NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Duda / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Romansa / Menikah Karena Anak
Popularitas:84.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nofriza Rahma

dijuluki sebagai dosen killer di kampus, Damian seorang duda yang ditinggal selingkuh oleh istrinya, membuat Damian tidak percaya lagi dengan cinta.
di pertemukan dengan gadis periang pernah Almira, sekaligus murid di kelasnya. Almira satu-satunya gadis yang bisa membuat putrinya nyaman, dan ternyata Almira itu anak dari pembantu yang bekerja di rumah Damian.
hingga akhirnya Damian dan Almira menikah, sekalipun pernikahan tidak dilandasi oleh rasa cinta, Damian butuh sosok ibu untuk putrinya dan Almira butuh uang untuk pengobatan ibunya.
waktu terus berlalu, Damian dan Almira saling jatuh cinta, namun hanya gengsi untuk mengakui jika mereka sudah saling suka.
di saat rasa itu sudah timbul, muncullah istri pertama Damian yang ingin rujuk bersamanya.
akankah Almira bertahan dengan Damian?
atau memilih pergi karena ibu kandung dari putri Damian sudah kembali?
follow akun Instagram @ Zadreammi untuk melihat visual pemain dan update terbaru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofriza Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8/ Salah Panggil Nama.

Episode 8/ Salah Panggil Nama.

‘’Papa!’’ panggil Putri yang mendekat dengan berlari menuruni tangga, bahkan ia hampir terjatuh karena berusaha mengejar Damian.

‘’Sayang, hati-hati dong.’’ Ujar Damian yang menggendong putri yang sudah sangat wangi, dari tangga atas, terlihat jika Almira sedang menuruni tangga.

‘’mandinya sama?’’ tanya Damian yang terhenti karena putri sudah terlanjur berkata, ‘’Sama Mama pastinya dong!’’

Uhukk, Almira yang mendengarkannya langsung kaget, bahkan pas sekali ia yang tengah berdiri di depan Damian. Damian pun tak kalah salting, ia hanya diam saja, membiarkan Almira untuk melangkah pergi.

Namun masalahnya, Putri malah memanggilnya dan meminta untuk mendekat padanya, ‘’Ma, Putri kan sudah mandi, sudah wangi. Gimana kalo kita selfie?’’ pinta Putri yang membuat Damian dan Almira saling pandang satu sama lain, detik berikutnya Damian dan Almira saling memandang ke arah yang berbeda.

‘’Gimana, Ma? Pa?’’ desak Putri, untungnya ibu dari Almira sedang berbelanja ke pasar, bagaimana jika ibu Almira mendengar sendiri jika putrinya dipanggil mama oleh anak dari majikannya.

‘’Hmm, Papa capek, Papa mau mandi dulu yah.’’ Tolak Damian yang melirik sekilas kepada Almira yang kelihatannya juga tidak setuju dengan ucapan Putri.

Namun yah namanya anak kecil, ia mana ngerti perihal orang dewasa, Putri malah memberikan ekspresi wajah cemberut kala Damian tidak mau di ajak untuk foto bersama dengan Almira.

‘’Papa jahat!’’ Putri malah terus memberontak untuk turun dari gendongan Damian.

……

‘’Pak,’’ panggil Almira kala Damian hendak melangkah naik ke kamar atas.

Damian membalikkan tubuhnya, ia yang paling tidak bisa melihat wajah sedih yang di berikan oleh putrinya, ia sebenarnya paling tidak bisa melihat wajah sedih yang di berikan oleh putri, hanya saja ia yang tidak ingin untuk mengambil foto bersama Almira.

Namun kala ia melirik kepada Almira, gadis itu malah memberikan isyarat seakan meminta kepada Damian untuk mengikuti permintaan dari Putri. Dan dengan terpaksa, Damian memberikan anggukan.

Putri yang mendengarnya pun sangat senang sekali, bahkan ia sampai melompat kegirangan, Damian mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kamera ke wajah mereka bertiga, dan Putri sedang ada dalam gendongan Almira.

