NovelToon NovelToon
Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nadziroh

Menceritakan Nadia hilma Faliha gadis cantik yang harus rela menjadi pembantu demi mencapai cita citanya menjadi seorang dokter, namun demi memuluskan kuliahnya Nadia harus menikah dengan majikannya,
karena sang majikan yang di putuskan oleh pacarnya.
Sampai pada akhirnya Nadia di karuniai seorang bayi laki laki yang sangat tampan.
Tapi kenyataan pahit datang ketika dia di tinggalkan suaminya di saat melahirkan sang buah hati.

Saat itu juga Nadia mulai berfikir akan ketidak setiaan suaminya, namun semua itu tidak benar.
Pasalnya, suami Nadia yang bernama Rizal fikri pratama sedang terkena penyakit leukimia bawaan dari kecil yang harus melakukan kemo terapi, karena ketakutan suami yang akan menjadi gundul dan jelek maka Rizal menghindar dari Nadia, sampai pada waktunya takdir mempersatukan mereka, namun itu belum berakhir karena sang mantan Rizal datang lagi untuk menghancurkan kehidupan mereka.

Inilah kisah selengkapnya.
kita baca saja yukkk, dari pada penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

"Put, apa bisa kita ketemu?''

"Ada apa sayang kok kayak nya serius banget?

"Ini memang sangat serius, kita ketemu di tempat biasa ya!"

"Oke, nanti setelah kuliah aku langsung ke sana.

Telepon terputus, Ya itu percakapan Rizal yang ingin ketemu dengan Putri, Rizal ingin mengatakan keinginan sang mama kepada putri untuk segera menikah.

Nadia selalu bangun pagi seperti biasanya, Ia memasak setelah itu berangkat kuliah, tapi kali ini aku bangun kesiangan, karena semalam belajar sampai larut, Nadia gugup saat menatap jam dinding.

"Ya Allah aku kesiangan.''

Nadia langsung berlari ke dapur untuk memasak, di dapur sudah ada bik Narti.

''Bik, kenapa bibi nggak bangunin aku?'' nada menyalahkan.

"Sudah neng, tapi eneng tidurnya pules banget, ya udah bibi langsung keluar lagi.''

"Aduh, bi aku bisa terlambat nanti, mana ada jam pagi lagi.'' gugup.

Tanpa kata Nadia langsung mengambil peralatan masak.

Pak Doni, Bu Widya, dan Rizal semua sudah berada di meja makan, dan Nadia belum selesai, Akhirnya Ia meminta bik Narti untuk menatanya.

Kenapa Nadia bisa telat, tak biasanya dia seperti ini, Rizal.

Alhamdulillah, semua sudah rapi, Nadia langsung masuk lari untuk ke kamar mandi dan bersiap.

Ia berlari kedepan tanpa pamit sama bik Narti, karena jam yang tak memungkinkan untuk bertele tele.

"Pa, aku pakai mobil sendiri ya?''

"Iya, kan papa hari ini mau ke kota S, untuk memantau proyek di sana.'' jelasnya.

Nadia menunggu angkot, lama sekali, sedikit putus asa.

Karena hanya tinggal beberapa menit lagi telat.

Ya allah kenapa jadi begini, kalau gini kan aku jadi telat, pada kemana sih angkot.

Nadia hanya menghentakkan kakinya karena kesal dan kecewa.

Tin... tin...

Bunyi klakson membuyarkan lamunannya.

Ternyata mobil sport mewah milik Rizal di depannya.

Rizal membuka jendela, dan menyuruh Nadia masuk, karena tak banyak waktu lagi, pembantunya langsung membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Rizal.

"Terima kasih kak.''

Itulah kata utama yang Ia ucapkan pada majikannya.

"Kenapa kamu bisa telat?''

''Tadi malam aku kesulitan membuat materi untuk hari ini, aku tidur sampai larut, jadi aku telat bangun.

"Besok lagi jangan biasakan seperti itu, untung ada aku, kalau nggak ada, kamu bisa telat kuliah.''

"Maaf.''

"Kenapa minta maaf?''

Nadia hanya menunduk, tak berani menatap Rizal, bodoh, kenapa kata itu yang meluncur.

Rizal melajukan mobilnya dengan kencang, membuat gadis itu sampai memejamkan mata.

''Apa kamu takut?'' tanya Rizal.

Nadia hanya menggeleng dengan mata terpejam. Sudah tau nanya.

Dalam keadaan takut aja kamu masih bisa bohong.

Tanpa sadar mobil sudah berhenti di depan gerbang kampus, Nadia turun dan berlari masuk, tanpa mengucapkan terima kasih.

Nadia sangat gugup, ternyata pak dosen pun sudah berada di kelas.

"Permisi...ucapnya dengan pelan.

''Nadia, kenapa kamu terlambat?''

''Maaf pak nggak ada angkot?''

Satu kelas pun langsung tertawa mendengar ucapannya.

Kenapa mereka menertawakanku, apa ada yang salah dengan kata kataku.

Apa gara gara aku bilang nunggu angkot.

''Diammm... Pak Dosen berteriak.

Nadia merasa sangat malu, kenapa bisa ia sejujur itu, tidak bisakah sedikit menutupi statusnya yang miskin.

Ya Allah, kenapa mulutku nggak bisa di rem, aku kan jadi malu.

Tapi pak Dosen sangat baik hati, beliau langsung menyuruhnya duduk tanpa pertimbangan.

Seperti biasa Nadia pun duduk di samping Putri.

