NovelToon NovelToon
Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kristina dinata

Akhir dari sebuah hubungan tentu nya akan lebih baik jika pasangan mengakhiri nya dengan pernikahan. Tapi bagaimana dengan Bella...? Rian yang sudah melamar nya malah membatalkan pernikahan nya dan memilih perempuan lain. Oleh sebab itu Bella menjadi sakit hati ia berniat membalas semua sakit hati nya itu dengan cara mencari pacar sewaan yang bernama Dewa. Mereka berhasil membuat Rian panas hati sehingga menimbulkan konflik selama melakukan misi jadi pacar bohongan tanpa mereka sadari benih- benih cinta antara Dewa dan Bella mulai tumbuh. Bagaimana kelanjutan kisah nya mari ikuti cerita nya.
Disini👉 Kekasih bayaran
Semoga suka🤗. Don't bom like!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat menuju rumah sakit

Malam telah tiba Bella masih mengingat kejadian siang tadi yang membuat hatinya berbunga-bunga. Ia tersenyum sambil memeluk guling kesayangan nya. Ingin rasanya ia menelpon Dewa tapi merasa sungkan dan malu.

"Duh seandainya Dewa menenponku, pasti aku senang banget, kapan nya aku bisa berduaan lagi dengan nya. Aku harus bisa cari waktu yang tepat untuk bersama Dewa lagi. Pokonya aku tidak mau kalah dengan Dita. Aku pasti memenangkan taruhan ini," ujar nya penuh percaya diri.

Di saat nya melamun tiba-tiba ponsel nya berdering. Mata nya melirik kearah ponselnya sontak mata nya membola melihat siapa yang menelepon. Tanpa menunggu lama lagi Bella langsung mengangkat ponselnya itu.

📞"Selamat malam Bella...," ujar Dewa langsung.

"Aku mau menyampaikan besok pagi aku ada tugas di luar kota jadi aku tidak bisa membantu mu selama beberapa hari ini."

📞"Hah, gak bisa gitu dong... aku kan sudah membayar mu buat menjalankan misi kita," tolak Bella.

📞"Iya aku tau itu Bel... tapi aku benar-benar tidak bisa karena ada urusan yang tidak bisa ku tinggalkan. Ini keperluan keluarga ku Bel, ku mohon kamu mengerti," pinta Dewa.

📞"Apa sih masalahnya apa lebih penting dari misi kita," ujar Bella kesal.

📞"Jelas ini lebih penting Bella, karena Mama ku akan segera pergi pulang. Aku di perlukan di sana untuk mengurusi semuanya, dan menjemput nya," jelas Dewa.

📞"Hah, memang nya Mama mu sakit apa?" tanya Bella iba.

📞"Dia habis kecelakaan ia sudah lama sakit, tapi baru bisa pulang sekarang. Bella merasa prihatin ingin tau tentang keadaan mama Dewa.

📞"Aku boleh ikutan tidak?"

📞"Ikut kemana?" Dewa berpikir.

📞"Ikut kamu lah menjemput mamamu," sahut Bella.

📞"Sebaiknya jangan deh, karena aku gak mau ngerepotin kamu," ujar nya.

📞"Hem... gak ngerepotin kok, ayo lah jangan bicara begitu," Bella merayu.

📞"Iya deh... besok pagi akan jemput kamu!" Dewa pasrah ia pun megijinkan Bella.

📞"Oke siap aku tunggu...!" ujar Bella semangat ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang keluarga Dewa. Entah apa sebabnya tiba-tiba hati Bella tergerak ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang semua hal yang menyangkut Dewa dan keluarganya.

Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka saling menutup ponsel masing-masing.

"Ini juga merupakan kesempatan bagus untuk memenangkan taruhan aku harus mendekati Dewa dan keluarganya," batin Bella.

Keesokan harinya, Dita yang dari pagi sudah berada di kantor Dewa mencari Dewa. Hilir-mudik ia berjalan untuk mencari Dewa tapi tidak menemui Dewa di tempat itu. Ternyata dia tidak tau kalau Dewa tidak masuk hari itu. Setelah merasa lelah Dita mendatangi petugas jaga di tempat itu, untuk menanyakan keberadaan Dewa.

"Maaf ada yang bisa kami bantu?" tanya petugas itu.

"Saya mau mencari salah satu Owner sini yang bernama Dewa," jawab Dita.

"Oh, silahkan menunggu dulu, kami akan menghubungi admin," petugas menelpon admin menayakan keberadaan Dewa. Dita menunggu dengan tidak sabar.

"Jangan-jangan cewek centil itu sudah mengajak nya pegi lagi," batin Dita.

"Maaf Mbak. Dewa nya gak masuk hari ini dia ijin ke luar kota mungkin ada urusan pribadi," terang petugas tersebut.

"Oh begitu ya... Ya sudah lah aku pamit. Makasih info nya Pak," ujar Dita langsung beranjak dari tempat itu.

"Brengsek aku ketinggalan berita tentang Dewa. Kira-kira dia ada keperluan apa ya di luar kota?" batin nya.

Dita balik lagi ke petugas untuk meminta nomor Dewa, tetapi petugas tidak mau memberikan nomor Owner kesembarang orang. Harus ada persetujuan dulu dari orang nya baru bisa. Saat itu Dewa tidak bisa di hubungi, jadi Dita tidak mendapatkan Nomor Dewa. Ia merasa kesal ia pun pergi meninggalkan tempat itu.

