luar.
"Ada apa?" tanya ku.
"Ini," Wawan menyerah kan satu kantong bungkusan aku mengambil nya meskipun aku belum tau apa isinya.
Di kamar mandi aku membuka bungkusan itu, ternyata isi nya daleman untuk ku, aku terkejut dong di tambah lagi semua ukuran nya pas dengan ku.
Aku melangkah keluar dengan pelan sambil memegang ngi dinding agar aku tidak mencium lantai rumah Wawan.
Ternyata Wawan menunggui ku di luar kamar mandi.
"Dari mana kau tau ukuran tubuh ku?" tanya ku pada nya.
Dia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan ku," aku bisa melihat nya dan aku sudah bisa menebak ukuran mu," jawab nya.
"Wow kau mengamati tubuh ku?" tanya ku lagi.
"Hey sudah lah, lagi pula aku kan tidak menyentuh nya," sahut nya.
Aku terperangah mendengar nya, tak percaya Pria cantik ini berbicara seperti itu pikir ku.
"Aku bisa berjalan pelan keluar okey tidak perlu menggendong ku lagi," kata ku.
"Ya baiklah, lagi pula aku tidak mau berdebat dengan orang yang ada di luar itu," sahut Wawan.
"Ya kau benar, ayo keluar, apakah dia sudah menelfon adik nya?" tanya ku ke Wawan.
"Ya sudah dan aku juga sudah memberikan alamat rumah ini kepada nya," sahut Wawan.
"Bagus lah, apakah nenek sudah datang?" tanya ku lagi.
"Ya dia baru saja datang, sekarang dia ada di dapur, sedang memasak," jawab Wawan.
Aku hanya mengangguk mengiyakan.
Ruang tamu__
"Kenapa kalian lama sekali hah?" suara bariton khas milik Ishak.
Aku memandangi nya, "Hey kau ini kenapa kau sangat emosian hah?" balas ku.
"Kau seorang gadis apa pantas kau berbicara lama dengan orang asing!" kata nya Ishak.
"Bukan kah kita juga masih orang asing ya," kata ku membalas ucapan nya.
"Hey itu berbeda kau dan aku sudah terikat, apa kau mengerti?" kata nya dengan penuh tekanan, aku sangat membenci nya sikap nya dan juga temperamen nya itu uh menyebalkan.
bersambung...
Ga kirim surat ijin
salam PPM ☺
jaga kesehatan ya thor
mari saling dukung dari CEO EDAN TAPI TAMPAN☺️
saling dukung y
Oh iya jangan lupa mampir juga dikaryaku yaa, udh up nihh wkwkwk 🤗🌻
Sukses selalu buat thornyaa! Semangat! 💖💖💖
like blk karyaku
cinta rasa covid-19
the Thunder's love