NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:153.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.

Cerita hanya fiktif belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Yoga justru lebih dominan berbicara kepada Mila Asyari sedangkan Wita Anjani lebih banyak diam. Hanya sesekali saja Wita berbicara. Meskipun begitu, dua bola mata Yoga tidak pernah lepas memandangi wajah Wita. Sampai kedua kakak beradik itu berpamitan pulang.

"Em. Kalau ada perlu. Mas Boleh datang ke rumah?" akal bulus Yoga mulai merasuki.

"Ouh! 24 jam pintu rumah kami akan selalu terbuka buat Mas Yoga!" celetuk Mila dengan senyum cengengesannya.

Wita langsung menyenggol bahu Adiknya memberi kode seruan.

"Jangan genit"

Yoga reflek tersenyum imut mengulum bibirnya.

Disaat Yoga sedang kasmaran. Bagas justru mengalami depresi dan panik ketika memandangi bayi perempuannya yang bernama Emma Zahra.

Emma Zahra terpaksa harus di infus di rumah karena mengalami diare dan muntah-muntah secara berlebihan.

Bayi mungil itu terlihat kurus dan tidak sehat dengan perkembangannya.

Emma sudah lebih dari 5 kali keluar masuk rumah sakit dan sudah dua kali pula ganti ibu pengasuh.

Melihat hal tersebut. Hartati memerintahkan Bagas untuk segera membawa Emma sementara pulang ke desa. Karena Bagas tidak memiliki pilihan lagi. Pria itu terpaksa menunda semua pekerjaannya.

Keesokan hari. Matahari pagi bersinar kembali.

Suasana Puskesmas di desa suka warna masih terlihat sepi. Pagi itu Mila sudah hadir dan selesai membersihkan ruangan Bidan Rani, atasan Mila.

Dalam tatapan sedih, terlihat Mila duduk meletakkan dagunya di atas meja. Ia sangat bingung karena sampai detik itu belum juga menemukan pekerjaan sampingan yang cocok dan bisa meringankan beban keuangan keluarganya.

"Mila!" sapa lembut Bidan Rani. Pagi itu Rani datang terlambat. Ia membawa cake lezat lalu meletakkannya di atas meja.

"Kamu sudah sarapan?"

"Sudah Bu!" Senyum Mila masih dalam raut wajah yang sendu.

"Ini cake lezat dari Bu Hartati. Ayo makan!"

Melihat cake lezat itu. Mila begitu selera untuk mencicipinya.

"Saya ada kabar baik buat kamu," Rani tersenyum lebar menatap Mila.

"Kabar apa yah Bu?"

"Tadi saya mendapatkan telpon agar segera singgah ke rumah Bu Hartati. Ternyata untuk memeriksa kondisi putrinya Bagas."

"Mas Bagas dan putrinya pulang ke desa?" tanya terkejut Mila.

"Benar!" Angguk Rani.

"Bu Hartati curhat. Bagas terpaksa pulang kampung karena kondisi putrinya sakit-sakitan di Jakarta. Sudah dua ibu pengasuh profesional tidak serasi menanganinya. Bu Hartati minta agar mencarikan ibu pengasuh yang terbaik menurut saya di desa ini untuk mengasuh cucunya dan bersedia berangkat ke Jakarta."

Mila masih belum memahami ucapan Bidan Rani.

"Jadi, saya tawarkan kamu," ucap Rani.

Mila terkejut.

"Kamu kan asisten terbaik saya!"

"Ta...tapi Bu!" Mila mulai gugup.

"Gajinya besar lo Mil. 10 juta lebih, kamu enggak tertarik?"

Mila terdiam.

"Bukankah selama ini kamu ingin mendapatkan pekerjaan dengan upah yang besar!" Rani berusaha meyakinkan Mila.

"Tapi, siapa nanti yang menggantikan Mila!"

"Itu tidak perlu kamu pikirkan."

