Bagaimana jadinya jika perusahaan-perusahaan terbesar dan sukses di negara ini dipimpin oleh tiga wanita yang sangat cantik? pastinya banyak pria yang mendekati mereka, namun sayang ketiga wanita cantik itu terkenal sangat dingin dan juga kejam dalam dunia Bisnis.
Siapakah pria yang bisa menaklukan hati ketiga wanita cantik itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Pertemuan Dua Keluarga
Pak Hamid pun kembali duduk di tengah-tengah kubu yang sedang berseteru itu.
"Maaf menunggu lama," seru Pak Hamid.
"Tidak apa-apa, Pak," sahut Shenna.
"Jadi bagaimana Pak, keputusannya? perusahaan kami adalah perusahaan terbaik di negara ini, dan kami jamin, Bapak akan puas dengan hasilnya," seru Tora.
Pak Hamid melihat ke arah Shenna, Sherli mulai menjabarkan keuntungan yang akan di dapat jika bekerja sama dengan perusahaan Shenna. Sedangkan Shenna tampak mengedipkan sebelah matanya dan menggigit bibir bawahnya berusaha menggoda Pak Hamid.
Pak Hamid yang melihat itu jadi salah tingkah dan berkeringat dingin, bagaimana tidak wanita cantik yang menggodanya mana bisa dia tidak tergoda.
"Sumpah, menjijikan sekali kelakuanku, aku seperti wanita murahan saja. Tapi aku terpaksa melakukan semua ini, supaya proyek Pak Hamid jatuh ke tanganku," batin Shenna.
Sherli pun selesai membacakan berkas tapi Pak Hamid sama sekali tidak mendengarkannya, dia justru fokus kepada Shenna.
"Bagaimana Pak Hamid? tawaran dan keuntungan yang aku berikan cukup membuat Bapak untung, kan?" seru Shenna.
"Ah iya, Bu Shenna. Baiklah, sekarang saya putuskan, kalau proyek pembangunan hotel saya, akan saya serahkan kepada Bu Shenna saja," sahut Pak Hamid.
"Yes, akhirnya aku menang juga," gumam Shenna.
Ken tampak membelalakkan matanya mendengar jawaban Pak Hamid, dia tidak menyangka kalau untuk pertama kalinya dia kalah.
"Bapak tidak salah mengambil keputusan kan?" seru Ken tidak percaya.
"Tidak Pak Ken, saya sudah memikirkan matang-matang kalau saya memilih perusahaan Bu Shenna."
"Sudahlah, kali ini anda terima saja atas kekalahan anda, Tuan Malvino," seru Shenna dengan senyumannya.
"Baiklah, karena hari ini saya sibuk, jadi saya pamit dulu," seru Pak Hamid.
Pak Hamid pun berjabat tangan dengan Ken dan Shenna tapi di saat Pak Hamid berjabat tangan dengan Shenna, jari Pak Hamid tampak nakal membuat Shenna langsung melepaskan tangannya.
"Dasar tua Bangka," batin Shenna.
"Ayo Sher, kita kembali ke kantor!" ajak Shenna.
Shenna hendak melangkahkan kakinya tapi Ken menahan lengan Shenna.
"Apaan sih?" ketus Shenna dengan menghempaskan tangan Ken.
"Kamu pasti sudah curang kan? sehingga Pak Hamid langsung memilihmu tanpa berpikir terlebih dahulu," kesal Ken.
"Terima saja kekalahanmu, Tuan Malvino." seru Shenna dengan menepuk pipi Ken.
Shenna dan Sherli pun pergi dengan perasaan senang, karena untuk pertama kalinya Shenna bisa mengalahkan Ken. Sedangkan Ken, masih tidak terima dengan keputusan Pak Hamid yang lebih memilih Shenna bukan dirinya.
***
Malam pun tiba...
Saat ini Shenna, Vlo, dan Jenny sedang mengobrol di kamar Shenna.
Tok..tok..tok..
"Apa Mama boleh masuk!"
"Masuk saja Mam, gak dikunci kok," sahut Shenna.
Mama Sintya pun masuk, dan memperhatikan penampilan putrinya yang hanya memakai baju tengtop dan celana hotpant.
"Astaga Shenna, kenapa kamu belum siap-siap sih? tamunya sudah datang dan sekarang sedang menunggu kamu."
Shenna mengerutkan keningnya. "Tamu siapa Ma? memangnya malam ini Mama ngundang siapa?" tanya Shenna.
"Di bawah sudah ada Ken dan kedua orangtuanya, malam ini mereka akan melamar kamu."
"Apa?"
Ketiga wanita cantik itu berteriak bersamaan membuat Mama Sintya terkejut.
"Astagfirullah, kalian ya bikin jantungan saja."
"Ma, Shenna kan sudah bilang, kalau Shenna belum mau menikah apalagi harus menikah dengan pria menyebalkan seperti Ken, Shenna gak mau," tolak Shenna.
"Pokoknya tidak ada penolakan Shenna, Ken saja sudah setuju kok untuk menikah denganmu. Lagipula kamu mau cari pria yang seperti apa lagi? Ken itu pintar, pengusaha sukses, dan yang pasti sudah dewasa sangat cocok denganmu."