Di tempat lain.

Bella dan Dewa sudah siap akan berangkat ke rumah sakit saat itu Bella menggunakan mobil nya pergi bersama Dewa Dan Delia. Bella merasa iba saat melihat adik Dewa ternyata cacat tidak bisa jalan tidak lama bertemu mereka sudah terlihat akrab. Delia menceritakan tentang dirinya selama ini pada Bella. Bella semakin sedih mendengar cerita Delia. Yang harus mengalami cacat karena kecelakaan itu.

"Lia yang sabar ya..." ujar Bella Mera iba.

"Iya Kak, makasih!" ujar Delia menghela napas panjang setelah bercerita beberapa butiran bening lolos di pipi nya. Bella memberikan Delia tisu dan menghibur nya.

Dewa yang dari tadi pokus menyetir juga ikut sedih mendengarkan Delia bercerita. Tapi ia selalu menepiskan sedihnya dan mengalihkan pembicaraan.

"Lia... hari ini Mama pulang lho... jangan sedih gitu deh...," hibur Dewa pada adiknya.

"Iya Bang Lia tidak sabar bertemu Mama." Lia kembali semangat.

Gitu dong kalau Delia sedih Abang ikutan sedih... Dewa tanpa memanyunkan wajah nya didepan Delia.

"Hahaha Abang kalau manyun kelihatan manis gak Kak?" Delia menyenggol pundak Bella untuk meminta pendapat.

Bella terdiam Bingung mau mengiyakan atau apa karna ia merasa malu jika mengakui nya kalau Dewa memang manis.

"Kakak... kok malah melamun di tanyai. Menurut Kakak Bang Dewanya kelihatan manis saat marah atau saat bahagia?" tanya Delia sambil menyenggol pundak Bella lagi.

"A- gak tau Li...!" jawab Bella datar.

"Ah susah amat bicara ya! jawab aja yang jujur." Delia menantang.

"Alahh... bilang aja aku manis gengsi banget ngakuin nya kalau aku memang manis!" kelakar Dewa menimpali kata-kata Delia memandang ke arah Bella yang nampak malu.

"Gak... gak manis koq, aku gak enak aja mau bilang langsung. Ha-ha-ha... kepedean amat jadi orang. Jelek begitu malah di bilang manis." Bella meledek hingga Dewa memanas.

"Udah berani ngatain ya!" cibir Dewa.

Dewa hilang kendali hampir menabrak mobil di depan nya.

"Dewa! hati-hati menyetirnya...," teriak Bella kaget. Delia juga kaget dan histeris. Untungnya tidak terjadi apa-apa.

"Makanya kalau menyetir jangan ikut bicara kan hampir aja menabrak!" gerutu Bella.

Dewa pun tidak mau kalah membela dirinya saat Bella menyalahkan nya.

"Udah-udah stop... budek telinga ku mendengar ocehan kalian!" ujar Delia melerai Bella dan Dewa yang sama-sama tidak mau mengalah.

Bella dan Dewa pun terdiam sejenak saling memandang satu sama lain.

"Cie... ternyata kalian berdua itu cocok deh." ledek Delia.

"Cocok dari mana nya? musuhan iya...!" cetus Bella tidak terima di bilang cocok oleh Delia.

"Hem... ngaku aja Kak, kalau Abang aku memang manis."

"Iya iya deh, Abang mu memang manis melebihi madu puas!..." Bella menatap Delia yang asik meledeknya dari tadi.

Dewa tertawa terbahak-bahak melihat adik nya dan Bella yang gantian berdebat.

"Kalian benar-benar ya, bagaimana kalau kalian jadi iparnya?" Dewa mendelikkan matanya menoleh ke arah kedua gadis di belakang nya itu.

"Ye... siapa juga yang mau sama kamu Dewa. Jangan kepedean gitu!" cetus Bella bicara sinis.

"Gak, aku gak kepedean. Cuma aku menerawang saja kalau kalian bakal jadi ipar," tebak Dewa.

"Cie berharap banget...?" ledek Bella.

Dewa tersenyum malu ia tidak berani lagi buka suara.

Tampa mereka sadari akhirnya mereka hampir sampai di rumah sakit. Delia mengingatkan Dewa agar segera berhenti karena sebentar lagi mereka akan sampai.

1
Rini Antika
aku udah baca karya barunya yang tidak kalah seru, semangat terus dalam berkarya 💪💪
Rini Antika
akhirnya Dewa nikah juga sama Bella, selamat ya, aku kasih vote untuk ceritanya yang seru 🥰🥰
Rini Antika
dasar lelaki buaya darat gak tau malu
Rini Antika
semangat terus Mak, Vote mendarat
Rini Antika
ayo timpuk sama batu, 🤣🤣
Rini Antika
semangat Juan, ayo gagalkan pernikahan Bella dan Rian 🤭
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
Rian sama Laura cocok tuh
Rini Antika
nah lho, author nya sendiri marah, 🤣🤣
Rini Antika
dasar s Rian buaya Darat. semangat terus Mak, vote mendarat
Rini Antika
aku jg sangat mencintaimu Dewa, 🤭
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
Smg pernikahannya gagal 🤭
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
smh dewa bisa kabur dr Laura
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
aduh, wkwkwkwk
Rini Antika
semangat terus Dewa, vote mendarat
Rini Antika
harusnya km pikir" lagi Bella, Rian bukan lelaki baik
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!