Satu, dua, tiga, cekrek.

Satu foto pertama Damian dan Almira, Damian langsung naik ke lantai atas, padahal Putri ingin sekali melihat hasil fotonya, namun Damian sudah terlanjur naik ke lantai atas.

‘’Sudah yah Putri, kan papanya mau mandi, nanti aja yah di lihat hasilnya. Sekarang kakak mau ke dapur, Putri mau ikut?’’ tawar Almira yang mendapatkan anggukan dari Putri.

…..

Sementara di atas sana, Damian memperhatikan betapa dekatnya Putri dengan Almira, bahkan sampai memanggil dengan sebutan mama.

Ia tersenyum kala melihat Almira yang penuh kasih sayang mengendong Putri, ia melangkah kembali masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, Damian tidak langsung mandi, melainkan duduk di tepi ranjang, ia membuka galeri foto dan disana terlihat foto mereka bertiga.

Damian semakin tersenyum kala melihat foto yang jika orang lain melihat mungkin mereka akan menduga jika foto keluarga bahagia.

‘’Astaga, apa yang sedang saya pikirkan, lebih baik sekarang mandi. Masih banyak tugas lain yang sedang menunggu,’’ gumam Damian yang segera mematikan ponselnya, ia lantas segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

10 menit telah berlalu.

Damian sedang memakai rangkaian skincare di wajahnya, dari pantulan cermin terlihat jika wajah dingin dan killer itu sedang tersenyum sendiri, hingga terdengar ponselnya yang berdering.

[Bro, congrast yahh.]

Damian yang melihatnya pun sontak sangat kaget, ia segera mencek dan betapa kagetnya Damian kala melihat ia salah kirim, malah foto bertiga dengan Almira dan Putri yang terkirim ke temannya.

Damian pun segera menghapus foto kirimannya tersebut, terlihat jika temannya yang seorang pengusaha sukses tengah mengetik.

‘’Astaga, kenapa bisa terkirim ke dia yah? Perasaan saya tidak ada kirim dah, untung hanya ke nomor dia aja,’’ gumam Damian yang setidaknya ia merasa sangat lega sekali.

[Bro, kenapa pake di hapus segala sih? Kan gue pengen lihat,]

[Siapa sih dia, pacar baru? Atau calon istri lo?]

Damian hanya terkekeh dengan ketikan teman jauhnya, kemudian ia melanjutkan menyisir rambut lebatnya.

Notifikasi berikutnya masuk.

[Hmm, tapi … kok kelihatanya sangat muda dari lo? Atau dia asistenn yang ngasuh anak lo?]

[Boleh lah di pepet kalo gitu, kayak masih anak gadis 20 an,]

Damian duduk di tepi ranjang, dan memikirkan ketikan temannya ini.

‘’Hmm, memang benar sih, Almira kan masih 20 an, lah sementara aku udah mau 34 tahun, udah seperti om-om nya saja. Yah kali cocok untuk jadi suami istri, ada-ada saja. Lagian kenapa juga aku malah senang begini pas dia bilang kalo dia itu calon istri gue yah?’’ pikir Damian yang merasa sangat heran dengan sikapnya yang dinilai terlalu berlebihan.

‘’Astaga Damian, kamu itu mah cocoknya jadi om untuk Almira bukan jadi suaminya, ngarep terlalu berlebihan!’’ ujar Damian yang mematikan data selulerya, ia segera melangkah ke bawah untuk makan malam bersama dengan Putri.

…..

Namun dari tangga rumah, ia melihat jika Almira sedang sibuk di dapur dan Putri sedang bermain boneka di meja makan, ia terenyuh dengan hal yang terjadi di depannya saat ini, tidak terasa wajah killer itu kembali tersenyum.

Damian sebenarnya sosok pria yang jika sudah jatuh cinta, maka ia akan mencintai dengan tulus wanita itu, oleh sebab itulah, Damian masih tidak mau membuka lembaran baru dengan wanita manapun setelah ia yang di selingkuhi olehh Rahayu, padahal mereka sudah berpacaran lebih dari 10 tahun.