"Tapi Ma------"
"Pokoknya tidak ada tapi-tapian, malam ini kami akan memutuskan tanggal pernikahan kalian. Vlo, Jenny, tolong dandani Shenna kalau Shenna gak mau, pukul saja kepalanya supaya dia sadar kalau umur dia itu sudah tua dan sudah waktunya untuk menikah."
"Siap, Tante," sahut Vlo dan Jenny bersamaan.
"Apaan sih Mama, sama anak sendiri kok gitu amat," keluh Shenna.
Mama Sintya pun pergi...
"Ayo Shen, kamu mau dandan dengan suka rela atau kita paksa?" seru Jenny.
"Apa yang dikatakan Tante Sintya benar, kamu sudah tua, sudah saatnya untuk menikah," ledek Vlo.
"Kalian benar-benar sangat menyebalkan, sebenarnya kalian itu sahabat aku apa bukan sih? kok malah ngebela Mama bukannya aku," kesal Shenna.
"Kita memang sahabat kamu Shen, tapi untuk kali ini kita mendukung apa yang dilakukan Tante Sintya. Ayo Jen, pegang dia biar aku yang dandanin," seru Vlo.
Shenna memundurkan langkahnya. "Jangan macam-macam kalian, aku gak mau!" sentak Shenna.
Shenna hendak kabur tapi Vlo dan Jenny langsung menangkap tubuh Shenna, butuh waktu yang lumayan lama untuk mendandani Shenna, hingga akhirnya Vlo dan Jenny pun tersenyum lebar melihat penampilan Shenna.
"Perfect," seru Vlo.
"Kalian benar-benar sangat menyebalkan," gerutu Shenna.
"Ayo, jangan banyak menggerutu, sekarang kita turun ke bawah untuk menemui calon suamimu," seru Jenny.
Vlo dan Jenny pun menarik tangan Shenna dan membawa Shenna turun ke bawah. Ken yang saat itu sedang berbincang-bincang dengan kedua orangtua Shenna, langsung menoleh saat terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga.
Ken membelalakkan matanya melihat Shenna yang sangat cantik, bahkan Naufal adiknya Ken sampai menganga melihat 3 wanita cantik menuruni anak tangga.
"Astaga, apa aku sedang mimpi melihat 3 bidadari ada di hadapanku," gumam Naufal.
Kedua orangtua Ken dan Shenna tampak menyunggingkan senyumannya, melihat reaksi Ken dan Naufal.
"Sayang, sini duduk," seru Mama Elsa.
Shenna pun duduk di samping Ken dan Ken tanpa sadar terus saja memperhatikan Shenna.
"Jangan melotot seperti itu, atau aku colok mata kamu," bisik Shenna.
Seketika Ken tersadar dan memalingkan wajahnya, sedangkan Naufal belum sadar juga, dia melihat Vlo dan Jenny secara bergantian.
"Jadi, bagaimana Jeng Sintya? kapan tanggal pernikahan Shenna dan Ken?" tanya Mama Elsa.
"Kalau saya dan suami saya, terserah kalian mau kapan pun kami akan siap," sahut Mama Sintya.
Shenna dan Ken saling sikut satu sama lain. "Kamu ngomong dong, jangan diam saja," bisik Shenna.
"Kamu saja yang ngomong," sahut Ken dengan berbisik juga.
"Baiklah, bagaimana kalau 2 Minggu lagi? soal pesta jangan khawatir, biar kami yang urus semuanya," seru Papa Farid.
"Kami sangat setuju, lebih cepat lebih baik," sahut Papa Miko.
"Tidak, aku tidak setuju," seru Shenna dan Ken bersamaan.
"Ya ampun, so sweet banget sih, jawabannya bersamaan gitu. Itu tandanya mereka jodoh, Tante," seru Jenny.
"Oh iya, tadi Shenna bilang kalau dia ingin cepat-cepat menikah, jadi maksudnya mereka tidak setuju kalau pernikahannya dua Minggu lagi, tapi mereka ingin menikah Minggu depan, iya kan Shen?" seru Vlo dengan mengedipkan matanya.
"Hah...."
"Oh, ternyata diam-diam anak-anak kita sudah ingin cepat-cepat menikah, ya sudah pernikahan mereka akan dilaksanakan Minggu depan saja," seru Mama Sintya.
Shenna dan Ken melambai-lambaikan tangannya tanda menolak tapi semuanya tidak memperdulikan mereka.
"Baiklah, semuanya sudah deal ya, kalau pernikahan Shenna dan Ken akan dilaksanakan Minggu depan," seru Mama Elsa.
"Dan saya pastikan, kalau pernikahan mereka akan menjadi pernikahan termegah di tahun ini," seru Papa Farid.
Kedua keluarga itu tampak bahagia, berbeda dengan Shenna dan Ken yang terlihat sangat kesal. Shenna menatap tajam ke arah sahabat-sahabatnya itu, sedangkan Vlo dan Jenny hanya terkekeh dengan tatapan Shenna.
.sehat2 y nek
.hehehe
pasti seru rame2