"Tapi...Apa Mas Bagas tidak keberatan Bu!"

"Haduh Mila. kamu ini banyak tapinya. Niatkan dulu untuk menolong Bu Hartati. Jangan suka kepikiran yang lain-lain!" pesan Rani.

Mila terdiam memandangi Rani.

"Kalau kamu berminat. Pulang kerja atau besok pagi langsung saja ke rumah Bu Hartati. Saya sudah panjang lebar menjelaskan tentang kerja profesional kamu dan Bu Hartati sangat senang jika kamu bersedia!" ucap Rani.

"Mila, di coba saja dulu. Kalau memang tidak cocok. Saya janji akan menerima kamu lagi bekerja disini."

"Beneran Bu!" Mila tersenyum lega.

"Iyah!" angguk bahagia Rani.

Mila reflek memeluk Rani sambil berkata dalam hati;

"Terima kasih Ya Allah. Ternyata di dunia ini masih ada orang yang baik seperti Bidan Rani!"

Tampak Bagas duduk melamun di pelataran belakang rumah orangtuanya. Bagas mengurung diri di rumah selama berada di desa. Ia Tidak ingin bertemu dan berbicara kepada siapapun selain kepada keluarganya saja. Semua pekerjaan Bagas berantakan. Ia tidak bisa berpikir dan jiwanya masih terkejut dengan kematian sang istri.

"Bagas!" Sapa lembut Hartati.

"Minum dulu Nak!"

Bagas masih diam dengan lamunannya, membuat Hartati sedih melihat kondisi putranya.

"Kamu tenang yah. Ibu akan selalu mendoakan mu, Nak!" peluk Hartati sepenuh jiwanya kepada Bagas.

"Terima kasih Bu!" jawab lesu Bagas.

Di depan rumah Heru. Yoga tampak celingak-celinguk. Ia ingin memanggil Wita tapi merasa malu dan segan.

Melihat ada sosok yang berdiri di depan rumah. Wita membuka pun membuka pintu.

"Mas Yoga!" panggil Wita.

"Eh, maaf!" Seketika Yoga terlihat gugup dan panas dingin. Karena tidak ada Mila yang dapat mencairkan suasana.

"Duduk dulu Mas!" Wita mempersilahkan Yoga duduk di pelataran teras.

"Ada apa Mas?" tanya lembut Wita.

"Em itu!"

"Em...anu!"

"Apa yah? Kok saya jadi lupa, hehehehe!" tawa cengengesan Yoga sambil memegangi tengkuk lehernya.

Yoga semakin kesulitan mengontrol emosi groginya karena Wita terus menatap dirinya.

"Soal manisan?" Tebak Wita.

Padahal Yoga merupakan public speaking yang bagus di hadapan semua kalangan rekan bisnisnya. Namun saat berbicara kepada Wita. Yoga mirip seperti Tuna rungu yang baru bisa berbicara.

"Bukan... bukan...!"

"Em!"

"Em. Saya mau tanya..A..ada yang bilang Wita terima catering yah?" tarikan nafas Yoga yang cukup berat.

"Ouh. Bisa juga Mas!" Jawab senyum Mila.

Yoga mengangguk-angguk.

"Em..!"

"Em..!"

"Em..!" Yoga malah garuk-garuk monyet.

"Iyah...Em apa Mas?" Wita serasa ingin membantu lidah Yoga berbicara.

"Hehehehe. Begini wit...Em beberapa hari ini saya kesulitan mencari makanan. Em...Mas boleh minta tolong catering dengan Wita. Khusus untuk makan siang dan malam. Kalau untuk sarapan pagi, Mas cukup makan sereal saja!"

"Oh, boleh-boleh Mas!" Wita tersenyum lagi membuat Yoga salah tingkah.

"Mulai kapan Mas?" tanya Wita merasa senang mendapatkan penghasilan tambahan.

"Mulai besok bisa?"

"Iyah baiklah?" angguk Wita.