‘’Nyatanya hubungan yang sudah dijalin sangat lama pun, tidak menjamin akan langgeng selamanya.’’ Gumam Damian yang kembali teringat dimana ia yang melihat dengan mata kepalanya sendiri kala Rahayu dan seorang pria yang berusia sangat jauh tua sedang bercumbuan di depan apartemennya kala itu.

Dan itu sangat menyakitkan bagi Damian, ia bahkan tidak memilih untuk menikah lagi karena sekalinya Damian di selingkuhi, resikonya ia akan sangat sulit untuk membuka hatinya kepada wanita lain.

Namun putrinya yang secara tiba-tiba memanggil Almira dengan sebutan Mama, membuat Damian sadar diri jika selama ini ia sudah sangat egois bahkan mengorbankan kebahagian Putri yang sangat butuh kasih sayang dari seorang ibu.

‘Hmm, apa sudah saatnya aku membuka hati lagi? Tapi … apakah aku tidak akan disakiti lagi?’ pikir Damian yang masih ragu untuk jatuh cinta lagi.

‘’Pa!’’ teriak Putri yang memecah lamunan dari Damian.

Ia tersadar dan tersenyum, Damian melangkah ke meja makan, disana Almira ikut menatap kepadanya, namun detik berikutnya Almira kembali focus untuk menggoreng ikan.

‘’Pa, kata bu guru, besok ada rapat dan harus bawa Papa dan Mama.’’ Ucap Putri yang sedang mewarnai di buku gambarnya.

‘’Hmm, boleh, kebetulan Papa juga nggak ada kerja besok, jadi bisa temanin Putri ke sekolah,’’ ujar Damian yang membelai rambut hitam pekat Putri.

‘’Sama Mama kan, Pa?’’ tanya Putr dengan polos.

‘’Iya, besok kita berangkatnya sama Mama.’’

Almira yang mendengarnya pun syok bukan main, ia menatap melotot kepada Damian, dan barulah Damian tersadar dengan ucapannya.

‘Astaga, apa-apaan kamu sih Damian!’

Bersambung.

1
Zaenah Muhlis
nama anaknya kan chacha .kenapa jd putri?
Teh Euis Tea
lama up lg ka di tunggu
Whitha Chiiecewe'cancergrils
nmanya gnti putri awal" chacha
𝐀⃝🥀Weny
hhhh... memang mulut gk bisa di bohongi karena dh singkron ma otak yg selalu memikirkan Almira 😂😂😂
𝐀⃝🥀Weny
harus ekstra sabar ya Almira ngadepin putri yg banyak maunya 😁
𝐀⃝🥀Weny
lama2 terpesona jugan kan😂
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
jangan kecantol loh pak🤭
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
iya wajar dong kalian datang berdua. yang ga tau ya pasti ngiranya kalian berdua orang tua Cha Cha
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
tawarin makan keq pak.. daripada tuh nasi kotak cuma jadi pajangan
Zey ✨️
Pasti mamanya Almira kaget tuh
Zey ✨️
Wkwkw, sabar ya Pak.
Almira melampiaskan kekesalannya dengan berteriak
Zey ✨️
Dingin amat, Pak.
ditanya muridnya lho
@ Yayang Risa Selamanya
Kira kira Damian mau pergi kemana kenapa menyuruh Almira mengikuti Damian
@ Yayang Risa Selamanya
Almira hebat bisa meredakan tangisan anaknya Damian
@ Yayang Risa Selamanya
Sepertinya dosen Damian mulai terpikat dengan Almira
😺 Aning 😾
kenapa gak pakai baby str aja pak dosen, atau Almira aja yang jadi baby str sklian calon mama 🤭
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Almira ketahuan berbohong karena di meja Almira tak ada loci
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Almira kagum melihat dosen Damian yang berusaha menenangkan anaknya dosen Damian
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Damian bercerai dengan istrinya karena sang istri selingkuh
😺 Aning 😾
sepertinya, anak yang akan menyatukan cinta mereka 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!