Putri melihatnya sinis dan sebaliknya, Nadia pun tak menatapnya.

''Naik angkot saja belagu,'' itulah kata yang keluar dari mulutnya.

Ya Allah kuatkanlah aku, berikanlah kesabaran sampai semuanya tercapai.

Hari hari Nadia mengikuti materi dengan sungguh sungguh, mengingat dengan semua jerih payahnya untuk kuliah.

Setelah selesai Ia langsung menemui Lilis.

"Lis, ke kantin yuk!"

''Tumben kamu ngajak ke kantin?"

''Tadi pagi aku tu telat, jadi nggak sempat sarapan, aku nunggu angkot saja lama banget, dasar angakot tuh, sampai aku mau balik, untung aja ada Kak Rizal, dia mengajakku naik mobilnya, kalau nggak ada dia, mungkin aku juga nggak kuliah.

''Wah, kak Rizal, kok dia baik banget, mau kasih tumpangan sama kamu.

''Kak Rizal itu sebenarnya memang baik, kita aja yang memang belum kenal dia.''

''Sekarang kamu lebih dekat dong dengannya?'' goda Lilis.

''Ya nggak juga, dia kan majikan dan aku pembantu, jadi mana bisa kita dekat.

''Dan kamu tau nggak, dia itu seneng banget ngerjain aku kalau lagi di rumah.''

"Masa?'' makin penasaran saja si Lilis.

Nadia mengangguk lalu menceritakan tentang kejahilan Rizal saat di rumah.

Lilis selalu saja tertawa mendengar cerita Nadia tentang tingkah yang sedikit konyol untuk tampang seorang Rizal, yang menurut Nadia sendiri menyebalkan, dan itu lain buat Rizal, katanya lucu banget.

"Terus, kalau orang tua kak Rizal gimana sama kamu?''

"Mereka juga baik banget, mereka selalu menghargai semua orang di rumah termasuk pembantu.

Di kantor....

''Halo... Den, kamu lagi ngapain?''

Lagi nganggur nih, di kos kosan.

''Kamu bisa datang ke kantor sekarang?''

Bisa, memang ada apa?

''Sudah datang aja, nanti kamu juga tau.''

Sambungan terputus, Rizal bergelut dengan setumpuk map di depannya sambil menunggu kedatangan Deny.

Tak lama kemudian Deny datang dengan naik motor. dia memarkirkan motornya di depan gedung perusahaan Rizal.

Karena ini baru pertama kali, jadi dia menelpon Rizal sebelum masuk ke dalam.

Rizal yang mendapat telepon dari temannya itu langsung turun untuk menghampiri temannya

''Den, ayo masuk!"

''Wah, bro ini kantor kamu?" Deny sambil menatap setiap sudut kantor.

''Bukan, kantor papa."

''Tapi sekarang kan sudah punya kamu."

''Makanya Aku panggil kamu kesini, aku mau kamu jadi sekretaris aku.

"Yang bener bro."

"Iya, cepetan, ayo kita ke ruanganku." sekarang

Mereka berdua langsung masuk lift yang menuju ruangan Rizal.

Deny sangat kaget melihat tulisan yang terpampang di pintu ruangan Rizal.

Ruangan Ceo

"Wah, kamu sekarang sudah jadi bos besar, dan aku jadi sekretaris kamu, hebat hebat hebat."

''Kita baru akan berjuang, dan kamu harus bantu aku, untuk mempertahankan gelar ini, dan kita harus bikin papa bangga, apa kamu siap?"

"Siap, aku akan berusaha untuk kamu dan om Doni.

"Jadi setelah kita semester nanti kamu langsung bisa kerja."

''Dan papa sudah menyiapkan apartemen untukmu." jelasnya.

''Wah, terima kasih ya bro, kamu memang temanku yang paling baik."

''Den, aku mau cerita nih sama kamu, tentang Putri."

"Memang kenapa dengan dia, apa kamu ada masalah?"

"Enggak, tapi mama pingin aku cepet nikah sama dia."

"La, kamu langsung bilang saja sama Putri."

''Iya aku tadi juga sudah bilang sama dia, nanti kita ketemuan setelah dia pulang kuliah.

''Terus kalau dia belum mau nikah, apa yang kamu lakukan?"

''Aku akan tetap putus dengannya."

Mama sangat berharap aku menikah saat ini, Beliau nggak mau nunggu lama lagi.

1
TRIDIAH SETIOWATI
cerita aneh
TRIDIAH SETIOWATI
wah rizal mulai suka niy sm nadia
TRIDIAH SETIOWATI
awal cerita yg menarik
Maura
visualnya dong thor
Sativa Kyu
👍👍👍
Maulana ya_Rohman
👌👌👌👌👌👌👌👌
Maulana ya_Rohman
🤔🤔🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Nurhaedah Syarif
the end
Nurhaedah Syarif
nyimk ajh
Hartaty
selalu gitu,gak sadar klu ada yg awasin
Hartaty
Thor gak usah bahasa Jawa klu gak ada translate nya😁
Hj_ ijotfauziyah
baca aja lah
etihajar
nadia kmu itu d stu kerja cuman d suruh bikin teh aja ngedumel
Mami Mia
ih sinadia berani banget
Maria Yasni
Kecewa
Toto Suharto
😭😭😭😭nyesek banget bacanya...
Toto Suharto
😭😭😭😭terharu liat nadia da rizal yang sama sama berjuang...
Mamak Laila
sama kayak kisah ku nadiaa
Enies Amtan
sakit nya apa sih
ga jelas bngt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!