NovelToon NovelToon
Putih Semu Jingga

Putih Semu Jingga

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Menikah Karena Anak / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:359.2k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Ini bumi dimana tradisional dan modern bergabung.

Ramainya upacara pernikahan adat bergabung dengan tradisi pedang pora malam ini turut menjadi saksi bisu kealpaannya. Tanpa sengaja Letnan muda itu mabuk karena ulah para rekannya. Lebih parahnya lagi ia menyentuh seorang gadis yang sama sekali tidak di kenalnya.

Beberapa tahun berlalu, takdir mempertemukan dirinya dengan seorang anak laki-laki yang mirip dengannya. Matanya, hidungnya, bibirnya sampai perawakan tubuhnya bahkan sifat garang dan pemberaninya sangat mirip dengan dirinya.

"Saya terpaksa mencarimu."

"Apa kita pernah saling kenal?"

"Secara langsung tidak, tapi anak ini menuntunku agar kita saling kenal." Jawab wanita tersebut. "Pendopo kesultanan, usai pernikahan seniormu."

"Kamu.. gadis yang malam itu........."
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Jika semua tidak terjadi.

Sejak hari itu Laras selalu mengajak Gilang kontrol ke rumah sakit tanpa Bang Seno. Laras menyadari keadaannya. Jika dirinya kembali meminta bantuan pada ayah biologis Gilang, maka rumah tangga pria tersebut akan hancur namun tanpa bantuan darinya, maka Gilang yang akan celaka. Tak sedikit pun terbersit dalam pikiran Laras untuk menjadi duri bagi kebahagiaan Bang Seno dan Inka.

Laras kalut dalam kebingungan, batinnya terombang-ambing berkali-kali menatap putranya dari luar jendela. Pria kecil yang begitu kuat dan tabah menghadapi kerasnya tempaan hidup.

Kali ini Laras duduk sendiri namun tak jarang Mas Syahrial dan Elya yang menemani jika toko kue sedang landai dan bisa di handle karyawan lain. Hanya mereka berdua yang selalu ada bersamanya sejak hilang masih ada di dalam kandungan hingga saat ini.

"Dinda.. bagaimana keadaan Gilang?" Sapa seorang pria yang Laras kenal betul siapa orangnya.

"Kangmas??? Kenapa Kangmas bisa ada disini?? Dimana mbak Inka??" Tanya Laras begitu terkejut melihat Bang Seno berdiri di hadapannya.

"Ada di rumah. Mamanya Zea nggak tau saya kesini." Jawab Bang Seno.

"Lalu kenapa Mas kesini? Mas bisa membuat Mbak Inka kecewa." Kata Laras.

"Saya tau, tapi saya juga ingin melihat perkembangan dan kondisi Gilang secara langsung, bagaimana pun saya ini tetap ayahnya." Ucap Bang Seno.

Bang Seno melihat Laras terdiam, wajahnya terlihat sangat lelah sudah memukul beban yang begitu besar. Entah kenapa saat itu Bang Seno duduk dan menyandarkan kepala Laras di bahunya. "Menangis lah sekuatmu jika ingin menangis. Mungkin hatimu akan sedikit merasa lebih lega..!!"

Juga tak tau angin apa yang mengarahkan Laras untuk menurut segala perlakuan Bang Seno.

"Laras tidak mau semuanya jadi seperti ini Mas. Tidak ada niat Laras menggangu hubungan Mas Seno dan Mbak Inka. Laras juga nggak mau Gilang sakit sampai merepotkan Mas Seno seperti ini." Air mata Laras mulai bercucuran. Tangisnya terisak isak hingga tanpa sadar meremas seragam Bang Seno dengan kuatnya.

Bang Seno pun mendekapnya dengan erat dan berusaha menguatkan Laras. "Jangan pesimis Dinda..!! Gilang pasti kuat selama melihat Mamanya kuat..!! Gilang butuh Mamanya, jangan cemas lagi.. sekarang Papanya juga akan selalu berusaha ada untuk Gilang..!!" Janji Bang Seno.

...

"Maaa.. kapan Papa datang?" Tanya Gilang.

"Kalau Papa sudah selesai kerja." Jawab Laras.

Laras tidak ingin Gilang selalu berharap dan bergantung pada Bang Seno. Bagaimana pun juga Bang Seno telah memiliki keluarga sendiri yang juga harus mendapatkan perhatiannya dan Laras tidak ingin mengusik ketentraman rumah tangga Bang Seno dan Mbak Inka. Bukan hal mudah meminta Bang Seno untuk kembali pulang. Pria tersebut begitu aktif menangani masalah kesehatan Gilang dan meminta segala hal terbaik pada dokter dan pihak rumah sakit.

"Kenapa Papa tidak pernah pulang Ma?? Papa selalu kerja lama dan sayangi adik Zea. Abang juga mau di sayang Papa. Tidur sama Papa seperti teman Abang yang lainnya." Kata Gilang merengek menginginkan hal yang sama, yang teman-temannya lakukan bersama ayah dan ibunya.

Wajar saja Gilang bertanya pasalnya selama ini memang Gilang tidak pernah mendapatkan belai kasih sayang seorang ayah, dan jika dirinya sempat merasakan.. pastilah itu dari Mas Syahrial yang tentu rasanya akan sangat berbeda seperti keinginannya.

"Karena.. Mamanya Abang ada dua. Mama dan Mama Inka. Abang tidak boleh iri sama adik Zea. Adik Zea masih sangat kecil, apalagi adik Zea perempuan.. jadi Abang harus sayang dan berbagi dengan adik Zea. Masa Abang tega lihat adiknya menangis???" Bujuk Laras sebisa mungkin memberi pengertian pada Gilang dengan cara yang ringan.