"Berapa?" tanya Yoga.

"Nanti saja Mas hitungannya!"

"Maksudnya nomor rek Wita? Jadi Mas nanti tinggal transfer saja," ucap lembut Yoga.

Wita mengerti. Kemudian ia masuk ke dalam dan mengambil kartu namanya.

"Ini Mas!"

"Terima kasih yah!" senyum Yoga merasa senang melihat ada nomor kontak Wita tertulis jelas di kartu itu.

"Sama-sama Mas!"

"Ouh yah Mas. Wita belum tau menu yang mau di masak apa saja!" ucap polos wanita itu.

"Hehehehe. Apapun yang kamu masak. Mas pasti makan. Rumput saja kalau di potong-potong terus gulai lemak. Itu juga terasa enak...!"

Wita reflek tertawa. Keduanya saling tertawa dalam tatapan kasmaran yang sama-sama tidak mengakui. Yoga dan Wita merupakan sejoli yang kaku, polos dalam percintaan.

Yoga ingin bertanya banyak kepada Wita namun pria itu takut sang pujaan hati merasa ilfil kepadanya.

Meskipun sudah pernah dihina dan diludahi oleh Heru. Yoga tidak bisa move on dengan pesona Wita sejak ia masih remaja.

"kalau begitu. Mas pulang dulu yah?"

"Baik Mas!" angguk manis Wita, perempuan yang sederhana tetapi mampu membuat Yoga kesulitan tidur.

1
Aisyah Suyuti
menarik
falea sezi
np g ketularan
falea sezi
mati aja lah buk nyusain aja
ρυтяσ kang'typo✨
Alhamdulillah🤲🤲🤲🤲 walaupun q terlat baca ini😭😭😭😭😭
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor

bikin karya baru yoook
ρυтяσ kang'typo✨
dih ko bisa q g tau ini up🤔🤔🤔dan sudah END pula😭😭😭😭😭
Muzie✰͜͡v᭄
Seneng akhirnya happy ending,,, semuanya bahagia dengan pasangan nya masing²,,, bahagia kumpul bersama keluarga,,, akhirnya cinta sejati tau kepada siapa hati ini berlabuh,,,cinta bisa mengalahkan rasa dendam dan rasa cinta yang besar bisa melewati segala rintangan dan masalah,,,
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pecat saja penghianat aparat yang tidak bertanggung,,,ini yang bikin negara kita rusak karena oknum aparat yang tidak bertanggung jawab
Muzie✰͜͡v᭄
Panik dong kak Wita masa kagak sih,,wong Bagas terluka parah banget
Muzie✰͜͡v᭄
mulai deh Bagas manja manja sama Mila,, semua di bilang pada sakit,, kesempatan baik ya Bagas jangan di sia² kan
Muzie✰͜͡v᭄
Alfin beraninya keroyokan bukan lelaki, dasar licik si Alfin,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Muzie✰͜͡v᭄
Aku bacanya kok deg deg kan semoga Mila dan Bagas baik² saja,,, baru juga bahagia sebentar sekarang datang masalah lagi
Muzie✰͜͡v᭄
sederhana sekali Mila,,, keinginan yang sederhana itu akhirnya bisa terwujud,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pohon rambutan salah sasaran tersambar petir gara² selingkuh 😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gak bakalan bosen Mila sama kamu
Muzie✰͜͡v᭄
Sabar ya Mila,,,
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gercep juga Bu Hartati membawa Emma untuk tidur sama Bu Hartati, biar Jhon nya Bagas bisa bekerja 😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah siapa yang nikah ini,,,masa yang malam pengantin duluan si Yoga sama Wita😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah Bagas nyaa maunya sama Mila bukan sama ponakan situ😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Alhamdulillah semoga sakinah mawadah warohmah,,, aamiin
Muzie✰͜͡v᭄
Sah akhirnya Sah lagi mereka menjadi suami istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!