Bang Seno yang sejak tadi belum pulang ke rumah hanya bisa mengusap dada mendengar ocehan putranya dan nasihat dari Laras, wanita yang tiba-tiba masuk di dalam kehidupannya.

'Caraku bertemu denganmu memang salah, mungkin jejak tanda pertemuan kita juga salah. Tapi dalam lubuk hatiku yang terdalam, kamu bukanlah ibu yang salah, kamu begitu sabar dan lembut hati. Pria bodoh mana yang tidak memperjuangkan kamu Laras, jika saya tidak memiliki Inka dan Zea dalam hidup ini.. tentu keputusan menghalalkanmu adalah jawaban dari masalah kita, hanya saja.. saya punya seorang putri yang juga saya sayangi. Taukah kamu Laras, tentang anak juga membuatku lemah tanpa daya. Maafkan saya.. Jika di hidup ini saya belum bisa membalas semua untukmu, biar di kehidupan selanjutnya.. saya akan menebusnya demi kamu seorang.'

...

Bang Seno membuka pintu rumah dan Inka langsung menghantam vas bunga tepat di kening Bang Seno hingga darah mengucur, meleleh di pipi.

"Darimana??? Menemui p*****r itu???" Tegur Inka.

"Jangan sebut kata itu untuk Laras. Iya.. saya dari rumah sakit, menemui Gilang." Jawab jujur Bang Seno.

"Bilang saja Mas sekalian ingin membuka cerita lama bersama Laras..!! Mas tidak bisa melupakan dia dan segala kecantikannya. Apa bagusnya dia di bandingkan dengan istri sah mu Mas????" Pekik Inka.

"Istri sah tetap berharga dek. Saya hanya memenuhi kewajiban sebagai seorang ayah." Kata Bang Seno.

"Kalau begitu beri saja uang bulanan..!!"

"Deek.. tanggung jawab bukan hanya sekedar materi. Gilang masih sangat kecil, Gilang juga butuh sosok ayah juga butuh di sayangi. Apa kamu tega membiarkan Gilang yang sakit? Dia hanya butuh pelukan dan perhatian dari saya ayahnya..!!" Pelan-pelan Bang Seno melunakan hati Inka.

"Lalu apa?? Mamanya yang ganjen itu juga ingin perhatian dan pelukanmu sebagai laki-laki???? Wanita baik-baik tidak akan menghubungimu untuk pergi kesana hanya untuk alasan anak Mas..!!!!!" Ucap Inka penuh dengan emosi.

"Inkaaaaaa..!!!!!! Jangan keterlaluan kamu dek..!!!!" Bentak Bang Seno geram sampai menghantam pintu rumahnya.

"Mas yang keterlaluan.. hanya karena wanita penggoda itu sekarang Mas membentakku, Mas sudah berubah. Aku seperti tidak mengenalmu Mas..!!!" Suara teriakan Inka membuat Zea terbangun dari tidurnya. Ia merangkak mencari sumber suara. Beruntung kasur busa Bang Seno sudah di pindahkan diatas lantai hingga putri Bang Seno itu tidak jatuh dari ranjang seperti dulu lagi.

"Sayaaang.. anak cantik Papa. Kaget ya dengar suara Papa??" Bang Seno sigap menggendong Zea dan menenangkan putrinya kemudian berusaha meraih tangan Inka. "Saya murni hanya bertanggung jawab pada Gilang, tidak ada niat macam-macam sama Laras."

"Jangan pernah bertemu dan berhubungan dengan Laras..!!"

Bang Seno menarik nafas mencoba untuk menahan emosi. "Lalu bagaimana caraku bertemu dengan Gilang kalau tidak melalui Laras?"

"Seribu satu cara Mas. Sebenarnya apa yang sudah dia berikan untukmu sampai kamu ingin sekali bertemu dengannya dan membelanya mati-matian???? Apa kalian kembali bertukar peluh???"

Ucap tersebut membuat amarah Bang Seno yang lelah menjadi terpancing. "Lebih dari itu, saya laki-laki pertama yang membuatnya tidak perawan. Puas kamu..!!!!!"

.

.

.

.

1
Mawar Merah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣waduh bisa berabe urusanya ma daluman.sumpah perut q sakit bacanya ketawa terus👍👍👍
V-hans🌺
laras kayak wanita murahan bgt si maap maap ya thor
Si Memeh
Luar biasa
titiek
🤣🤣🤣 ada yang semua aman bang
titiek
🤣🤣🤣🤣
titiek
kok Asmarani??
titiek
😭😭😭😭😭
titiek
Ya Allah selamatkan Gilang.
titiek
jgn2 tu komandan yg ngasih obat dl ya
titiek
ni laki bnr2 ya. apa gak ngidam muntah2 ya seno 😁😁
Umun Munawaroh
good
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Pipin Nurma
udah ku perbaiki ya kak bintangnya👍👍👍
Pipin Nurma
trima kasih kak nara udah di kelarin novelnya sampai END..ada kepuasan tersediri klo baca novelnya sampe selesai..💪💪💪💪👃 terus berkarua ya lak nara..
Pipin Nurma
kak nara jenapa sekarang gak ada lagunya lagi biasanya setiap novel kak nara pasti ada di sisipin lagunya😁😁😁✌✌✌
jadi bacanya gak tegang amat..🙏🙏
Rittu Rollin
mantaaaanbb
Rittu Rollin
ga ush dirayu², asal dsodorin ATM insyallah amarah lgs reda... hihihi
Nur Asiyah
keren aku suka...
cerita nya bikin hatinano2
Kusriyati Kusriyati
I💓U Thor karyamu luar biasa
Nazwan Faiq
awaaal baca sediiih tapi hadir lah noven yeeh ngakak sendiri dehh jadi 'y🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!